Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EKSISTENSI KOMISIONER PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER PADA KPU PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA BARAT Novita, Irma; ', Jendrius; Adnan, Fachri; Handoko, Tito
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.822 KB) | DOI: 10.35967/jipn.v17i2.7064

Abstract

The institution of Election organizers such as the General Election Commission is tasked with implementing the electoral stages process. Placing women in the election field is not only a matter of equality with men but part of the effort to encourage women?s political participation. The involvement of women as election organizers will play a major role in maximizing women?s participation in the elections. The main act women can take as election organizers at each stage is to ensure that women?s needs are considered and incorporated into programs or policies that are properly designed and implemented. The results of the number of women commissioners as election organizers are still minimal quantitatively. And if you look at the composition of the current membership structure, this women commissioner is still very minimal due to the 30 percent quota has not been fulfilled so there is still discrimination and many obstacles and challenges are found in realizing gender equality and women?s opportunities are limited in performing the tasks of elections. Most of these commissioners also feel there is still gender inequality. Challenges and obstacles such as social barriers in the form of Patriarchal Culture that still exist in Minangkabau society are still felt even though it is not as thick as in past times. In addition, stereotypes, marginalization, subordination, and the double burden also greatly affect the existence of this women commissioner in realizing gender equality.
PENGARUH MODEL SCIENTIFIC INQUIRY TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS IV SD Ernita, Sri; Adnan, Fachri; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.16

Abstract

Penelitian ini berawal karena rendahnya hasil belajar yang juga dipengaruhi oleh kurangnya motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan Model Scientific Inquiry dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan hasil belajar dan motivasi tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan Scientific inquiry dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV SDN 22 Andalas Padang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksprimental Design dengan rancangan Uji-t. Pada kelas eksperimen diterapkan Model Scientific Inquiry, di kelas kontrol diterapkan pendekatan konvensional. Dengan sampel kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan kelas IV C sebagai kelas kontrol. Hipotesis ini diuji dengan menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan model Scientific inquiry dengan menggunakan Pendekatan Konvensional pada pembelajaran tematik terpadu di kelas IV SDN 22 Andalas Padang, (2) terdapat perbedaan motivasi belajar tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan model Scientific inquiry dengan motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV SDN 22 Andalas Padang.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU KELAS IV SD Marza, Anggara; Adnan, Fachri; Fitria, Yanti; Montesori, Maria
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.27

Abstract

Hasil penelitian menunujukan bahwa: (1) kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi thitung = 1,91  > ttabel = 1,718; (2) Kemampuan berpikir kritis dengan pretest tinggi menggunakan Model Project Based Learning dan konvensional tidak ada perbedaan yang signifikan thitung =1,87 < ttabel = 2,56; (3) Kemampuan berpikir kritis dengan posttest rendah dan menggunakan posttest lebih tinggi t hitung =7,54 > t tabel = 2,56. Hasil penelitian menunujukan bahwa: (1) kerjasama peserta didik yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi thitung = 1,81  > ttabel = 1,608; (2) Kerjasama dengan postest tinggi menggunakan Model Project Based Learning dan konvensional tidak ada perbedaan yang signifikan thitung =1,77 < ttabel = 2,36; (3) Kerjasama dengan posttest rendah dan menggunakan posttest lebih tinggi t hitung =3,61 > t tabel = 2,36.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD Gusmayeni, Gusmayeni; Adnan, Fachri; Marlina, Marlina
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.33

Abstract

Pada pembelajaran guru sebagai pemberi informasi, sehingga siswa kurang diberi waktu untuk memecahkan masalah. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Membuktikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa, (2) Menjelaskan perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pembelajaran scientific. Rancangan penelitian ini menggunakan preetest-posttest only control group design. Subjeknya adalah kelas V SD Negeri 36 Alang Lawas sebagai kelas eksperiment dan SD Negeri 20 alang lawas sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji t. Dari hasil analisis diperoleh : (1) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa (2) Tidak terdapat perbedaan motivasi belajar IPS siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan yang diajar menggunakan model scientific, (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang diberlakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik daripada model scientific.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 43 SUNGAI SAPIH PADANG Rahmi, Sri Oktifa; Adnan, Fachri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.53

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan penerapan pembelajaran konvensional di kelas IV SD Negeri 43 Sungai Sapih Kota Padang tahun akademik 2018/2019 . Metode penelitian adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa / siswa kelas IV sebanyak 60 orang, teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam hal ini kelas eksperimen adalah kelas IV A sedangkan kelas kontrol kelas IV B. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, kesetaraan rata-rata, homogenitas, dan hipetosis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 17.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together memiliki rerata 83,41 hasil belajar dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional memiliki hasil belajar rata-rata 75,90, dan hasil uji hipotesis sebesar 0,049 atau <0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan penerapan pembelajaran konvensional di kelas IV SD Negeri 43 Sungai Sapih Kota Padang.
Pengaruh Model Quantum Teaching terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Fitri, Ridha Ahsanul; Adnan, Fachri; Irdamurni, Irdamurni
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.570

Abstract

Pendidikan memegang peranan sebagai wahana dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh. Pendidikan menuntut manusia menjadi cerdas, baik dalam bidang akademis maupun sosial. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dalam proses pembelajaran. Quantum Teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif dengan menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas . Selain itu, Quantum Teaching juga merupakan sebuah model pembelajaran yang meriah dengan mengaktifkan interaksi-interaksi dalam kegiatan pembelajaran yang mempengaruhi pencapaian keberhasilan siswa dan dapat mengakomodasi minat siswa. Tinggi atau rendahnya minat siswa terhadap suatu pembelajaran sangat penting untuk diketahui. IPS adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan di Sekolah Dasar dengan pokok kajian hal-hal yang berkaitan dengan masalah sosial di masyarakat yakni berupa peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi ditinjau dari berbagai aspek kehidupan secara terpadu sehingga siswa harus memiliki keterampilan sosial dan intelektual dan mampu mengenal gejala atau fenomena yang terjadi dalam aspek kehidupannya
PENGARUH MODEL SCIENTIFIC INQUIRY TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS IV SD Ernita, Sri; Adnan, Fachri; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.16

Abstract

Penelitian ini berawal karena rendahnya hasil belajar yang juga dipengaruhi oleh kurangnya motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan Model Scientific Inquiry dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan hasil belajar dan motivasi tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan Scientific inquiry dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV SDN 22 Andalas Padang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksprimental Design dengan rancangan Uji-t. Pada kelas eksperimen diterapkan Model Scientific Inquiry, di kelas kontrol diterapkan pendekatan konvensional. Dengan sampel kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan kelas IV C sebagai kelas kontrol. Hipotesis ini diuji dengan menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan model Scientific inquiry dengan menggunakan Pendekatan Konvensional pada pembelajaran tematik terpadu di kelas IV SDN 22 Andalas Padang, (2) terdapat perbedaan motivasi belajar tematik terpadu siswa yang diajar menggunakan model Scientific inquiry dengan motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model konvensional pada siswa kelas IV SDN 22 Andalas Padang.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU KELAS IV SD Marza, Anggara; Adnan, Fachri; Fitria, Yanti; Montesori, Maria
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.27

Abstract

Hasil penelitian menunujukan bahwa: (1) kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi thitung = 1,91  > ttabel = 1,718; (2) Kemampuan berpikir kritis dengan pretest tinggi menggunakan Model Project Based Learning dan konvensional tidak ada perbedaan yang signifikan thitung =1,87 < ttabel = 2,56; (3) Kemampuan berpikir kritis dengan posttest rendah dan menggunakan posttest lebih tinggi t hitung =7,54 > t tabel = 2,56. Hasil penelitian menunujukan bahwa: (1) kerjasama peserta didik yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi thitung = 1,81  > ttabel = 1,608; (2) Kerjasama dengan postest tinggi menggunakan Model Project Based Learning dan konvensional tidak ada perbedaan yang signifikan thitung =1,77 < ttabel = 2,36; (3) Kerjasama dengan posttest rendah dan menggunakan posttest lebih tinggi t hitung =3,61 > t tabel = 2,36.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD Gusmayeni, Gusmayeni; Adnan, Fachri; Marlina, Marlina
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.33

Abstract

Pada pembelajaran guru sebagai pemberi informasi, sehingga siswa kurang diberi waktu untuk memecahkan masalah. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Membuktikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa, (2) Menjelaskan perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pembelajaran scientific. Rancangan penelitian ini menggunakan preetest-posttest only control group design. Subjeknya adalah kelas V SD Negeri 36 Alang Lawas sebagai kelas eksperiment dan SD Negeri 20 alang lawas sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji t. Dari hasil analisis diperoleh : (1) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa (2) Tidak terdapat perbedaan motivasi belajar IPS siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan yang diajar menggunakan model scientific, (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang diberlakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik daripada model scientific.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 43 SUNGAI SAPIH PADANG Rahmi, Sri Oktifa; Adnan, Fachri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.53

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan penerapan pembelajaran konvensional di kelas IV SD Negeri 43 Sungai Sapih Kota Padang tahun akademik 2018/2019 . Metode penelitian adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa / siswa kelas IV sebanyak 60 orang, teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam hal ini kelas eksperimen adalah kelas IV A sedangkan kelas kontrol kelas IV B. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, kesetaraan rata-rata, homogenitas, dan hipetosis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 17.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together memiliki rerata 83,41 hasil belajar dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional memiliki hasil belajar rata-rata 75,90, dan hasil uji hipotesis sebesar 0,049 atau <0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan penerapan pembelajaran konvensional di kelas IV SD Negeri 43 Sungai Sapih Kota Padang.