Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK KUAT TEKAN DAN TARIK MATERIAL PVA-ECC Memed Timang Palembangan
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.949 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.691

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan dan bahan kontruksi yang penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya penggunaan material Polyvinyl Alcohol- enggineered Cementitious Composites (PVA-ECC) dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan limbah abu terbang yang diambil dari sisa-sisa hasil pembakaran batu bara serta dengan penambahan serat PVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan, nilai modulus elastisitas material PVA-ECC dengan limbah abu terbang sebagai pengganti sebagian agregat halus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Benda uji berupa kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Mutu yang ditargetkan adalah 50 Mpa (45 5 Mpa) dengan komposisi rasio berat campuran semen 1, fly ash 1.2 pasir 0.8 , air 0.56 , HRWR 0.012 , serta PVA 2% dari total berat campuran. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas material PVA-ECC dilakukan pada umur 7,14 dan 28 hari. Nilai kuat tekan pada material PVA-ECC mengalami peningkatan sebanding dengan umur. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari dengan berat sampel 0.258 kg adalah 33,9 Mpa, sementara kuat tekan pada umur 14 hari berat sampel 0.259 kg adalah 39,0 Mpa serta kuat tekan pada umur 28 hari diperoleh 44,6 Mpa dengan berat sampel 0.260 kg. Hasil tersebut diperoleh nilai modulus elastisitas pada umur 7 hari 18763,02 MPa, pada umur 14 hari nilai modulus elastisitasnya 20788,80 MPa , serta pada umur 28 hari nilai modulus elastisitasnya 21060,02 MPa. Nilai modulus elastisitas meningkat seiring dengan peningkatan kuat tekan. Nilai kuat tarik pada material PVA-ECC juga mengalami peningkatan sebanding dengan umur beton. Nilai kuat tarik rata-rata pada umur 7 hari dengan berat sampel 0.231 kg adalah 3,108 Mpa, sementara kuat tarik pada umur 14 hari berat sampel 0.229 kg adalah 3,547 Mpa serta kuat tarik pada umur 28 hari diperoleh 4,340 Mpa dengan berat sampel 0.234 kg. Kurva tegangan-regangan menunjukkan perilaku logam, menunjukkan karakteristik titik hasil pada tahap akhir elastis ketika mikro retak muncul pertama pada spesimen.
Analisis Perencanaan Rusun Polres Gowa Dengan Metode Sistem Rangka Momen Pemikul Menengah (SRMPM) Jufri Manga; Zwengly Lodi Honta; Hernita Matana; Parea Rusan Rangan; Yulieanti S. Mapaliey; Yohanis B. Lotim; Abdias Tandy Arrang; Hasyim Basri; Zain Patongloan; Gersony Miri; Marinus Linggi; Feri Daud Biang; Yusran Londongsalu; Yohans Sunarno; Agustina Pagatiku; Escher Kalapadang; Rael Rabang Matasik; Jery D. Paridy; Regita O. Runtukahu; Memed Timang; Abraham Ganti
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 1 (2021): Jilid 1 Volume 6
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) merupakan suatu sistem yang daktilitasnya cukup tinggi serta memiliki persyaratan yang detail dalam perhitungan penulangan komponen struktur. Baik aksial, lentur dan geser untuk elemen balok dan kolom, serta ketentuan mengenai hubungan kolom dengan balok yang akan mempengaruhi kinerja bangunan ketika menerima beban gempa. Dengan enelitian ini dapat diketahui detail persyaratan SRPMM sesuai SNI 2847-2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dari penelitian ini akan dideskripsikan bagaimana perencanaan struktur Rusun Polres Gowa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Data dikumpulkan dari literatur atau kepustakaan, dan simulasi komputasi. Dari simulasi komputasi diperoleh model struktur (space frame) bangunan dan memperoleh gaya geser, gaya aksial, , dan momen yang terjadi. Rusun Polres Gowa merupakan gedung rumah susun yang strukturnya didesain dengan sistem konstruksi beton bertulang biasa.Rusun Polres Gowa terdiri atas 3 lantai, memiliki ukuran panjang sekitar 47 meter, lebar 19.8 meter dan tinggi total bangunan 15.6 meter. Dimensi struktur yang dihasilkan adalah dimesi kolom K1- 40x50, K2-40x50, K3-25x35, S1-25x40. Dimesi balok B1- 30x50, B2-30x50, B3-25x50, B4-20x40, B5-20x30, B6-15x30, RB1-20x30 Plat direncanakan menggunakan smartdek 0.7 mm dengan dimensi plat lantai 12 cm, plat atap 12 cm, plat reservoir 12 cm. Perencanaan fondasi, Fondasi P1 berupa fondasi sumuran dengan dimensi sumuran diameter 80 cm 1 buah dengan setinggi 4 m, dan dimensi Poer 150 cm x 150 cm x 50 cm pada kedalaman 2.0 m. Fondasi P2 berupa fondasi telepak/poer dengan kedalaman 2.0 m, dan dimensi Poer 150 cm x 150 cm x 30 cm
TINJAUAN PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PARIWISATA MENGGUNAKAN METODE DINDING GESER Parea Rusan Rangan; Zwengly Lodi Honta; Hernita Matana; Harni Tarru; Yohanis B. Lotim; Abdias Tandy Arrang; Hasyim Basri; Zain Patongloan; Gersony Miri; Marinus Linggi; Feri Daud Biang; Yusran Londongsalu; Yohans Sunarno; Agustina Pagatiku; Escher Kalapadang; Rael Rabang Matasik; Jery D. Paridy; Regita O. Runtukahu; Memed Timang; Abraham Ganti; Jufri Manga
Journal Dynamic Saint Vol. 5 No. 2 (2020): Jilid 5 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bangunan tinggi tahan gempa umumnya gaya – gaya pada kolom cukup besar untuk menahan beban gempa yang terjadi sehingga umumnya perlu menggunakan elemen – elemen struktur kaku berupa dinding geser untuk menahan kombinasi gaya geser, momen dan gaya aksial yang timbul akibat gempa. Dengan adanya dinding geser sebagian besar beban gempa akan terserap oleh dinding geser tersebut. Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan geser atau gaya lateral akibat gempa bumi. Untuk merencanakan dinding geser ini menggunakan acuan SNI 2847:2013, untuk perencanaan gempanya menggunakan SNI 1726:2012 dengan menggunakan metode lateral ekivalen. Untuk perhitungan gaya-gaya yang pada struktur digunakan alat bantu SAP 2000. Dalam Perencanaan Dinding Geser ini diperoleh hasil data pekerjaan yaitu direncanakan dengan lebar. Lebar dinding geser (lw) = 550 cm. Tebal dinding geser, (tw) = 25 cm. Serta tulangan pada Dinding Geser. Tulangan vertikal atau tulangan longitudinal = 60 D 16. Tulangan horizontal atau tulangan transversal (sengkang) = Ø 12 -150. Tulangan horizontal atau tulangan transversal (sengkang) pada sendi plastis dan pada sambungan lewatan tulangan vertikal = Ø 12 -150. Sambungan lewatan, Id = 650 mm. Perbedaan hasil deformasi yang diperoleh yaitu bangunan yang tidak menggunakan dinding geser mengalami deformasi sebesar 0.047 mm dan bangunan yang menggunakan dinding geser mengalami deformasi sebesar 0.026 mm.
Pengolahan Limbah Kantong Plastik menjadi Agregat Halus untuk Produksi Batako Ramah Lingkungan Lodi Honta, Zwengly; Padang, Israel; Timang Palembangan, Memed; Panggalo, Pendi; Suleman, Hendro
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol. 10 No. 1 (2025): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/scej.v10i1.7296

Abstract

Limbah plastik, khususnya kantong plastik, merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan karena sifatnya yang tidak dapat terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pengolahan limbah kantong plastik menjadi agregat halus ramah lingkungan untuk bahan bangunan non-struktural, khususnya batako. Permasalahan utama adalah terbatasnya metode pengolahan limbah plastik yang menghasilkan material dengan karakteristik fisik yang sesuai standar agregat halus. Metode yang digunakan adalah perlakuan termal terhadap limbah plastik hingga suhu minimum 800°C untuk menghasilkan pasir plastik. Pasir plastik ini kemudian digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus dalam adukan batako dengan variasi persentase 5%, 10%, dan 15% terhadap berat pasir. Pengujian dilakukan terhadap kekuatan tekan dan daya serap air batako. Hasil menunjukkan bahwa substitusi 5% memberikan performa terbaik, dengan kekuatan tekan sebesar 42,38 kg/cm² dan daya serap air terendah sebesar 17,12%. Substitusi di atas 5% menurunkan kekuatan tekan dan meningkatkan daya serap air akibat distribusi material yang tidak merata dan lemahnya ikatan antarpartikel. Keterbatasan dalam penelitian ini mencakup proses pembakaran masih manual dan terbuka, waktu pembakaran yang tidak menentu dan belum dilakukan uji ketahanan jangka panjang. Arah pengembangan selanjutnya difokuskan pada peningkatan kualitas kuat tekan dengan bahan tambah dan pengujian lebih lanjut terhadap durabilitas batako dalam kondisi lingkungan ekstrem.
The Significance Level of Critical Success Factors Affecting Contractor Performance in Winning Public Construction Tenders Memed Timang Palembangan; Israel Padang
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7611

Abstract

This study analyzes the Critical Success Factors (CSFs) influencing contractor performance in public construction tendering under the Ministry of Public Works in Indonesia. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), data were collected from 597 contractors, comprising 161 small, 187 medium, and 249 large firms. The results reveal that the significance of CSFs varies across contractor classifications. For small contractors, performance is significantly influenced by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). For medium contractors, the most influential factors are Company Qualification (X1), Equipment Resources (X2), Human Resources (X3), Document Quality (X5), and Competitive Pricing (X6). Meanwhile, for large contractors, performance is mainly driven by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Document Quality (X5), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). Across all classifications, Competitive Pricing and Equipment Resources consistently emerge as key determinants of tender success. The model fit indices (NFI = 0.712–0.759) confirm the robustness and validity of the developed models. These findings provide empirical evidence of how CSFs differ by organizational scale, offering theoretical contributions to construction management research and practical insights for improving competitiveness, transparency, and efficiency in Indonesia’s public procurement system.