Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENEGAH KEJURUAN FARMASI PHARMACA DALAM MEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DAUN NANGKA KUNING (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAM) SEBAGAI SEDIAAN MASKER PEEL OFF Suryani, Monica; Daely, Ruth Christiani N; Sitorus, Binsar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan masker wajah peel off bermanfaat untuk memperbaiki serta merawat kulit wajah dari masalah keriput, penuaan, jerawat dan dapat juga digunakan untuk mengecilkan pori (Grace et al. 2015). Selain itu, masker peel off juga dapat digunakan untuk membersihkan serta melembabkan kulit. Daun nangka dalam pengobatan tradisional digunakan sebagai obat batuk dan masalah saluran pencernaan. Secara empiris penggunaan daun nangka (Artocarpus heterophyllus. L) sebagai obat batuk. Daun nangka mengandung senyawa saponin, flavonoid dan tanin (Dini, 2013). Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pelatuhan peningkatan dalam memanfaatkan tanaman herbal daun nangka kuning dalam sediaan masker peel off. Setelah melaksanakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih dapat memanfaatkan daun nangka kuning dalam sediaan masker peel off.
PENYULUHAN DAN BUDIDAYA SECARA HIDROPONIK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duschesne) YANG MENGANDUNG VITAMIN C di RUMAH KABANJAHE Manuppak Irianto, Manuppak Irianto; Satria, Denny; Sitorus, Binsar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman stroberi (Fragaria x ananassa Duch.) adalah salah satu tanaman buah di Indonesia dengan daya pikat warna buah merah mencolok, bentuk menarik, serta rasa manis dan segar serta kelebihan lainnya yaitu stroberi sumber senyawa bioaktif yang penting karena mengandung kadar vitamin C, folat dan unsur fenolik yang tinggi. Stroberi memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga prospek untuk dikembangkan di daerah dataran rendah. Budidaya stroberi di dataran rendah untuk skala produksi masih jarang dilakukan disebabkan adanya kendala faktor iklim seperti suhu dan intensitas radiasi matahari yang tinggi. Budidaya secara hidroponik, stroberi dapat ditanam dengan pola penanaman vertikal (vertikultur), stroberi yang dihasilkan lebih segar, bersih higienis sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi, perawatan tanaman relatif mudah, membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit, tanaman relatif terhindar dari hama, jamur dan penyakit, ramah lingkungan, perawatan tanaman lebih terkontrol, penggunaan pupuk lebih hemat, efektif dan efisien. Kesimpulan bahwa penyuluhan budidaya buah stroberi secara hidroponik terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan baik dari para petani dan masyrakat sekitar mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan penanaman buah storberi secara hidroponik dilingkungan rumah masing- masing.
PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN SUNGGAL EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rheo Vulgaris L.) SEBAGAI SHAMPOO ANTKETOMBE Ginting, Ferdinand Paulus; Br. Purba, Hana Ike Dameria; Sitorus, Binsar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman adam Hawa merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Masyrakat menggunaakn daun adam hawa sebagai obat tradisional antidiare, karena senyawa yang terkandung didalamnya dapat menghambat bakteri Eschericia coli. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dalam memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo antiketombe kepada masyarakat di Medan Sunggal. Hasil pelaksanaan ini pada masyarakat dalam bentuk informasi dan edukasi memanfaatkan daun adam hawa menjadi shampo yang penggunaanya lebih sederhana.
SOSIALISASI PEMBUATAN SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BANGUN-BANGUN (Pleotranthus ambonicus (Lour.) Spreng) SEBAGAI ANTIBAKTERI Asfianti, Vivi; Purba, Hana Ike Dameira; Sitorus, Binsar
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibakteri merupakan zat yang dapat mengganggu pertumbuhan bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan manusia. Tanaman Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) diketahui merupakan salah satu tanaman herbal yang ada di Indonesia. Penggunaan daun bangun-bangun sering digunakan sebagai peningkat ASI oleh masyakarat. Daun bangun-bangun mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoida, polifenol dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut secara umum berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat kelurahan beruam, kecamatan kuala, kabupaten langkat mengenai pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pembuatan sediaan gel ekstrak etanol daun bangun-bangun sebagai antibakteri. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, medapatkan sambutan baik dari pemerintah dan masyarakat setempat dan masyarakat sekiranya mendappatkan informasi serta pngetahuan.
FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI DAUN PINUS (Pinus merkusii) Hutauruk, Dumartina; Sitorus, Binsar; N Daely, Ruth Christiani
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aroma therapy is a way of treating the body and healing diseases using essential oils, There are many plants that can produce aroma terapi, one of which is pine. Pine leaves that are processed into essential oils (essential oils) can be used for aroma therapy. Because, this leaf has a aroma that is considered to calm and refresh the mind. The purpose of this study was to prove that pine leaf essential oil can be formulated as aroma therapy wax. The sample used is fresh pine leaves extracted using the water vapor distillation method, then carried out the formulation stage which is then continued with the evaluation stage of aromatherapy wax preparations, namely organoleptic test, burn time test, melting point test, and preference test for panelists. Based on the results of research showing pine leaf essential oil can be formulated into therapeutic aroma wax preparations, the best concentration obtained from F1 is pine leaf essential oil with a concentration of 2%, because the physical form that meets SNI, longer burn time, with a higher melting point and preferred by panelists compared to F2, All wax preparation formulas aromatherapy pine leaf essential oil meets Indonesian national standards (SNI).
FORMULASI CREAM ANTI AGING DARI EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L) Harefa, Karnirius; Sitorus, Binsar; Christiani N Daely, Ruth; Fikrih Utama, Rezza
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anti-aging is a process to prevent or slow down the effects of aging so that a person becomes fresher, more beautiful, and more youthful. Beet fruit a function as an antioxidant to protect against the effects of sunlight, compounds that have anti-oxidant activity in beets include betacyanin and vitamin C, and betacyanin is a substance that can neutralize free radicals. often used is in the form of face cream where its functions include cleaning, and refreshing, and the presence of beetroot extract also adds to its function as a protector and adds nutrition, especially to regenerate facial skin. This research uses experimental methods which include making cream preparations and testing cream preparations against anti-aging activity on the skin. The sample in this study used beetroot ethanol extract obtained from Medan City and 12 respondents who were used as panels in the anti-aging activity test. The results of this study showed that the physical quality test of the cream preparation was homogeneous, remained stable in storage for 4 weeks, was an oil-in-water (m/a) emulsion type, had a pH of 6.1–6.6 and did not irritate the skin. In the anti-aging test at week four the blank cream showed increased results with a percent recovery of 30.83%, the comparison cream showed increased results with a percent recovery of 60%, cream 5% showed increased results with a percent recovery of 41.49% lower than cream In comparison, 10% cream showed an increase in the percentage of recovery 59.61 lower than the comparison cream and 15% cream showed an increase in the percentage of recovery 61.55% higher than the comparison cream. The conclusion of this study is that the ethanol extract of beetroot can be formulated into a cream preparation with an oil-in-water emulsion type, the ethanol extract of beetroot has the best anti-aging activity at 15% cream and the lowest is 5% cream.
UJI AKTIVITAS PERASAN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP LUKA BAKAR PADA KELINCI DALAM BENTUK SEDIAAN GEL Hutauruk, Dumartina; Sitorus, Binsar; Rudi Aman Manik, Tumpak
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan dengan sumber panas. Perasan jeruk purut (Citrus hystrix.) teruji memiliki kandungan saponin, tanin, flavonoid, yang berpotensi sebagai penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi perasan jeruk purut dalam sediaan gel terhadap karakteristik fisik gel, aktivitas penyembuhan luka bakar secara makroskopis (diameter luka), dan konsentrasi efektif dari gel perasan jeruk purut. Penelitian dilakukan pada 5 ekor kelinci yang berumur 4 - 6 bulan yang masing-masing punggung kelinci dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Induksi dilakukan dengan menempelkan lempeng besi panas berdiameter 3cm selama 5 detik. Kelompok perlakuan meliputi F1, F2, F3 gel perasan jeruk purut dengan konsentrasi 15%,20%, 25%, kelompok kontrol negatif (basis gel), dan kelompok kontrol positif gel yang berisi ekstrak placenta bovine dan neomisin sulfat. Pengolesan gel dilakukan satu hari sekali sebanyak 300 mg. Pengamatan dilakukan setiap hari sampai hari ke-14. Hasil statistika uji karakteristik fisik gel, dan aktivitas penyembuhan luka bakar menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan ketiga konsentrasi gel perasan jeruk purut. Gel perasan jeruk purut konsentrasi 25% memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar yang setara dengan kontrol positif. Pemberian gel perasan jeruk purut pada kelinci dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar.