Marantika, Juliaans E. R.
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gaba-Gaba

PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BERDASARKAN KONSTRUKTIVISME SOSIAL MELALUI PENDEKATAN SCAFFOLDING Tomasouw, Jolanda; Marantika, Juliaans E. R.; Maitimu, Cornelia S.; Lestari, Vika
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 1 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol1iss1pp30-35

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di Maluku, sedang disorot oleh banyak ahli. Hal utama yang menjadi fokus adalah menurunnya kualitas pembelajaran di sekolah, yang berdampak pada kualitas dan daya saing siswa di tingkat lokal dan nasional. Berdasarkan apa yang dijelaskan di atas, sistem pembelajaran dan bahan ajar di tingkat sekolah menengah di Ambon perlu ditinjau kembali. Melalui pengembangan bahan ajar bahasa Jerman berdasarkan pendekatan scaffolding, diharapkan prestasi belajar bahasa Jerman siswa SMA akan meningkat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mampu mengembangkan materi Bahasa Jerman untuk Sekolah Menengah Atas di Ambon (2) mencoba kinerja pengajaran menggunakan bahan yang dikembangkan dalam rangka penyempurnaan dan standardisasi Pembelajaran Bahasa Jerman. Materi berdasarkan pendekatan scaffolding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan berdasarkan model ADDIE. Hasil penelitian ini dapat direplikasi oleh semua sekolah menengah atas di Maluku. Hasil yang ingin dicapai serta tindak lanjut dari penelitian ini diharapkan menghasilkan Bahan Ajar Bahasa Jerman Berbasis Scaffolding untuk Sekolah Menengah Atas.
MODEL PEMBIMBINGAN TUTOR SEBAYA MELALUI MODIFIKASI PERLAKU KOGNITIF Kakerissa, Marshallo R.; Tomasouw, Jolanda; Marantika, Juliaans E. R.
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 2 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss1pp74-81

Abstract

Pendampingan dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator penting yang dapat menunjang hasil belajar. Berbicara tentang pendampingan atau pembimbingan bagi tutor sebaya memerlukan pendekatan tersendiri. Keberadaan siswa saat ini sangat tidak stabil dalam arti mereka masih mencari jati diri mereka dan hal itu sangat berpengaruh baik dalam proses belajar mengajar maupun hasil belajar. Dalam pengajaran bahasa asing yakni bahasa Jerman yang diajarkan di sekolah- sekolah merupakan bahasa asing kedua selain bahasa Inggris banyak hal yang ditemui di lapangan. Penguasaan bahasa Jerman siswa masih jauh dari apa yang diharapkan, hanya sebagian siswa yang memiliki kemampaun di atas rata-rata. Hal tersebut disebabkan karena sifat para siswa SMA masih tergolong dalam masa transisi. Pemahaman terhadap remaja akan semakin jelas bila diketahui bahwa adanya kelompok-kelompok yang terdiri dari jenis kelamin yang berbeda baik sekelompok sahabat (cliques), sahabat karib (chums) maupun kelompok gangs (crowds). Oleh karena sekolah dan keluarga akan selalu berhadapan dengan kelompok sebaya. Untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat ditimbulkan dari kelompok tutor sebaya yang menjurus pada hal-hal negatif maka selaku pendidik akan berusaha dengan berbagai cara untuk membina para remaja dengan melakukan pembimbingan melalui teknik modifikasi perlaku kognitif. Modifikasi perilaku kognitif adalah teknik menggabungkan terapi kognitif dan bentuk modifikasi perilaku individu yang bertindak dalam usaha membangun perilaku adaptif melalui pelajaran keterampilan-keterampilan yang terdapat pada terapi perlakuan khususnya pada mata pelajaran Bahasa Jerman dengan tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku siswa untuk menerima pelajaran dengan baik yang dituntun dalam suatu pendampingan oleh teman sebaya. Dengan demikian diharapkan melalui pengembangan model pembimbingan teman sebaya ini hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dan pengajar juga memiliki panduan atau pedoman yang jelas untuk mengarahkan siswa untuk meningkatkan prestasi mereka.