Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KOMUNIKATA57

ANALISIS FENOMENA PENIPUAN IDENTITAS DIRI (CATFISHING) PADA LITERASI DIGITAL PENGGUNA MEDIA SOSIAL Citra Eka Putri; Radja Erland Hamzah
KOMUNIKATA57 Vol 3 No 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.520

Abstract

Penggunaan media sosial yang masif di Indonesia tidak lantas dibarengi dengan literasi digital. melahirkan fenomena seperti Catfishing, Catfishing sendiri merupakan fenomena menggambarkan penipuan di dunia maya, dilakukan oleh seseorang dengan berpura-pura menunjukkan ketertarikan kepada orang lain dengan menggunakan identitas palsu, besarnya angka penipuan di media sosial khususnya pada aplikasi kencan online membawa Tujuan penelitian ini untuk menganalisis upaya pemahaman literasi Digital pelajar dan mahasiswa di Jakarta dalam penggunaan media sosial dan aplikasi kencan online melalui teori studi resepsi dan CMC, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus, teknik keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persepsi pada posisi kedua, yaitu The Negoitated-Code Position, dalam posisi ini terdiri dari campuran elemen adaptif dan selektif. Khalayak akan mengakui keabsahan pengaruh dari makna dan informasi yang mereka terima dalam digital literasi. khalayak akan mencampurkan hasil interpretasi dan pengalaman sosial tertentu yang pernah mereka alami. Sehingga key informan lebih logis dalam menerima pertemanan di online dating, mereka cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam mencari informasi sebelum percaya terhadap siapapun di online dating agar terhindar juga dari fenomena Catfishing.
FENOMENA SADFISHING PADA HASTAG #PELAKOR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Citra Eka Putri; Radja Erland Hamzah; Rialdo Rezeky Manogori Lumban Toruan
KOMUNIKATA57 Vol 4 No 1 (2023): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v4i1.752

Abstract

Viralnya istilah pelakor (Perebut laki orang) yang ramai menjadi bahan perbincangan media sosial khususnya TikTok di Indonesia, adanya pergeseran nilai privasi yang melahirkan fenomena baru dalam kehidupan sosial antara manusia dengan terpaan penggunaan media sosial, yaitu fenomena sadfishing atau keadaan dimana seseorang mencurahkan masalah kesedihannya di media sosial untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari banyak orang yang melihatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena sadfishing pada penggunaan hastag pelakor di media sosial TikTok. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan konsep sadfishing sendiri menghantarkan dorongan pengguna media sosial untuk memproduksi konten-konten yang memiliki nilai kesedihan yang bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari pengguna media sosial lainnya. Semakin konten yang diproduksi memiliki nilai privasi yang tinggi maka semakin ramai konten tersebut disukai. Disadari atau tidak fenomena sadfishing ini mampu mengikis kesadaran penggunanya untuk berpikir rasional terhadap ruang privasi.