Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGRIKA

Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L.) Pada Berbagai Dosis Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Pupuk Kompos Azolla Azlika, Silvia; Mulyani, Cut; Mardiyah, Ainul
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil kedelai pada berbagai dosis kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk kompos azolla serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di pembibitan Galeri Hijau Desa Alur Dua Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa Provinsi Aceh. Penelitian ini telah dilakukan mulai bulan Juni sampai September 2023. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu: faktor dosis pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 4 taraf (T0 : Kontrol, T1 : 480 gr/plot, T2 : 720 gr/plot dan T3 : 960 gr/plot), kemudian faktor dosis pupuk kompos azolla yang terdiri dari 4 taraf (A0 : Kontrol, A1 : 240 gr/plot, A2 : 400 gr/plot dan A3 : 640 gr/plot). Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman (umur 14, 28, 42 HST), jumlah cabang produktif, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat biji per tanaman, berat biji per plot, bobot 100 biji, rata-rata potensial hasil ( ton/ha ). 
PENGARUH SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI GOGO (Oriza sativa L.) Safitri, Diana; Mulyani, Cut; Juanda, Boy Riza
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.5984

Abstract

ABSTRAKRendahnya produksi padi gogo disebabkan masih banyaknya yang menanami lahan kering dengan padi gogo varietas lokal yang berumur panjang. Upaya meningkatkan produksi padi gogo dilakukan dengan sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam dan jumlah bibit/lubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan bulan November 2022 sampai April 2023. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah sistem tanam yang terdiri T1 (jajar legowo) dan T2 (Tegel). Faktor kedua adalah jumlah bibit/lubang tanam yang terdiri J1 (1 bibit), J2 (2 bibit) dan J3 (3 bibit). Parameter yang diamati antara lain: tinggi tanaman (cm) dan jumlah anakan yang diamati pada umur 14, 28, 42, 56, 70, dan 84 HST, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, panjang malai, umur panen dan produksi/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua interaksi perlakuan sistem tanam dan jumlah bibit/lubang memberikan tinggi tanaman padi yang sama, kecuali penanaman bibit sistem tegel dengan 1 bibit/lubang tanam memiliki tinggi tanaman yang paling rendah. Jumlah anakan terbanyak didapat pada interaksi perlakuan sistem jajar legowo dengan bibit 3 bibit/lubang tanam dan interaksi sistem penanaman secara tegel dengan 3 bibit/lubang tanam, yaitu berturut-turut sebanyak 19.68 dan 17.10. Tetapi interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata pada parameter produksi padi. Masing-masing perlakuan sistem tanam jajar legowo dan 3 bibit/lubang tanam memberikan jumlah anakan produktif (16.04 dan 17.33) dan produksi/tanaman yang paling tinggi (65.54 g/tanaman dan 73.68 g/tanaman). ABSTRACTThe low production of upland rice is due to the fact that many people still plant dry land with local varieties of upland rice that have a long life. Efforts to increase upland rice production are carried out using the jajar legowo planting system. This study aimed to determine the effect of the planting system and the number of seedlings/planting holes on the growth of upland rice plants. The study was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Samudra University, Langsa City, Aceh Province. The study was conducted from November 2022 to April 2023. The study was arranged using a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor was the planting system consisting of T1 (jajar legowo) and T2 (Tegel). The second factor was the number of seedlings/planting holes consisting of J1 (1 seedling), J2 (2 seedlings) and J3 (3 seedlings). The parameters observed include: plant height (cm) and number of tillers observed at the ages of 14, 28, 42, 56, 70, and 84 HST, number of productive tillers, panicle emergence age, panicle length, harvest age and production/plant. The results showed that all interactions of planting system treatments and the number of seedlings/holes gave the same rice plant height, except for the tile system seedling planting with 1 seedling/planting hole which had the lowest plant height. The highest number of tillers was obtained in the interaction of the jajar legowo system treatment with 3 seedlings/planting hole and the interaction of the tile planting system with 3 seedlings/planting hole, which were 19.68 and 17.10, respectively. However, the interaction of the two treatments did not significantly affect the rice production parameters. Each treatment of the jajar legowo planting system and 3 seedlings/planting hole gave the highest number of productive tillers (16.04 and 17.33) and production/plant (65.54 g/plant and 73.68 g/plant). 
INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT KANTUNG (Metisa plana) TERHADAP TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA Sari, Senja Yunita; Mulyani, Cut; Marnita, Yenni
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6463

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi dan sentra penanaman tanaman kelapa sawit. Hama ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu ulat pemakan daun kelapa sawit yang merugikan secara ekonomi karena dapat mengakibatkan defoliasi 10-13%. Hal ini dapat menurunkan hasil kelapa sawit sekitar 33-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama ulat kantung terhadap tanaman kelapa sawit di perkebunan PT Timbang Langsa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, dengan ketinggian ±10 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok 46 terjadi intensitas serangan hama ulat kantung terbesar yaitu 55% pada luasan 2.7 ha dan tingkat serangan ulat kantung terbanyak yaitu 49 tanaman dengan kategori berat (> 5 ulat/pelepah).  ABSTRACTIndonesia is one of the countries that has the potential and center for oil palm plantations. The bagworm pest (Metisa plana) is one of the caterpillars that eat oil palm leaves that are economically detrimental because it can cause defoliation of 10-13%. This can reduce oil palm yields by around 33-40%. This study aimed to determine the intensity of bagworm pest attacks on oil palm plants on the PT Timbang Langsa plantation, Langsa Baro District, Langsa City, with an altitude of ±10 m above sea level. The study was conducted in July-August 2023. The research method used a descriptive method with purposive sampling. The results showed that in block 46 there was the largest bagworm pest attack intensity, namely 55% in an area of 2.7 ha and the highest level of bagworm attack, namely 49 plants with a heavy category (> 5 caterpillars/stem).
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN DAN DOSIS Trichoderma sp. UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT MOLER (FUSARIUM OXYSPORUM) PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nurhaliza, Siti; Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6581

Abstract

Penyakit moler pada bawang merah dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Pengendalian menggunakan agen hayati, seperti Trichoderma sp., menjadi alternatif pengendalian penyakit yang ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh dosis dan waktu pemberian Trichoderma sp. terhadap perkembangan penyakit dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok (RAK) factorial. Faktor pertama adalah dosis Trichoderma sp. (350, 400, 450 kg/ha) dan waktu pemberian (sebelum tanam, setelah tanam, saat tanam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara waktu pemberian dan dosis Trichoderma sp. berpengaruh nyata terhadap berat umbi basah/tanaman. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan W3D3, W2D0 dan W2D1 berturut-turut sebesar 10.46 g/tanaman, 9.93 g/tanaman dan 9.72 g/tanaman. Begitu juga untuk umbi kering/tanaman bawang merah, ketiga perlakuan tersebut memberikan hasil yang paling berat berturut-turut sebesar 5.95 g/tanaman, 9.09 g/tanaman dan 8.90 g/tanaman. Interaksi kedua perlakuan maupun masing-masing perlakuan tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap kejadian penyakit dankeparahan penyakit moler.
RESPON PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin, Benth) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN JUMLAH RUAS STEK YANG DIGUNAKAN Wahyuni, Sri; Mulyani, Cut; ., Rosmaiti
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6707

Abstract

Tanaman nilam mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan, karena merupakan komoditi penghasil devisa negara. Kondisi nilai ekspor yang meningkat tiap tahunnya mengakibatkan permintaan pasar terhadap nilam juga meningkat. Dengan meningkatnya permintaan nilam, petani harus meningkatkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan ekspor atau pasar lokal. Keterbatasan lahan dan kesuburan tanah sering menjadi kendala. Sehingga diperlukan pengaturan media tanam untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas stek nilam. Dengan teknik budidaya yang tepat, di antaranya dengan penentuan jumlah ruas stek yang optimal akan memberikan dampak terhadap kecepatan pertumbuhan stek nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek terhadap pertumbuhan stek nilam. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: M1 (tanah top soil, pupuk kandang), M2 (tanah top soil, pupuk kandang, dan arang sekam), dan M3 (tanah top soil, pupuk kandang, dan cocopeat). Faktor kedua yaitu jumlah ruas yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: J1 (3 ruas), J2 (4 ruas), dan J3 (5 ruas). Data yang diperoleh diuji lanjut menggunakan Uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek yang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase stek tumbuh dan panjang tunas stek nilam. Perlakuan yang terbaik adalah kombinasi perlakuan antara M1 atau M3 dengan perlakuan berbagai jumlah ruas.
PENGARUH INSEKTISIDA NABATI DAN TEKNIK APLIKASI TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) Ardiansyah, Ardiansyah; Mulyani, Cut; ., Rosmaiti
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6607

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan jika tidak ditangani dengan segera dan tepat. Pengendalian hama S. frugiperda dapat dilakukan menggunakan senyawa kimia alami dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati dan teknik aplikasi terhadap larva ulat grayak. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis insektisida nabati dan teknik aplikasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (Anova), kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa interaksi jenis insektisida nabati dan teknik aplikasi berpengaruh nyata pada  pengamatan 1 HSA dan berpengaruh sangat nyata pada  pangamatan 2 HSA terhadap persentase mortalitas larva S. frugiperda tetapi tidak berpengaruh nyata pada  pengamatan 3, 4 dan 5 HSA. Hasil terbaik diperoleh pada  perlakuan ekstrak kombinasi daun pepaya dan bawang putih dengan teknik aplikasi pakan direndam (I3A2). Perlakuan jenis insektida nabati berpengaruh sangat nyata terhadap persentase pupa yang terbentuk dan persentase imago yang muncul. Perlakuan terbaik jenis insektisida nabati adalah daun pepaya dan bawang putih (I3) yang mampu membunuh larva S. frugiperda sebesar 100%. Perlakuan teknik aplikasi terbaik adalah pakan direndam (A2) yang mampu menekan 75% mortalitas larva S. frugiperda.