Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH ANTARA STATUS EKONOMI, STATUS GIZI DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN PENINGKATAN KADAR STRES OKSIDATIF PADA IBU HAMIL DI KOTA PELAMBANG Hayati, Thursina Vera; Zulkarnain, M. Zulkarnain; Flora, Rostika; Rahmiwati, Anita; Ocktariyana, Ocktariyana; Fajar, Nur Alam
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.379

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Peningkatan radikal bebas  dapat terjadi pada saat kehamilan. Apabila tidak diimbangi dengan antioksidan yang  cukup dapat berdampak terhadap peningkatan kadar stress oksidatif (MDA). Kadar stress oksidatif pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik ibu, status gizi dan penambahan berat badan selama kehamilan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik, status gizi dan penambahan berat badan selama kehamilan dengan kadar stres oksidatif pada ibu hamil di Kota Palembang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di Kota Palembang, dengan sample 75 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik Random Sampling. Dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar MDA dan diperiksa menggunakan metode spektrofotometri.  Status gizi diukur berdasarkan LiLA, sedangkan  penambahan berat badan diketahui dengan membandingkan  berat badan sebelum kehamilan dan berat badan saat ini.. Karakteristik data diperoleh menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil : Data karakteristik menunjukkan bahwa 74,7% ibu mempunyai status ekonomi rendah. Hasil pengukuran kadar stress oksidatif didapatkan bahwa, 49,3% ibu mempunyai kadar stress oksidatif tinggi, sedangkan pengukuran status gizi didapatkan 52% ibu mengalami KEK dan 62,7% dengan penambahan berat badan dalam kategori kurang. Terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi dengan kadar stress oksidatif (p-value 0.040), status gizi dengan kadar stress oksidatif (p-value0,049) dan penambah berat badan dengan kadar stress oksidatif (p-value 0,039). Penambahan berat badan merupakan varibel yang paling dominan berhubungan dengan kadar stress oksidatif setelah dikontrol dengan variable lain (OR= 3,571).Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kadar stres oksidatif pada ibu hamil adalah penambahan berat badan. Status gizi dan penambahan berat badan yang normal selama kehamilan dapat mencegah peningkatan stress oksidatif pada kehamilan.Kata kunci: Stress Oksidatif, Status Gizi, Penambahan Berat Badan, Ibu Hamil.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Karya Ibu Kota Palembang Juliyanda, Nugraha; Lestari, Peggy Ayu; Cynthia, Cynthia; Hayati, Thursina Vera; Hidayatullah, Muhammad Dwi; Khaeriyah, Muthia; Fitriani, Novi; Sari, Merry Afriliana; Astari, Dea Widya; Pradisa, Dea; Yuliantari, Devy; Apriliani, Ferenadia; Safithri, Vani; Idris, Haerawati
Community Services and Social Work Bulletin Vol 4, No 2 (2024): Community Services and Social Work Bulletin Volume 4 No. 2 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v4i2.12039

Abstract

Self-care activities are the ability to improve health by preventing disease and overcoming illness. Intellectually Disabled Children are expected to be able to carry out self-care independently, such as through implementing Clean and Healthy Living Behaviour (CHLB). This activity aims to provide understanding and CHLB skills, through the implementation of hand wash and dispose of waste. The activity method is counselling and practice using posters, power points and educational videos. The activity was held on November 9 2023 at the Karya Ibu Palembang C Special School (SLB-C). The targets of the activity are SLBC students, teachers and parents. The results of the activity showed that students were enthusiastic in participating in the activity. The activities are fully supported by teachers and parents, as can be seen from their presence. Extension activities have been proven to improve students' ability to carry out hand wash and dispose of waste. There are challenges faced in implementing activities, there are some students who lack focus in paying attention during counselling. CHLB for Intellectually Disabled Children is important to be carried out on an ongoing basis, the role of parents and teachers is needed to support the implementation of CHLB for Intellectually Disabled Children
ANALISIS STATUS GIZI DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PADA IBU HAMIL YANG BEKERJA DI RUMAH SAKIT Hayati, Thursina Vera; Zulkarnain, M.; Flora, Rostika; Sari, Yuanita Windu; Novrika, Novrika; Fajar, Nur Alam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26766

Abstract

Status gizi merupakan faktor penting pada masa kehamilan yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil, perkembangan embrio dan janin. Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap kehamilanya. Apabila pekerjaan ibu berat maka asupan gizi yang dikonsumsi juga lebih sedikit dikarenakan ibu stres dan pekerjaan menjadi beban yang menyebabkan menurunnya nafsu makan begitu juga sebaliknya, sehingga asupan gizi ibu hamil akan mempengaruhi status gizi ibu selama kehamilan. Tujuan artikel ini yaitu mengkajikan literatur terkait status gizi dan kesehatan keselamatan kerja pada ibu hamil yang bekerja di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review melalui Google Scholar dan Doaj. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang bekerja akan mendapatkan pendapatan tambahan yang mempengaruhi pembelian pangan untuk kebutuhan gizi, ibu hamil yang bekerja di rumah sakit tentunya juga mempunyai pengetahuan yang lebih mengenai gizi, sehingga ibu hamil yang bekerja mengetahui asupan gizi yang akan dikonsumsi serta dapat mengonsumsi makanan yang lebih bervariasi dan bergizi. Sedangkan Ibu hamil yang bekerja di rumah sakit lebih rentan terhadap bahaya pekerjaan tertentu, seperti paparan radiasi, bioagen menular, angkat berat dan jam kerja yang berkepanjangan karena dampaknya terhadap perkembangan janin. Oleh karena itu, diperlukannya peraturan atau kebijakan yang sesuai untuk meningkatkan kenyamanan karyawan yang sedang hamil dan membantu mereka menangani stres terkait pekerjaan serta menjamin kesehatan dan keselamatan kerja ibu hamil agar tidak berpengaruh terhadap kondisi janin ataupun status gizi hamil.
Analysis of risk factors for gestational hypertension and preeclampsia: Literature review Hayati, Thursina Vera; Zulkarnain, M.; Flora, Rostika; Fajar, Nur Alam; Rahmiwati, Anita; Ocktariyana, Ocktariyana; Ariana, Rika
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1415

Abstract

Based on Disability Adjusted Life Years (DALYs), there are four main disease burdens, namely ischemic heart disease, cerebrovascular disease (including stroke and hypertension), diabetes and tuberculosis infectious disease. Gestational hypertension is very closely related to CVD (cardiovascular disease) with the potential for preeclampsia to have an impact on premature birth or small babies for the gestational age, stillbirths, low birth weight babies, etc. The research objective was to analyze the risk factors for gestational hypertension and preeclampsia. Methods: This study is a literature review based on the PRISMA guidelines. using electronic databases namely Google scholar, Sciencedirect and Pubmed with a period from 2017 to 2022 with the keywords "Hypertension, risk factors, high risk pregnancy". Results: The prevalence of hypertension and pre-eclampsia varies between countries. In Bangladesh, the prevalence of pre-eclampsia: 14.4%, without history of hypertension, 5.4% prevalence of pre-eclampsia with chronic hypertension, the same as Ethiopia. The incidence of gestational hypertension is 6%, in Ireland, gestational hypertension is 5.9% and 4.6% of pre-eclampsia. In France hypertension was 7.4% and pre-eclampsia was 2.0%, gestational hypertension was 4.2%, HELLP syndrome was 10.4%. Hypertension is associated with risk factors for pregnancy, lifestyle and sociodemographic factors. Conclusion: Prevention, timely diagnosis and prompt management of hypertension in pregnancy should be intensified so as to reduce morbidity and severity of adverse birth outcomes
Analysis of risk factors for gestational hypertension and preeclampsia: Literature review Hayati, Thursina Vera; M. Zulkarnain, M. Zulkarnain; Flora, Rostika; Fajar, Nur Alam; Rahmiwati, Anita; Ocktariyana, Ocktariyana; Ariana, Rika
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1531

Abstract

Based on Disability Adjusted Life Years (DALYs), there are four main disease burdens, namely ischemic heart disease, cerebrovascular disease (including stroke and hypertension), diabetes and tuberculosis infectious disease. Gestational hypertension is very closely related to CVD (cardiovascular disease) with the potential for preeclampsia to have an impact on premature birth or small babies for the gestational age, stillbirths, low birth weight babies, etc. The research objective was to analyze the risk factors for gestational hypertension and preeclampsia. Methods: This study is a literature review based on the PRISMA guidelines. using electronic databases namely Google scholar, Sciencedirect and Pubmed with a period from 2017 to 2022 with the keywords "Hypertension, risk factors, high risk pregnancy". Results: The prevalence of hypertension and pre-eclampsia varies between countries. In Bangladesh, the prevalence of pre-eclampsia: 14.4%, without history of hypertension, 5.4% prevalence of pre-eclampsia with chronic hypertension, the same as Ethiopia. The incidence of gestational hypertension is 6%, in Ireland, gestational hypertension is 5.9% and 4.6% of pre-eclampsia. In France hypertension was 7.4% and pre-eclampsia was 2.0%, gestational hypertension was 4.2%, HELLP syndrome was 10.4%. Hypertension is associated with risk factors for pregnancy, lifestyle and sociodemographic factors. Conclusion: Prevention, timely diagnosis and prompt management of hypertension in pregnancy should be intensified so as to reduce morbidity and severity of adverse birth outcomes.