Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS SDM DESA WISATA MELALUI PELATIHAN GUIDING DAN SAPTA PESONA DI JATIREJO SEMARANG Aurilia Triani Aryaningtyas; Suwarti; Bayu Ade Prabowo; Syamsul Hadi; Aura Astaningrum
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.793

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mendukung kualitas pelayanan wisata dan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan. Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, penerapan Sapta Pesona, serta keterampilan guiding. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa wisata melalui pelatihan guiding dan penguatan pemahaman Sapta Pesona. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2025 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program dilaksanakan melalui observasi lapangan, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas pengurus desa wisata, Pokdarwis, dan masyarakat Kelurahan Jatirejo yang terlibat dalam pengembangan wisata lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sadar wisata dan penerapan Sapta Pesona dalam mendukung pelayanan wisata. Selain itu, kemampuan peserta dalam memandu wisata mengalami peningkatan terutama pada aspek komunikasi, pelayanan wisata, dan penyampaian informasi destinasi. Hasil evaluasi menunjukkan 85% peserta memiliki pemahaman sadar wisata dalam kategori sangat baik dan 90% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi pengembangan desa wisata. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan Desa Jatirejo sebagai desa wisata edukatif, ramah wisatawan, dan berkelanjutan.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA CANDI GEDONG SONGO DI KABUPATEN SEMARANG Ulin Nuha Bena Arwani; Suwarti Suwarti
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1131

Abstract

AbstrakCandi Gedong Songo di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang merupakan salah satu destinasi wisata budaya, sejarah, dan ekowisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Keberadaan peninggalan sejarah berupa kompleks candi Hindu abad ke-8 serta panorama alam pegunungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan strategi pengembangan Candi Gedong Songo sebagai destinasi wisata di Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Candi Gedong Songo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata masih dilakukan secara perseorangan atau berbasis masyarakat sehingga belum memiliki struktur organisasi yang jelas dan sistem pengelolaan yang optimal. Promosi wisata masih terbatas pada penggunaan media sosial sederhana dan Google Maps. Selain itu, fasilitas penunjuk arah menuju lokasi wisata masih kurang memadai, sementara sarana dan prasarana wisata masih memerlukan peningkatan kualitas. Meskipun demikian, Candi Gedong Songo memiliki potensi besar melalui daya tarik sejarah, pemandangan alam, dan sumber air panas yang diminati wisatawan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembentukan struktur organisasi pengelola, peningkatan kualitas fasilitas wisata, penguatan strategi promosi digital, serta perencanaan pengembangan destinasi secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing wisata daerah.Kata Kunci:  Strategi; Pengembangan; Destinasi; Wisata; BudayaAbstractGedong Songo Temple is one of the cultural, historical, and ecotourism destinations with significant potential for tourism development in Semarang Regency. The existence of an 8th century Hindu temple complex combined with mountainous natural scenery serves as the main attraction for visitors. This study aims to analyze the management and development strategies of Gedong Songo Temple as a tourism destination in Semarang Regency. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews and documentation as data collection techniques. The informants consisted of tourism managers and visitors at the Gedong Songo tourism area. The findings indicate that tourism management is still conducted individually and community based, resulting in the absence of a clear organizational structure and optimal management system. Tourism promotion remains limited to simple social media platforms and Google Maps. In addition, directional signage and tourism facilities are still inadequate and require improvement. However, Gedong Songo Temple possesses strong tourism potential through its historical value, natural landscape and hot spring attractions favored by tourists. This study recommends establishing a formal management organization, improving tourism facilities and infrastructure, strengthening digital tourism promotion, and implementing sustainable destination development planning to enhance regional tourism competitiveness.Keywords:  Strategy; Development; Destination; Tourism; Culture
Manajemen Adaptif Wisata Pendakian di Jalur Thekelan, Gunung Merbabu Pasca Kebakaran Hutan Aurilia Triani Aryaningtyas; Suwarti Suwarti; Lilis Suciyati
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 22 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/gemawisata.v22i1.921

Abstract

The forest fire that occurred in Mount Merbabu National Park in October 2023 had a significant impact on hiking tourism activities along the Thekelan trail in Semarang Regency, Central Java, Indonesia. This study aims to identify the impacts of forest fires on hiking tourism, explore stakeholders’ perceptions of post-fire management challenges, and develop an applicable adaptive management framework for the sustainable management of hiking tourism. The research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through semi-structured interviews involving basecamp managers, national park officers, hikers, and local community members. The findings reveal that the wildfire caused severe vegetation damage, an estimated eighty percent decline in community income, and disruptions to both ecological balance and tourism activities. Despite these challenges, the local community demonstrated strong solidarity and active participation in recovery and rehabilitation efforts. The study proposes an adaptive management framework encompassing impact assessment, collaborative planning, rehabilitation and education, phased reopening, and continuous monitoring and adjustment. The adaptive management approach proves effective in enhancing the resilience of nature-based tourism destinations to future environmental disturbances and in promoting sustainable tourism practices.
INTEGRATING LOCAL PRODUCTS AND EXPERIENTIAL OFFERINGS TO ENHANCE THE COMPETITIVENESS OF PAKINTELAN TOURISM VILLAGE, SEMARANG Aurilia Triani Aryaningtyas; Suwarti; Syamsul Hadi; Taletha Akila; Aura Astaningrum
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2765

Abstract

This study examines how the integration of local products and tourism experiences can enhance the competitiveness of Pakintelan Tourism Village in Semarang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving key stakeholders. The findings show that local products function as cultural-symbolic resources but are still positioned as complementary elements rather than as core components of tourism experiences. Tourism activities remain fragmented, observation-based, and limited in fostering interaction, resulting in weak co-creation of experience and low visitor engagement. This study argues that competitiveness is not solely determined by resource availability, but by how these resources are transformed into meaningful experiences. It proposes a shift from a product-oriented approach to an experience-based approach, where local products serve as experiential media that enable participation and interaction. The study contributes by offering a meaning-based perspective on destination competitiveness within community-based tourism.