Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Patient Safety Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kab. Majene Haerianti, Masyita
Journal of Health Education and Literacy Vol 3 No 1 (2020): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v3i1.792

Abstract

Keselamatan pasien adalah suatu sistem pelayanan kesehatan yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengolahan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjut serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Keselamatan pasien sangat penting diterapkan pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat sebagai gerbang pertama dalam tata layanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan patient safety di Instalasi Gawat Darurat. Desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel 30 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil analisis uji fisher’s exact test menujukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,433), beban kerja (p=0,290) dan masa kerja (p=0,259) dengan penerapan patient safety. Upaya cipta lingkungan pembaruan yang terintegrasi dan kondusif serta kesempatan pelatihan akan berpengaruh pada peningkatan pemahaman penerapan patient safety di rumah sakit
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Totoli Kabupaten Majene Haerianti, Masyita; Nur Fadilah; junaedi, yunding; Indrawati
Journal of Health Education and Literacy Vol 4 No 2 (2022): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v4i2.1325

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting dalam mencegah penularan penyakit Tuberkulosis Paru. Ketidakpatuhan dalam minum obat akan menyebabkan kegagalan dan kekambuhan yang akan meningkatkan resiko mordibitas dan mortalitas penyakit Tuberkulosis Paru serta resisten obat. Ketidakpatuhan dalam minum obat dipengaruhi oleh efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Totoli Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner efikasi diri, dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat yang dianalisis dengan uji stastistik fisher (p< 0,05). Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara efikasi diri terhadap kepatuhan minum obat (p=0,002) dan ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat (p=0,000). Efikasi diri dan dukungan keluarga perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien Tuberkulosis Paru.
Persiapan Fisik Terhadap Efek Pasca Vaksinasi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan Haerianti, Masyita; yunding, junaedi
Journal of Health Education and Literacy Vol 6 No 1 (2023): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v6i1.2853

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a world health problem that causes various threats to people around the world. One of the efforts to overcome COVID-19 is by administering a vaccine. The first target of vaccine administration is health workers as the frontline in fighting COVID-19 and as populations that are very vulnerable to exposure the COVID-19. Health workers need to make physical preparations before vaccination so that the immune system remains keep strong and body can form immunity optimally against the Coronavirus and felt side effects after the vaccine are minimal. This type of research is descriptive analytic with cross-sectional design with a total sample of 108 respondents. The instruments used in this study consisted of three questionnaires there are demographic data questionnaire, physical preparation questionnaire and post-vaccination effect questionnaire. Data analysis consisted of univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test (α) <0.05. The majority of respondents did physical preparation, did not feel the side effects after the vaccine and there was no relationship between physical preparation and side effects after the vaccine so further research was needed to regarding other factors that possibility affect such as gender, dosage, time of administration and health conditions.
Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Angka Kejadian Stunting pada Balita Haerianti, Masyita; Ananda, Rusda; Shabir, Achmad Mawardi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1932

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global yang perlu perhatian dari semua kalangan. Hasil studi pendahuluan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat terjadi peningkatan prevalensi angka stunting yang signifikan. Tinggi angka prevalensi maka harus dicari tahu akar penyebab masalahnya agar penangan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi peningkatan angka kejadian stunting di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Pamboang, Puskesmas Tammerodo, dan Puskesmas Totoli. Populasi kasus dalam penelitian ini sebanyak 1.163 balita stunting pada tahun 2022, dengan menggunakan rumus maka didapatkan sampel penelitian 25 responden dari wilayah Puskesmas Pamboang, 24 responden di wilayah Puskesmas Tammerodo, dan 22 responden di wilayah Puskesmas Totoli sehingga jumlah sampel yaitu 71 responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas balita berada pada rentang usia 24-59 bulan, berjenis kelamin perempuan, lahir dengan berat badan normal namun mayoritas balita mengalami stunting, sementara mayoritas ibu berada pada rentang usia dewasa dengan pendapatan <2.871.794,82/bulan, berpendidikan dasar, pekerjaan sebagai IRT dan jumlah anggota keluarga berada pada skala keluarga besar. Hasil Analisa mayoritas pola asuh yang ditunjukkan ibu baik namun memiliki sanitasi lingkungan yang tidak sehat, kurang mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan dan tidak memiliki ketahanan pangan. Hasil uji menunjukkan tidak ada variabel yang mempengaruhi kejadian stunting di Kabupaten Majene.
Analisis Subjective Well-being Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Haerianti, Masyita; Warsini , Sri; Pangastuti, Heny Suseani
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Vol. 1 No. 1 (2018): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan subjective well-being pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah sampel 110 orang. Penelitian dilakukan di Unit Hemodialisis RSUP Dr.Sarjito Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan lima kuesioner yakni kuesioner data demografi, kuesioner Personal Wellbeing Index-Adult (PWI-A), kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), kuesioner Sarason’s Social Support Questioner (SSQ) dan kuesioner nilai-nilai agama dengan analisa data chi-square dan uji regresi logistic berganda dengan metode backward. Mayoritas pasien memiliki subjective well-being yang tinggi. Faktor yang berhubungan dan paling dominan memengaruhi subjective well-being hanya harga diri (p=0,010). Faktor yang berhubungan dengan subjective well-being yakni jenis penyakit dan harga diri. Faktor yang paling berhubungan adalah harga diri. Berbagai tindakan yang dapat meningkatkan harga diri pasien hemodialisa penting untuk dilakukan untuk meningkatkan subjective well-being pasien.
Effect of Self-Selected Individual Music Therapy (SeLIMuT) on Stress and Depression Levels in Patients with Diabetic Foot Ulcers Haerianti, Masyita; Wabulan, Irfan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): EDITION JULY 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i2.6330

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disease that causes complications such as diabetic foot ulcers, with the majority of patients with ulcers experiencing stress and depression. One therapy that can be administered to address stress and depression is music therapy through self-selected individual music therapy (SeLIMuT), which aims to address the side effects of stress and depression, such as enhanced wound healing and improved quality of life. This study aims to determine the effect of individually selected music therapy (SeLIMuT) on stress and depression levels in patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic foot ulcers at the Ikram Wound Care Center in Majene District. The study employed a quasi-experimental design with pre-test and post-test design. The sample consisted of 17 patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic foot ulcers. The independent variable was the effect of SeLIMuT, and the dependent variables were stress and depression. The instruments used in this study were the Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) questionnaire, an MP3 player, and headphones. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test, which showed that SeLIMuT was able to reduce stress levels (p=0.000, p0.05) and depression (p=0.000, p0.05) in patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic foot ulcers.
Relationship between Sleep Quality and Gastritis Symptoms in Students Wabula, Irfan; Haerianti, Masyita; Nurmagandi, Boby; Evidamayanti, Evidamayanti; Anasari, Anasari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5907

Abstract

Gastritis or often called stomach disease is one of the health problems with high prevalence. Gastritis occurs more often in productive age. Students are a productive age group who are busy with various activities. Sleep quality can be one of the factors that can worsen gastritis and even cause death. Objective to determine the relationship between sleep quality and gastritis symptoms in Nursing students of the Faculty of Health Sciences, University of West Sulawesi. Method: This type of research is observational analytic and the sampling technique used in this study is stratified random sampling. The research design used is Cross Sectional. The number of samples is 222 nursing students. Demographic data collection through questionnaires. The statistical test used is the Chi-Square test. There is a relationship between sleep quality and gastritis symptoms in nursing students of the Faculty of Health Sciences, University of West Sulawesi with a p value of 0.037 (p <0.05). There is a relationship between sleep quality and gastritis symptoms in nursing students of the Faculty of Health Sciences, University of West Sulawesi.
PEMANFAATAN TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA ULIDANG Haerianti, Masyita; Indrawati, Indrawati; Mursid, Aco; Erviana, Erviana; Damayanti, Risna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.33-38

Abstract

Data menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada pada fase lansia mengalami penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi kesehatan lansia seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Untuk mencegah komplikasi yang berkelanjutan dibutuhkan intervensi yang tepat. Salah satu intervensi yang dapat diberikan berupa terapi nonfarmakalogis seperti terapi dzikir. Dzikir merupakan bagian dari meditasi  transendetal yang melibatkan faktor keyakinan. Terapi yang melibatkan keyakinan yang dianut akan mempercepat terjadinya keadaan relaksasi. Semakin kuat keyakinan seseorang berpadu dengan respon relaksasi maka semakin besar pula efek yang didapat. Oleh karena itu tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai terapi dzikir pada lansia untuk penanganan masalah hipertensi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan para lansia tampak antusias dan menunjukkan keinginan untuk menerapkan terapi ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang dialami lansia. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan ada respon peningkatan pemahaman terkait tekanan darah tinggi dan terapi dzikir.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN MELALUI EDUKASI PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA SEPABATU Haerianti, Masyita; Irwan, Muhammad; Wabula, Irfan; Rahmi Latif, Auliah
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i2.1589

Abstract

Hypertension is one of the most common non-infectious diseases throughout the world with a prevalence that continues to increase every year. Hypertension will cause various complications such as stroke, kidney failure, cardiac hypertrophy, myocardial infarction and heart failure. One of the possible ways to treat the complications of hypertension by providing education. This activity aims to increase public knowledge about hypertension. This activity was carried out through a method of health education using power point presentations and leaflets to 21 people in the Sepabatu village community. Optimizing knowledge through education was assessed by administering a questionnaire which was measured twice, namely a pre-test before education and a post-test after education was provided, combined with the provision of leaflets. Not only does knowledge measure, but people also check their blood pressure. The results of activities show an increase in knowledge before education (60.48) increasing to (70.95) after post-test. Health education is one of the tools that can be used to provide knowledge to the public regarding hypertension so that people can adopt a healthy lifestyle to prevent hypertension or take actions that can be taken to treat hypertension.