Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penggunaan Geotextil Sebagai Bahan Bangunan Ndale, Fransiskus Xaverius
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.226 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.265

Abstract

Bahan dasar geotekstil pada umumnya dihasilkan dari serat dan benang polymeric dengan unsur utama seperti polypropylene, polyester, polyethylene dan polyamide. Jenis geotextile yang banyak digunakan adalah jenis woven dan nonwoven Woven geotextiles adalah suatu bahan seperti kain yang dibentuk dengan ditenun. Nonwoven dibuat dengan 100 persen polypropylene. Bahan polimer sebagai perkuatan konstruksi, khususnya perkuatan dengan bahan geotextile. Geotextile merupakan salah satu jenis geosynthetis yang cukup luas penggunaannya dibidang teknik sipil untuk memecahkan permasalahan geoteknik. Sebagai alternatif yang digunakan dalam menangani tanah dasar adalah penggunaan geotekstil yang berfungsi sebagai pemisah atau separator (separation) ,filtrasi,drainase,perkuatan atau tulangan (reinforcement),stabilisasi,proteksi dan gabungan dari fungsi-fungsi tersebut. Dalam pemilihan bahan geotextil yang akan digunakan pada umumnya berdasarkan karakteristik teknik bahan geotextile tersebut. Karakteristik teknik tersebut meliputi antara lain karakteristik fisis, mekanis, dan hidrolis. Penggunaan geotextile yang paling umum diantaranya:stabilisasi tanah,perkuatan tanah timbunan,perkuatan lapis perkerasan jalan,perkuatan jalan kereta api,selain itu hasil pengembangan geotekstil dengan bahan lain: retaining wall, geotextile pada abutment jembatan,geotextile yang digunakan untuk box culvert,sedimen kontrol,waste containment. Hasil yang diperoleh dari penggunaan bahan geotekstil adalah: durabilitas bangunan dan umur bangunan lebih lama ,pelaksanaan relatif mudah,bahan ringan mobilisasi relative murah, biaya konstruksi relative murah.
Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Cunradiana, Meiske; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1132

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan komposit yang terdiri atas kombinasi ukuran tertentu dari agregat kasar, agregat halus, air dan semen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton dengan memodifikasi penyusunannya seperti beton ringan, beton semprot(shotcrete)t, beton fiber, beton mutu tinggi, beton mutu sangat tinggi, beton mampat sendiri, dll. Untuk keperluan tertentu terkadang campuran beton ditambahkan dengan bahan aditif kimia dan mineral. Penambahan bahan performa atau mineral diharapkan dapat mengubah kinerja dan sifat campuran beton sesuai kondisi dan tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar tepung bata ringan dalam campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh kuat tekan maksimum beton adalah 23,66 MPa dan kuat tarik maksimum beton 4,38 MPa dengan persentase 10% tepung pada umur 28 hari yang telah memenuhi dan melebihi kuat tekan dan kuat tarik yang direncanakan. beton. f 'c 20 MPa. Kadar optimum tepung bata ringan 10% dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase 30% dan hasil yang didapat sebesar 50% cenderung mengalami penurunan kekuatan.
Studi Perbandingan Karakteristik Agregat Quarry Nangapanda Dan Quarry Aemau Untuk Lapis Pondasi Bawah (Sub Base) Nosemba, Blasius D.; Sydin, Thomas Aquino Arif; Ndale, Fransiskus Xaverius
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1201

Abstract

Salah satu bahan penyusun perkerasan jalan adalah agregat,untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap karakteristik material agregat sebagai bahan dasar konstruksi jalan. Quarry Nangapanda dan quarry Aemau merupakan sumber material yang sering digunakan untuk pembangunan pekerjaan jalan di Kabupaten Ende dan Nagekeo. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agregat quarry Nangapanda dan quarry Aemau, serta perbandingan karakteristiknya untuk lapis pondasi bawah (sub base). Metode yang digunakan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengujian analisis saringan agregat dua quarry ini termasuk dalam tipikal gradasi seragam,berat jenis (bulk) quarry Nangapanda sebesar 2,53 dan quarry Aemau sebesar 2,84. Penyerapan (absorption) untuk quarry Nangapanda sebesar 2,81% dan quarry Aemau sebesar 1,60%,kadar air agregat quarry Nangapanda sebesar 1,51% dan quarry Aemau sebesar 1,075%,agregat yang lolos nomor 200 (0,075 mm) quarry Nangapanda sebesar 0,283% dan quarry Aemau sebesar 0,423%, keausan agregat quarry Nangapanda sebesar 18,30% dan quarry Aemau sebesar 12,06%. Hasil akhir agregat dua quarry ini sudah memenuhi syarat SNI dengan perbandingan karakteristik agregat quarry Aemau lebih baik dari agregat quarry Nangapanda.
Pengaruh Perubahan Kadar Air Tanah Terhadap Tingkat Keamanan Lereng Sepanjang Ruas Jalan Lokoboko-Lokapere Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes laka
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.2717

Abstract

The conversion of land functions in the slope area which was previously a protected forest and then being cut to make roads will certainly affect the level of stability. High intensity rains will also affect the increase in surface runoff which will erode the surface of the slopes and erosion. To prevent this from happening, it is necessary to study the safety level of the slopes along the Lokoboko-Lokipere road due to changes in soil water content. Soil sampling is carried out by taking disturbed soil and undisturbed soil and testing soil properties, among others; soil consistency, analysis of specific gravity, cohesion, and shear angle with the addition of 25%, 50%, 75%, and 100% of the initial moisture content. The results of this test show that physically the soil samples on the Lokoboko-Lokipere road section of Ende Regency are classified in soil group A-2-5, namely in the form of gravel and sandy soils that are silt or loamy. Meanwhile, according to USCS, the soil can be classified as silty sand (SM). Mechanically. For slopes with a height of 10 m, it is not safe to add water to 100% of the initial condition (wi), SF=0.996. For a 20 m high slope, it is no longer safe from the initial conditions, SF=0.950. The failure plane for slopes with a height of 10 m is deeper than the failure plane for slopes with a height of 20 m.
Studi Komparatif Pengaruh Bahan Tambah Aditif Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Beton Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4074

Abstract

This research aims to conduct a comparative study analyzing the influence of additives on the physical and mechanical properties of concrete based on the results of previous research. Three relevant previous studies were used as a reference in analyzing the effect of additives on compressive strength, split tensile strength, modulus of elasticity and compressive strength of concrete. In Agus Setya Budi’s research, the use of fly ash with a content of 15% resulted in an increase in the compressive strength of concrete, while the use of fly ash levels of 30% and 40% resulted in a decrease in the compressive strength of the concrete. Samun Haris’ research shows that using silica fume powder at a level of 5% produces higher compressive strength results compared to a level of 15%. Meanwhile, Muhhamad Sadat’s research indicates that the use of slag as a substitute for fine aggregate increases the compressive strength of concrete along with increasing levels of slag substitution. Based on the analysis of the research results, it can be concluded that the use of additives in concrete has a significant influence on the physical and mechanical properties of concrete. However, the effect of added additives depends on the type and level of additives used. Therefore, it is necessary to pay attention to the selection of the right additives to achieve the desired concrete characteristics.
Analisis Komparatif Kinerja Beton Serat Bambu dan Beton Serat Baja Terhadap Sifat Mekanik Beton Normal Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja beton serat bambu dan beton serat baja dalam meningkatkan sifat mekanik beton normal, yaitu kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial 2 level x 3 level, dengan faktor: (1) jenis serat (serat bambu, serat baja) dan (2) kadar serat (0.5%, 1.0%, 1.5%). Benda uji dibuat dengan menggunakan semen Portland Tipe I, air, agregat halus, agregat kasar, dan serat bambu atau serat baja. Sifat mekanik beton diuji pada usia 28 hari dengan menggunakan mesin uji tekan beton, mesin uji tarik belah beton, dan alat ultrasonic pulse velocity (UPV). Hasil penelitian menunjukkan penambahan serat bambu dan serat baja secara umum meningkatkan sifat mekanik beton. Kenaikan sifat mekanik beton tertinggi dicapai pada beton serat baja dengan kadar 1.5%, yaitu sebesar 35.77% untuk kuat tekan, 43.75% untuk kuat tarik belah, dan 16.53% untuk modulus elastisitas. Serat baja lebih efektif dalam meningkatkan sifat mekanik beton dibandingkan dengan serat bambu. Penelitian ini memberikan informasi penting tentang kinerja beton serat bambu dan beton serat baja dalam meningkatkan sifat mekanik beton normal. Informasi ini dapat digunakan untuk memilih jenis serat dan kadar serat yang tepat untuk aplikasi konstruksi tertentu.
Analisis Pengaruh Bentuk Penampang Balok Baja Terhadap Kapasitas Beban Maksimum Pada Struktur Bangunan Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.5604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk penampang balok baja terhadap kapasitas beban maksimum pada struktur bangunan melalui studi pustaka sistematis dari empat penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap hasil penelitian terkait, dengan fokus pada empat tipe penampang utama: IWF, Box, Channel, dan T-section. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas beban maksimum, efisiensi penggunaan material, dan mode kegagalan struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil IWF memiliki kapasitas beban maksimum tertinggi (285.6 kN) dengan efisiensi penggunaan material mencapai 100%, diikuti oleh profil Box (255.6 kN, 89.5%), Channel (188.4 kN, 66%), dan T-section (148.8 kN, 52.1%). Analisis mode kegagalan mengidentifikasi karakteristik spesifik untuk setiap penampang, dimana IWF cenderung mengalami tekuk lateral, Box dominan mengalami tekuk lokal, sementara Channel dan T-section rentan terhadap torsi dan torsi-lentur. Inovasi dalam bentuk penampang hibrid menunjukkan potensi peningkatan kapasitas hingga 22% dibanding penampang konvensional. Validasi hasil menunjukkan deviasi maksimum 3.08% terhadap perhitungan teoritis dan berada dalam rentang yang diijinkan oleh standar AISC 360-16. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman komprehensif tentang hubungan antara geometri penampang dan kapasitas struktur, serta menyediakan rekomendasi praktis untuk pemilihan bentuk penampang optimal dalam aplikasi struktural.