Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Universitas Tiimor

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PUISI NYANYIAN AKAR RUMPUT KARYA WIJI THUKUL MELALUI PERSPEKTIF MICHAEL RIFFATERRE Abror, Muchlas; Puji Rahayu, Frida; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 3 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antologi puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul melalui pendekatan semiotika Michael Riffaterre. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya puisi sebagai medium kritik sosial dan refleksi realitas sosial-politik yang tidak langsung. Teori semiotika Riffaterre dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik memungkinkan pengungkapan makna mendalam melalui simbol-simbol, matriks, model, varian, dan hipogram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik baca, simak, dan catat untuk mengumpulkan data dari puisi-puisi terpilih. Analisis dilakukan dalam tiga tahapan utama: pembacaan heuristik, hermeneutik, dan identifikasi unsur semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipogram pada Puisi di Kamar dan Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa, mencerminkan pengalaman hidup penyair dalam menghadapi represi sosial-politik. Hipogram pada puisi ini terhubung dengan perjuangan rakyat melawan ketidakadilan, di mana "kata-kata" menjadi simbol ketahanan dan perlawanan. Sementara matriks pada puisi tersebut yaitu tentang perjuangan untuk mempertahankan kebebasan dan kreativitas di tengah tekanan. Model berupa simbol konkret seperti "langit kelabu" yang menggambarkan kesuraman, "burung dara" yang merepresentasikan harapan di tengah keterasingan, dan "tumpukan buku serta bau bantal" yang melukiskan keterbatasan intelektual di ruang sempit. Sementara varian menunjukkan adanya dinamika antara pasifitas dan aktivitas. Misalnya, pergeseran dari deskripsi ruang statis menjadi aktivitas proaktif seperti "menulis" menggambarkan keteguhan penyair untuk melawan ketakutan dan ketidakpastian. Puisi-puisi tersebut tidak hanya menyuarakan kritik sosial, tetapi juga menjadi representasi perlawanan terhadap otoritas yang menindas.
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FILM DI TIMUR MATAHARI KARYA ARI SIHASALE Nae Atok 1, Servina; Namok Nahak, Maria Magdalena; Bere Nahak, Kristofel; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v9i1.6755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam film di timur matahari karya Ari Sihasale. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data lisan dan teknik pumgumpulan datanya yaitu menyimak, transkripsi data, dan teknik catat sedangkan teknik analisis datanya yaitu penyeleksian data, transkripsi data, pengklasifikasi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini analisis data dalam film di “ timur matahari “Karya Ari Sihasale terdapat 53 data yakni tindak tutur direktif perintah terdapat 10 data, tindak tutur direktif permintaan terdapat 10 data, tindak tutur direktif ajakan terdapat 9 data, tindak tutur direktif nasehat terdapat 10 data, tindak tutur direktif kritikan terdapat 10 data dan tindak tutur direktif larangan terdapat 4 data. Dapat disimpulkan peneliti menemukan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif seperti perintah, permintaan, ajakan, nasehat, kritikan, dan larangan.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN INTERPERSONAL ANTARA ORANG TUA DAN ANAK: IMPLICATURES OF INTERPERSONAL CONVERSATIONS BETWEEN PARENTS AND CHILDREN Taimenas, Novita; Lelo Lein, Adeline; Bere Nahak, Kristofel; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera; Pinka, Rafli Ubit
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v9i1.6782

Abstract

Taimenas Novita (2023) implikatur percakapan interpersonal antara orang tua dan anak . Dengan tujuan untuk mengetahui implikatur percakapan yang paling sering digunakan pada percakapann antara orang tua dan anak dengan menggunakan dua jenis implikatur percakapan yakni implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus dari teori yang di kemukakan oleh Grice. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan yang terdapat pada percakapan orang tua dan anak pada tiga keluarga.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak, mentranskripsi data lisan ke data tulisan, mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menarik kesimpulan. Hasil penilitian membuktikan adanya data yang didapat sebanyak 26 data, Jenis implikatur percakapan pada penelitian ini telah ditemukan 17 data implikatur percakapan umum dan 9 data implikatur percakapan khusus pada 3 keluarga.
THE MARINE ECOLEXICON OF THE NORTHERN COAST OF OESOKO VILLAGE Nahak, Kristofel Bere; Mahinet, Jefrianus; Sari, Nila Puspita; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the marine eco-lexicon of the Dawan community in Oesoko Village, Timor Tengah Utara Regency, and analyze its meanings based on Haugen’s three-dimensional ecolinguistic approach: ideological, sociological, and biological. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and audio recording. The results show that the Oesoko community possesses a wide range of lexicons representing maritime activities such as fishing, salt processing, and net mending. These lexicons reflect ecological knowledge, cultural values, and the community’s social structure. The ideological dimension reveals the belief systems embedded in maritime practices; the sociological dimension highlights collective work and intergenerational knowledge transmission; and the biological dimension emphasizes the traditional yet intensive use of natural resources. Thus, the eco-lexicon not only functions as a communication tool but also as a reflection of local cultural and ecological identity that must be preserved.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUMPIUH nurul azizah, Ririn; Nur Azizah, Fitria; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v10i1.9225

Abstract

Kemampuan berbahasa, khususnya menulis teks narasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Namun, dalam praktiknya masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa dalam tulisan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa pada teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sumpiuh, khususnya kesalahan diksi, penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan struktur kalimat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat yang terdapat pada teks narasi yang ditulis oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sumpiuh. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 12 kesalahan dalam pemilihan diksi, 14 kesalahan penggunaan huruf kapital, 5 kesalahan tanda baca, dan 4 kesalahan struktur kalimat. Kesalahan-kesalahan ini berdampak signifikan terhadap kelancaran penyampaian pesan dan pemahaman pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas menulis teks narasi.
Pemertahanan Bahasa Tetun pada Komunitas Pengungsi Eks Timor Timur di Desa Oebelo Kabupaten Kupang Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang; Bere Nahak, Kristofel
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara masyarakat eks Timor Timur di desa Oebelo dalam mempertahankan bahasa Tetun. Hal tersebut tidak terlepas dari pilihan masyarakat eks Timor Timur yang memilih menetap di Indonesia khususnya Kabupaten Kupang pascareferendum. sasalah satu wilayah yang banyak ditinggali oleh masyarakat eks Timor Timur adalah desa Oebelo. Desa Oebelo merupakan desa dengan penutur multilingual, namun bahasa utamanya adalah bahasa Dawan. Hal ini menjadikan masyarakat eks Timor Timur yang tadinya adalah penutur mayoritas bahasa Tetun di wilayahnya kini berubah menjadi penutur minoritas. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada pemertahanan bahasa Tetun karena akses penggunaan yang semakin terbatas. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran yang memadukan penelitian kuantitatif dan kualitiatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui intensitas penggunaan Bahasa Tetun di kalangan masyarakakt eks Timor Timur, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mengetahui lebih detail tentang cara masyarakat eks Timor Timur dalam mempertahankan penggunaan Bahasa Tetun dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada empat cara/upaya masyarakat eks pengungsi Timtim dalam mempertahankan bahasa Tetun, 1) sistem domisili berdasarkan daerah asal, 2) pemerolehan bahasa melalui keluarga dan masyarakat, 3) eksistensi adat istiadat khususya tuturan ritual, dan 4) mendengarkan lagu berbahasa Tetun.
Penguatan Literasi Cerita Rakyat melalui Pelatihan Berbasis AI ChatGPT di Desa Naiola Afandi, Iswan; Nahak, Maria Magdalena Namok; Sahan, Anselmus; Misa, Mikhael; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5953

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru, siswa, dan tokoh masyarakat dalam menulis dan menuturkan cerita rakyat berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT serta memperkuat literasi budaya lokal di Desa Naiola, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 di Kantor Desa Naiola dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 4 tokoh masyarakat, 8 guru, dan 8 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung (storytelling), dan diskusi interaktif yang dilakukan secara luring. Kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu: (1) penyampaian materi pengertian dan bentuk cerita rakyat; (2) pelatihan penulisan cerita rakyat berbasis AI ChatGPT; dan (3) pelatihan penuturan cerita rakyat melalui metode storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada tiga aspek utama. Pertama, pemahaman materi cerita rakyat meningkat dari rata-rata pre-test 56,3 menjadi 67,5 pada post-test, dengan 75% peserta mengalami peningkatan. Kedua, pelatihan penulisan berbasis AI mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan literasi digital peserta. Ketiga, kemampuan penuturan siswa meningkat signifikan dari rata-rata 47,5 menjadi 76,3, dengan seluruh siswa mengalami peningkatan dalam aspek ekspresi dan struktur bercerita. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi budaya, keterampilan menulis dan menuturkan cerita rakyat, serta kesadaran pelestarian nilai budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran.
Penguatan Literasi Cerita Rakyat melalui Pelatihan Berbasis AI ChatGPT di Desa Naiola Iswan Afandi; Maria Magdalena Namok Nahak; Anselmus Sahan; Mikhael Misa; Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5953

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru, siswa, dan tokoh masyarakat dalam menulis dan menuturkan cerita rakyat berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT serta memperkuat literasi budaya lokal di Desa Naiola, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 di Kantor Desa Naiola dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 4 tokoh masyarakat, 8 guru, dan 8 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung (storytelling), dan diskusi interaktif yang dilakukan secara luring. Kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu: (1) penyampaian materi pengertian dan bentuk cerita rakyat; (2) pelatihan penulisan cerita rakyat berbasis AI ChatGPT; dan (3) pelatihan penuturan cerita rakyat melalui metode storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada tiga aspek utama. Pertama, pemahaman materi cerita rakyat meningkat dari rata-rata pre-test 56,3 menjadi 67,5 pada post-test, dengan 75% peserta mengalami peningkatan. Kedua, pelatihan penulisan berbasis AI mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan literasi digital peserta. Ketiga, kemampuan penuturan siswa meningkat signifikan dari rata-rata 47,5 menjadi 76,3, dengan seluruh siswa mengalami peningkatan dalam aspek ekspresi dan struktur bercerita. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi budaya, keterampilan menulis dan menuturkan cerita rakyat, serta kesadaran pelestarian nilai budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran.
Analysis of Changes in the Meaning of Loanwords in the Modern Indonesian Corpus Nahak, Kristofel Bere; Dapubeang, Abdul Rahim Arman Putera; Kurniawan, Muh. Ardian
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i4.95232

Abstract

The phenomenon of changes in the meaning of loanwords in modern Indonesian occurs without adequate linguistic supervision, potentially leading to ambiguity. The urgency of this research lies in the need to map changes in meaning influenced by digital media, the social environment, and culture. The purpose of this study is to analyse the types and patterns of changes in the meaning of loanwords in the modern Indonesian corpus and to understand the perceptions of young users towards this phenomenon. The study used a descriptive qualitative approach supported by quantitative data. The sample size was 260 elementary school students in Kefamenanu City, selected purposively. Data collection techniques were carried out through corpus analysis, closed-ended surveys with a Likert scale, and structured interviews. Data analysis techniques combined descriptive statistics and thematic analysis. The results show that the meaning of words such as event, platform, and literacy has shifted significantly from their original meaning due to the influence of media and social usage. In conclusion, the meaning of loanwords is dynamic and contextual. The implications of these findings indicate the need to integrate material on changes in meaning in language learning and the development of language policies that are adaptive to the semantic developments of modern society.
SEMIOTIKA PADA SIMBOL RAMBU LALU LINTAS DAN KAITANNYA DENGAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN PELANGGARAN MASYARAKAT: Silvester Efrando Wangga, Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang, Kristofel Bere Nahak, Yanuarius Seran Silvester Efrando Wangga; Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang; Kristofel Bere Nahak; Yanuarius Seran
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 01 (2026): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v11i01.10970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap rambu lalu lintas serta kaitannya dengan tingkat pelanggaran rambu lalu lintas di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, dokumentasi, dan angket yang disebarkan kepada 100 responden pengguna kendaraan bermotor. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap rambu lalu lintas tergolong cukup baik dengan tingkat pemahaman rata-rata 84,8%. Namun demikian, data dari Polres TTU mencatat sebanyak 317 kasus pelanggaran lalu lintas selama periode Juni hingga Desember 2024. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dengan perilaku berlalu lintas yang ditunjukkan melalui tingginya angka pelanggaran. Kesimpulannya, pemahaman masyarakat yang relatif baik tidak secara otomatis menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. Faktor lain seperti kebiasaan, kesadaran pribadi, dan penegakan hukum turut memengaruhi perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.