Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALYSIS OF APPLICATION OF PSAK NO. 24 ABOUT WORK BENEFITS IN PT. UKINDO BLANKAHAN ESTATE Yunus, Rusyda Nazhirah
Accounting and Business Journal Vol 1 No 2 (2019): ACCOUNTING AND BUSINESS JOURNAL
Publisher : Lembaga Jurnal & Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/abj.v1i2.976

Abstract

Employee benefits are rewards given to employees as payment for services that have been provided to companies in improving employee performance and employee loyalty to the company. Employee benefits are given on the basis of the company's obligations to fulfill the rights of workers. Employee benefits consist of short-term employee benefits, post-employment benefits, other long-term employee benefits and termination benefits. Employee benefits provided by the company are discussed and regulated in financial accounting standards, namely PSAK No. 24 regarding employee benefits. In PSAK No. 24 (revised 2013) described employee benefits provided by companies accompanied by recognition, measurement and disclosure of employee benefits to the financial statements. This research uses descriptive qualitative method, the source of data using primary and secondary data. This research was conducted directly by researchers through observation and interviews in order to obtain accurate data. This study aims to determine whether the recording of long-term employee benefits is in accordance with SFAS No. 24 in force. The results showed that the recognition and measurement of long-term employee benefits at PT. UKINDO Blankahan Estate is not in accordance with SFAS No. 24 (revised 2016) applicable and also do not know clearly the recognition and measurement of employee benefits applicable according to PSAK No. 24
PENERAPAN APLIKASI PEMBELAJARAN KESANTUNAN BERBAHASA BERBASIS MULTIMEDIA SEBAGAI TERAPI PEMBELAJARAN DIGITAL PADA SISWA SMK N 7 MEDAN Yunus, Rusyda Nazhirah; Putri, Ranti Eka
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.70-76

Abstract

Fenomena anak-anak Generasi Z yang terbiasa dengan kemudahan teknologi namun cenderung individualistis membutuhkan keseimbangan pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar sumber daya manusia yang unggul untuk menjawab perubahan zaman. Mengembangkan keterampilan kesantunan verbal melalui self-dwelling berbasis pengetahuan adalah suatu keharusan. Siswa generasi Z kurang sopan dari sebelumnya. Hal ini tercermin dari ungkapan dan kalimat yang kita gunakan saat mengungkapkan pendapat dan perasaan kita melalui media sosial. Kebiasaan mahasiswa masa kini yang sering kita dengar, baca, dan lihat adalah mudahnya mereka mengeluarkan kata-kata kasar dan ujaran kebencian, terkadang dibarengi dengan bumbu persahabatan yang miris. Fenomena ini menunjukkan penurunan kesantunan linguistik yang tidak hanya terkait dengan pilihan kata dan frase tetapi juga konvensi sosial global dan informasi yang mempengaruhi budaya, khususnya nilai kesantunan. Pada akhirnya, mereka memiliki aturan kebahasaan yang dianggap otoritatif, terlepas dari aturan kebahasaan yang sebenarnya.Subyek survei ini adalah siswa SMKN 7 Medan.dan bagaimana mendokumentasikannya. Hasil penelitian ini adalah isi pembelajaran sopan santun, cara menghargai dan mencintai, cara berbicara benar, cara mengucapkan pujian, cara menyapa dan menyapa, cara memberi komentar, cara mengungkapkan perasaan simpati, cara meminta maaf, cara hingga Cara penggunaan bahasa nonverbal, semua itu disampaikan dalam model animasi agar murid SMKN 7 lebih menyukai dalam kegiatan aktivitas belajar kesantunan berbahasa.
Menghidupkan Nilai Profil Lulusan dalam Video Pembelajaran Animasi Bersama Sekolah Yunus, Rusyda Nazhirah; Feby , Feby; Harahap, Nursaima; Aswar, Luki; Aji, Satriya Bayu; Rumodhon, Berliansyah; Suandi, Fadli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3305

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila (P8), khususnya pada dimensi kesehatan jasmani dan mental. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendampingan pembuatan dan penyebaran video animasi edukatif bertema gaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menjaga kesehatan mental. Pendekatan kegiatan mencakup beberapa tahapan, yaitu sosialisasi tentang konsep kesehatan menyeluruh, pelatihan pengembangan konten edukatif, serta evaluasi terhadap pemahaman peserta didik setelah menyaksikan video. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif peserta didik terhadap pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu menyebutkan kebiasaan-kebiasaan sehat dan berkomitmen untuk mulai menerapkannya. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan menanamkan nilai-nilai tanggung jawab terhadap diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik dan mental, serta mendorong peserta didik untuk menjalani gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
Analysis of Language and Cultural Shifts in The Technological Era in Kelambir V Kebun Village, Hamparan Perak Yunus, Rusyda Nazhirah; Sisi Rosida
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 2 No. 2 (2023): JOLADU: Journal of Language and Education, December 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v2i2.442

Abstract

This research on language shift in the Kelambir V Village community aims to describe the form of community language use based on the age domain, namely children, adolescents, and adults. The type of research used by researchers is descriptive quantitative. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the Deli Malay language in Kelambir V Village can be said to still survive. In language selection, the largest use of Deli Malay language is in the family domain, the second largest user is in the neighborhood domain, the third in the work domain, and the fourth in the religious domain. In the Deli Malay community, the use of Deli Malay is more dominantly used in the family sphere and the realm of neighbors which is type (R), while in the realm of work and the realm of religion which is type (T) is more dominant in using mixed languages (Deli Malay - Indonesian).
IMPLEMENTATION OF THE INDEPENDENT CURRICULUM IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING Yunus, Rusyda Nazhirah; Rosida, Sisi; Ramadani, Mutiara
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 1 (2024): Second International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum changes are a natural process in education. The introduction of a new curriculum serves to refresh, expand, and improve the current curriculum. Curriculum changes reflect the government's efforts in developing the education system. In 2022, there was another curriculum change, namely the Merdeka Curriculum. Merdeka Curriculum is a curriculum approach that prioritizes diverse content in extracurricular learning, which will provide more time for learners to understand concepts and strengthen their competencies. Teachers also have the freedom to choose various teaching aids, so that learning can be tailored to learners' learning needs and interests. Teachers' performance must be better, as they have not fully understood the Merdeka Curriculum. Based on the results of the research conducted, the implementation of the independent curriculum has been getting better and more intensive and has succeeded in making students more creative, enthusiastic, and have good character. Based on the results of the research conducted, the implementation of the independent curriculum has been getting better and more intensive and has succeeded in making students more creative, enthusiastic, and have good character
SOSIALISASI DAN PELATIHAN ECO- GROW: SAMPAH DAPUR MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS LOKAL MASYARAKAT KOTA BATAM Nazhirah Yunus, Rusyda; Lubis, Nursiani; Harahap, Nursaima; Muslim, Al Buchari; Mustamin, Sitiacika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, masih menjadi isu lingkungan yang signifikan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 50% sampah nasional berasal dari aktivitas rumah tangga, dengan sebagian besar berupa sampah organik yang berpotensi diolah kembali. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama komunitas ibu-ibu TASAHI di Kota Batam melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan Eco-Grow, yaitu pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan praktik fermentasi menggunakan bahan sisa dapur, serta evaluasi melalui angket kepuasan dan monitoring hasil produksi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah dapur menjadi POC yang ramah lingkungan. Sebanyak 85% peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif. Selain itu, produk POC yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha ekonomi kreatif berbasis lingkungan, sehingga mendukung pemberdayaan ekonomi komunitas lokal. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil menjawab permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan sampah organik.
Sosialisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Sebagai Wujud dan Strategi Menciptakan Kehidupan yang Berkelanjutan di Era Modern Yunus, Rusyda Nazhirah; Aji, Satriya Bayu; Harahap, Nursaima; Rumodhon, Berliansyah; Aswar, Luki
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v6i1.8956

Abstract

This community service activity aims to socialize the concept of a sustainable lifestyle in Proyek Penguatan Profil PelajarPancasila (the project to improve the reinforcement value of Pancasila for students) by highlighting the importance of waste managementand planting trees. The activity was carried out to increase students' skills and awareness in managing organic waste as part of the effort to improve the reinforcement value of Pancasila, especially in terms of environmental issues. The approach includes several stages, which aresocialization of the importance of a sustainable lifestyle and the understanding of waste and plants. The results of this activity show an increase in students' awareness of the importance of waste management and planting trees as well as the implementation of a sustainable lifestyle. The data shows that students acquire an improved understanding of a sustainable lifestyle. Students are increasingly aware of themany things they can do to foster a sustainable lifestyle, which they can incorporate into their daily routines. This activity managed to contribute to improving the reinforcement value of Pancasila by grounding it in the context of environmental issues as well as enhancing students' practical skills in using everyday tools to minimize the damage to the environment to maintain a sustainable lifestyle.
The Influence of Language Competence, Literacy, Local Wisdom and Multimedia in Developing the Tourism Potential of Pematang Serai Village Yunus, Rusyda Nazhirah; Putri, Ranti Eka; Ramadani, Mutiara
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 Issue 1 April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v4i1.3620

Abstract

The tourism industry, when viewed from a cultural perspective, indirectly has a significant role in the development of Indonesian culture. The rapid growth of the tourism industry allows interaction between tourist visitors and local communities in the tourist area. This allows tourists to understand and appreciate the local culture and cultural background of the local community. Language and literature have an important role in preserving local wisdom and introducing it to the public or readers. In the context of local wisdom, it is important to understand the history and development of Indonesian life. The understanding of local characters and values has always been the focus of attention in every era and generation that contributed to the journey of this nation. The research method used is descriptive quantitative method with data collection techniques in the form of questionnaires, documentation and interviews, the data analysis used is the data analysis technique according to Milles and Huberman. The results of the research For the development of local wisdom-based tourism in Pematang Serai, it is necessary to have a more detailed plan in the form of a masterplant for local wisdom-based tourism development in strengthening the character and economy of the Pematang Serai Village community. In practice, language and literature are able to strengthen positive local values in the thoughts and feelings of the Indonesian people. language is able to become a filtering tool or filtering influences from outside.Development of tourism based on Language, Literature, Multimedia and Local Wisdom in Pematang Serai Village can be done with three dimensions: the dimensions of geol (getek online) beaches and marine and Culture / Customs and Beliefs.
PENERAPAN APLIKASI PEMBELAJARAN KESANTUNAN BERBAHASA BERBASIS MULTIMEDIA SEBAGAI TERAPI PEMBELAJARAN DIGITAL PADA SISWA SMK N 7 MEDAN Yunus, Rusyda Nazhirah; Putri, Ranti Eka
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.70-76

Abstract

Fenomena anak-anak Generasi Z yang terbiasa dengan kemudahan teknologi namun cenderung individualistis membutuhkan keseimbangan pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar sumber daya manusia yang unggul untuk menjawab perubahan zaman. Mengembangkan keterampilan kesantunan verbal melalui self-dwelling berbasis pengetahuan adalah suatu keharusan. Siswa generasi Z kurang sopan dari sebelumnya. Hal ini tercermin dari ungkapan dan kalimat yang kita gunakan saat mengungkapkan pendapat dan perasaan kita melalui media sosial. Kebiasaan mahasiswa masa kini yang sering kita dengar, baca, dan lihat adalah mudahnya mereka mengeluarkan kata-kata kasar dan ujaran kebencian, terkadang dibarengi dengan bumbu persahabatan yang miris. Fenomena ini menunjukkan penurunan kesantunan linguistik yang tidak hanya terkait dengan pilihan kata dan frase tetapi juga konvensi sosial global dan informasi yang mempengaruhi budaya, khususnya nilai kesantunan. Pada akhirnya, mereka memiliki aturan kebahasaan yang dianggap otoritatif, terlepas dari aturan kebahasaan yang sebenarnya.Subyek survei ini adalah siswa SMKN 7 Medan.dan bagaimana mendokumentasikannya. Hasil penelitian ini adalah isi pembelajaran sopan santun, cara menghargai dan mencintai, cara berbicara benar, cara mengucapkan pujian, cara menyapa dan menyapa, cara memberi komentar, cara mengungkapkan perasaan simpati, cara meminta maaf, cara hingga Cara penggunaan bahasa nonverbal, semua itu disampaikan dalam model animasi agar murid SMKN 7 lebih menyukai dalam kegiatan aktivitas belajar kesantunan berbahasa.
POLA PENGAJARAN KESANTUNAN BERBAHASA ANAK PADA LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DESA KELAMBIR 5 KEBUN KECAMATAN HAMPARAN PERAK Nazhirah Yunus, Rusyda
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2022): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v7i1.208-214

Abstract

Dengan kesantunan yang benar dan penggunaan bahasa yang benar, dapat timbullah keharmonisan dalam pergaulan dengan lingkungan sekitar. Penanaman kesantunan berbahasa juga sangat berpengaruh positif terhadap kematangan emosi seseorang. Berbahasa yang santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil, anak perlu dibina dan dididik berbahasa yang santun, karena jika dibiarkan anak bisa menjadi orang yang kasar, arogan, dan tidak punya nilai etika serta agama. Agar anak pun mengerti dan bisa menanamkan kesantunan berbahasa kepada anak sebaiknya memberikan prinsip mengerti, merasakan, dan melaksanakan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, menjelaskan data atau objek secara natural, objektif, dan faktual. Istilah deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta-fakta yang ada. Kesantunan pragmatikpola  imperatif orang tua dan anak dalam pergaulan sehari hari di Desa Kelambir V Kebun diwujudkan dalam pola tuturan deklaratif dan interogatif. Wujud tuturan deklaratif yang ditemukan menyatakan makna pragmatik imperatif suruhan, ajakan, permohonan, dan larangan, selanjutnya wujud tuturan interogatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif  perintah, persilaan dan larangan.