Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 1 STABAT Yunus, Rusyda Nazhirah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i1.185-194

Abstract

Perubahan dalam struktur kurikulum merupakan suatu proses yang wajar dalam dunia pendidikan. Pengenalan kurikulum baru bermanfaat untuk menyegarkan, memperluas, dan meningkatkan kualitas kurikulum yang sedang digunakan. Perubahan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan sistem pendidikan. Pada tahun 2022, diperkenalkan Kurikulum Merdeka, sebuah pendekatan kurikulum yang menitikberatkan pada beragam konten dalam pembelajaran, memberikan lebih banyak waktu bagi peserta didik untuk memahami konsep dan menguatkan kompetensi mereka. Guru diberikan kebebasan dalam memilih alat bantu mengajar, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, kinerja guru perlu ditingkatkan karena masih ada kebutuhan untuk lebih memahami Kurikulum Merdeka. Terdapat beragam tingkatan dalam materi dan tugas pembelajaran, serta pentingnya asesmen diagnostik di awal pembelajaran untuk mengidentifikasi potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan pencapaian pembelajaran siswa. Ini merupakan tantangan tambahan bagi guru untuk menyelaraskan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Hal ini akan menghasilkan beragam metode atau model pembelajaran dalam penyampaian materi pembelajaran untuk setiap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka sudah semakin baik dan berhasil meningkatkan kreativitas, semangat belajar, dan karakter siswa.
PENGARUH PEMAHAMAN DAN LITERASI TERKAIT KREDIT USAHA TANI TERHADAP PENINGKATAN KEEFEKTIFAN KELOMPOK TANI DESA SAM BIREJO Yunus, Rusyda Nazhirah; Adji Syahputra, Cellya, Bambang Surya,
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 3 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i3.561-568

Abstract

Kurangnya pemahaman dan kemampuan literasi dengan baik menjadi faktor pemicu terjadinya pengucilan dalam akses keuangan. Individu dalam masyarakat kurang memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengakses pendanaan dari institusi finansial. contohnya melalui kredit usaha tani. hari tua. Desa sambirejo, kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat memiliki potensi pertanian yang baik. Luas lahan pertanian berkisar sekitar 0,4 ha per Kartu Keluarga di Desa Sambirejo. Komoditas pertanian yang menjadi unggulan adalah tanaman pangan (padi) dan sawit . Pemahaman dan Literasi keuangan sangat mendukung kegiatan usaha tani yang dilakukan masyarakat agar dapat terus melakukan perkembangan terkait program usaha tani tersebut. Dengan pemahaman dan tingkat literasi keuangan yang dimiliki dalam mengelola dana di lingkungan masyarakat, kita dapat mengevaluasi apakah pengelolaan dana di desa sudah optimal melalui edukasi keuangan yang diberikan. Oleh karena itu, penting bagi semua anggota masyarakat desa, termasuk petani dan individu lainnya, untuk menerapkan pemahaman dan literasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman terkait kredit usaha tani terhadap peningkatan keefektifan kelompok tani Desa Sambirejo, kemudian untuk mengetahui pengaruh literasi terkait kredit usaha tani terhadap peningkatan keefektifan kelompok tani Desa Sambirejo. Penelitian ini menggunakan metode peneltiian kuantitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa Pemahaman secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keefektifan usaha tani. Literasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keefektifan usaha tani.
Meronymy in Indonesian and Acehnese: A Lexical-Semantic Analysis of Foot-Part Terminology Wiana, Desri; Yunus, Rusyda Nazhirah
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.831

Abstract

Semantic typology in lexical systems reveals how languages categorise reality through patterned semantic relations, with meronymy (part–whole structuring) providing a productive domain for examining bodily terminology. This study investigates divergences in the meronymic encoding of kaki ‘leg/foot’ in Indonesian and Acehnese—two geographically proximate and genealogically related Austronesian languages—by examining the processes shaping meronymized lexis, formulating principles of meronymic relatedness, and identifying distinguishing features of the Acehnese partonym kaki. Using a descriptive qualitative design, the study analyses 32 Indonesian and 25 Acehnese foot-related meronyms drawn from KBBI and regional dictionaries, applying an inductive semantic-componential procedure to map hierarchical part–whole configurations. Results show that both languages display well-formed branching meronymic hierarchies but do not converge on a single unified model of the human leg. Indonesian exhibits a more fine-grained hierarchy (e.g., betis ‘calf’, telapak kaki ‘sole’, tumit ‘heel’, punggung kaki ‘instep’), whereas several of these—especially ‘instep’ and ‘calf’—lack fully lexicalised equivalents in Acehnese and are instead expressed through broader or descriptive forms. These differences align with functional salience and perceptual prominence, whereby experientially significant parts receive denser lexical encoding. The study concludes that Indonesians and Acehnese share universal principles of meronymic organisation yet differ markedly in semantic granularity, reflecting cultural perceptions of bodily segmentation. The findings support typological models of partonomy and underscore the need to expand Acehnese lexicographic documentation with native-speaker validation and future analyses across other body regions, including computational corpus-based extraction of meronymic structures.
PEMAHAMAN BAHASA MEREK UNTUK MENGHADAPI DIGITALISASI EKONOMI PADA MASYARAKAT DI DESA KELAMBIR V KEBUN Nazhirah Yunus, Rusyda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1068-1072

Abstract

Untuk mendukung usaha dari ibu-ibu di Desa Kelambir V Kebun perlu dialakukan pemahaman mengenai bahasa merek, Kekuatan sebuah merek terletak pada cara konsumen melihat, membaca, mendengar, mempelajari, memikirkan dan merasakan perihal merek tersebut. Dengan kata lain, kekuatan merek terletak di benak pelanggan yang sudah ada atau pelanggan potensial dan pengalaman langsung dan tidak langsung mereka dengan mere. Metode pengabdian yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat dengan diskusi. Dengan demikian proses pembuatan nama merek untuk mendukung proses usaha para ibu-ibu di desa Kelambir V kebun perlu dilakukan agar produk yang dibuat dapat dijual di ranah yang lebih luas lagi.