Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Usability Evaluation of a Web-Based e-KMS for Toddler Nutritional Status Monitoring Using the System Usability Scale (SUS) Niyalatul Muna; Indah Muflihatin; Ida Nurmawati; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Andri Permana Wicaksono
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6846

Abstract

A nutritional status assessment system is an electronic health information system that records toddler growth based on age-specific weight and height measurements. Parents may not always maintain appropriate scheduling or regular visits for periodic monitoring at healthcare facilities. This study presents a usability evaluation of a web-based nutritional monitoring system that implements an Electronic Growth Monitoring Card (e-KMS). Users interact with the system through a user interface (UI) and user experience (UX) designed to support effective interaction. The main contribution of this study is the empirical validation of the usability level of a web-based e-KMS in a healthcare context using the System Usability Scale (SUS). The evaluation involved 20 respondents, consisting of parent representatives and daycare teachers or administrators as e-KMS users, and employed 10 SUS statements measured on a five-point Likert scale. The SUS analysis yielded a score of 77.78, indicating a good and acceptable level of usability. These findings demonstrate that the developed e-KMS is suitable for supporting digital-based monitoring of toddler nutritional status in healthcare services.
Analisis Faktor Penyebab Belum Terlaksananya Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Inaktif di Puskesmas Sopaah Mega Nanda Yuni A; Ida Nurmawati; Maya Weka Santi; Veronika Vestine
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v2i1.1899

Abstract

Jumlah berkas rekam medis pasien baru setiap tahun mengalami peningkatan hingga mencapai 11.065 berkas. Retensi dan pemusnahan rekam medis di Puskesmas Sopaah masih belum pernah dilaksanakan, sehingga ditemukan banyak rekam medis yang menumpuk di lantai ruang filling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan rekam medis inaktif di Puskesmas Sopaah berdasarkan unsur manajemen 5M (man, method, money, material, machine). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan unsur manajemen 5M yang meliputi man yakni kualifikasi pendidikan tidak sesuai standar namun tidak berkaitan terhadap pelaksanaan retensi dan pemusnahan, kurangnya pengetahuan petugas terkait alur dan prosedur atau tata cara pelaksanaan retensi dan pemusnahan, serta petugas rekam medis belum pernah mengikuti pelatihan. Method yakni isi standar operasional prosedur (SOP) retensi dan pemusnahan belum rinci dan lengkap serta tidak disosialisasikan kepada petugas rekam medis. Money yakni tidak adanya penyusunan rencana anggaran kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis. Material yakni tidak terdapat form penilaian, form pertelaan, jadwal retensi, berita acara pemusnahan, rak dan ruang penyimpanan berkas rekam medis inaktif. Machine yakni tidak adanya alat scanner dan alat pencacah. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu dilakukan pelatihan retensi dan pemusnahan kepada petugas rekam medis, pembuatan rancangan anggaran dan perbaikan isi serta sosialisasi
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Jelbuk Holida Lafissyah; Maya Weka Santi; Ida Nurmawati; Indah Muflihatin
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v2i1.1900

Abstract

Pencapaian kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Puskesmas Jelbuk rata- rata pada bulan Februari sebesar 18,9%, bulan Maret sebesar 15,5%, bulan April sebesar 26,1% kurang dari target kelengkapan yaitu 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di Puskesmas Jelbuk berdasarkan faktor individu, organisasi, dan psikologi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan 5 subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, 1 orang dokter, 2 orang perawat, dan 1 orang perekam medis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, USG, dan brainstorming. Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan rekam medis rawat inap disebabkan oleh faktor individu karena petugas belum mampu mengisi rekam medis rawat inap dengan lengkap, belum pernah mengikuti pelatihan, dan kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, sedangkan berdasarkan faktor organisasi disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan untuk kebutuhan pelayanan unit rawat inap dan belum adanya tindak lanjut dari hasil evaluasi pelayanan, kemudian faktor psikologi disebabkan oleh belum pernah dilakukan pemberian reward dan punishment. Upaya perbaikan masalah meliputi melakukan pengajuan adanya pelatihan pengisian rekam medis kepada dinas kesehatan, membuka lowongan kerja melalui pengajuan permintaan tenaga medis kepada dinas kesehatan pada posisi dokter atau perawat, dan melakukan pengajuan permintaan tenaga rekam medis kepada dinas kesehatan.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Puskesmas Umbulsari Jember Dwi Navida Sari; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Ervina Rachmawati; Ida Nurmawati
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v2i1.1902

Abstract

Kelengkapan pengisian rekam medis sangat penting sehingga dapat berdampak pada mutu kualitas rekam medis dan pelayanan kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan, pengisian rekam medis rawat inap di Puskesmas Umbulsari Jember masih belum terisi secara lengkap pada bulan Juni-Agustus 2022 dengan persentase ketidaklengkapan bulan Juni sebesar 6,70%, bulan Juli sebesar 8,92%, dan bulan Agustus sebesar 7,72%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Puskesmas Umbulsari Jember. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu 1 kepala puskesmas, 1 dokter, 2 perawat rawat inap, dan 1 petugas rekam medis. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan penyebab ketidaklengkapan berdasarkan faktor motivation (motivasi) yaitu tidak adanya reward bagi petugas yang mengisi rekam medis rawat inap. Faktor opportunity (kesempatan) yaitu belum pernah diadakannya pelatihan terkait pengisian rekam medis, belum terdapat SOP pengisian rekam medis, belum pernah diadakan sosialisasi SOP penilaian kelengkapan rekam medis. Faktor ability (kemampuan) yaitu kurangnya pengetahuan petugas dan adanya petugas dengan masa kerja baru masih dalam tahap penyesuaian lingkungan
Maternal Factors Influencing Low Birth Weight in Newborns: A Retrospective Study Ida Nurmawati; Puspito Arum; Niyalatul Muna; R Alamsyah Sutantio; Ikha Nurjihan; Zaifatul Anelia; Tasya Nadia Hanin
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 3: July 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.3.209-215

Abstract

Background: Birth weight is a critical indicator of an infant's health. Research conducted in Indonesia has identified low birth weight (LBW) as a leading cause of neonatal mortality, accounting for approximately 35% of all cases. This study aims to determine the factors influencing the incidence of LBW.Method: The study used a retrospective design and included 83 respondents selected through quota sampling. Data were collected from the Maternal and Child Health (MCH) handbooks at Manggis Integrated Service Post (posyandu). Univariate analysis was performed to calculate frequency and percentage values. Bivariate analysis was carried out using the chi-squared test to examine relationships between variables. Multivariate analysis was conducted using the logistic regression test to assess the influence of multiple variables.Result: Maternal age at pregnancy (p=0.037) and maternal mid-upper arm circumference (MUAC) (p=0.034) were significantly associated with the occurrence of LBW in newborns. The odds ratio (OR) analysis revealed MUAC as the primary factor influencing LBW (OR=4.278), followed by maternal age during pregnancy (OR = 3.750). In comparison, haemoglobin levels (p = 0.500), maternal height (p = 0.408), and gestational age (p=0.118) were not significantly associated with the occurrence of LBW. MUAC was found to influence the occurrence of LBW in Kemuning Lor Village (p = 0.027). The MUAC variable accounted for 16.9% of the variance in LBW cases (R2 = 0.169). Improving the nutritional status of adolescent girls is imperative to ensure optimal health outcomes in future pregnancies.