Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MANAJEMEN LAKTASI DAN OKSITOSIN DAPAT MENINGKATKAN KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA NAMBO Achirda, Nur; Sariana, Erna; Kurniawan, Dede; Budiarti, Khairunnisa Arsy; Nafis, Muhammad; Martha, Nariza Adara; Hayah, Zahratul; Fathiyah, Zakiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.325

Abstract

Latar Belakang: Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan pada tahun 2023 jumlah kelahiran di Indonesia sebanyak 4,62 juta, dengan persentase bayi ASI eksklusif nasional di dalam negeri sebanyak 74,72%. Walaupun banyaknya bayi yang mendapatkan ASI, tetapi tidak sedikit ibu yang mengeluhkan ASI nya susah keluar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan asi susah keluar yaitu, pola makan ibu yang kurang baik, tekanan psikologis dari ibu menyusui, kurangnya istirahat pada ibu, dan gaya hidup ibu yang kurang baik. Tujuan: Untuk mengetahui dan memahami cara untuk memperlancar ASI pada ibu yang sedang menyusui di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Metodologi: Menggunakan metode Pre-Test, Pemberdayaan 1 , Pemberdayaan 2 dan Post-Test. Hasil : Hasil menunjukan sebelum dilakukan pemberdayaan terdapat 9 dari 61 ibu menyusui mengalami masalah kelancaran ASI. Setelah dilakukan pemberdayaan ibu menyusui yang mengalami masalah pengeluaran ASI berkurang 9(14,8%) orang menjadi 61(100%) orang ibu yang sudah menyusui dengan lancar.
Constructing the Meaning of Environmental Communication in Bagan Kuala's Marine Debris Crisis Zuhdi, Abdurrahman; Mustofa, Basri; Samudra, Muhammad Ilham; Mandasari, Erika; Nafis, Muhammad; Nazhim Harahap, Tuongku Muhammad
Persepsi: Communication Journal Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/persepsi.v8i2.26830

Abstract

AbstractThis study analyzes the construction of meaning in environmental communication within the marine debris crisis in Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai Regency. The novelty of this research lies in its emphasis on the role of the family as the primary agent for instilling ecological values, moving beyond the structural approaches that have thus far been dominant. Using a qualitative case study method through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, four main findings were identified: public misconceptions that waste in rivers strengthens the soil and that waste in the sea will disappear on its own; environmental communication that is merely ceremonial and unsustainable; differential meanings of waste among social groups; and community behavioral patterns reliant on external initiatives (dependency model). The study concludes that environmental communication strategies need to be directed into participatory and sustainable programs, with the family as the foundation for building independent ecological awareness. Keywords: environmental communication, family, marine debris, dependency behavior, ecological awareness