Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : conference proceeding on waste treatment technology

Penggunaan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica.) sebagai Biokoagulan untuk Menurunkan COD pada Limbah Laundry Pinang Azzah Lutfiah; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah pada industri laundry mengandung polutan yang menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Baku mutu COD limbah laundry menurut Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 bagi usaha dan/atau kegiatan laundry yaitu 250 mg/L, berdasarkan hasil uji konsentrasi COD sebelum dilakukan pengolahan sebesar 5183 mg/L. Salah satu solusi untuk menurunkan tingkat pencemar pada limbah laundry adalah dengan mengaplikasikan metode koagulasi-flokulasi, akan tetapi penggunaan koagulan sintetik secara terus menerus memiliki dampak negatif pada lingkungan. Biokoagulan yang berasal dari tanaman dapat menjadi alternatif pengganti koagulan sintetik. Biji asam jawa memiliki kandungan protein yang dapat digunakan sebagai koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan biji asam jawa sebagai biokoagulan terhadap persentase penurunan konsentrasi COD pada air limbah laundry. Proses pembuatan biokoagulan di awali dengan pengeringan, penumbukan dengan ukuran 80 mesh, ekstraksi penghilangan lemak, dan ekstraksi protein dengan larutan NaCl. Variasi dosis yang digunakan pada Jar Test yakni 250 mg/L, 500 mg/L, 750 mg/L, dan 1000 mg/L. Dosis terbaik dalam menurunkan konsentrasi COD yaitu pada dosis 1000 mg/L dengan efisiensi penyisihan 50,65%. Hasil analisis menunjukkan penggunaan biji asam jawa sebagai biokoagulan dapat menurunkan konsentrasi COD, akan tetapi konsentrasi tersebut masih berada diatas baku mutu maksimum yang dipersyaratkan pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013
Analisis Termal Pada Biobriket Kulit Durian dan Kulit Jagung dengan Perekat Tepung Tapioka Aisyah Dinda Camalia; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi yang terus meningkat mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sehingga diperlukan energi alternatif. Salah satu energi alternatif terbarukan yakni biomassa, mengingat bahan untuk membuat biomassa sangat melimpah di Indonesia. Bahan biomassa sangat mudah ditemukan dari aktivitas pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan, perikanan dan limbah-limbah lainnnya. Biomassa bisa menjadi salah satu pilihan sumber energi alternatif. Kulit jagung dan kulit durian hingga saat ini masih kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga jika limbah tersebut dibiarkan begitu saja dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Kulit jagung dan kulit durian sangat cocok digunakan sebagai bahan baku biobriket karena memiliki kandungan selulosa. Biobriket dalam penelitian ini tersusun atas komposisi kulit durian 50% : kulit jagung 50%. Suhu pirolisis dalam penelitian ini digunakan sebesar 350? dan perekat yang digunakan terbuat dari tepung tapioka. Biobriket yang sudah jadi selanjutnya dilakukan analisis termal (TGA) dengan suhu maksimal 600? dan kenaikan suhu 5?/menit. Sampel mulai terdegradasi pada suhu 71,40? dan berat mulai konstan pada suhu 538,51?. Terjadi penurunan masa sebesar 70,43% pada suhu 285? - 399,71?.
Studi Isoterm Adsorpsi dan Pengaruh Ukuran Biosorben Saccharomyces cerevisiae Terimobilisasi Pada Natrium Alginat Dalam Menurunkan Kadar Logam Berat Ni(II) Devi Ayu Rahmawati; Nora Amelia Novitrie; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam nikel merupakan salah satu parameter pencemar air limbah yang dihasilkan dari proses industri yang dapat memberikan dampak negatif ke lingkungan dan makhluk hidup. Metode adsorpsi dapat dijadikan alternatif untuk menurunkan kadar logam Ni(II). Penelitian ini akan menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang diimobilisasi pada natrium alginat sebagai biosorben. Imobilisasi dilakukan untuk meningkatkan stabilitas partikel biomassa dan proses penyerapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhukuran biosorben terhadap kemampuan menyerap logam nikel dan menganalisis model isoterm adsorpsi.Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan variasi ukuran biosorben 80 dan 100 mesh pada pH 6 dengan waktu kontak 75 menit dan konsentrasi Ni(II) 100 mg/L. Hasil penelitian adsorpsi menunjukkan ukuran biosorben optimum untuk menyerap logam Ni(II) diperoleh pada ukuran biosorben 100 mesh dengan efisiensi penyisihan 82,77%. Model isoterm adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Freundlich dengan masing-masing nilai KF untuk ukuran 100 mesh dan 80 mesh sebesar 0,073 L/g dan 0,024 L/g.
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Cu(II) Menggunakan Kitosan Berlapis Kaolin Moh. Fikri Rizaldi; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang kerang dara (Anadara granosa) merupakan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir Pantai Kenjeran karena belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut menyebabkan penumpukan cangkang kerang yang menimbulkan bau, pemandangan yang tidak indah, dan lingkungan menjadi tercemar. Cangkang kerang memiliki kandungan kitin sebesar 14-35% yang dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Kemampuan adsorpsi kitosan dapat ditingkatkan melalui modifikasi dalam bentuk hibrida kitosan dengan material anorganik lainnya, diantaranya lempung (clay) seperti kaolin. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak terhadap penurunan logam Cu(II) dan menganalisis isoterm adsorpsi serta kinetika adsorpsi. Massa yang digunakan yaitu 0,5 g dan variasi lama waktu kontak yang digunakan yaitu selama 30 menit, 60 menit, dan 120 menit. Efisiensi penurunan Cu(II) tertinggi terjadi diperoleh pada kondisi waktu kontak selama 60 menit yaitu sebesar 48,83%. Mekanisme adsorpsi logam Cu(II) mengikuti isoterm Freundlich dengan koefisien regresi R2 = 0,6692 dan nilai Kf = 1,52. Kinetika adsorpsi logam Cu(II)mengikuti kinetika orde dua dengan koefisien regresi R2 = 0,6884 dan nilai k = 0,0059.
Aplikasi Koagulan Polyaluminium Chloride dari Limbah Aluminium Kemasan Susu Terhadap Parameter TSS dan pH pada Limbah Cair Industri Kimia Aulia Binta Safira; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kemasan multilayer termasuk limbah padat yang banyak ditemukan pada kemasan susu. Aluminium yang terkandung dalam kemasan susu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan koagulan Polyaluminium Chloride. Lembaran aluminium dalam limbah kemasan dilakukan pemanasan menggunakan larutan asam oksalat kemudian diekstrak menggunakan HCl 37% pada temperatur ruang dan menghasilkan monomer AlCl3. Monomer AlCl3 yang terbentuk dipolimerisasi dengan menambahkan Na2CO3 25% lalu didiamkan selama 24 jam sehingga memperoleh hasil koagulan PAC. Koagulan PAC hasil penelitian dibandingkan dengan PAC komersial dalam proses uji performance untuk menentukan persentase performa penyisihan PAC terhadap kadar TSS dan pH pada Limbah Cair Industri Kimia. Koagulan PAC hasil penelitian menurunkan kadar TSS sebesar 96,58% sedangkan PAC komersial sebesar 95,65%. pH pada penelitian ini tidak mengalami penurunan yaitu tetap sebesar 6 atau netral. Hasil parameter TSS dan pH memenuhi syarat Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri Asam Fosfat.
Pemodelan Sebaran Emisi SO? dari Cerobong Boiler Bahan Bakar Batubara di Industri Pengolahan Susu Menggunakan Software Screen View?? Intan Zanjabila; Nora Amelia Novitrie; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor industri yang turut menyumbang emisi di udara. Sumber pencemar udara berasal dari cerbong boiler pada industri pengolahan susu. Jenis emisi dari proses pembakaran batubara jenis subbituminous yang dikeluarkan melalui cerobong boiler salah satunya adalah Sulfur Dioksida (SO?). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pola sebaran dan konsentrasi emisi SO? menggunakan Software Screen View??. Hasil pemodelan menunjukkan nilai konsentraai maksimum SO? pada musim hujan sebesar 1,94 ?g/m³ pada jarak 568 meter dan pada musim kemarau nilai konsentrasi emisi sebesar 1,69 ?g/m³ pada jarak 431 meter. Berdasarkan hasil pemodelan nilai konsentrasi SO? tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Jatim No. 10 Tahun 2009 .Visualisasi pola sebaran hasil pemodelan menggunakan software Arcmap 10.8.
Analisis Suhu pada POC Lumpur Tinja berdasarkan Variasi Bahan dan Pengadukan Nabila Nurulita Maghfirani; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan penyedia unsur hara yang mudah diserap akar dan daun tanaman. Bahan baku POC bisa diperoleh dari limbah seperti lumpur tinja, sisa makanan, dan kotoran kambing. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan unsur hara seperti C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium yang menunjang kandungan POC. Proses pengadukan dilakukan untuk meningkatkan kualitas POC yang dihasilkan. Pengadukan secara berkala bertujuan untuk mengoptimalkan proses homogenitas bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variasi bahan dan variasi pengadukan terhadap suhu pada POC. Variasi pengadukan pada penelitian berupa tanpa pengadukan, 8 kali pengadukan (setiap 30 menit), dan 16 kali pengadukan (setiap 15 menit). Metode yang digunakan adalah fermentasi secara anaerob. Fermentasi dilakukan selama 12 hari dengan menggunakan MoL nasi sebagai bioaktivator. Hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa variasi bahan dan pengadukan tidak berpengaruh pada suhu POC dengan nilai signifikansi ?>0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor dengan komposisi 40% lumpur tinja 60% kotoran kambing dan pengadukan setiap 15 menit (16 kali pengadukan) menghasilkan suhu tertinggi. Suhu tertinggi diperoleh oleh R6 dengan suhu sebesar 32,50C.
Analisis Volatile Matter, Kalor, dan Uji Penyalaan Pada Biobriket Sludge IPAL, Serbuk Gergaji Kayu dan Fly ash Araya Bonita Pakpahan; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah lumpur IPAL merupakan hasil pengolahan air limbah dalam industri minuman yang wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan. Pemanfaatan limbah lumpur menjadi briket dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kualitas briket sludge dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan baku seperti serbuk gergaji kayu dan fly ash. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu dapat dijadikan bahan bakar alternatif berupa briket, mengetahui pengaruh variasi lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu terhadap mutu briket berupa volatile matter, nilai kalor dan lama nyala pembakaran. Variasi komposisi yang digunakan dalam penelitian ini sludge IPAL, serbuk gergaji kayu, dan fly ash (40%:50%:10%, 60%30%:10%, 80%:10%:10%, 100%:0%;0%) dengan penggunaan variasi suhu (4000C dan 6000C) selama 120 menit. Hasil biobriket terbaik terdapat pada komposisi sludge IPAL, serbuk kayu, dan fly ash (40:50:10) dengan suhu karbonisasi 6000 C. Biobriket tersebut memiliki kadar volatile matter 20,31%, nilai kalor 4828,35 kal/g dengan lama pembakaran biobriket senilai 3900 detik.
Pengaruh pH terhadap Kemampuan Komposit Adsorben Hidroksiapatit Tulang Ikan-Biochar Kulit Pisang Kepok untuk Menurunkan Limbah Pewarna Industri Tekstil Dyah Isna Nurhidayati; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil yang ada di Indonesia sebanyak 1.540 industri. Produksi tekstil di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada periode yang sama. Industri tekstil berpotensi pencemaran dikarenakan menghasilkan zat pewarna seperti methylene blue. Kulit pisang kepok mempunyai kandungan lignin sebesar 20,21% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai biochar. Proses karbonisasi menggunakan plasma dengan power 1,2kW, gas 9 SLM, dan waktu 5 menit. Selain itu, tulang ikan memiliki kandungan kalsium sebesar 60% untuk pembuatan hidroksiapatit. Kemampuan hidroksiapatit untuk menganalis pengaruh variasi pH. Biochar dan hidroksiapatit dikompositkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Konsentrasi yang digunakan 500 ppm dengan variasi pH 2, 4, 6, 8, 10, dan 12, serta menggunakan massa adsorben 1 g/l. Efisiensi penyisihan methylene blue tertinggi terjadi pada massa adsorben 0,5 g/L dengan konsentrasi 500 ppm pada pH 12 dalam 180 menit yaitu sebesar 99,89% dengan kapasitas adsorpsi sebesar 288,527 mg/g. Adsorben dalam pengujian adsorpsi konsentrasi methylene blue sebesar 500 ppm di uji menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Ini menyiratkan bahwa kondisi optimal pH untuk adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben komposit adalah pada pH basa, khususnya pH 12. Pada penelitian ini menggunakan uji statistika ANOVA.
Analisis Kualitas Biobriket Kulit Singkong Dan Ampas Teh Komposisi 50% : 50% Dengan Pirolisis Suhu 300oC Dan 350oC Vidia Qusnul Qoriah; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang mempunyai potensi besar di Indonesia. Biobriket adalah salah satu energi alternatif bahan bakar yang terbuat dari biomassa. Biobriket dibentuk dari material yang berbentuk serbuk arang dihaluskan menjadi material yang lebih besar. Salah satu bahan yang dapat di manfaatkan menjadi biobriket adalah kulit singkong dan ampas teh. Biobriket kulit singkong dengan campuran ampas teh dapat dijadikan bahan bakar alternatife dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada biobriket kulit singkong dan ampas teh berupa pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis terhadap pengujian proximate dan nilai kalor briket. Penelitian ini menggunakan pirolisis suhu 300-350oC dengan komposisi kulit singkong dan ampas teh (50%:50%). Tahapan biobriket terdiri dari penyiapan dan pengeringan bahan baku, proses pirolisis, penghalusan bahan, pengayakan, pencampuran bahan baku, pencetakan, pengeringan, pengujian proksimat (kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon) dan nilai kalor. Pengujian analisis proximate dan nilai kalor terhadap kualitas biobriket mengacu pada standar SNI 01-6325-2000. Hasil dari penelitian menunjukan biobriket dengan suhu pirolisis 300-350oC memiliki nilai kadar air 6,9-3,4%, kadar abu 16,71-20,55%, Volatile matter 50,75-51,1%, Fixed Carbon 29,27-27% dan nilai kalor 4.826,97-5.039,08 kal/g.