Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Community Service

PKM PEMBINAAN PENGOLAHAN HASIL LAUT BAGI PEDAGANG KECIL DI NAGARI MANDEH, KECAMATAN TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN Ezi Angraini; Anni Faridah; Sari Mustika
Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2019): JCS, Desember 2019
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.072 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v1i1.22

Abstract

Nagari Mandeh memiliki potensi SDM dan SDA yang sangat baik yang dapat menjadikan Nagari Mandeh menjadi salah satu nagari wisata. Kawasan Mandeh merupakan daerah yang baru dijadikan objek wisata setelah pemerintah membuat jalan baru dari Tarusan sampai ke Sungai pinang, dan merupakan daerah wisata pantai yang sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Pemerintah memberdayakan masyarakat sekitar kawasan mandeh untuk mengelola kawasan mandeh ini menjadi kawasan wisata. Hal ini sudah dilakukan pemerintah dengan mendirikan warungwarung kecil di sepanjang jalan menuju objek wisata bahari Mandeh. Ada sekitar 25 warung kecil yang sudah berdiri yang dipersiapkan untuk menunggu wisatawan. Namun karena kebanyakan dari penduduk sekitar mandeh ini yang biasanya hanya ke laut dan menjemur ikan, jadi mereka bingung mau menjual apa di warung yang sudah di bantu pemerintah setempat itu. Padahal hasil laut sangat melimpah dan bisa dengan sangat mudah di dapatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan pengetahuan di bidang kuliner yang nantinya bisa dijadikan sebagai oleh-oleh yang akan dibeli wisatawan yang berkunjung (mulai dari bahan, hygiene dan sanitasi, kemasannya, serta manajemen usaha) dengan metode ceramah dan penyajian yang menarik wirausaha untuk berinovasi nantinya. Selain itu juga di bekali dengan materi yang berkaitaan dengan tema dan keterampilan menggunakan metode demonstrasi dan pelatihan (mengolah hasil laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, lokan, dan lain-lain) kepada kelompok mitra pedagang kecil di Nagari Mandeh tersebut, khususnya keterampilan mengolah berbagai jenis makanan olahan dari hasil laut yang berdaya saing, dengan target khalayak dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan baik, yang akhinya dapat dijadikan suatu usaha dan bisa di jual di warung yang sudah ada, dengan demikian dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
PKM KULINER HALAL BERBAHAN BAKU LOKAL BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI NAGARI HARAU KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Anni Faridah; Sari Mustika; Ezi Anggraini
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.487 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i2.36

Abstract

Salah satu objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah Lembah Harau. Selama ini orang hanya tahu Lembah Harau sebagai Icon wisata, sementara jika dikembangkan akan bisa menjadi paket wisata lengkap yang akan menarik wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara. Nagari Harau tergolong nagari yang tingkat ekonomi masyarakat rendah dan keadaan sarana dan prasarana yang belum memadai, penghasilan masyarakat yang rendah serta sumber daya manusia baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan masih belum terlatih. Pada tahun 2017 - 2019 tim pengabdian Fakultas Parwisata dan Perhotelan telah membangun café untuk masyarakat Harau, namun sampai sekarang belum dimanfaatkan karena tidak percaya diri akan kemampuannya, baik dari sisi keuangan, wawasan dan keterampilan untuk mengisi café tersebut. Kuliner yang ada di daerah destinasi air terjun lembah Harau baru sebatas menjual makanan yang instan seperti pop mi, indomi, chiki, soft drink, dan lain sejenisnya. Setiap warung menjual produk yang hampir. Untuk itu perlu dibuat usaha kuliner khas Harau sambal lado pucuk daun kopi, pangek lapuak cubadak, rendang belut, sambal kelapa parut gongseng, aia kawa. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka diberikan peningkatan pengetahuan/wawasan yang diberikan yaitu hygiene dan sanitasi pengolahan makanan; kewirausahaan; penggunaan bahan tambahan pangan secara halal dan toyib; inovasi penyajian dan penataan; inovasi pelayanan. Pelatihan penerapan inovasi penyajian; inovasi penataan dan pelayanan, penerapan SOP halal pada café, dan manajemen usaha boga supaya makanan dan minuman khas Harau yang akan dijual di café menjadi produk pangan yang berdaya saing tinggi. Hal ini akan membuat wisatawan muslim nyaman dan yakin untuk mengkonsumsi dan begitu juga nonmuslim.
PKM PEMBINAAN PENGOLAHAN NATA DE CITRULLUS DAN OLAHAN LAINNYA DARI SEMANGKA AFKIR BAGI PETANI SEMANGKA DI NAGARI KAPELGAM KEC. BAYANG, KAB. PESISIR SELATAN Ezi Angraini; Elida; Anni Faridah; Sari Mustika
Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2020): JCS, December 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.104 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v2i2.40

Abstract

Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, terkenal sebagai nagari yang menghasilkan buah semangka (Citrullus Vulgaris). Buah semangka yang dijual biasanya berukuran sedang (±2 kg) dan besar (≥2 kg), sedangkan yang kecil (≤2 kg) kurang termanfaatkan dan dijual dengan harga relatif murah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan harga jual dan memperpanjang umur simpan semangka afkir ini adalah dengan pembuatan Nata de Citrullus dan olahan lainnya seperti selai, sirup dan permen jely. Tujuan pengabdian ini adalah: mensosialiasikan hasil penelitian tahun 2019 tentang pembuatan nata dari semangka afkir, ntuk membantu petani dalam mengangkat harga jual semangka afkir dan memperpanjang umur simpan semangka afkir serta memberikan variasi baru kepada petani, dan membantu dalam penanganan semangka afkir sebagai tambahan income petani semangka. Tim pengabdian kepada masyarakat UNP telah memberikan pelatihan kepada isteri petani semangka tentang cara membuat nata de citrullus dan olahan lainnya dari semangka afkir. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat nagari, setelah itu dilakukan kesepakatan jadwal pelatihan. Pelaksanakan acara pelatihan dengan pemaparn materi dan praktek membuat makanan olahan semangka afkir, mulai dari proses pembuatan sampai packagingnya.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MENU DIET ANAK USIA DINI DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING DI NAGARI TARAM Sari Mustika; Riski Gusri Utami; Tisna Syafnita
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.168

Abstract

Keterbatasan pengetahuan maternal orangtua terutama dalam pemenuhan nutrisi anak yang adekuat merupakan salah satu determinasi stunting di Nagari Taram. Permasalahan yang terobservasi dilapangan diantaranya adalah pemberian MPASI yang terlambat atau terlalu dini, menerapkan MPASI dengan menu tunggal atau satu makronutrien, ketidakpercayaan diri mengolah makanan sendiri terutama makanan perdana anak, ketergantungan terhadap makanan instant, serta minimnya pengetahuan terhadap kebutuhan kalori harian anak. Tim pengabdian dari Universitas Negeri Padang melaksanakan pengabdian dengan tujuan untuk membantu masyarakat Nagari Taram meningkatkan pemahaman maternal terhadap resiko stunting, pengetahuan Pemberian Makan Anak dan Bayi (PMBA) yang adekuat, serta memberikan pendampingan dalam merencanakan, mengolah, dan menyusun menu diet anak usia dini yang sehat, lengkap, dan seimbang dalam rangka mencegah munculnya angka stunting baru di Nagari Taram. Adapun mitra dalam pengabdian ini adalah orangtua baru/ibu yang sedang mempersiapkan kelahiran anak pertama, ibu hamil, orang tua dengan balita stunting dan tidak stunting, serta kader posyandu. Penyuluhan materi stunting dan serba serbi Pemberian Makan pada Anak dan Bayi (PMBA) dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Penyusunan menu harian balita dan anak usia dini dilakukan melalui bimbingan intensif serta memberikan pedoman pilihan menu harian anak 0-24 bulan. Sedangkan, untuk pelatihan pengolahan makanan padat gizi dan penyimpanan makanan dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi. Hasil pengabdian berdasarkan kuis, survey evaluasi, serta wawancara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi stunting, materi PMBA, serta materi perhitungan kalori untuk menyusun menu diet harian anak. Selain itu, berdasarkan wawancara dan survey evaluasi juga ditemukan adanya motivasi dari masyarakat untuk mandiri mempersiapkan makan anak yang padat gizi, aman, dan higienis.
INOVASI PRODUK PISANG MENJADI BERBAGAI JENIS PRODUK DI NAGARI PANTI SELATAN KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN Anni Faridah; Sari Mustika; Rahadian Zainul; Ezi Anggraini; Durain Parmanoan
Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2024): JCS, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i2.261

Abstract

Kecamatan Panti, Nagari Panti Selatan, memiliki produksi pisang terbesar di Kabupaten Pasaman. Jumlah produksi pisang di daerah ini pada saat panen raya cukup besar, sehingga terjadi kelebihan produksi. Produksi pisang lebih besar daripada permintaan. Kondisi ini menyebabkan produksi pisang berlebihan karena masyarakat hanya menganggap pisang sebagai pisang untuk dijual dan tidak dikonsumsi secara signifikan. Selain itu, harga pisang sangat berubah-ubah dan cenderung rendah. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pedagang kecil di nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman sebagai mitra dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada tetapi belum termanfaatkan secara optimal yaitu pisang menjadi produk yang bervariasi, seperti dodol pisang, nugget pisang, keripik pisang, dan stik pisang.