Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perilaku Androgini Tokoh Utama Novel Koplak karya Oka Rusmini serta Implementasinya dalam Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Yasmin Adilah; Asep Jejen Jaelani; Ifah Hanifah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i1.42

Abstract

ABSTRAK: Analisis penelitian ini menggunakan teori pengukuran androgini psikologis yang dikemukakan oleh Sandra L.Bem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 sifat yang menunjukkan perilaku perempuan dan laki-laki, terdapat 10 sifat laki-laki dan 10 sifat perempuan yang di tunjukkan oleh karakter Koplak. Sebagai kepala desa, Koplak cenderung menunjukkan manifestasi perilaku laki-laki di depan umum, sedangkan manifestasi perilaku perempuan lebih terlihat saat Koplak bersama anaknya atau orang yang lebih muda darinya. Sandra L. Bem menyebutkan keseimbangan ini antara perilaku maskulin dan feminim a ndrogini. Perilaku androgini ini menjadikan Koplak sebagai pribadi yang fleksibel dan menunjukkan bahwa Koplak memiliki pandangan gender yang tidak konservatif. Analisis ini dapat di implementasikan ke dalam literature pendidikan dengan memahami unsur-unsur intrinsik novel dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, siswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, saling menghargai, dan memahami jati dirinya sebagai manusia. KATA KUNCI : Androgini, Feminim, Maskulin, Koplak, Oka Rusmini, Pembelajaran Sastra >  COMPARISON OF THE ABILITY TO LISTENING TO FAIRY TALES WITH HAND PUPPET MEDIA AND IMAGE MEDIA IN CHILDREN EARLY AGE   ABSTRACT: The analysis of this study uses the theory of  psychological androgyny measurement according to Sandra L. Bem. The results of this study indicate 20 characteristics that show the behavior of women and men, there are 10 male and 10 famele characterstics shown by the Koplak. As a village head, Koplak tends show manifestations of male behavior in public, whereas manifestation of female behavior is more visible when Koplak with their children ore someone younger than him. Sandra L. Bem mentions this balance between masculine and feminime and androgynous behavior makes Koplak a flexible person and show that Koplak has a non-conservative view of gender. This analysis can be implementated into educational literature by understanding the intrinsic elements of the novel and relating it to daily life. Through this learning, students are trained to improve their language skills, respect each other, and understand their identiry as human beings. KEYWORS : Androgyny, Feminim, Masculine, Koplak, Oka Rusmini, Literatur Learning
ANALISIS SEMIOTIKA PADACATATAN PELAKU PEMBUNUHAN BALITA DI SAWAH BESAR JAKARTA PUSAT (KAJIAN TEORI CHARLES SANDERS PIERCE) Alfyda Khafiana; Ifah Hanifah; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i1.45

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam Catatan Remaja Pelaku Pembunuhan Balita di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika dari Charles Sanders Pierce. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pihak kedua yaitu artikel yang dipublikasikan oleh suara.com dan indozone pada tanggal 7 & 9 Maret 2020. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat makna eksplisit dan makna implisit pada catatan remaja pelaku pembunuhan balita di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Secara keseluruhan, remaja ini memiliki kebencian yang mendalam terhadap Ayahnya karena Ayahnya sering menyiksa dirinya baik secara fisik maupun verbal. Keadaan mental yang tidak stabil membuat dirinya sulit mengendalikan emosinya dan pada akhirnya ketika emosinya sudah tidak dapat dikendalikannya dia melakukan pembunuhan terhadap balita, perilakunya tersebut merupakan representasi atas bahasa yang dituangkan berdasarkan pikirannya melalui tulisan-tulisan yang dia buat. KATA KUNCI : Makna Semiotika, Catatan Remaja Pelaku Pembunuhan Balita di Sawah Besar Jakarta Pusat, Trikotimi Charles Sanders Pierce > Thesis Semiotic Analysis of the Records of Teenagers Who Killed Toddlers in Sawah Besar, Central Jakarta (the theoretical study of Charles Sanders Pierce). ABSTRACT: This study aims to find out the meaning contained in the Records of Teenagers who Killed Toddlers in Sawah Besar, Central Jakarta. The theory used in this study is the Semiotic Theory of Charles Sanders Pierce. The method used in this study is a qualitative method. The data in this study used secondary data obtained from a second party, namely articles published by suara.com and indozone on March 7 & 9 2020. The data collection technique in this study used a documentation technique. The results of this study indicate that there is an explicit meaning and an implicit meaning in the records of the juvenile perpetrators of the murder of a toddler in Sawah Besar, Central Jakarta. Overall, this teenager has a deep hatred towards his father because his father often abused him both physically and verbally. An unstable mental state made it difficult for him to control his emotions and in the end when his emotions were out of control he committed murder of a toddler, his behavior was a representation of the language that was poured based on his thoughts through the writings he made. KEYWORS : The Meaning of Semiotics, Notes of Teenagers Killing Toddlers in Sawah Besar, Central Jakarta, Trikotimi Charles Sanders Pierce