Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The influence of Jigsaw-based Cooperative learning model on students’ critical thinking skills of light wave concepts Sugiyanto, Lina Alysa; Andriani, Dini; Adimayuda, Rizal
Research in Physics Education Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Insitut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of the Jigsaw-based cooperative learning model on students’ critical thinking skills in the concept of light waves. The background of this study is based on the low levels of students’ active participation and the underdeveloped critical thinking skills in physics learning, which have been traditionally dominated by conventional approaches. The Jigsaw model was chosen because it can promote active student engagement in group learning, enhance scientific communication, and foster a deeper conceptual understanding. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 20 students from Grade XI-1 at one public school in Indonesia. The instrument used was a written test of critical thinking skills based on Ennis’s indicators. Data analysis using the paired sample t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores, with a significance value of 0.000 < 0.05. Additionally, the N-Gain calculation showed an average improvement categorized as medium (0.35). Therefore, it can be concluded that the Jigsaw-type cooperative learning model has a positive effect on enhancing students’ critical thinking skills in the topic of light waves.
Putus Rantai Penyakit Dengan Gizi Seimbang Bagi Anak Usia Dini Andriani, Dini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit pada anak usia dini seringkali berkaitan dengan pola makan buruk dan gizi yang tidak seimbang sehingga dapat berdampak pada daya tahan tubuh dan tumbuh kembang anak. Artikel ini membahas tentang pentingnya penerapan gizi seimbang untuk memutus rantai penyakit pada anak usia dini. Gizi seimbang meliputi asupan gizi yang memenuhi kebutuhan tubuh, yaitu ada beberapa diantaranya seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin dan mineral, bermanfaat untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak secara optimal. Penelitian ini, dapat menjelaskan bahwa anak usia dini yang memiliki pola makan yang bergizi dan seimbang akan lebih kuat dibandingkan anak yang tidak memiliki pola makan yang baik. Hal ini dapat mencegah resiko berbagai penyakit yang dapat terjadi yaitu seperti stunting atau penyakit menular lainnya. Pentingnya peran orang tua atau pengasuh dalam pemilihan pola makan yang benar dapat mengacu pada proes pertumbuhan dan perkembangan dari anak usia dini yang dapat berjalan dengan baik. Dengan ini pentingnya edukasi kepada orang tua dan pengasuh tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan anak usia dini. Artikel ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi betapa pentingnya kolaborasi antara keluarga dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mendukung penerapan gizi seimbang. Oleh karena itu, pendekatan holistik diharapkan dapat memutus rantai penyakit pada anak usia dini sehingga terciptanya generasi penerus yang lebih sehat dan produktif.
Program Pemeriksaan Fungsi Paru pada Atlet Indoor Hockey Jawa Barat dengan Peak Flow Meter di Kampus UPI Jawa Barat Laksita, Muhammad Naufal; Wijaya, Theo Elbert; Siringoringo, Birgita Natalia; Talenta, Diva Inzani; Navela, Tiara Ane; Ramadhan, Naufal Izzuddin Wahyu; Simangunsong, Yehezkiel Austincamry; Kamal, Nayla Hanifa; Issoedibyo, Kusuma Azzahra Antonia; Tambun, Joyce Stefany; Widyadhana, Ajril; Hendriaffalya, Raden Diva Adelia Nur; Hermawan, Irwan; Salman, Salman; Indriansah, Dian; Ramdhani, Yuda Kusmayadi; Muharam, Toni; Juliawan, Indra Agung; Andriani, Dini; Ayu Juliawan, Ayu; Saputri, Raden Ayu Hardianti; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.15456

Abstract

ABSTRAK Olahraga sering dikaitkan dengan peningkatan derajat dan fungsi kesehatan. Hoki merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi paru. Selama ini belum ada data terkait gambaran fungsi paru pada Atlet Hoki di Jawa Barat. Pengukuran Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) menggunakan Peak Flow Meter (PFM) bisa dijadikan metode penilaian kualitas dan fungsi paru. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi paru Atlet Hoki Universitas Pendidikan Indonesia. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemeriksaan langsung menggunakan alat antropometri seperti timbangan berat badan digital, pita ukur, tensi meter, termometer, dan Peak Flow Meter (PFM). Hasil dari pemeriksaan menunjukan bahwa PEFR dari 31 atlet hoki dari Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Bandung, adalah 477,09 ± 114,22 dengan nilai PEFR laki - laki yang berjumlah 538,67 ±123,01 dan nilai PEFR perempuan yang berjumlah 419,38 ± 203,04. Kesimpulan yang didapatkan dari pemeriksaan ini adalah nilai PEFR altet hoki berada diatas rata-rata orang normal. PEFR laki - laki lebih tinggi dari nilai PEFR perempuan. Saran pemeriksaan fungsi paru rutin diperlukan untuk memantau dan mendeteksi kesehatan paru sedini mungkin. Kata Kunci : PEFR, Atlet Hoki, Fungsi Paru , Antropometri ABSTRACT Respiratory diseases continue to be a burden on Indonesian society, including adolescents and adults. Related diseases include asthma, COPD, and ARI.To prevent diseases from becoming more lethal, quality monitoring of the lungs should be done. The Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) can be used to measure the quality of the lungs. With regular monitoring, lung disease can be detected early so that treatment can be carried out as quickly as possible. This dedication is intended to describe the lung function of 31 Hockey Athletes of Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung The dedication was held by applying Anthropometry measurement using anthropometric instruments such as digital weight scales, measuring tapes, voltage metres, thermometers, and peak flow metres. (PFM). The results of the examination showed that the PEFR of 31 hockey athletes from the Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, was 477,09 ± 114,22 with a male score of 538,67 ± 123,01 and a female score of 419,38 ± 203,04. This is due to the difference in lung volume and lung physiological function. In addition, differences in the Body Mass Index (BMI), physical activity, race, place of residence, and age also affect a person's PEFR. Routine examination is required to monitor lung health in athletes - Sports Athletes Indonesia Keywords : PEFR, Hockey Athletes , Lung Function , Anthropometry
Program Pemeriksaan Fungsi Paru dengan Peak Flow Meter di SD Taruna Karya 153, Kecamatan Cibiru Chandra, Paulus; Gustifante, Balsa Nobility; Ciptady, Angelica Jovita; Mayangsari, Marsha Putri Agung; Mulki, Siti Malikul; Fatma, Rifka; Haratua, Matthew Prima; Nezzar, Muhammad; Iffada, Nabira Irnadianis; Fachrina, Fajwa Fikla; Amin, Kartika Amelya; Arifin, Rizki Yazid; Andriani, Dini; Martini, Lilis; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13468

Abstract

ABSTRAK Penyakit pernapasan masih banyak terjadi terutama pada anak anak. Hal ini mencakup asma, alergi, ataupun infeksi saluran pernapasan. Upaya penanggulangan masalah khususnya melalui deteksi dini menjadi hal yang krusial dalam meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan penyakit pernapasan. Peak flow meter (PFM) merupakan merupakan salah satu metode pengukuran sederhana yang efektif dan efisien untuk mengukur fungsi paru. Pengukuran peak expiratory flow rate (PEFR) dengan PFM dapat membantu mendeteksi asma serta gangguan fungsi paru lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengukur dan menggambarkan fungsi paru siswa-siswi kelas 4-6 di SD Taruna Karya 153. Metode dari pengabdian ini adalah dengan pemeriksaan langsung pada murid-murid menggunakan alat antropometri yaitu timbangan berat badan digital, stadiometer, dan pemeriksaan fungsi paru dengan menggunakan PFM. Hasil dari kegiatan ini dari 240 siswa-siswi kelas 4-6 SD Taruna Karya 153 yang mengikuti pemeriksaan, rata-rata PEFR yang diukur adalah 205,83±71,74 dengan rincian PEFR siswa 234,57±70,42 dan siswi 178,28±59,76. Kesimpulannya siswa-siswi SD kelas 4-6 memiliki tingkat IMT pada batas normal, tetapi sebagian besar memiliki PEFR yang relatif rendah dibandingkan dengan pengukuran PEFR anak di Thailand, Tebing Tinggi, dan Medan. Hal ini mungkin disebabkan karena perbedaan ras, genetik, geografik, etnis, dan umur. Selain itu, kondisi kesehatan sebagian partisipan yang mengindikasikan gejala gangguan pernapasan ataupun kondisi lingkungan seperti polusi domestik ataupun kebiasaan merokok anggota keluarga di lingkungan tempat tinggal juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil pengukuran fungsi paru. Saran pemeriksaaan fungsi paru dapat dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. Kata Kunci: Anak, Pemeriksaan, Peak Flow Meter, Fungsi paru  ABSTRACT Respiratory diseases are still common, especially in children. This includes asthma, allergies, or respiratory tract infections. Efforts to overcome the problem, especially through early detection, were crucial in minimizing the dangers posed by respiratory diseases. Peak flow meter (PFM) is a simple measurement method that is effective and efficient for measuring lung function. Measuring peak expiratory flow rate (PEFR) with a PFM can help detect asthma and other lung function disorders. This service aims to measure and describe the lung function of students in grades 4-6 at Taruna Karya 153 Elementary School. The method used in this service was to directly examine the students using anthropometric tools, namely digital weight scales and stadiometers, and lung function measurement using a PFM. From 240 students in grades 4-6 of Taruna Karya 153 Elementary School who took part in the examination, the overall average PEFR measured was 205.83±71.74 with average PEFR for male students 234.57±70.42 and female students 178.28±59.76. In conclusion, elementary school students in grades 4-6 have BMI levels within normal limits, but most have relatively low PEFR compared to the PEFR measurements of children in Thailand, Tebing Tinggi and Medan. This might be due to differences in race, genetics, geography, ethnicity, and age. Apart from that, the health condition of some participants which indicated symptoms of respiratory problems or environmental conditions such as domestic pollution or smoking habits were also factors that influenced low lung function measurement results. It is recommended that lung function checks be carried out periodically to monitor students' health conditions from an early age.  Keywords: Children, Measurement, Peak Flow Meter, Lung Function
Utilization of PjBL-STEM Based Interactive e-modules to Improve Visual Literacy: Teacher and Student Perspectives Andriani, Dini; Setyarini, Marina; Lengkana, Dewi; Herlina, Kartini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6357

Abstract

This research aims to describe the use of interactive e-modules based on PjBL-STEM activities to train students' visual literacy.  This research uses mixed methods with sequential explanatory design to obtain quantitative and qualitative data.  Quantitative data was obtained by administering questionnaires to 39 science teachers in Lampung province and 149 junior high school students and qualitative data was obtained from interviews with teachers. The research results show as many as 41.70% of teacher respondents were new to using e-module teaching materials.  The e-module they use is not yet interactive and the activities in the e-module do not invite students to carry out projects.  The results of the teacher questionnaire were only 15.3% of teacher respondents using the PjBL learning model.  As many as 74.5% of teacher respondents stated that the e-modules used had not been used to train students' visual literacy.  The results of the questionnaire and interviews of teachers responded positively to the existence of teaching materials that can train students' visual literacy.
Pengaruh Digital Skill, Pengalaman Magang, dan Future Time Perspective Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang Andriani, Dini; Kurniawati, Tri
Jurnal Salingka Nagari Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Salingka Nagari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the influence of digital skills, internship experience, and future time perspective on the work readiness of vocational school students at Padang State University. This study is a causal study using a quantitative approach, which examines the relationship between variables and the object being studied in terms of cause and effect or problems in the study. The population consists of all active vocational school students at UNP who are in their 6th semester or higher, totaling 537 individuals. The sampling technique was based on specific criteria, namely students in their 6th semester or higher who had completed an internship. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 100 respondents, distributed proportionally across each program of study. A questionnaire was used to collect information, which was then evaluated using descriptive statistics and multiple linear regression. According to the data, digital skills, internship experience, and future time perspective have a significant impact on students' work readiness. With an adjusted R-square value of 0.282, these three variables explain 28.2% of vocational school students' work readiness at UNP, with the remaining percentage influenced by other factors not covered in this study.
Penerapan Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) Berbantuan PhET Simulation untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pramadita, Wica Fitria Airin; Andriani, Dini; Amalia, Irma Fitria
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c69vsw92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran POE yang dibantu Simulasi PhET pada hasil belajar siswa dalam materi Hukum Archimedes. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan Desain Kelompok Perbandingan Tidak Setara. Penelitian ini melibatkan 62 siswa kelas 11 di SMAN 8 Garut, terdiri dari 31 siswa di kelas eksperimen yang menerapkan model POE yang dibantu Simulasi PhET dan 31 siswa di kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional yang dibantu Simulasi PhET tanpa model POE. Hasil belajar yang diukur terbatas pada ranah kognitif C1 (mengingat) hingga C4 (menganalisis) berdasarkan Taksonomi Bloom. Hasil pretest menunjukkan bahwa kelas kontrol lebih unggul dengan nilai rata-rata 72,62, sedangkan kelas eksperimen hanya memperoleh nilai 68,9. Namun, setelah penerapan model POE, kelas eksperimen memperoleh nilai sedikit lebih tinggi dengan nilai rata-rata posttest 84,4, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 83,62. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p > 0,05). Meskipun demikian, analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar di kelas eksperimen dikategorikan sedang (0,42), lebih tinggi daripada kelas kontrol yang berada dalam kategori rendah (0,22). Temuan ini menunjukkan bahwa model POE yang dibantu oleh Simulasi PhET cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di ranah kognitif C1–C4, khususnya dalam hal perolehan pembelajaran.