Articles
EKSTRADISI SEBAGAI SARANA PEMBERANTASAN KEJAHATAN INTERNASIONAL DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1979
Adiwijaya, I Made Krisna
LEX ET SOCIETATIS Vol 7, No 5 (2019): Lex Et Societatis
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35796/les.v7i5.24731
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan ekstradisi dalam Undang-undang Perjanjian Internasional dam bagaimana Tahapan Pelekasanaan atau proses ekstradisi di Indonesia, di manadengan menggunakan metode penelitian hukum normatif disimpulkan bahwa: 1. Dalam melakukan permintaan penyerahan pelaku Ekstradisi Tindak Pidana, diperlukan Syarat-syarat yang bersifat Universal yang harus berdasarkan suatu perjanjian antara Negara ekstradisi. Perjanjian ekstradisi diatur dalam UU No.1 tahun 1979. Perjanjian Ekstradisi dapat dilakukan jika penyerahan pelaku tindak pidana didasarkan atas permintaan dari pihak Negara peminta kepada Negara diminta. Dan juga diketahui bahwa lembaga ekstradisi adalah lembaga atau sarana yang ampuh untuk dapat memberantas kejahatan. Hal ini hanya dapat diwujudkan jika terdapat hubungan yang baik antara negara-negara didunia, sehingga dapat lebih memudahkan dan mempercepat peneyerahan penjahat pelarian. Dan apabila suatu perbuatan yang dapat diekstradisikan adalah sifat kejahatan tersebut harus bersifat ganda atau “double criminality†artinya seorang yang melakukan tindak pidana di suatu Negara tertentu dan tindak pidana itu dapat diadili menurut hukum Negara tersebut demikian pula pebuatan tindak pidana tersebut dianggap juga merupakan tindak pidana dan dapat diadili oleh Negara lain. 2. Indonesia bertanggung jawab dalam tahapan pelaksanaan atau proses ekstradisi sebagaimana di atur dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1979 sebagaimana kapasitas Indonesia sebagai Negara yang dimintai ekstradisi harua melalui beberapa tahapan seperti Tahapan penerimaan permintaan presiden, Tahap pemeriksaan perkara ekstradisi, dan tahap persetujuan presiden. Dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1979 dalam penjabarannya lebih banyak mengatur mengenai proses pelaksanaan ekstradisi dalam kapasitas Indonesia sebagai Negara yang diminta, sedangkan prosedur pengajuan ekstradisi yang diminta oleh Indonesia kepada Negara lain sebagaimana diatur dalam Bab X Undang-undang No. 1 tahun 1979.Kata kunci: ekstradisi; kejahatan internasional;
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Apsari, Dewi Puspita;
Jaya, Made Krisna Adi;
Wintariani, Ni Putu;
Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/medicamento.v6i1.780
Swamedikasi bila dilakukan secara irasional dapat menimbulkan masalah seperti efek samping obat. Hal tersebut dapat diturunkan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, dimana hal tersebut terwakilkan dari pengetahuan mahasiswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap dan praktik swamedikasi mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi di Universitas Bali Internasional. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Instrumen kuisioner yang mengandung 20 pertanyaan digunakan pada penelitian. Data dianalisis menggunakan SPSS (21.0). Chi-square test digunakan untuk membandingkan distribusi proporsi tiap kelompok sampel. Prevalensi swamedikasi antara mahasiswa Farmasi (77,4%) dan Non-Farmasi (40,4%) berbeda signifikan (p=0,000). Pengetahuan dan Praktik swamedikasi mahasiswa Farmasi signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Non-Farmasi. Gejala flu merupakan indikasi obat yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi (43,1%). Mahasiswa Non-Farmasi (24,8%) signifikan (p=0,001) lebih tinggi menganggap penggunaan antibiotika aman untuk swamedikasi dibandingkan mahasiswa Farmasi (5,1%). Terdapat perbedaan signifikan lebih tinggi pengetahuan dan praktik swamedikasi pada mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi.
GAMBARAN WAKTU TUNGGU DAN IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT ATAS RESEP DOKTER DI PUSKESMAS KOTA DENPASAR
Jaya, Made Krisna Adi;
Apsari, Dewi Puspita
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.861
Menunggu merupakan suatu aktivitas yang seringkali menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan stress, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Pasien yang datang ke sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas, menginginkan suatu sistem pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama. Perlu dilakukan observasi lama waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter serta identifikasi faktor-faktor penyebab lama waktu tunggu di Puskesmas, karena puskesmas merupakan sarana kesehatan tingkat pertama di era JKN. Pendekatan studi kualitatif observasional dilakukan untuk mendapatkan gambaran waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter di puskesmas-puskesmas Kota Denpasar serta identifikasi faktor penyebab lama waktu tunggu pelayanan tersebut. Rata-rata waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter adalah 7 menit untuk resep racikan dan 4 menit untuk resep non-racikan. Sejumlah 424 resep racikan dan non-racikan telah observasi, hanya 32,74% resep non racikan dan 7,96% resep racikan yang memenuhi standar. Faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Kota Denpasar diantaranya faktor kurangnya asisten apoteker, tidak adanya apoteker yang bertugas, faktor dokter interhensip, faktor manajemen persediaan farmasi, dan faktor instrumen yang digunakan dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep di puskesmas belum sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh puskesmas tersebut. Permasalahan lama waktu tunggu tersebut disebabkan oleh 3 faktor utama yaitu faktor SDM, metode, dan manajemen.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
Dewi Puspita Apsari;
Made Krisna Adi Jaya;
Ni Putu Wintariani;
Ni Putu Aryati Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/medicamento.v6i1.780
Swamedikasi bila dilakukan secara irasional dapat menimbulkan masalah seperti efek samping obat. Hal tersebut dapat diturunkan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, dimana hal tersebut terwakilkan dari pengetahuan mahasiswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap dan praktik swamedikasi mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi di Universitas Bali Internasional. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Instrumen kuisioner yang mengandung 20 pertanyaan digunakan pada penelitian. Data dianalisis menggunakan SPSS (21.0). Chi-square test digunakan untuk membandingkan distribusi proporsi tiap kelompok sampel. Prevalensi swamedikasi antara mahasiswa Farmasi (77,4%) dan Non-Farmasi (40,4%) berbeda signifikan (p=0,000). Pengetahuan dan Praktik swamedikasi mahasiswa Farmasi signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Non-Farmasi. Gejala flu merupakan indikasi obat yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi (43,1%). Mahasiswa Non-Farmasi (24,8%) signifikan (p=0,001) lebih tinggi menganggap penggunaan antibiotika aman untuk swamedikasi dibandingkan mahasiswa Farmasi (5,1%). Terdapat perbedaan signifikan lebih tinggi pengetahuan dan praktik swamedikasi pada mahasiswa Farmasi dan Non-Farmasi.
GAMBARAN WAKTU TUNGGU DAN IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT ATAS RESEP DOKTER DI PUSKESMAS KOTA DENPASAR
Made Krisna Adi Jaya;
Dewi Puspita Apsari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/medicamento.v4i2.861
Menunggu merupakan suatu aktivitas yang seringkali menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan stress, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Pasien yang datang ke sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas, menginginkan suatu sistem pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama. Perlu dilakukan observasi lama waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter serta identifikasi faktor-faktor penyebab lama waktu tunggu di Puskesmas, karena puskesmas merupakan sarana kesehatan tingkat pertama di era JKN. Pendekatan studi kualitatif observasional dilakukan untuk mendapatkan gambaran waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter di puskesmas-puskesmas Kota Denpasar serta identifikasi faktor penyebab lama waktu tunggu pelayanan tersebut. Rata-rata waktu tunggu pelayanan obat atas resep dokter adalah 7 menit untuk resep racikan dan 4 menit untuk resep non-racikan. Sejumlah 424 resep racikan dan non-racikan telah observasi, hanya 32,74% resep non racikan dan 7,96% resep racikan yang memenuhi standar. Faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Kota Denpasar diantaranya faktor kurangnya asisten apoteker, tidak adanya apoteker yang bertugas, faktor dokter interhensip, faktor manajemen persediaan farmasi, dan faktor instrumen yang digunakan dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep di puskesmas belum sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh puskesmas tersebut. Permasalahan lama waktu tunggu tersebut disebabkan oleh 3 faktor utama yaitu faktor SDM, metode, dan manajemen.
Pengembangan Kuisioner Udayana untuk Penilaian Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian oleh Apoteker di Pusat Kesehatan Masyarakat
Luh Putu Febryana Larasanty;
Made Krisna Adi Jaya;
Ketut Widyani Astuti;
I Wayan Martadi Santika
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 11, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jmpf.60998
The implementation of pharmaceutical care by pharmacists at the community health center has been regulated in the Minister of Health Regulation No. 74 of 2016. Based on that regulation, assessment of pharmaceutical care services is needed to ensure the quality of services provided by pharmacists. This study aims to develop an Udayana questionnaire that can be used to evaluate the quality of pharmaceutical care provided by pharmacists at community health centers. This research is quantitative (survey implementation) carried out in 2 phases. The first phase is the design of the Udayana questionnaire. The second phase is to verify the validity and reliability of the questionnaire. The questionnaire validity test was carried out in three stages, namely the logical validity test, content validity, and construct validity. The questionnaire statement develop based on Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 obtained 31 statements which are divided into 5 dimensions of service quality. The logical validity test resulted in 30 statements that were declared valid by experts. Content validity test is done by calculating the value of the content validity ratio (CVR) and the value of the content validity index (CVI). The CVR and CVI results showed that 7 statements were eliminated because they were not valid (CVR value <0.99 and CVI <70%). Construct validity test and questionnaire reliability were tested on 384 respondents who had met the inclusion criteria. The construct validity test resulted 23 valid statement (r = 0.148). Results of the reliability test based on Cronbach's Alpha value is greater than 0.6, indicating that all the valid statement items in the Udayana questionnaire are reliable. Based on the results of validity and reliability tests, 23 statements of Udayana's questionnaire are stated valid and reliable and can be used to evaluate the quality of pharmaceutical care at the community health center.
Pengaruh Motivasi, Dukungan Keluarga, Sikap Dan Pengetahuan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus
Safira Nur Syifa;
Made Krisna Adi Jaya
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2275
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik menahun yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi dari keduanya. Penyakit diabetes melitus ini tidak dapat disembuhkan, namun penyakit tersebut dapat dikontrol. Keberhasilan dari proses kontrol terhadap penyakit diabetes melitus sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien diabetes melitus diantaranya faktor motivasi, dukungan keluarga, sikap dan pengetahuan pasien. Review literatur ini bertujuan untuk melihat faktor manakah diantara keempat faktor tersebut yang paling besar pengaruhnya terhadap tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus. Hasil review literatur menunjukkan bahwa faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus adalah faktor motivasi.
Efektivitas Berbagai Jenis Tanaman Tradisional Sebagai Agen Antihipertensi Dan Kandungannya
Gabriel Quentin;
Made Krisna Adi Jaya
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2283
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang tidak normal, baik itu tekanan darah sistolik (TDS) maupun tekanan darah diastolik (TDD) yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Pasien dapat dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik/diastolik lebih dari 140/90 mmHg. Tanaman tradisional memiliki berbagai kandungan kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif untuk menurunkan tekanan darah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui beberapa tanaman tradisional yang mamp dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah. Artikel ini disusun dengan mencari data acuan dalam beberapa jurnal yang tersedia pada situs internet. Beberapa tanaman yang ditemukan memiliki aktivitas sebagai agen antihipertensi adalah Apium graveolens, Persea americana, Morinda citrifolia, Mangifera indica, dan Averrhoa bilimbi.
Kombinasi Yoga dan Herbal dalam Pengobatan Beserta Efektivitasnya
I Gusti Agung Ayu Kartika;
Made Krisna Adi Jaya
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No. 2 Tahun 2022
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.171 KB)
|
DOI: 10.25078/jyk.v5i2.1896
Yoga is often combined with other types of therapy to maximize the patient's treatment. Combinations of yoga and herbs is one of the possible combinations. This study aims to summarize and review research results related to the combination of yoga and herbs. Research articles are collected from various online databases such as Google Scholar, Google, Medline, Pubmed, and Science Direct. Inclusion and exclusion criteria were applied to obtain clinical research articles that were original, relevant to the topic of interest, published in the last 10 years, full text accessible, also methods and results were described well and valid. In total there are only 5 articles that qualify for discussion. The research was conducted in Indonesia and India. The herbs were used in inhalation and oral forms. Indications for the use of a combination of yoga and herbs are reducing dismenorrhea pain, cronic joint pain, helping treat type 2 diabetes mellitus, hypertension, and improving sleep quality. The combination of yoga and herbs is still not widely applied and studied. It opens up great opportunities for further research.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Terjadinya Aterosklerosis pada Pasien Rawat Jalan di RSU Karya Dharma Husada Bros Singaraja
Setiawati, Setiawati;
Swastini, Dewa Ayu;
Jaya, Made Krisna Adi
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 9 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37824/jkqh.v9i1.2021.254
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian aterosklerosis pada pasien rawat jalan di RSU Karya Dharma Husada Bros Singaraja. penelitian ini merupakan penelitian observasional (non-eksperimental) dengan metode cross-sectional, dan penarikan subjek penelitian secara purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Uji Chi-Square dilakukan untuk mempelajari korelasi antara kejadian aterosklerosis dengan faktor risiko.