Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Patofisiologi Biomedik Depresi: Tinjauan Komprehensif terhadap Mekanisme Neurobiologis Mutiara Anissa; Dessy Abdullah
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.217

Abstract

Depresi merupakan salah satu gangguan psikiatri yang paling sering dijumpai di populasi umum dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas serta disabilitas global. Dari perspektif biomedik, depresi bukan hanya kondisi psikologis, melainkan gangguan yang ditandai oleh perubahan kompleks pada sistem saraf pusat, neuroendokrin, dan imun. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistematis dan mendalam mengenai mekanisme biomedik yang melandasi gangguan depresi, termasuk disfungsi neurotransmiter, hiperaktivasi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), neuroinflamasi, gangguan neuroplastisitas, dan implikasi genetik-epigenetik. Pemahaman yang mendalam terhadap aspek biomedik ini menjadi dasar penting dalam pengembangan pendekatan terapi yang lebih tepat sasaran dan efektif.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM SKRINING TUBERKULOSIS ANAK BERBASIS EDUKASI DAN APLIKASI SEDERHANA DI KOTA PADANG Resti Rahmadika Akbar; Mutiara Anissa; Insil Pendri Hariyani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i2.3670

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan skrining tuberkulosis (TB) anak melalui edukasi dan penggunaan aplikasi sederhana di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan komunitas melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pengetahuan TB anak, pelatihan keterampilan pengukuran antropometri dan identifikasi gejala, penggunaan aplikasi skrining TB anak, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 20 kader TB yang diberikan pelatihan terkait deteksi dini TB anak dan praktik penggunaan aplikasi pelaporan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56,3 menjadi 78,5 pada post-test, serta peningkatan kategori pengetahuan baik dari 30% menjadi 85%. Selain itu, kader mampu melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak, mengidentifikasi gejala klinis TB, serta menggunakan aplikasi skrining untuk pencatatan dan klasifikasi awal kasus secara sistematis. Pendampingan yang dilakukan juga meningkatkan partisipasi kader dalam pelacakan kasus TB anak di masyarakat. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader melalui edukasi dan pemanfaatan aplikasi sederhana efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dalam skrining TB anak dan mendukung upaya deteksi dini TB berbasis masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA ANAK DALAM LITERATUR KONTEMPORER: LITERATURE REVIEW Fany Septriani; Nadiah Khairunnisa; Resti Rahmadika Akbar; Insil Pendri Hariyani; Mutiara Anissa
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i1.3666

Abstract

Childhood obesity is a major global public health concern due to its increasing prevalence and long-term health consequences. The World Health Organization (WHO) reports that the prevalence of childhood obesity has risen significantly worldwide over the past decades. Childhood obesity not only affects physical health but also increases the risk of psychological and social problems. An imbalance between energy intake and energy expenditure over time leads to excessive fat accumulation, resulting in overweight and obesity. Body Mass Index (BMI) above normal levels is commonly used to indicate obesity in children. The primary cause of obesity is the accumulation of excess body fat due to excessive energy intake relative to energy needs. Childhood obesity is influenced by multiple factors, including genetic, maternal, nutritional, and socio-economic factors. These factors interact to shape dietary patterns, food choices, and physical activity levels, ultimately contributing to the development of obesity in children.
Edukasi Pengelolaan Keselamatan Kerja Nelayan dengan Media Brosur di Kecamatan Bungus Kota Padang Resti Rahmadika Akbar; Annisa Lidra Maribeth; Insil Pendri Hariyani; Mutiara Anissa; Muhammad Rifki; Ananda Lathifa; Mailinda; Atika Karina Asmi
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.232

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan  dan kesehatan kerja adalah suatu kegiatan untuk menciptakan  lingkungan  kerja yang  aman, nyaman  dan  cara  peningkatan  serta pemeliharaan  kesehatan  tenaga  kerja  baik jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan dan kesehatan  kerja  secara  khusus  bertujuan untuk  mencegah  atau  mengurangi kecelakaan  dan  akibatnya,  dan  untuk mengamankan  kapal,  peralatan  kerja,  dan produk  hasil  tangkapan.  Komponen terpenting dalam menjaga keselamatan jiwa dan  keselamatan  peralatan  kerja  adalah pengetahuan  tentang  penggunaan perlengkapan keselamatan kerja  bagi awak kapal, utamanya adalah  awak kapal bagian mesin.  Penggunaan  alat  perlengkapan keselamatan  kerja  ini telah  di  standarisasi baik secara nasional  maupun internasional, sehingga  wajb  digunakan  ketika  akan melaksanakan  kegiatan  kerja  utamanya adalah  kegiatan  kerja  di  ruang  mesin. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat nelayan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Metode: Kegiatan dimulai dari persiapan materi edukasi, membuat brosur dan melaksanakan kegiatan edukasi. Setelah pemberian materi edukasi, responden diminta untuk mengisi survei. Hasil: Hasil pemahaman dari responden cukup baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja nelayan sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera, serta menjaga kesejahteraan nelayan.
Edukasi dan Simulasi Penyusunan Visum et Repertum sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Medikolegal Dokter Umum Insil Pendri Hariyani; Naima Lassie; Resti Rahmadika Akbar; Mutiara Anissa; Vina Tri Septiana
Abdika Sciena Vol 4 No 1 (2026): JURABDIKES Volume 4 No 1, Juni 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v4i1.374

Abstract

Visum et repertum (VeR) merupakan dokumen medikolegal yang memiliki peran penting dalam proses peradilan pidana. Dokter umum sebagai tenaga medis yang sering pertama kali melakukan pemeriksaan terhadap korban tindak pidana perlu memiliki pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan medikolegal serta menyusun VeR secara sistematis, objektif, dan sesuai ketentuan hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyegaran pengetahuan dan penguatan keterampilan dokter umum dalam penyusunan VeR. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang dan diikuti oleh [jumlah peserta] dokter. Metode kegiatan berupa penyampaian materi secara interaktif, diskusi dan tanya jawab, serta simulasi penyusunan VeR berbasis kasus. Materi meliputi dasar hukum dan fungsi VeR, prinsip pemeriksaan medikolegal, teknik deskripsi luka, sistematika penyusunan VeR, dan penyusunan kesimpulan medikolegal. Selama kegiatan, peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai berbagai permasalahan medikolegal yang dijumpai dalam praktik. Simulasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan temuan pemeriksaan medis dengan penyusunan dokumen medikolegal. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya edukasi medikolegal berkelanjutan yang bersifat aplikatif dan berbasis kasus bagi dokter umum. Evaluasi kuantitatif belum dilakukan sehingga perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta belum dapat diukur secara objektif.