Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOSEN DIMEDIASI KOMPETENSI DOSEN DI KABUPATEN JAYAWIJAYA Rahayu, Nurita Angesti; Hutabarat, Ida M.
WAHANA Vol 71 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.093 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v71i1.1893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung kepemimpinan transformasional, iklim organisasi, dan kompetensi dosen terhadap kinerja dosen. Menguji pengaruh langsung kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi terhadap kompetensi dosen. Selain itu,menguji pengaruh kepemimpinan transformasional melalui kompetensi dosen terhadap kinerja dosen dan menguji iklim organisasi melalui kompetensi dosen terhadap kinerja dosen. Pengujian variabel penelitian menggunakan instrumen berupa kuesioner yang dibagikan kepada dosen dengan menggunakan skala likert 1-5 bergradasi positif dan negatif yang dibagikan kepada 54 sampel dari 117 populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling. Tempat penelitian ini di Sekolah Tinggi yang dinaungi oleh LLDIKTI wilayah XIV di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian eksplanasi. Analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis jalur (Path Analisys) dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapatpengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kompetensi dosen, (2) Terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap kompetensi dosen, (3) Terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja dosen, (4) Tidak terdapat pengaruh iklim organisasi terhadapkinerja dosen, (5) Terdapat pengaruh kompetensi dosen terhadap kinerja dosen, (6) Tidak terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional melalui kompetensi dosen terhadap kinerja dosen, (7) Tidak terdapat pengaruh iklim organisasi melalui kompetensi dosen terhadap kinerja dosen.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Putra, Eka; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip; Sampebua, Mingsep Rante
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Siallagan, Renhad Pebfrianto; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman, Suparman; Mataputun, Yulius; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI ERA DIGITALISASI Rumbiak, Edison; Irianto, Petrus; Masreng, Robert; Hutabarat, Ida M.; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10080

Abstract

This research aims to analyze the principal's leadership strategies in improving teacher performance in the digitalization era at SMP Negeri 2 Tiom, Lanny Jaya Regency, Highland Papua Province. The focus includes strategies for fostering morale and confidence, providing guidance and direction, the role of modeling, and providing inspiration, as well as identifying supporting factors, inhibitors, and the impact of these strategies. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with eight informants (principal, teachers, operator, committee, and students), participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal implements a "Context-Responsive Digital Leadership" strategy through a humanist and communicative approach to reduce the psychological barriers of teachers in 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) regions. Guidance is provided through reflective clinical supervision and internal peer mentoring programs to overcome the limitations of external training. The principal's digital role modeling in school administration serves as a catalyst for teachers to begin adopting technology gradually. The findings identify that the availability of 24-hour electricity since mid-2024 is a primary supporting factor, while internet infrastructure and the 2026 student device restriction policy are significant inhibitors. The implementation of these strategies has a positive impact on increasing teacher discipline and student learning motivation. The study concludes that integrating "Noken" local wisdom values into the school's digital culture strengthens the resilience of educational institutions in remote areas.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri Nawi Abua 1 Putra, Gatot Sukarno; Mataputun, Yulius; Irianto, Petrus; Budiarti, Indah S.; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3298

Abstract

This study analyzes the implementation of deep learning management to prepare the golden generation at Nawi Abua 1 Public Junior High School, Lanny Jaya Regency. Informants consisted of the principal, teachers, students, education office, committee, and curriculum deputy. The study used a descriptive qualitative method with data collection through deep interviews, participatory observation, and documentation study. Data validity was ensured by triangulation of sources and techniques, while analysis was conducted interactively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show the implementation of deep learning management through four aspects: planning (identification of student readiness, teaching modules, diagnostic assessments), organization (division of tasks, roles and responsibilities), implementation (learning objectives, learning activities, learning environment, partnerships), and evaluation (summative, formative, self-evaluation). Supporting factors include teacher qualifications, government policies, contextual learning, technology, and partnerships, while obstacles include limited facilities, learning environments, and students' intellectual abilities. The positive impacts include learning principles, learning experiences, improved 21st-century skills, teachers becoming facilitators, students becoming more active, and improved character. This study contributes to the development of deep learning management practices at Nawi Abua 1 Public Junior High School based on the local 3T context, providing evidence that this approach is effective in preparing the golden generation. There has been limited research on the implementation of deep learning management in mountainous regions with constrained infrastructure and human resources, such as Lanny Jaya Regency, as most previous studies have focused on urban schools.
Upaya Peningkatan Kemampuan Geometri Siswa SMP ST. Antonius Padua Sentani Melalui Pendekatan Matematika Realistik Ruru, Yacob; Hutabarat, Ida M.; Situmeang, Radian J.; Watori, Halle F.P.
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v10i1.5135

Abstract

Conceptual understanding is central to geometry learning, yet many junior high school students find geometric objects and their properties highly abstract. This community service program was conducted at SMP St. Antonius Padua Sentani, Jayapura Regency to strengthen Grade VIII students’ understanding of plane and solid geometry through a Realistic Mathematics Education (RME) approach. The program used context-based problems, concrete manipulatives, guided discussions, and structured practice. Program effectiveness was evaluated using a one-group pretest-posttest design (n=20). The mean score increased from 34 (pretest) to 41 (posttest) with an N-gain of 0.11 (low). Although the learning gains were modest, the activities improved student engagement and supported the transition from contextual situations to formal geometric representations. The results suggest that continued implementation and repeated cycles of RME-based instruction with richer tasks and longer duration are needed to achieve stronger learning gains.