Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENGUATAN MENTAL PESERTA DIDIK GEN ALPHA DI SMP PLUS INSAN GEMILANG Aini, Siti Nur; Syaifulloh, Ahmad; Nurkayati, Siti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.7259

Abstract

This study aims to describe the model of integration of Islamic Education and Guidance Counseling (BK) in strengthening the mental health of Generation Alpha students at SMP Plus Insan Gemilang. The background of this study is the increase in digital distractions and mental health challenges among the younger generation, which requires a holistic educational approach based on spiritual values. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through semi-structured in-depth interviews with students, guidance counselors, Islamic education teachers, and the principal, who were selected purposively. The data were analyzed using thematic analysis techniques and tested for validity through source triangulation and member checking. The results showed that the boarding school system, which has been a policy since the school's establishment, restrictions on the use of electronic devices, the habit of worship, and Islamic counseling services contributed positively to the inner peace, emotional control, resilience, and learning focus of students. These findings are in line with previous studies that confirm that religiosity and social support in Islamic educational environments are significantly related to students' psychological well-being. This study also found challenges in the form of homesickness, boredom due to busy schedules, and difficulties in time management that need to be overcome through counseling assistance and strengthening self-management skills. In conclusion, the integration of Islamic Education and BK in the context of boarding schools is a relevant and effective approach to strengthening the mental health of Generation Alpha students and can serve as a reference for other Islamic educational institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model integrasi Pendidikan Islam dan Bimbingan Konseling (BK) dalam penguatan kesehatan mental peserta didik Generasi Alpha di SMP Plus Insan Gemilang. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya distraksi digital dan tantangan kesehatan mental generasi muda sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang holistik berbasis nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap peserta didik, guru BK, guru PAI, dan kepala sekolah yang dipilih secara purposive. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem boarding school yang telah menjadi kebijakan sejak berdirinya sekolah, pembatasan penggunaan gawai, pembiasaan ibadah, dan layanan BK Islami berkontribusi positif terhadap ketenangan batin, pengendalian emosi, resiliensi, dan fokus belajar peserta didik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa religiusitas dan dukungan sosial di lingkungan pendidikan Islam berhubungan signifikan dengan kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini juga menemukan tantangan berupa rasa kangen rumah, kejenuhan akibat jadwal padat, dan kesulitan manajemen waktu yang perlu diatasi melalui pendampingan konseling dan penguatan keterampilan manajemen diri. Kesimpulannya, integrasi Pendidikan Islam dan BK dalam konteks boarding school merupakan pendekatan yang relevan dan efektif untuk memperkuat kesehatan mental peserta didik Generasi Alpha serta dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB AL-YAQUT AL-NAFIS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIKIH MAZHAB SYAFI’I DI MADRASAH ALIYAH Muna, Fauzul; Syaifulloh, Ahmad; Nurkayati, Siti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9455

Abstract

This study aims to describe the implementation of Al-Yaqut Al-Nafis book learning in improving students’ understanding of Shafi’i jurisprudence at MA Darul Muna Blora. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students. The results indicate that the learning of Al-Yaqut Al-Nafis is implemented as a local content subject taught in stages from grade X to grade XII by following the sequence of discussions in the book. The learning process does not rely on a single method but integrates bandongan, demonstration and direct practice, and sorogan methods. The bandongan method is used to build students’ conceptual understanding of jurisprudential materials, while demonstration and direct practice strengthen students’ practical understanding. Meanwhile, the sorogan method functions to evaluate students’ individual abilities and to train their readiness in reading and explaining the content of the book. The combination of these methods makes fiqh learning more contextual and applicable, thereby helping students understand Shafi’i jurisprudence not only theoretically but also in daily religious practices. However, challenges remain in the form of differences in students’ abilities to read Pegon script and to comprehend the translated text. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dalam meningkatkan pemahaman fikih mazhab Syafi’i di MA Darul Muna Blora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dilaksanakan sebagai muatan lokal yang diajarkan secara berjenjang dari kelas X hingga kelas XII dengan mengikuti urutan pembahasan dalam kitab. Proses pembelajaran tidak hanya menggunakan satu metode, melainkan memadukan metode bandongan, demonstrasi & praktik langsung, serta sorogan. Metode bandongan digunakan untuk membangun pemahaman konseptual peserta didik terhadap materi fikih, demonstrasi dan praktik langsung berperan dalam menguatkan pemahaman aplikatif, sedangkan metode sorogan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan peserta didik secara individual serta melatih kesiapan mereka dalam membaca dan menjelaskan materi kitab. Kombinasi metode tersebut menjadikan pembelajaran fikih lebih kontekstual dan aplikatif, sehingga membantu peserta didik memahami materi fikih mazhab Syafi’i tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan tantangan berupa perbedaan kemampuan peserta didik dalam membaca tulisan pegon dan memahami terjemahan materi kitab.
DEKONSTRUKSI ISLAM PROGRESIF: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN HASAN HANAFI DAN ASGHAR ALI ENGINEER DALAM LITERATUR KEISLAMAN Najib, Muhammad Afifun; Nurkayati, Siti; Syaifulloh, Ahmad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Islam progresif dalam pemikiran Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer melalui pendekatan dekonstruksi. Studi ini menyoroti landasan epistemologis dan metodologis kedua tokoh dalam membongkar pemikiran Islam normatif-tradisional serta relevansinya terhadap problem sosial kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif terhadap karya utama Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer, serta sumber pendukung berupa buku, skripsi, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Hanafi menekankan rekonstruksi epistemologi Islam melalui pendekatan historis-filosofis yang berorientasi pada transformasi sosial, sedangkan Asghar Ali Engineer lebih menekankan praksis teologi pembebasan yang berfokus pada keadilan sosial, kesetaraan, dan perlindungan kelompok tertindas. Meskipun memiliki perbedaan metodologis, keduanya sama-sama berkontribusi dalam mengembangkan Islam progresif sebagai paradigma kritis dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Hasan Hanafi dan Asghar Ali Engineer relevan untuk memperkuat diskursus Islam kontemporer yang kontekstual, transformatif, dan berorientasi pada keadilan sosial.