Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Diagram Fishbone Pada Analisis Lama Waktu Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju Lombok Barat Ahadi, Giatma Dwijuna; Rahayu, Supiani; Hamdani, Ade Sukma; Fanani, Akhmad
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.621

Abstract

Diagram Fishbone adalah alat kontrol kualitas statistik berupa diagram/gambar yang dapat membantu mengidentikasi berbagai penyebab dari suatu masalah. Analisis fishbone merupakan salah satu metode kualitatif deskriptif untuk digunakan dalam menganalisis data yang sudah ada untuk diidentifikasi permasalahan, dengan menganalisis penyebab masalah yang terjadi untuk mengetahui sumber-sumber yang bervariasi. Tempat Pendaftaran Pasien (TPP) merupakan tempat awal dimana pasien masuk melakukan pendaftaran diri untuk berobat ke poli yang akan di tuju. Analisis proses pendaftaran, Standar Operasional Prosedur (SOP) pendaftaran pasien, dan anggaran untuk peralatan pendaftaran ini dapat memberikan gambaran tentang elemen-elemen yang memengaruhi kelancaran proses pendaftaran di Rumah Sakit Patut Patuh Patju. Tujuan dalam penelitian ini yaitu dengan adanya metode diagram fishbone dapat memberikan gambaran visual yang membantu dalam mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Patut Patuh Patju. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis diperoleh faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya manusia yang belum mencukupi, keterbatasan anggaran untuk kebutuhan mendesak, identifikasi kebutuhan material yang belum lengkap, ketiadaan metode atau prosedur formal, serta masalah pada peralatan dan teknologi, semuanya berkontribusi pada terhambatnya kelancaran pendaftaran. Upaya perbaikan pada semua faktor ini diharapkan akan menghasilkan perubahan positif dalam efisiensi dan kualitas layanan pendaftaran pasien di rumah sakit tersebut.
Pengolahan Rempah dan Minuman Tradisional bagi PKK dan Kader Posyandu Desa Bengkaung Tahun 2025 Bayani, Faizul; Hulyadi, Hulyadi; Muhali, Muhali; Yuliana, Depi; Hamdani, Ade Sukma; Pomeistia, Meilynda; Gargazi, Gargazi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bw99gy69

Abstract

Pemanfaatan rempah dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk minuman tradisional berpotensi memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan membuka peluang usaha rumah tangga. Namun, pengolahan di tingkat rumah tangga/UMKM masih menghadapi kendala dalam hal higienitas, keamanan pangan, dan kewirausahaan. Desa Bengkaung di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, yang kaya rempah dan TOGA, memiliki PKK dan kader Posyandu yang berperan penting dalam kesehatan masyarakat, namun belum memiliki keterampilan dalam mengolah minuman tradisional yang sehat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas PKK dan kader Posyandu untuk memproduksi minuman tradisional berbasis rempah lokal yang higienis serta menumbuhkan orientasi usaha mikro. Pendekatan yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR), mencakup analisis kebutuhan, penyusunan modul higiene-sanitasi dan prinsip HACCP sederhana, serta pelatihan kewirausahaan dasar. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi praktik, dan penilaian organoleptik produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait manfaat rempah dan keamanan pangan, serta keterampilan teknis pengolahan dan pengemasan, yang mendorong inisiatif untuk mengembangkan minuman tradisional sebagai usaha mikro berbasis komunitas. Processing of Traditional Spices and Beverages for the PKK and Posyandu Cadres of Bengkaung Village in 2025  Abstract The utilization of spices and family medicinal plants (TOGA) for traditional beverages has the potential to strengthen family health resilience and open opportunities for household businesses. However, processing at the household/SME level still faces challenges in hygiene, food safety, and entrepreneurship. Bengkaung Village in Batulayar District, West Lombok Regency, rich in spices and TOGA, has PKK and Posyandu cadres who play an important role in public health, but they lack skills in processing healthy and safe traditional beverages. This community service activity aims to enhance the capacity of PKK and Posyandu cadres to produce hygienic traditional beverages based on local spices and foster a microenterprise orientation. The approach used is participatory training with a Participatory Action Research (PAR) paradigm, including needs analysis, the development of hygiene-sanitation modules, and simple HACCP principles, as well as basic entrepreneurship training. Evaluation was carried out through pre-post tests, practice observations, and organoleptic product assessments. The results show an increase in participants' knowledge regarding the benefits of spices and food safety, as well as technical skills in processing and packaging, which encourage the initiative to develop traditional beverages as a community-based microenterprise.