Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Metode Sabak, Sabki, Manzil Dalam Menghafal Al-Qur'an 30 Juz di Pesantren Nuur Ar Radhiyyah Sugianto, Sugianto; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2449

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas keilmuan dan spiritual yang membutuhkan proses pembelajaran terstruktur, konsisten, serta didukung oleh metode yang tepat agar hafalan dapat diperoleh, dijaga, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan pesantren, keberhasilan program tahfidz sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang diterapkan, termasuk pemilihan metode yang sesuai dengan karakteristik santri. Pesantren Nuur Ar Radhiyyah menerapkan metode Sabak, Sabki, dan Manzil sebagai pendekatan utama dalam membina kemampuan hafalan Al-Qur’an santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, guru tahfidz, serta santri sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Sabak berfungsi sebagai tahapan awal dalam proses penambahan hafalan baru secara sistematis dan terarah, metode Sabki berperan dalam memperkuat hafalan yang telah diperoleh melalui pengulangan yang terencana dan berkesinambungan, sedangkan metode Manzil berfungsi menjaga stabilitas hafalan jangka panjang agar tetap terpelihara dengan baik. Penerapan ketiga metode tersebut didukung oleh pengelolaan waktu yang disiplin, pendampingan intensif oleh guru tahfidz, pembiasaan muroja’ah dalam aktivitas harian santri, serta evaluasi berkala terhadap capaian hafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Sabak, Sabki, dan Manzil tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an dari segi kelancaran, ketepatan bacaan, dan konsistensi hafalan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian santri dalam proses belajar. Dengan demikian, penerapan metode tersebut terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an dan dapat dijadikan sebagai model pembelajaran tahfidz yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Implementasi Ekstrakurikuler Kaligrafi Quran Dalam Mengembangkan Kemampuan Seni Menulis Indah Al-Qur’an di Pondok Pesantren Modern Taajussalaam Besilam Zakaria, M. Rizki; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrakurikuler kaligrafi Qur’an merupakan salah satu kegiatan pengembangan minat dan bakat santri yang memiliki nilai estetika dan spiritual dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi Qur’an serta menganalisis kontribusinya dalam mengembangkan kemampuan seni menulis indah Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Modern Taajussalaam Besilam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler kaligrafi Qur’an dilaksanakan secara terencana melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan santri dalam menulis Al-Qur’an secara indah sesuai kaidah khat Arab serta menumbuhkan minat dan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an. Faktor pendukung kegiatan meliputi dukungan pesantren, motivasi santri, dan ketersediaan sarana prasarana, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pembimbing dan perbedaan kemampuan awal santri.
Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di SMK Negeri 1 Tanjung Pura Adila, Intan; Muchtar, Muhizar; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2744

Abstract

Kemajuan teknologi yang memasuki era Society 5.0, digitalisasi termasuk kedalam komponen utama keberhasilan pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tanggung jawab ganda: mentransformasi nilai spiritual sekaligus beradaptasi dengan teknologi instruksional yang inovatif. Upaya ini selaras dengan mandat QS. Al-Mujadilah: 11 mengenai peningkatan derajat melalui ilmu pengetahuan. Lokasi penelitian ini bertempat di SMK N 1 Tanjung Pura, dengan karakterisitik peserta didik sudah relevan dengan media digital. Namun, observasi lapangan menunjukkan adanya kesenjangan literasi digital, guru PAI menghadapi tantangan dalam menyajikan materi yang adaptif guna meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi melalui pelatihan digitalisasi menjadi langkah krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semistruktur, dan analisis portofolio digital guru. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi guru PAI dan menganalisis dampak pelatihan tersebut terhadap pengembangan 6 kompetensi guru (profesional-personal religius) di SMK N 1 Tanjung Pura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digitalisasi memberikan signifikansi positif terhadap literasi digital guru PAI. Peningkatan kompetensi terlihat pada kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif terutama pada materi akidah, akhlak dan sejarah kebudayaan islam. Guru PAI kini lebih inovatif dalam mengemas materi keagamaan yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih visual dan interaktif. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu persiapan media, namun hal ini dapat diatasi melalui kolaborasi antar-guru dalam komunitas belajar di sekolah, dan dukungan infrastruktur sekolah serta keberlanjutan pelatihan menjadi kunci keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan agama.
Penerapan Game Edukasi untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas IX MTs Darul Arafah Pangkalan Berandan Utari, Silvia; Al Qadri, Muammar; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa melalui penerapan game edukasi pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas IX MTs Darul Arafah Pangkalan Berandan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX C yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game edukasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 51,72%. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 76 dengan persentase ketuntasan 62,07%. Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan dengan nilai rata-rata 86 dan persentase ketuntasan mencapai 89,66%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi dalam pembelajaran Akidah Akhlak efektif dalam meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis game edukasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Implentasi Model Project Based Leaening Dalam Membina Karakter Disiplin Siswa Pada Mata Pelajaran SKI Kelas XI di MAN 1 Langkat Syafitri, Syifa; Saleh, Muhammad; Ramayani, Nurmisda
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan model pembelajaran Project best learning dalam membina karakter disiplin siswa pada mata pelajaran SKI kelas XI di MAN 1 Langkat menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan siswa, guru, sebagai partisipan yang dipilih secara purposive. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan pandangan yang komprehensif mengenai penerapan model PjBL dan dampaknya terhadap karakteristik disiplin siswa. Analisis data yang dilakukan yang dilakukan dengan pengkodean untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul, serta membandingkan informasi dari berbagai sumber. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan PjBL bukan hanya sekedar meningkatkan keterlibatan saat proses pembelajaran, selain itu berkontribusi pada pengembangan karakter disiplin melalui tanggung jawab dalam dan menyelesaikan masalah dan menyelesaikan proyek. Penelitian ini mengidentifikasikan beberapa faktor yang mendukung seperti kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, keterlibatan orang tua, serta hambatan yang dihadapi seperti minat belajar siswa, keterbatasan biaya, serta alat dan bahan. Hasil yang diharapkan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas model pembelajaran dalam membina karakter disiplin siswa dan faktor-faktor yang mendukung atau menghambat pelaksanaannya serta menyertakan model untuk meningkatkan pendidikan di MAN 1 Langkat.