Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Hiasan Decoupage Pada Tas Anyaman Pandan Bagi Masyarakat Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Prabawati, Melly; Lutfia Zahra, E
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4090

Abstract

ABSTRAK Pengembangan kesejahteraan dan pengembangan potensi dari industry kreatif termasuk dalam ruang lingkup bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan yang akan dilaksanakan dosen harus sesuai kebutuhan yang nyata dari masyarakat di tempat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pelatihan keterampilan pembuatan hiasan decoupage pada tas anyaman pandan adalah kegiatan PkM yang dilakukan dosen Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Tujuanny yaitu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat dalam membuat hiasan decoupage pada tas anyaman pandan. Masyarakat dari kecamatan Muaragembong kabupaten Bekasi adalah masyarakat yang mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan hiasan decoupage pada tas anyaman pandan. Pelaksanaan PkM yaitu diawali dengan melihat lokasi, lalu dilanjutkan penelitian pembuatan hiasan decoupage pada tas anyaman pandan, kemudian peserta diberikan modul decoupage pada tas anyaman pandan, lalu dosen memberikan penjelasan materipembelajaran menggunakan metode ceramah serta demonstrasi tentang langkah - langkah pembuatan hiasan decoupage pada tas anyaman pandan, dilanjutkan dengan dosen dan mahasiswa memberikan arahan kepada peserta dalam membuat hiasan decoupage pada tas anyaman pandan.Mahasiswa dilibatkan pada kegiatan PkM supaya mereka memiliki rasa untuk mengabdi pada masyarakat dengan ikut berkontribusi sesuai bidangnya serta peduli pada kondisi yang terjadi ditengah lingkungan masyarakat. Adapaun hasil pada kegiatan PkM yaitu para peserta mempunyai keterampilan tambahanan membuat hiasan decoupage pada tas anyaman pandan dan dapat menambah wawasan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur. ABSTRACT The development of welfare and potential of the creative industry are included in the scope of the communityservice field. The Activities that will be carried out by lecturers must be in accordance with the real needs ofthe community at location of the Community Service activity. Training in the skills of making decoupage decoration on woven pandan bags is a PkM activity carried out by lecturers in fashion design, Engineering Faculty, University of State Jakarta. The goals is to provide knowledge and skills to the community in making decoupage decoration on pandan woven bag. The community from Muaragembong sub-distric, Bekasi regency is community that participated training activities for making decoupage decorations on woven pandan bags. The implementation of the activity is strated by looking at the location, than continued with research on making decoupage decoration on pandan woven bags, then participants are given a decoupage module on pandan wovens bags, than the lecturer provides an explanation of the learning material using the lecture method and demonstration about the steps for making decoupage decoration non pandan woven bags, continued with lecturers and students giving directions to participants in making decoupage decoration on pandan woven bags. Students are involved in activities so that day have a sense of serving the community by contributing accordingto their fields and caring about the conditions that occur in the community environment. The results of the activities are that the participants have additional skills in making decouoage decoration on pandan woven bags and can increase inside to foster an entrepreneurial spirit.
EVALUASI PENGGUNAAN MODUL ILUSTRASI BAGIAN-BAGIAN BUSANA DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DESAIN MODE Nasta Irena Savela; Arrsy, Esty Nurbaity; Prabawati, Melly
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.1.43

Abstract

This study aims to evaluate the quality of teaching materials in the form of a fashion illustration module, specifically focusing on collar and sleeve materials, designed to support students' independent learning in the Fashion Drawing course within the Fashion Design Education Study Program. The module was developed in accordance with the principles of vocational learning, which emphasize the integration of theory and practice, as well as the characteristics of modern learning modules. The research method employed a quantitative approach, utilizing a pre-experimental one-shot case study design and quantitative descriptive data analysis. The assessment was conducted by four expert panelists using an assessment scale instrument that encompassed aspects of the teaching materials (material, presentation, and language) and module characteristics (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user-friendly). The results showed that the module was in the "Good" category with an average score of 89.86%. The module characteristics obtained the highest score of 93.75%, while the teaching materials aspect obtained a score of 86.64%. The highest indicators were stand-alone and user-friendly, achieving a perfect score of 100%, which confirms that the module can be used independently and is easily understood by students. In contrast, the adaptive indicator scored the lowest at 83.33%, indicating the module's limitations in adapting to technological developments and diverse learning styles. Overall, this fashion illustration module meets the criteria for effective teaching materials and is suitable for use in vocational learning. The module not only presents material systematically and comprehensively but also supports student independence in learning. These findings suggest that developing similar modules could be a crucial strategy for enhancing the quality of vocational learning, with the caveat that further development of the adaptability aspect is necessary through the integration of digital technology and interactive media.   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas bahan ajar berupa modul ilustrasi bagian-bagian busana, khususnya materi kerah dan lengan, yang dirancang untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa pada mata kuliah Menggambar Mode di Program Studi Pendidikan Tata Busana. Modul dikembangkan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran vokasional yang menekankan keterpaduan teori dan praktik, serta karakteristik modul pembelajaran modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one shot case study dan analisis data deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh empat panelis ahli menggunakan instrumen skala penilaian yang mencakup aspek bahan ajar (materi, penyajian, kebahasaan) dan karakteristik modul (self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, user-friendly). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berada dalam kategori “Baik” dengan skor rata-rata 89,86%. Karakteristik modul memperoleh skor tertinggi sebesar 93,75%, sedangkan aspek bahan ajar memperoleh skor 86,64%. Indikator tertinggi adalah stand-alone dan user-friendly dengan skor sempurna 100%, yang menegaskan bahwa modul dapat digunakan secara mandiri dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Sebaliknya, indikator adaptive memperoleh skor terendah sebesar 83,33%, menunjukkan keterbatasan modul dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan gaya belajar yang beragam. Secara keseluruhan, modul ilustrasi bagian-bagian busana ini telah memenuhi kriteria bahan ajar yang efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran vokasional. Modul tidak hanya menyajikan materi secara sistematis dan komprehensif, tetapi juga mendukung kemandirian belajar mahasiswa. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan modul serupa dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasional, dengan catatan perlunya pengembangan lebih lanjut pada aspek adaptivitas melalui integrasi teknologi digital dan media interaktif.