Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal AFIAT

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA SISWI KELAS XI DI SMA SANDIKTA BEKASI TAHUN 2019 Alyvia Putri Ramadhani; Marini Agustin
Afiat Vol 6 No 02 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i02.1330

Abstract

Premenstrual Syndrome merupakan kumpulan suatu gejala yang terjadi 7-10 hari sebelum menstruasi, gejalanya seperti nyeri perut, mudah tersinggung, dll. Faktor-faktor yang berhubungan dengan PMS diantaranya faktor usia menarche, tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga dan pola tidur. Dampak dari kejadian PMS berat yang tidak teratasi dapat menimbulkan terjadinya Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PMS pada siswi kelas XI di SMA Sandikta Bekasi tahun 2019. Metode Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 85 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan α = 5%. Hasil Penelitian diperoleh faktor tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga dan pola tidur berhubungan dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan nilai p masing masing 0,045, 0,007, 0,001, 0,035, sedangkan usia menarche tidak berhubungan dengan kejadian PMS dengan nilai p 0,752. Simpulan memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres, status gizi, riwayat keluarga, dan pola tidur dengan kejadian PMS. Saran diharapkan pihak sekolah SMA Sandikta Bekasi dapat memberikan promosi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media kesehatan yang berhubungan dengan PMS, pola tidur yang baik serta asupan gizi remaja yang mudah dipahami dan menarik bagi siswi. Premenstrual Syndrome is a collection of symptoms that occur 7-10 days before menstruation, symptoms such as abdominal pain, irritability, etc. Factors related to PMS include menarche age, stress level, nutritions status, family history and sleep patterns. The impact of unresolved severe PMS events can lead to Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). The main purpose of this research is to determine the factors associated with the incidence of PMS in Class XI students at Sandikta High School Bekasi in 2019. Research methods Quantitative used cross sectional approach. Samples were taken using a simple random sampling technique of 85 respondents. The analysis used univariate and bivariate using chi-square with α = 5%. The results showed that stress levels, nutritional status, family history and sleep patterns were associated with the incidence of Premenstrual Syndrome (PMS) with p values ​​of 0.045, 0.007, 0.001, 0.035 respectively, while the age of menarche was not related to the incidence of PMS with a p value of 0.752. The conclusion shows that there is a significant relationship between stress levels, nutritional status, family history, and sleep patterns with the incidence of PMS. Suggestions are expected that Sandikta High School Bekasi can provide health promotion both directly and indirectly through health media related to PMS, good sleep patterns, and nutritional intake of adolescent that are easily understood and attractive to students
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH agustin, marini; Ramadhani, Novia Wulan
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4681

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi beberapa penyakit tidak menular dan penyakit kronis lain yang dapat dicegah. Dari 2016 hingga 2019, 1,9 miliar orang di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, 650 juta di antaranya mengalami obesitas. Dampak obesitas cukup luas terhadap berbagai penyakit kronik degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan diabetes tipe 2 serta kelainan tulang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam As- Syafi’iyah. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 305 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Jumlah sampel sebanyak 75 responden mahasiswi yang mengalami obesitas menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui uji chi-square dengan α = 5% atau (0.05). Hasil penelitian univariat menunjukan 48 (64.0%) memiliki frekuensi makan lebih, melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 30 (40.0%), dan kejadian obesitas I sebanyak 35 (46.7%). Hasil bivariat pada frekuensi makan pvalue 0.017 (p<0,05) maka H0 ditolak, dan aktivitas fisik didapatkan pvalue 0.003 (p<0,05) maka H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas. Saran diharapkan bagi mahasiswi untuk mengatur keseimbangan frekuensi makan, aktivitas fisik dan mengontrol Indeks Massa Tubuh untuk mencegah terjadinya obesitas.
Hubungan Kualitas Pelayanan Pendaftaran Di Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur wati, seni; Meilita, Zuhriya; Agustin, Marini; Pujiharti, Imelda
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4724

Abstract

Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan promotife, preventif, kuratif, rehabilitatif. Sikap positif kepuasan pasien akan berepengaruh terhadap keputusan pasien untuk kunjungan ulang ke klinik. Dalam beberapa penelitian masih banyak ditemukan angka kepuasan pasien yang masih tergolong rendah atau dibawah 95%. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan pendaftaran rawat jalan dengan kepuasan pasien di Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur tahun 2021. Metode penelitian deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan jumlah 171 responden. Hasil penelitian terdapat hubungan Kualitas pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien. Dengan hasil univariat gambaran Kualitas Pelayanan 79 responden (46,2%) diantaranya mempersepsikan pendaftaran rawat jalan baik, 92 responden (53,8%) mempersepsikan pendaftaran rawat jalan kurang baik, dan untuk gambaran kepuasan pasien 86 responden (50,3%) menyatakan puas, dan 85 responden (49,7%) menyatakan kurang puas. Simpulan Terdapat hubungan Kualitas Pelayanan Pendaftaran Di Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur dengan hasil diperoleh p value 0,000 nilai ini lebih kecil α=5%. Saran agar lebih meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan yang baik dengan cara mengedepankan kedisiplinan petugas untuk mencapai tingkat kepuasan pasien
PENGARUH PEMBERIAN TINDAKAN ROM PASIF TERHADAP PEMULIHAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN DENGAN TIRAH BARING AGUSTIN, MARINI; FAJRIN, DINA MUTIA
Afiat Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i2.5358

Abstract

Pasien dengan tirah baring total bisa mengakibatkan infeksi, kontraktur, ulkus dekubitus, serta pembekuan darah. Kekuatan otot merupakan kemampuan untuk mengangkat beban melalui kontraksi otot. Salah satu tindakan melihat kekuatan otot yang bisa di lakukan di ruang ICU adalah ROM Pasif. Melakukan mobilisasi persendian dengan latihan ROM dapat mencegah berbagai komplikasi seperti nyeri karena tekanan, kontraktur. Tujuan Mengetahui Pengaruh pemberian tindakan ROM pasif terhadap pemulihan kekuatan otot pada pasien ICU dengan tirah baring lama di ruangan ICU Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Metode Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan desain pre test dan post test tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini semua pasien yang mengalami tirah baring lama sebanyak 15 responden. Teknik sampling penelitian ini purposive sampling. Intrumen yang digunakan peneliti lembar penilaian Manual Muscle Testing (MMT) dan analisis univariat berdistribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil Sebagian besar responden dengan karakteristik usia lansia sebanyak 12 responden (80%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 11 responden (73.3%), sebelum dilakukan tindakan ROM pasif mayoritas kekuatan otot dengan skala 2 sebanyak 4 responden (26,7%), Sesudah dilakukan tindakan ROM pasif mayoritas kekuatan otot dengan skala 4 sebanyak 8 responden (53,3),, dan hasil uji wilcoxon diketahui dengan probabilitas (sig) kekuatan otot atau nilai p sebesar 0,000. Nilai p < 0,05 (tingkat signifikansi) maka Ho di tolak dan Ha di terima. Simpulan Ada pengaruh tindakan ROM pasif terhadap kekuatan otot di ruangan ICU Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Saran Dapat menjadi masukan dan pengetahuan bagi perawat khususnya pada pasien tirah baring lama yang mengalami penurunan kekuatan otot sebagai pilihan terapi nonfarmakologi tanpa efek samping yang aman dan mudah