Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Kekurangan Energi Kronik Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Septy Ariani; Martini Zalukhu; Lastri Mei Winarni
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 1 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronik merupakan masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil. Anemia merupakam kondisi sel darah merah menurun atau menurunnyal kadar halemoglobin. WHO mencatat 41,8% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko kelahiran premature, kematian ibu dan anak, penyakit infeksi, janin lambat dan tidak berkembang, berat badan lahir rendah serta cacat bawaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Anemia pada Ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelalsi dengaln ralncalngaln cross sectionall. Populasi diperoleh dari data rekam medik ibu hamil yang telah melakukan pemeriksaan Antenatal Care dan laboratorium pada bulan Januari-April tahun 2023. Populasi sebanyak 182 responden dan sampel 125 responden dengan teknik Insidental salmpling. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 86 (69%) ibu hamil yang mengalami anemia mayoritas mengalami KEK sebanyak 47 (38%), sedangkan dari 39 (31%) ibu hamil yang tidak anemia sebagian besar tidak mengalami KEK sebanyak 78 (62%). Hasil chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan kekurangan energi kronik dengan anemia pada ibu hamil dengan nilai p= 0,000. Artinya nilai p-value 0,000<0,005. Terdapat kesimpulan yaitu Ada hubungan kekurangan energi kronik dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Septy Ariani; Anandhita Aflilia; Fila Fildilla
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 2 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: berdasarkan data WHO, prevalensi stunting secara global adalah 22,2%, atau sekitar 150,8 juta anak di bawah usia lima tahun. Pada tahun 2019 angka kejadian stunting di Kabupaten Tangerang sebesar 16,4% dan meningkat menjadi 23,3% pada tahun 2020. Anak yang mengalami stunting akan berdampak pada gangguan perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Desain penelitian menggunakan metode cross sectional, dilakukan langsung kepada ibu yang mempunyai anak usia 0-60 bulan dengan populasi 151 responden, menggunakan rumus slovin sampel yang di dapat sebanyak 110 responden dengan teknik random sampling. Hasil: Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan stunting balita menunjukan hasil chi square p value 0,001< 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting balita.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Lebak Wangi Mesrani Gulo; Septy Ariani; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil adalah defisiensi zat besi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi saat kehamilan maupun setelah kelahiran. Menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi anemia pada ibu hamil secara global pada tahun 2019 mencapai 36,5% (95% interval ketidak pastian: 34,0%–39,1%). Tujuan Penelelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Desa Lebak Wangi Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi diperoleh dari data dikelurahan anak yang telah di antropometri di posyandu dari bulan Februari-April 2025 sebanyak 235 anak balita yang stunting dan sampel sebanyak 110 responden dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 45 (40,9%) ibu yang mengalami anemia sedang dan mayoritas anak mengalami stungting dengan stustus gizi kurang/pendek 55 (36,9%) sedangkan dari 54 (49,1%) yang anemia ringan mayoritas juga anak mengalami stunting ringan 55 (36,9%). Hasil Spearman menunjukkan bahwa ada Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita dengan nilai p= 0,000. Artinya nilai p-value 0,000<0,005. Kesimpulan: Ada Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita.
PENGARUH JUS BUAH BIT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN DESA PALASARI Ariani, Septy; Bela Magfiroh; Kusumastuti, Nurry
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i2.7229

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di Indonesia mecapai 37,1%, dengan prevalensi tinggi di wilayah pedesaan yaitu 37,8%. Anemia jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Buah bit mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin secara alami. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Lokasi pemberian jus buah bit ini di kelurahan desa palasari, dan pemberian dilakukan pada tanggal 09 Juli sampai 13 Juli 2025. Pemberian jus buah bit menggunakan sampel 32 ibu hamil dengan menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi diberikan jus buah bit 200 ml/hari selama 5 hari, sementara kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Dari hasil Terdapat peningkatan kadar hemoglobin rata-rata pada kelompok intervensi dari 10,66 g/dL menjadi 11,21 g/dL, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,71 g/dL menjadi 10,76 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Diharapkan Pemberian jus buah bit secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan.Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di Indonesia mecapai 37,1%, dengan prevalensi tinggi di wilayah pedesaan yaitu 37,8%. Anemia jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Buah bit mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin secara alami. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Lokasi pemberian jus buah bit ini di kelurahan desa palasari, dan pemberian dilakukan pada tanggal 09 Juli sampai 13 Juli 2025. Pemberian jus buah bit menggunakan sampel 32 ibu hamil dengan menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi diberikan jus buah bit 200 ml/hari selama 5 hari, sementara kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Dari hasil Terdapat peningkatan kadar hemoglobin rata-rata pada kelompok intervensi dari 10,66 g/dL menjadi 11,21 g/dL, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,71 g/dL menjadi 10,76 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Diharapkan Pemberian jus buah bit secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan.