Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Septy Ariani; Anandhita Aflilia; Fila Fildilla
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 2 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: berdasarkan data WHO, prevalensi stunting secara global adalah 22,2%, atau sekitar 150,8 juta anak di bawah usia lima tahun. Pada tahun 2019 angka kejadian stunting di Kabupaten Tangerang sebesar 16,4% dan meningkat menjadi 23,3% pada tahun 2020. Anak yang mengalami stunting akan berdampak pada gangguan perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Desain penelitian menggunakan metode cross sectional, dilakukan langsung kepada ibu yang mempunyai anak usia 0-60 bulan dengan populasi 151 responden, menggunakan rumus slovin sampel yang di dapat sebanyak 110 responden dengan teknik random sampling. Hasil: Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan stunting balita menunjukan hasil chi square p value 0,001< 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting balita.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Lebak Wangi Mesrani Gulo; Septy Ariani; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil adalah defisiensi zat besi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi saat kehamilan maupun setelah kelahiran. Menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi anemia pada ibu hamil secara global pada tahun 2019 mencapai 36,5% (95% interval ketidak pastian: 34,0%–39,1%). Tujuan Penelelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Desa Lebak Wangi Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi diperoleh dari data dikelurahan anak yang telah di antropometri di posyandu dari bulan Februari-April 2025 sebanyak 235 anak balita yang stunting dan sampel sebanyak 110 responden dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 45 (40,9%) ibu yang mengalami anemia sedang dan mayoritas anak mengalami stungting dengan stustus gizi kurang/pendek 55 (36,9%) sedangkan dari 54 (49,1%) yang anemia ringan mayoritas juga anak mengalami stunting ringan 55 (36,9%). Hasil Spearman menunjukkan bahwa ada Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita dengan nilai p= 0,000. Artinya nilai p-value 0,000<0,005. Kesimpulan: Ada Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita.
PENGARUH JUS BUAH BIT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN DESA PALASARI Ariani, Septy; Bela Magfiroh; Kusumastuti, Nurry
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i2.7229

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di Indonesia mecapai 37,1%, dengan prevalensi tinggi di wilayah pedesaan yaitu 37,8%. Anemia jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Buah bit mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin secara alami. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Lokasi pemberian jus buah bit ini di kelurahan desa palasari, dan pemberian dilakukan pada tanggal 09 Juli sampai 13 Juli 2025. Pemberian jus buah bit menggunakan sampel 32 ibu hamil dengan menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi diberikan jus buah bit 200 ml/hari selama 5 hari, sementara kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Dari hasil Terdapat peningkatan kadar hemoglobin rata-rata pada kelompok intervensi dari 10,66 g/dL menjadi 11,21 g/dL, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,71 g/dL menjadi 10,76 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Diharapkan Pemberian jus buah bit secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan.Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di Indonesia mecapai 37,1%, dengan prevalensi tinggi di wilayah pedesaan yaitu 37,8%. Anemia jika tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Buah bit mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin secara alami. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Lokasi pemberian jus buah bit ini di kelurahan desa palasari, dan pemberian dilakukan pada tanggal 09 Juli sampai 13 Juli 2025. Pemberian jus buah bit menggunakan sampel 32 ibu hamil dengan menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi diberikan jus buah bit 200 ml/hari selama 5 hari, sementara kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Dari hasil Terdapat peningkatan kadar hemoglobin rata-rata pada kelompok intervensi dari 10,66 g/dL menjadi 11,21 g/dL, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,71 g/dL menjadi 10,76 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Diharapkan Pemberian jus buah bit secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan.
Effectiveness of Starfruit Leaf Tea in Reducing Blood Pressure in Pregnant Women with Hypertension Septy Ariani; Nuraliyah Sugianti; Fila Fildilla
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4962

Abstract

Hypertension is a cause of maternal morbidity and mortality. Hypertension in pregnancy can cause complications such as thrombocytopenia, myocardial infarction, pulmonary edema, maternal death. The impact on the fetus is death and low birth weight (LBW). The impact of hypertension that can be dangerous and life-threatening, so it is necessary to do early treatment by providing pharmacological and non-pharmacological treatment. Starfruit leaves have several compounds such as potassium citrate which functions as a diuretic so that it can help to lower blood pressure, also has the potential as an antioxidant to lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving starfruit leaf tea on reducing blood pressure in pregnant women with hypertension. The research method is Quasi Experiment pre-test and post-test with control group design, the study was conducted in Pasar Kemis District, Tangerang Regency, a sample of 30 respondents, namely 15 pregnant women as the intervention group and 15 pregnant women as the control group. Researchers conducted pre-tests and post-tests on respondents by measuring blood pressure. Researchers gave starfruit leaf tea to the intervention group for 7 days as much as 200 cc, data analysis using SPSS by conducting univariate and bivariate analysis using the Mann Whitney test. The results of the Mann-Whitney test of starfruit leaf tea intervention obtained a p-value of 0.001 for systolic pressure and diastolic pressure of 0.002 (<a = 0.05). This means that there is effectiveness between blood pressure before and after starfruit leaf tea is given to pregnant women with hypertension.
The Effect of Nutrition Counseling on Dietary Changes in Pregnant Women in Stunting Areas Septy Ariani; Nuraliyah Sugianti; Bela Magfiroh
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.964

Abstract

Stunting is a priority nutritional problem in Indonesia and is associated with long-term negative impacts on growth, cognitive abilities, and intellectual development. One of the main factors causing stunting is inadequate nutritional intake during pregnancy. Optimal maternal nutrition requires appropriate dietary practices throughout pregnancy, as maternal knowledge significantly influences the child's nutritional status. However, pregnant women living in stunting-prone areas often have limited understanding of proper nutrition and healthy eating patterns. Lack of education and guidance makes behavioral changes in eating habits more difficult to achieve. Nutrition counseling plays a crucial role in improving knowledge, understanding, and implementation of healthy nutrition in the daily lives of pregnant women. This study aimed to determine the effect of nutrition counseling on changes in maternal dietary patterns. A quantitative approach with a one-group pre-test post-test pre-experimental design was used. The instruments consisted of a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and an observation sheet, both of which were validated through content validity testing (CVI 0.86) and reliability testing (Cronbach's Alpha 0.82). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess changes before and after counseling. The results showed an improvement in dietary patterns after the intervention, with a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000). These findings indicate that nutritional counseling effectively improves the dietary practices of pregnant women in stunting areas.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan Kehamilan Remaja Ariani, Septy; Novianti Syabina, Putri
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy in adolescence can have quite serious psychological impacts, especially due to mental unpreparedness in facing various physical and emotional changes during pregnancy. The role changes that occur also cause their own stress, because many teenagers are not ready to carry out responsibilities as a mother or face the dynamics of household life. Preventing teenage pregnancy is an effective solution to help them be wiser in sexual behavior, avoid sexually transmitted diseases and adopt healthy behaviors. Objective: This study aims to determine the effect of reproductive health education on adolescent knowledge in preventing teenage pregnancy. Method: This study uses a quantitative research method. The design of this study uses a Pretest-Posttest Control Group design. Data collection was carried out using a questionnaire on preventing teenage pregnancy. Results: The results of the study showed that before the intervention,. A total of 105 people (78.4%) were included in the category of poor knowledge, while 29 respondents (21.6%) were in the category of good knowledge. After the intervention, there was an increase. A total of 131 people (97.8%) were included in the category of good knowledge, while 3 respondents (2.2%) were in the category of poor knowledge. The results of the Wilcoxon test showed a p value = 0.000. Conclusion: Based on the research findings, reproductive health education significantly improves adolescents' knowledge of pregnancy prevention. This education also contributes to shaping adolescents' ability to make more informed and healthy decisions.