Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Geoscience Journal

KARAKTERISTIK GEOKIMIA AIR PANAS DAN PERKIRAAN TEMPERATUR RESERVOAR PANAS BUMI DAERAH SULI, KECAMATAN SALAHUTU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Jeaneth Wattimanela,Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35220

Abstract

Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Malukumemiliki manifestasi berupa mata air panas permukaan. Hasil pengamatan lapanganmemperlihatkan sifat fisik mata air panas yang bervariasi memiliki temperatur; 40ºC -63ºC dan pH ; 6-7 (mendekati netral) – 7 (netral). Analisis geokimia air dilakukan untukmengetahui tipe fluida, asal fluida, kesetimbangan fluida, dan perkiraan temperaturreservoar. Hasil ploting rasio Cl-SO4-HCO3 dari mata air panas memperlihatkan tipeair klorida bikarbonat pada kondisi mature waters, dengan kandungan Cl yang tinggimengindikasikan zona outflow, sedangkan mata air dingin memperlihatkan tipe airbikarbonat pada kondisi peripheral waters. Hasil ploting rasio Cl-Li-B dari mata airpanas dan mata air dingin terbentuk pada absorption of low B/Cl steam dengankandungan Cl dominan. Tingginya kandungan Cl pada mata air panas disebabkanadanya kontaminasi dari air laut mengingat keberadaan mata air panas relatif dekatdengan pantai. Hasil ploting rasio Na-K-Mg dari mata air panas dan mata air dinginberada pada kondisi immature waters dengan kandungan Mg yang dominan,diinterpretasikan terjadi pelarutan dari batuan samping dan pencampuran dengan airpermukaan yang kaya akan Mg. Hasil perhitungan geotermometer menggunakanpersamaan geotermometer air pada sampel mata air panas di daerah penelitiandiperkirakan memiliki temperatur reservoar; 115,21ºC - 177,31ºC.
PEMODELAN SISTEM PANASBUMI PADA SUMUR ML-1, ML-2 DAN ML-3 BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DAN MAGNETOTELLURIK DI LAPANGAN PANASBUMI SORIK MARAPI, KABUPATEN MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA Johanes Hutabarat, Haris Siagian, Muhammad Luthfi, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29089

Abstract

Daerah penelitian terletak di lapangan panasbumi Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Untuk mengetahui sistem panasbumi suatu daerah dapat menggunakan data serbuk bor yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik litologi serta tingkat alterasi dan pengukuran resistivitas dengan metode magnetotellurik yang bertujuan untuk mengetahui persebaran nilai tahanan jenis (resistivitas) bawah permukaan. Dengan menggunakan data serbuk bor dan data magnetotellurik ini dinilai dapat menggambarkan sistem panasbumi dengan baik. Data serbuk bor diambil dari tiga sumur berbeda pada kedalaman 357 mKU. 816 mKU 1605mKU dan 2190mKU pada sumur ML-1, 579mKU, 1687mKU dan 2191mKU pada sumur ML-2 dan 708mKU, 1431mKU dan 1944mKU pada sumur ML-3 sedangkan data magnettotellurik terbagi atas tiga lintasan yang memotong ketiga sumur hingga kedalaman 3000 m dibawah permukaan. Berdasarkan hasil analisis petrografi dan petrologi pada data serbuk bor diketahui daerah penelitian memiliki tiga zona alterasi yaitu zona Klorit-Smektit, zona Klorit-Anhidrit dan zona Epidot-Illit-Anhidrit. Hasil kombinasi antara zona alterasi dan nilai tahanan jenis (resistivitas) dari magnetotellurik menunjukkan bahwa model sistem panasbumi di lapanganpanasbumi Sorik Marapi terdiri atas zona penudung berada pada zona alterasi Klorit-Smektit yang memiliki nilai resistivitas <10 Ωm dengan kedalaman ±40mKU hingga ±816mKU yang menebal kearah tengah daerah penelitian, zona transisi berada pada zona alterasi Klorit-Anhidrit yang memiliki nilai resistivitas 23,3-44,3 Ωm dengan kedalaman ±816 mKU hingga ±1431 mKU dengan arah semakin dalam kearah baratlaut dan zona reservoir berada pada zona alterasi Epidot-Illit-Anhidrit yang memiliki nilai resistivitas 44,3 – 115,7 Ωm dengan kedalaman lebih dari ±1431 mKU.Kata kunci : Alterasi, Magnetotellurik, Petrografi, Resistivitas, Sorik Marapi
HIDROKIMIA DAN PENDUGAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI DAERAH WAEAPO, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Fathira Pinning, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35217

Abstract

ABSTRAKKarakteristik fluida panas bumi dan pendugaan temperatur bawah permukaan(reservoar) di daerah kecamatan Waeapo ditentukan berdasarkan analisis geokimiakation, anion dari empat mata air panas yaitu WAP-1, WAP-2, WAP-3, dan WAP-4. Hasil analisis memperlihatkan daerah Waeapo memiliki karakteristik fluidadengan tipe air bikarbonat (WAP-1 dan WAP-2) pada kondisi peripheral watersdan tipe air sulfat (WAP-3 dan WAP-4) pada kondisi steam-heated waters. Keempat mata air panas berasal dari satu reservoar dan cenderung berada dalam satukelompok ke zona Li dan tingginya kandungan Mg menandakan mata air panastelah berinteraksi dengan batuan samping dan mengalami percampuran dengan airtanah dangkal saat bergerak ke permukaan. Mata air panas WAP-1 dan WAP-2terbentuk pada kondisi partial equilibrium, sedangkan WAP-3 dan WAP-4terbentuk pada kondisi immature waters. Pendugaan temperatur reservoar berkisardari 164o-184oC.
PENDUGAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PADA MANIFESTASI PANAS BUMI BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA AIR PANAS DAERAH KECAMATAN TEHORU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Yusuf Mehdi Toisuta, Agus Didit H,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35231

Abstract

Daerah penelitian berada di Desa Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, ProvinsiMaluku. Secara geografis terletak pada koordinat 129°30’25,05” -129°33’37,59” BTdan 3°21’37,05”-3°24’50,25”LS, dipilih sebagai lokasi penelitian karena terdapatmanifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas. Tujuan penelitian untukmengetahui karakteristik fluida panas bumi dan perkiraan temperatur bawahpermukaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu pengamatan lapangan dananalisis berdasarkan data hasil laboratorium kimia mata air panas (THR-1, THR-2 danTHR-3). Hasil ploting rasio unsur kimia mata air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 memperlihatkan ketiga mata air panas termasuk tipe air bikarbonat pada kondisi“pheripiral waters” dengan kandungan HCO3 dominan. Hasil ploting rasio unsur kimiadari mata air panas pada diagram segitiga Cl-Li-B memperlihatkan ketiga mata airpanas di posisi tengah diagram segitiga Cl, Li dan B. Rasio unsur Cl dan B relatifseimbang, dengan kandungan Li yang rendah, dikarenakan Li mudah terserap olehmineral sekunder seperti klorit, kuarsa dan lempung, akibat reaksi dengan batuansamping yang dilaluinya saat fluida bergerak ke permukaan. Hasil ploting rasio unsurkimia dari mata air panas pada diagram segitiga Na-K-Mg memperlihatkan ketiga mataair panas terbentuk pada kondisi “partial equilibrium” mengindikasikan mata air panasyang muncul ke permukaan dipengaruhi oleh interaksi antara fluida dengan batuandalam keadaan panas bercampur dengan air permukaan. Hasil perhitungan denganmenggunakan persamaan geotermometer fluida terhadap ke tiga sampel mata air panasdiperkirakan memiliki temperatur reservoar, 129˚C-175 ˚C (sistem panas bumi bersuhusedang).
IDENTIFIKASI ZONA PROSPEK PANAS BUMI MENGGUNAKAN DIGITAL ELEVATION MODEL DENGAN METODE DENSITAS KELURUSAN DAN TEMPERATUR SUHU PERMUKAAN DI DAERAH SEULAWAH, PROVINSI ACEH Johanes Hutabarat, Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan, Audi Farhan, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35213

Abstract

Pada penelitian ini, daerah yang diteliti adalah potensi panas bumi di daerah Seulawah,Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik penginderaan jauh dalammengetahui zona prospek panas bumi tahap awal. Dengan menggunakan data citra DEMNASuntuk mengetahui denistas kelurusan daerah penelitian yang diasumsikan nilai densitas tinggimerupakan zona permeabel yang memungkinkan munculnya manifestasi ke permukaan.Serta data citra Landsat 8 untuk mengetahui kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanahpada daerah penelitian yang nantinya digunakan untuk mendapatkan anomali temperaturpermukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa zona prospek pada daerah penelitian beradapada daerah Timur dari manifestasi Ie Suum dengan memiliki densitas kelurusan yang tinggi,suhu permukaan sedang sampai tinggi pada kerapatan vegetasi rapat sampai sedang denganestimasi luas reservoir 1.55 km2.Kata kunci: Panas bumi, Penginderaan Jauh, Gunung Seulawah Agam, Suhupermukaan, Densitas Kelurusan
KARAKTERISTIK GEOKIMIA AIR PANAS DAN PERKIRAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI DAERAH OMA DAN TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH Johanes Hutabarat , Dewi Gentana, William Simon Tala, Agus Didit Haryanto
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32173

Abstract

Desa Oma, Kecamatan pulau Haruku dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kedua daerah penelitian tersebut memiliki mata air panas di permukaan yang diperkirakan dari suatu sistim panas bumi, analisis geokimia air dilakukan untuk mengetahui karakteristik mata air panas, jenis air panas, asal air panas dan temperatur bawah permukaan di daerah penelitian. Hasil ploting data laboratorium kimia air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 dari mata air panas, memiliki tipe air klorida-bikarbonat pada kondisi “mature waters”, terbentuk pada kondisi “absorption of low B/Cl steam” mendekati puncak Cl, menunjukkan mata air panas tersebut sedikit sekali dipengaruhi oleh aktifitas gunung api muncul ke permukaan pada zona outflow, tetapi daerah penelitian tidak memiliki gunung api indikasi Cl yang tinggi diduga dikarenakan hasil kontaminasi dengan air laut mengingat daerah pengambilan sampel tidak jauh darih daerah pantai. Hasil dari ploting rasio Na-K-Mg, menunjukkan mata air panas OMA-1 terbentuk pada kondisi partial water, mata air panas THU-1 dan THU-2 berada kondisi “immature waters” dengan kandungan Mg yang tinggi. Hasil perhitungan menggunakan persamaan geotermometer fluida (air) terhadap sampel mata air panas di daerah penelitian diperkirakan memiliki temperatur bawah permukaan 134,09°C - 251°C.Kata Kunci : Panas bumi, Geokimia, Temperatur