Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SISTEM DEMOKRASI SEKULER TAK MENDUKUNG PENDIDIKAN BERKARAKTER ROMIATY
Journal Ilmu Sosial, Politik, dan Ilmu Pemerintahan Vol. 2 No. 1 (2013): (7)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.886 KB)

Abstract

Kondisi remaja saat ini sangat memprihatinkan, degradasi moral seperti tawuran pelajar, seks bebas, aborsi, narkoba dan lain sebagainya seakan menjadi suguhan sehari-hari. Salah satu upaya yang dilakukan oleh para pakar pendidikan untuk menangani permasalahan tersebut adalah dengan pendidikan berkarakter. Pendidikan berkarakter adalah Pendidikan untuk pembangunan karakter yang mencakup pengembangan substansi, proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah, mendorong, dan memudahkan seseorang untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Agar terwujud pendidikan yang berkarakter maka peran negara sangatlah penting. Kebijakan- kebijakan yang di terapkan oleh Negara haruslah mendukung pembentukkan karakter yang baik pada remaja. Akan tetapi pada kenyataannya dalam sistem demokrasi sekuler kebijakan-kebijakan yang diambil sarat dengan berbagai kepentingan. Beberapa kebijakan yang tidak mendukung pembentukkan karakter antara lain; dalam menyikapi tawuran remaja diatur dalam Pasal 170 KUHP. Pasal ini mengandung kendala dan kontroversial tanpa memberikan efek jera. UU No 8/1992 tentang Perfilman, UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU No 40/1999 tentang Pers dan UU No 32/2002 tentang Penyiaran, yang mempermudah praktik seks bebas pada remaja dan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang mempermudah praktik aborsi. Dan semua itu akan membuat pendidikan karakter di Indonesia hanya pada tataran teori dan sulit dalampengaplikasiannya.
Bimbingan Kelompok Menggunakan Film Pendek Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Peran Guru BK Filery Maria Theressa; Romiaty; Nopi Feronika
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 13, Nomor 1, Juni, Ta
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students' understanding of the role of guidance and counseling teachers is very important that is to be a sharing friend and motivator in dealing with problems. As for the tendency of students' understanding, (1), the student assumes that of bk teacher is only places for troubled students and (2) students a have bad understanding based on the words of their senior that of bk teacher are fierce or school police whose working punishes students who do not obey the rules of the school. The purpose of this research is to know the application of group guidance services with audio-visual media in the form of short films in improving Students' understanding of the role of BK teachers in SMP Nusantara Palangka Raya during the covid-19 pandemic of the 2020/2021 academic year. This research method is an experiment using a quantitative approach. The design used in this study is one group pretest-posttest (the one group pretest-posttest). So the group that researchers used in the study was only one experimental group. The result of this study is a short film media able to improve the understanding of students, the results obtained from the test results t two sample pairs is 13,000. The result is greater when compared to 2,228 (13,000 > 2,228) at DK = = and 5% significance. then can is concluded that Ha was accepted and Ho was rejected. This thing is to attest that the existence of enhancement understanding students about the role of bk teacher with use short film media
SISTEM DEMOKRASI SEKULER TAK MENDUKUNG PENDIDIKAN BERKARAKTER ROMIATY
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 2 No. 1 (2013): JISPAR
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v2i1.358

Abstract

Kondisi remaja saat ini sangat memprihatinkan, degradasi moral seperti tawuran pelajar, seks bebas, aborsi, narkoba dan lain sebagainya seakan menjadi suguhan sehari-hari. Salah satu upaya yang dilakukan oleh para pakar pendidikan untuk menangani permasalahan tersebut adalah dengan pendidikan berkarakter. Pendidikan berkarakter adalah Pendidikan untuk pembangunan karakter yang mencakup pengembangan substansi, proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah, mendorong, dan memudahkan seseorang untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Agar terwujud pendidikan yang berkarakter maka peran negara sangatlah penting. Kebijakan- kebijakan yang di terapkan oleh Negara haruslah mendukung pembentukkan karakter yang baik pada remaja. Akan tetapi pada kenyataannya dalam sistem demokrasi sekuler kebijakan-kebijakan yang diambil sarat dengan berbagai kepentingan. Beberapa kebijakan yang tidak mendukung pembentukkan karakter antara lain; dalam menyikapi tawuran remaja diatur dalam Pasal 170 KUHP. Pasal ini mengandung kendala dan kontroversial tanpa memberikan efek jera. UU No 8/1992 tentang Perfilman, UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU No 40/1999 tentang Pers dan UU No 32/2002 tentang Penyiaran, yang mempermudah praktik seks bebas pada remaja dan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang mempermudah praktik aborsi. Dan semua itu akan membuat pendidikan karakter di Indonesia hanya pada tataran teori dan sulit dalampengaplikasiannya.
DEVELOPMENT OF STUDENT NEEDS ASSESSMENT GUIDELINES IN PLANNING GUIDANCE AND COUNSELING PROGRAMS Romiaty; Apriatama, Dony; Pangestie, Esti Pan; Stevandy, Matias
EDUCATIONE Volume 2, Issue 1, January 2024
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v2i1.19

Abstract

The Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pandemic has necessitated the adaptation of daily life, including education, to coexist with the virus, commonly termed the "new normal." This study investigates the implementation of needs assessment activities for counseling programs in Palangka Raya City Public High School during the Covid-19 pandemic era. Interviews with key personnel reveal that while there is recognition of the importance of needs assessment, practical challenges hinder its effective execution. Guidance counselors often resort to using previous years' programs due to difficulties in data collection and analysis, resulting in counseling services that may not align with student needs. To address this, operational guidelines are proposed, emphasizing the utilization of technology for needs analysis activities. Expert and practitioner feedback underscores the importance of adapting assessment models to counselor capabilities and school contexts. Enhancing student-centered needs assessment practices is crucial for improving counseling program efficacy and supporting holistic student development.
TEKNIK TIME TOKEN: ALTERNATIF MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT Romiaty; Bryan Tiovanno , Richard
Jurnal Paris Langkis Vol 4 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v4i1.10879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik Time Token dalam meningkatkan kemampuan menyampaikan pendapat pada siswa. Ruang lingkup penelitian hanya pada siswa kelas VIII SMP Kristen Palangka Raya yang berjumlah 10 siswa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan jenis penelitian one group pretest-posttest design. Alat pengumpul data utama adalah kuesioner, dan alat pengumpul data pendukung berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Kuesioner disusun berdasarkan indikator yaitu kemampuan dalam bertanya, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan menjelaskan ide. Uji analisis data penelitian menggunakan Uji paired T-test untuk melihat peningkatan kemampuan menyampaikan pendapat pada siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa teknik Time Token. Berdasarkan hasil pretest dan post test terdapat peningkatan pada setiap indikator. Indikator kemampuan dalam bertanya terdapat peningkatan sebanyak 57, indikator Kemampuan dalam menjawab pertanyaan mengalami peningkatan sebanyak 41, indikator Kemampuan dalam menyampaikan pendapat mengalami peningkatan sebanyak 48, dan indikator Kemampuan dalam menjelaskan ide mengalami peningkatan sebanyak 55. Hasil yang didapat bahwa tingkat signifikansi adalah 0,05, sehingga kriteria keputusannya adalah jika t_(hitung)> t_(tabel), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji t menunjukkan bahwa t_(hitung)= 13.622, sementara t dari 10 sampel dengan tingkat signifikansi 0,05 = t_(tabel) (2,262). Dengan demikian, t_(hitung)> t_(tabel). Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima yaitu teknik Time Token dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat
KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN PERSON CENTERED THERAPY MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Romiaty; Ria Ihsanti, Elvieda; Nonsihai
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.14033

Abstract

Motivasi belajar merupakan kekuatan pendorong yang memotivasi individu untuk melakukan kegiatan belajar guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya. Namun masih banyak siswa yang sering mengalami kendala dalam motivasi belajar, terbukti dari beberapa perilaku yang ditunjukkan, yaitu: siswa tidak fokus dalam belajar, cepat merasa bosan, siswa kurang mandiri dalam mengerjakan tugas, siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan person centered therapy untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Ini merupakan penelitian Pre- Experimental Design dengan jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel. Penulis juga membagikan angket, untuk mengetahui apakah motivasi siswa untuk belajar telah meningkat atau tidak. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dari Uji Paired Samples T-tes (Program SPSS Versi 25). Dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan person centered therapy jika dilihat dari nilai pre-test dalam kategori “Rendah” yaitu sebesar 55,69%, setelah mendapatkan perlakuan peneliti memberikan post-test nilai presentase rata-rata siswa meningkat menjadi 76,38% yang termasuk dalam kategori “tinggi”. Perbedaan tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok sebesar 20,69%. Kemudian dari hasil perhitungan nilai pre-test dan post-test dengan menggunakan Uji Paired Samples T-tes adalah 0,000. Jika 0,000<0,05, maka nol ditolak. Dengan kata lain hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan person centered therapy dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-11 SMAN 1 Palangka Raya.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tas Kresek: Pembuatan Bunga Dan Buket Pada Gen-Z Kota Palangka Raya Nurwati, Solikah; Romiaty; Ulfah, Sri Mujiarti; Hendrayati, Sri Lestari; Retawati, Anike; Muliyani, Agustina; Tiawon, Harin; Setiawati, Nani
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i2.17102

Abstract

Pengabdian ini difokuskan kepada Gen-Z Kota Palangka Raya yang berasal dari mahasiswa yang kuliah di Kota Palangka Raya. Dari hasil wawancara sebelum kegiatan pelatihan dilakukan  mendapatkan gambaran :                       1). Mahasiswa menyampaikan bahwa limbah tas kresek di daerah mereka tinggal banyak yang dibuang sembarangan dan mereka belum pernah mengikuti pelatihan bagaimana memanfaatkan limbah tas kresek untuk dibuat bunga dan buket yang memiliki nilai tinggi serta mampu menghasilkan pendapatan apabila dijual; 2). Mahasiswa sangat berminat untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah tas kresek untuk dibuat bunga dan buke, yang selama ini belum pernah mereka ikuti; 3). Mahasiswa tidak menyangka klau limbah tas kresek bisa dibuat bunga yang cantik dan buket. Dari hasil  komunikasi   ini, tim Abdimas terpanggil untuk memberikan pelatihan pemanfaatan limbah tas kresek untuk digunakan dalam pembuatan bunga dan buket Pada Gen-Z Kota Palangka Raya. Metode pengabdian menggunakan presentasi dan praktek secara langsung pembuatan limbah tas kresek untuk bunga dan buket. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi diperoleh data: 100% peserta menerima penjelasan materi dan pelatihan  praktek pembuatan limbah tas kresek untuk dibuat bunga dan buket mudah untuk diikuti dan dipraktekkan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah tas kresek untuk dibuat bunga maupun buket, berhasil dan seluruh peserta menyatakan puas atas pelatihan yang diberikan. Hal ini didukung dari jawaban seluruh peserta setelah pelatihan 100% peserta setuju dengan adanya pelatihan pembuatan bunga dan buket dari limbah tas kresek dapat membuka ide bisnis yang relatif mudah dan bahannya murah untuk dijalankan dan memberikan nilai tambah untuk mendapatkan pendapatan apabila dijual. Materi pelatihan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran peserta pelatihan untuk bertindak dalam upaya pengurangan sampah plastik terkhusus limbah tas kresek (tindakan reduce dan reuse), serta meningkatkan daya kreatif serta inovatif dalam membuat model-model baru dalam pemanfaatan limbah tas kresek, menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Individual Counseling Guide Rational Emotive Behavior Therapy Approach Self-Talk Technique for Guidance and Counseling Teachers Romiaty; Singgih Sendayu, Fendahapsari; Nonsihai; Feronika, Nopi; Br Ginting, Herda Fitri
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i1.15372

Abstract

Individual counseling services are services to help solve student problems. One approach that can help students is the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling approach, the Self-Talk technique. However, this approach is not used by Guidance and Counseling (BK) teachers; therefore, BK teachers in high school should have a complete guide to implement this approach. This research aims to develop an individual counseling guide using the REBT Self-Talk technique approach for high school guidance and counseling teachers in Palangka Raya. The research method in this study uses the development method or Research and Development (R&D). This development research procedure uses a 4D (four D) model, namely Define, Design, Development, Disseminate. The population of this study was high school guidance and counseling teachers in Palangka Raya City, totaling 30 people. Data collection techniques include interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis techniques use quantitative and qualitative. The research results show that the guide has been validated and has received assessments from expert testers. Media experts with an accumulated feasibility value of 1,109 are calculated based on a high coefficient value, which means they are suitable for use. Material experts with an accumulated feasibility value of 0.945 are calculated based on the high coefficient values which is high, which means feasible. Practitioner experts have an accumulated feasibility value of 1.16 which is declared suitable for use. They have carried out a small group test with the calculated value resulting in an effect size of 0.904, so it can be concluded that the test has high effect criteria. The limitation of this research is that it was only tested on a small group and not on a large group.
Pelatihan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Anorganik Untuk Craft Dengan Prinsip Do It Yourselft (DIY) Pada Kelompok Milenial Kota Palangka Raya Nurwati, Solikah; Mulyani, Rahmawati Budi; Romiaty; Rahmiati; Ulfah, Sri Mujiarti; Zulaika, Tatik; Sarie, Fatma
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i2.9199

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini difokuskan kepada kelompok milenial yang dipilih berasal dari mahasiswa semester akhir Universitas Palangka Raya. Berdasarkan hasil wawancara sebelum kegiatan pelatihan diperoleh gambaran bahwa  1). Mahasiswa semester akhir selain  fokus pada penyelesaian tugas akhir atau skripsi, cukup banyak waktu luang yang belum termanfaatkan dengan baik, sehingga mereka menginginkan kegiatan seperti pelatihan yang mampu menumbuhkan daya kreasi dan jiwa wirausaha, 2). Banyaknya limbah berupa sampah anorganik di sekitar tempat tinggal mereka yang dibuang sembarangan dan mengotori lingkungan, 3) Mahasiswa belum pernah mengikuti pelatihan bagaimana memilah sampah serta memanfaatkan sampah anorganik untuk dibuat craft (kerajinan) yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat menambah penghasilan.  Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan dari kegiatan Abdimas ini adalah untuk memberikan pelatihan memilah sampah dan memanfaatan sampah anorganik untuk craft dengan prinsip do it yourselft (DIY) pada kelompok mahasiswa mewakili generasi milenial Kota Palangka Raya. Metode kegiatan menggunakan presentasi materi terkait cara pemilahan sampah dan praktek secara langsung pembuatan craft dari limbah sampah anorganik. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi diperoleh gambaran bahwa kegiatan pelatihan pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah anorganik untuk craft dapat berjalan dengan baik dan berhasil, seluruh peserta (100%) menyatakan penjelasan materi dan pelatihan  praktek pembuatan craft mudah di pahami, dimana seluruh peserta menyatakan puas atas pelatihan yang diberikan. Setelah pelatihan, seluruh peserta merasakan manfaat pelatihan dapat meningkatkan produktivitas diri dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga peserta berminat untuk berwirausaha dibidang kerajinan tangan (handicraft).