Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH ORGANIK DI DESA KREJENGAN PROBOLINGGO Winarno, Agung; Agustina, Yuli; Wijijayanti, Trisetia; Habibi, M. Mujtaba
Jurnal Graha Pengabdian Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.116 KB)

Abstract

Tujuan pendirian bank sampah organik di Desa Krejengan sebenarnya bukan hanya berorientasi pada penambahan kesejahteraan tapi juga memberikan kesadaran pro-lingkungan kepada masyarakat. Kesadaran pro-lingkungan diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan bisa menjadi budaya bagi masyarakat Desa Krejengan secara keseluruhan. Penambahan soft skill keterampilan berupa keahlian daur ulang sampah yang ditujukan bagi para pengelola bank sampah dan masyarakat desa, tujuan diberikannya soft skill ini adalah masyarakat dapat memilah sampah dengan benar dan mampu menghasilkan produk-produk bernilai jual/ ekonomis tinggi. Pengelolaan pemasukan dan pengeluaran membutuhkan peningkatan pengetahuan dalam bidang administrasi keuangan serta marketing, karena itulah dituntut pengelolaan manajemen yang efisien dan transparan dari para pengelola bank sampah Desa Krejengan.
KESADARAN KEMISKINAN SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN MASYARAKAT INKLUSI YANG BERKEMANUSIAAN BAGI PEDAGANG ASONGAN DAN ANAK JALANAN DI KOTA MALANG Eka Putra, Surya Desismansyah; Habibi, M. Mujtaba; Sudirman
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): WISESA - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2023.02.1.3

Abstract

Pedagang asongan dan anak jalanan yang hidup di sekitar kampus Universitas Negeri Malang jumlahnya cukup signifikan. Rata-rata para pedagang asongan dan anak jalanan ini beraktivitas di sekitar perempatan lampu merah maupun gang-gang kampung seperti di perempatan galunggung, pertigaan di jembatan Soekarno-Hatta, hingga di sepanjang jalan Sumbersari sampai jalan Dinoyo. Dampak dari adanya aktivitas para pedagang asongan dan anak jalanan di jalan-jalan tersebut sering dikeluhkan karena mengganggu aktivitas warga terutama saat ingin berkendara. Keluhan yang muncul tersebut sering kali berlanjut pada pemberian stigma kepada para pedagang asongan dan anak jalanan bahwa mereka adalah orang miskin, tak berpendidikan dan malas karena tidak mampu bekerja secara layak tanpa harus mengganggu aktivitas warga di jalan raya. Padahal kemiskinan yang terjadi di Malang tidak hanya didominasi oleh kalangan yang dianggap kurang mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya, tetapi banyak faktor lain yang ikut menentukan. Pendekatan metois yang digunakan pada pengabdian ini adalah jurnalisme investigasi untuk menghasilkan film documenter jurnalisme investigasi. Adapun hasil pada pengabdian ini adalah 1) stigma kemiskinan yang ada pada masyarakat timbul karena memang bawaan, dimana masyarakat lebih sering mengedepankan pada dampak sosial, terutama soal faktor penambah kemacetan jalan raya di Kota Malang; 2) Film “Batas Kota” yang dihasilkan pada proses pengabdian ini dapat dijadikan sebagai sarana branding sekaligus ulasan profil kemiskinan kota Malang yang jarang dibicarakan.
SRAWUNG, SEMAUR, AKUR SEBAGAI SARANA PENGENALAN BUDAYA DAN MENJALIN PERSAUDARAAN BAGI WARGA DAN MAHASISWA INDEKOS DI JALAN JOMBANG KOTA MALANG Habibi, M. Mujtaba; Eka Putra, Surya Desismansyah; Sudirman
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): WISESA - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2023.02.1.6

Abstract

Lingkungan perumahan di sekitar Universitas Negeri Malang (UM) sangatlah padat. Banyak perumahan warga yang dulunya hanya ditempati bersama keluarga kini telah banyak diubah menjadi multi kamar sebagai tempat tinggal sementara atau kos bagi para pendatang. Rata-rata para pendatang ini berstatus mahasiswa. Dengan makin padatnya penduduk yang tinggal di Jalan Jombang, problem sosialnya pun ikut meningkat. Problem tersebut timbul akibat kurangnya jalin persaudaraan antara warga setempat dengan warga pendatang yang menghuni kos. Hal ini disebabkan tidak adanya sarana yang mempertemukan kedua belah pihak dalam satu forum bersama untuk menyamakan persepsi tentang aturan moral maupun norma yang berlaku di lingkungan tersebut. Untuk itu perlu diadakan ruang dialog untuk mengenalkan adat istiadat yang dihayati oleh warga yang menempati lingkungan di wilayah Jalan Jombang tersebut dengan nama Srawung, Semaur, Akur. Srawung Semaur Akur merupakan metode yang dipakai sebagai basis sosial menciptakan ruang publik (public sphare). Hasilnya 1) medium pertemuan Srawung, Semaur, Akur cukup efektif menciptakan rasa empati dan saling menghormati antara warga setempat dengan para penghuni kos/kontrakan yang mayoritas pendatang. 2) pendatang maupun warga setempat kini dapat merasakan rasa aman, nyaman dan tenteram secara lebih baik tanpa ada kecurigaan berlebih terhadap pendatang.
Harmonisasi Polarisasi Politik Masyarakat Pasca Pemilu 2024 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Daerah Di Kota Surakarta Shofa, Abd. Mu’id Aris; Alfaqi, Mifdal Zusron; Habibi, M. Mujtaba; Fattah , Zulfikar W; Ramli, Ahmad Faizuddin; Widiatmaka, Pipit
Jurnal Civic Hukum Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9 No 2 November 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v9i2.35801

Abstract

The purpose of this study is to find out (1) strategies for overcoming political polarization that occurs in Surakarta City after the 2024 Elections, (2) obstacles in overcoming political polarization in the people of Surakarta City after the 2024 Elections, and (3) its implications for regional resilience in Surakarta City. This study uses a qualitative approach with a descriptive research method, data collection techniques using in-depth interviews, observations, and documentation, and the data analysis used is interactive. The object of this research is related to the polarization of society after the election and regional resilience in the city of Surakarta. The results of the study show that the harmonization of political polarization carried out by the Surakarta city government in collaboration with all levels of society through dialogue activities, socialization, regular meetings of the village government with the community, heads of RT and RW, cooperation and recitation. However, in the harmonization, it turns out that there are obstacles, namely the existence of irresponsible individuals who provoke the community and there are still some people who are indirectly in conflict because they are hurt because their choice in the 2024 election is not elected. This harmonization has implications for regional resilience in the city of Surakarta which is increasingly resilient because the existence of Pancasila as an ideology can be maintained, the people of Surakarta are increasingly mature in democracy, the regional economy is increasing, socio-cultural life is more harmonious because prioritizing tolerance and security can be well maintained.
MODEL HABITUASI SIKAP ANTI BULLYING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN MENYENANGKAN Sudirman, Sudirman; Umar, Rusdianto; Habibi, M. Mujtaba
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANTI-BULLYING ATTITUDE HABITUATION MODEL FOR ELEMENTARYSCHOOL STUDENTS THROUGH FUN GAMES This article discusses the habituation model of anti-bullying attitudes for elementary school students. Habituation of anti-bullying attitudes must be carried out because the practice of bullying still occurs in schools so there must be a model that can be used to prevent bullying in schools. The purpose of applying this habituation model is to reduce bullying behavior in students, through instilling anti-bullying values in each student, it is hoped that bullying cases at the education level will not appear again. The method used in the application of the habituation model of anti-bullying attitudes is the preparation of a game/game model and the application/habituation of learning methods and anti-bullying games/games in schools. The results of the preparation and application of the habituation model resulted in an anti-bullying game with the instilled values of cooperation/collaboration, respect for differences, empathy, and sharing. The stages of implementing anti-bullying games are opening, welcoming, motivational, games (explanation, practice, distribution of prizes), reflection, and closing. Artikel ini membahas tentang model habituasi sikap anti bullying bagi siswa sekolah dasar. Habituasi sikap anti bullying harus dilakukan karena praktek bullying masih terjadi di sekolah sehingga harus ada model yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya bullying disekolah. Tujuan penerapan model habituasi ini adalah menurunkan perilaku perundungan (bullying) pada siswa, melalui penanaman nilai anti bullying dalam setiap diri masing-masing siswa, diharapkan kasus bullying di jenjang pendidikan tidak akan muncul lagi. Metode yang digunakan dalam penerapan model habituasi sikap anti bullying adalah penyusunan model permainan/game dan penerapan/habituasi metode pembelajaran dan permainan/game anti bullying di sekolah. Hasil penyusunan dan penerapan model habituasi dihasilkan sebuah permainan anti bullying dengan nilai yang ditanamkan adalah kerjasama/kolaborasi, menghargai perbedaan, empati, berbagi. Tahapan pelaksanaan penerapan game anti bullying adalah pembukaan, sambutan, motivasi, permainan (penjelasan, praktik, pembagian hadiah), refleksi, dan penutup.