Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBUATAN ALAT PENGHITUNG DAN PEMBERITAHUAN JADWAL PERAWATAN GENERATOR SET BERDASARKAN JAM OPERASIONAL BERBASIS ARDUINO Dani, Agus Ramah; Junaidi, Junaidi; Ritonga, Din Aswan Amran
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8561

Abstract

Sebuah sistem kompleks seperti mesin proses selalu membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kontinuitas fungsi dan penggunaan nya. Tanpa perawatan yang baik akan membuat kinerja mesin tersebut turun bahkan rusak atau mal function. Masalah yang sering dialami dalam menentukan jadwal perawatan mesin adalah tidak adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga selalu dilewati bahkan kadang kala sampai rusak baru disadari. Berdasarkan masalah tersebut ide pembuatan sebuah alat pengingat dan pemberitahuan jadwal dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan secara berkala saat  perawatan telah tiba. Alat pengingat ini dapat dibuat dengan komponen elektronika seperti modul jam digital RTC, mikrokontroler, display dan modem GSM.
ANALISA MICROSKOPIK HASIL EKSTRUDER MATERIAL KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS Damanik, Ricardo Fransiskus; Ritonga, Din Aswan Amran
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan serat daun nanas sebagai bahan penguat dalam pembuatan material komposit berbasis bioplastik PLA (Polylactic Acid) melalui proses ekstrusi. Pemilihan serat daun nanas didasarkan pada kandungan selulosa yang tinggi (±70%) sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanis komposit sekaligus mengurangi limbah pertanian. Proses penelitian meliputi persiapan serat melalui perendaman, perlakuan NaOH, pengeringan, dan penghalusan, dilanjutkan pencampuran dengan PLA pada perbandingan 15:1 menggunakan mesin molding plastik. Karakterisasi dilakukan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Foto microskope. Hasil DSC menunjukkan dua puncak endotermik utama pada suhu 108,60 °C (ΔH = 3,16 J/g) dan 151,16 °C (ΔH = 3,11 J/g), serta dua puncak eksotermik minor pada suhu 254,06 °C dan 268,14 °C yang menandakan awal degradasi termal. Nilai entalpi leleh yang rendah mengindikasikan kristalinitas komposit sangat rendah (hampir amorf). Hasil pengamatan SEM memperlihatkan distribusi serat yang tidak sepenuhnya homogen, dengan sebagian serat tertanam baik dan sebagian lain terekspos di permukaan matriks. Secara keseluruhan, penambahan serat daun nanas pada PLA berhasil menghasilkan material komposit yang ramah lingkungan dan berpotensi diaplikasikan pada produk teknik, meskipun optimalisasi proses pencampuran dan perlakuan serat masih diperlukan untuk peningkatan kinerja.
KAJIAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT PENGGANTI PLASTIK Tampubolon, Rijal; Damanik, Ricardo Fransiskus; Ritonga, Din Aswan Amran; Arifin, Muhammad
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan serat daun nanas sebagai bahan penguat pada material komposit berbasis PLA (Polylactic Acid) sebagai alternatif pengganti plastik berbasis minyak bumi yang kurang ramah lingkungan. Serat daun nanas dipilih karena memiliki kandungan selulosa tinggi (±69–71%) yang berpotensi meningkatkan kekuatan mekanik komposit sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Proses penelitian meliputi persiapan serat melalui perendaman dan perlakuan alkali, pencampuran dengan PLA menggunakan mesin molding plastik, serta pencetakan spesimen untuk pengujian mekanik. Uji tarik, uji impak, dan uji tekan dilakukan sesuai standar ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit serat daun nanas–PLA mampu mencapai kekuatan impak hingga ±34,70 kJ/m², kekuatan tarik hingga ±20,73 MPa, dan kekuatan tekan/bending hingga ±11,90 MPa. Variasi fraksi volume serat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanis, di mana peningkatan serat dalam batas tertentu meningkatkan performa, namun kelebihan fraksi serat menurunkan homogenitas material. Penelitian ini membuktikan bahwa serat daun nanas dapat digunakan sebagai material penguat ramah lingkungan dalam pembuatan komposit, sekaligus memberikan nilai tambah pada limbah pertanian.
Perancangan dan Analisis Kinerja E-Fort (Electric Fortress) Sebagai Alat Penstabil dan Proteksi Arus Listrik Pada Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Honda Adv 150 Junaidi, Junaidi; Ritonga, Din Aswan Amran; Rusadi, Andre Gunawan
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 3 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i3.13129

Abstract

Sistem kelistrikan pada sepeda motor berperan penting dalam menunjang performa dan keandalan komponen kendaraan. Fluktuasi arus dan tegangan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan dini pada komponen kelistrikan, terutama saat beban tambahan diaktifkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja alat E-FORT (Electric Fortress) sebagai perangkat penstabil arus dan tegangan listrik pada sistem kelistrikan sepeda motor Honda ADV 150. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan pengukuran tegangan dan arus sebelum dan sesudah pemasangan E-FORT pada berbagai kombinasi beban kelistrikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui grafik dan tabel perbandingan untuk menilai efektivitas alat dalam menjaga kestabilan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat E-FORT mampu menekan fluktuasi tegangan dan arus yang terjadi saat beban aktif. Tegangan yang sebelumnya mengalami penurunan signifikan saat beban aktif dapat dipertahankan mendekati nilai awal setelah pemasangan alat. Meskipun fitur proteksi arus lebih dan suhu masih dalam tahap pengembangan (prototype), hasil penelitian ini membuktikan bahwa E-FORT memiliki potensi sebagai alat pendukung tindakan preventif dalam pemeliharaan sistem kelistrikan kendaraan roda dua