Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) Melalui Media Sosial dapat Meningkatkan Kadar Hemoglobin dan Pengetahuan pada Remaja Putri Sopiyandi, Sopiyandi; Sari, Endah Mayang; Chintia, Windy
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1233

Abstract

Kekurangan zat gizi mikro masih merupakan masalah di negara berkembang, salah satunya adalah anemia. Kurangnya pengetahuan tentang gizi merupakan faktor yang mempengaruhi keadaan gizi seseorang yang selanjutnya akan mengurangi kemampuan seseorang untuk menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi chat WhatsApp merupakan aplikasi mobile terpopuler dengan pengguna terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 35,8 juta pengguna yang dapat digunakan sebagai media edukasi mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) bagi remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan pengetahuan pada remaja putri di Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimental study dilakukan di SMA N 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok intervensi dan SMA N 1 Sei Kakap Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel 23 sampel untuk setiap kelompok yang diambil secara simple random sampling. Paparan yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui aplikasi WhatsApp pada smartphone selama satu bulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa Tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, namun ada perbedaan peningkatan hemoglobin pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Pemberian Susu Kambing Prebiotik terhadap Kadar Hb pada Anak Stunting Sungkawa, Hendra Budi; sopiyandi, sopiyandi; Jaladri, Iman; R Purba, Jonni Syah; Festilia, Shelly; Suaebah, Suaebah; Mulyanita, Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1320

Abstract

Kalimantan Barat adalah provinsi di Indonesia yang memiliki masalah prevalensi stunting yang tinggi dibandingkan dengan prevalensi stunting nasional yaitu sebesar 29,8%. Kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi kasus stunting yang tinggi pada tahun 2021 yaitu terdapat di Kabupaten Melawi sebesar 37,2% dan di Kabupaten Sintang sebesar 38,2%. Asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi susu setiap hari sebagai alternatif. Konsumsi jenis susu yang berasal dari hewani dapat diperoleh dari susu sapi dan susu kambing. Susu kambing lebih tidak menyebabkan alergi dan mudah dicerna dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing dengan penambahan probiotik pada kasus stunting dapat meningkatkan sintesis dan penyerapan mikronutrien, memediasi inflamasi, dan menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, memengaruhi nafsu makan, dan meningkatkan penyerapan mineral. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cohort study dimana penelitian akan dilakukan dengan membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control dengan rasio 1:1.  Tujuan untuk memantau perbedaan pertumbuhan anak stunting dengan asupan susu kambing dan susu kambing fortivikasi (susu kambing probiotik) di Kabupaten Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan selama 90 hari dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan kadar tiroid, dan kadar seng serta standar antropometri.
Hubungan Tingkat Kepuasan Menu dan Asupan Gizi Remaja Putri SMPIT Al-Fityan School Kubu Raya Ranisti, Monic; Sopiyandi, Sopiyandi; Gambir, Jurianto; Puspita, Widyana Lakshmi; Suaebah, Suaebah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.1628

Abstract

Latar belakang: Manajemen pondok pesantren harus memberikan layanan yang baik untuk memastikan kebutuhan gizi para santri terpenuhi. Hal ini dapat terwujud apabila institusi mampu menyajikan makanan yang mematuhi prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Prinsip-prinsip tersebut mencakup penyediaan makanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen baik dari segi jenis maupun jumlah zat gizi, disiapkan dengan cita rasa yang berkualitas tinggi, dan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang diperlukan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan menu dan asupan gizi pada remaja putri SMPIT Al-Fityan School Kubu Raya.Metode Penelitian: Jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total sampling dengan total sampel 61 responden remaja putri. Data kepuasan menu diambil dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh masing-masing responden dan data asupan diambil dengan wawancara menggunakan form food recall 24 jam selama 2 hari.Hasil: Tingkat kepuasan menu remaja putri memiliki hasil puas dengan persentase 82,0%. Asupan gizi remaja putri memiliki hasil yang defisit dengan persentase energi 70,5%, protein 67,2%, lemak 73,8%, dan karbohidrat 68,9%.Simpulan: Tidak ada hubungan tingkat kepuasan menu dan asupan zat gizi energi, protei, lemak, dan karbohidrat. Hasil nilai chi square (p-value <0,05) tingkat kepuasan menu dengan asupan energi 1,000, tingkat kepuasan menu dengan asupan protein 0,1000, tingkat kepuasan menu dengan asupan lemak 0,259, tingkat kepuasan menu dengan asupan karbohidrat 0,726.  Kata Kunci: Tingkat kepuasan menu, Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat