Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar pada Sekolah Dasar Negeri 07 Sungai Soga Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Singgah, Illafi; Sunyata, Lina; Erdi, Erdi
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7161

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian belajar siswa sesuai dengan kebutuhan lokal dan perkembangan zaman. Tujuannya adalah untuk Proses Implementasi Kebijakan Kurikulum Belajar pada SD Negeri 07 Sungai Soga. Permasalahan utama adalah dalam Keterbatasan Kompleksitas Kebijakan Antara Pemerintah Terhadap Satuan Pendidik yang mana Di Sekolah Dasar Negeri 07 Sungai Soga, memberikan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Subjek penelitian ini terdiri dari : 1). Kepala Korwil VI Disdikbud Kabupaten Bengkayang, 2). Kepala SDN 07 Sungai Soga, 3). Dewan Guru, 4). Orang tua murid.           Teknik pemilihan subjek penelitian yang dijadikan sumber data digunakan dengan teknik bertujuan (purposive) yang diberikan kepada guru cenderung bersifat terputus-putus. Teknik Pengumpulan data yaitu dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di awali dengan (1) Penyusunan perangkat ajar meliputi analisis CP, TP, ATP, modul ajar dan bahan ajar. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang di awali dengan asesmen diagnostik dan kegiatan pembelajaran. Masih terdapat kurangnya pemahanan guru maupun orangtua siswa mengenai implementasi kurikulum merdeka belajar dan terdapat sarana dan prasarana yang tidak memadai dalam hal fasilitas untuk belajar. Masih terdapat pertunjuk maupun teknis yang tidak dipahami yang menjadikan kurangnya kreatifitas dan efesiensi guru, peserta didik, maupun orang tua didik dalam sistem yang ada.
ONE MANAGEMENT PATTERN IN CORE-PLASMA PARTNERSHIPS: A Solution For Reducing Social Conflicts and Improving the Welfare of Oil Palm Farmers Erdi, Erdi; Martoyo, Martoyo; Herlan, Herlan; Rupita, Rupita; Sukamto, Sukamto; Habib Padilah, Ahirul
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i2.62301

Abstract

The core-plasma partnership model in palm oil plantations in Indonesia has been implemented as a strategy to improve the welfare of plasma farmers and reduce the socio-economic gap between core companies and local communities. However, the implementation of this model is often marked by social conflicts due to the imbalance of negotiation power, low transparency in the financial system, and unfair profit distribution. The point of this study is to look into how well the One Management Pattern (PSM) helps reduce social conflicts in West Kalimantan core-plasma partnerships. This study uses a SWOT analysis and an actor analysis method to find the internal and external factors that affect how well PSM implementation goes. The research results show that PSM is able to improve the efficiency of plasma garden management through direct management by the core company, but still faces resistance from plasma farmers who feel they are losing control over their land. The main factors triggering farmers' dissatisfaction include high credit burdens, low transparency in the financial system, and the perceived lower quality of plasma estate revitalization compared to independent estates. To address this conflict, a strategy focusing on strengthening the role of farmer cooperatives as mediators, increasing transparency in the financial system, and regulatory support from local governments is needed. In addition, the involvement of customary institutions and community leaders in maintaining social stability is also a key factor in creating sustainable harmony. The core-plasma model used by PSM is meant to improve the well-being of farmers, make society more stable, and encourage long-term rural development in areas with palm oil plantations by taking an open and fair approach.
DIRI DI DESA TELUK PAKEDAI 1 KECAMATAN TELUK PAKEDAI KPENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA MANABUPATEN KUBU RAYA Pitrianti, Pitrianti; Sukamto, Sukamto; Erdi, Erdi
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v13i1.3204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan desa mandiri di Desa Teluk Pakedai 1 Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya yang berfokus pada penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan desa mandiri. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu terdapat beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terhambatnya penyelenggaraan pemerintahan menuju desa mandiri di Desa Teluk Pakedai 1 Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat Caventa dan Valderama (dalam Suhirman 2003: 61) yang terdiri dari: 1) Sumber Daya Manusia, kesimpulannya adalah kurangnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat desa sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa masih belum maksimal; 2) Sumber Daya Alam, kesimpulannya adalah pengelolaan potensi desa yang ada di Desa Teluk Pakedai 1 selama ini hanya menjadi wacana sehingga potensi sumber daya alam yang ada di desa belum dapat dikelola dengan maksimal; 3) Finansial, kesimpulannya adalah untuk pelaksanaan suatu kegiatan terutama dalam mengelola potensi yang ada di desa anggaran biayanya masih kurang atau terbatas; 4) Fisik, kesimpulannya adalah infrastruktur jalan yang masih belum memadai sebagai akses untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat maupun pendidikan masyarakat desa; 5) Sosial, kesimpulannya adalah partisipasi masyarakat dalam pembangunan belum efektif dilihat dengan masih rendahnya antusias masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan desa. Adapun saran yang direkomendasikan oleh peneliti adalah Kepala Desa dan masyarakat desa Teluk Pakedai 1 harus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengelola potensi desa yang akan meningkatkan pendapatan asli desa, dan secara aktif ikut serta dalam pembangunan desa.
Pengelolaan Operasional Pemasaran Green Marketing Dalam Upaya Pengurangan Sampah Plastik Kurniawan Chairul, Abdy; Erdi, Erdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan volume sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak, terutama akibat tingginya konsumsi produk sekali pakai dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan. Green marketing muncul sebagai pendekatan strategis yang menekankan penjualan produk dengan nilai keberlanjutan untuk mendorong perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penjualan berbasis green marketing serta kontribusinya dalam upaya pengurangan sampah plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pelaku usaha yang menerapkan strategi pemasaran hijau Dilihat dari 1) penggunaan bahan ramah lingkungan. 2) pengurangan kemasan plastik sekali pakai, 3) desain produk yang dapat digunakan kembali. 4) proporsi bahan daur ulang dalam produk kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan green marketing melalui edukasi konsumen, penggunaan kemasan ramah lingkungan, dan secara konsisten mampu meningkatkan minat beli konsumen dan mendorong peralihan dari produk plastik konvensional ke produk ramah lingkungan. Selain itu, transparansi informasi dan komitmen perusahaan terhadap praktik produksi hijau terbukti memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan loyalitas.
BERSAMA MEMBANGUN DESA: PERAN KOLABORATIF MAHASISWA PPM FISIP UNTAN DI DESA BAKAU KAB. SAMBAS Sudirman, Sudirman; Erdi, Erdi; Aswandi, Aswandi; Prakosa, Daffa Putra; Reza, Hangga Taqwa; Akbar, Hijrah; Noviana, Kariana; Masshaumi, Muhammad; Salsabila, Nesya Putri; Putri, Ratih Inri; Lestari, Reni Puji; Mulyono, Tri Teguh; Wulandari, Wulandari
JPPM : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2026): Maret
Publisher : Compart Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63854/jppm.v2i2.124

Abstract

Artikel ini menganalisis pelaksanaan program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) mahasiswa FISIP Universitas Tanjungpura di Desa Bakau, Kabupaten Sambas. Program dilaksanakan selama 3 hari dengan melibatkan 11 mahasiswa yang berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pembuatan papan nama desa, pengecatan pagar dan pembersihan Surau Al-Iklas, serta penyuluhan kesehatan produk pada makanan. Hasil menunjukkan pendekatan partisipatif efektif menggerakkan partisipasi masyarakat dengan tingkat keterlibatan mencapai lebih dari 60% di setiap kegiatan. Sosialisasi kesehatan produk makanan meningkatkan skor pengetahuan masyarakat dari 42,8 menjadi 81,3. Program ini berhasil memperkuat identitas wilayah, meningkatkan kualitas fasilitas keagamaan, dan meningkatkan literasi konsumen tentang keamanan pangan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menciptakan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan serta memberikan dampak pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan modal sosial.