Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AI UNTUK EFISIENSI PEMBUATAN BAGAN TANDING TURNAMEN PENCAK SILAT DI IPSI CIKARANG SELATAN Anshor, Abdul Halim; Sunge, Aswan Supriyadi; Wiyatno, Tri Ngudi; Erdi, Erdi; Rismawati, Rismawati
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.46597

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk membantu Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cikarang Selatan menyusun bagan tanding turnamen pencak silat sehingga lebih terorganisir dan terintegrasi dengan sistem pendaftaran online yang sebelumnya dilakukan secara manual sehingga sering menyebabkan keterlambatan, kesalahan penempatan peserta, dan jadwal pertandingan yang tumpang tindih. Selain itu untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengurus dan panitia turnamen pencak silat mengenai tata cara penggunaan kecerdasan buatan (artificail intelligence) untuk membuat bagan tanding yang efisien dengan metode pengacakan sederhana menggunakan aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan yang dibuat dengan bahasa pemrograman PHP. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi pada mitra tentang penggunaan aplikasi, kegiatan menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi penyusunan bagan secara signifikan dari rata-rata 60 menit menjadi sekitar 15 menit dengan penghematan waku lebih dari 70%. Selain lebih cepat, tumpang tindih jadwal pertandingan dan kesalahan input dapat dihindari sehingga proses penyusunan lebih akurat dan dapat diandalkan. Bagan yang dihasilkan juga lebih teratur, dan siap dipublikasikan. Keunggulan lain dari sistem ini adalah fitur pendaftaran peserta secara online, yang memungkinkan panitia mengolah data langsung tanpa perlu mengetiknya lagi. Pelatihan yang diberikan kepada pengurus IPSI menunjukkan bahwa peserta cepat memahami sistem dan dapat menjalankannya secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dalam membantu pengurus IPSI menemukan cara yang lebih baik untuk mengelola turnamen. Sistem ini masih dapat dikembangkan untuk memasukkan fitur tambahan seperti cetak hasil bagan secara otomatis, pembaruan jadwal secara real-time, dan integrasi laporan turnamen yang lebih lengkap.    Kata kunci: Pencak silat, IPSI, turnamen, digital, AI, PHP, real-time. ABSTRACT This service aims to assist the Indonesian Pencak Silat Association (IPSI) of South Cikarang in compiling a pencak silat tournament bracket so that it is more organized and integrated with the online registration system, which was previously done manually, often causing delays, participant placement errors, and overlapping match schedules. Additionally, it provides socialization and training to the administrators and committee members of the pencak silat tournament on how to use artificial intelligence (AI) to create an efficient match schedule using a simple randomization method with a digital application based on artificial intelligence created with the PHP programming language. The method used was socialization and education of partners on the use of the application. The activity showed that this system can significantly increase the efficiency of charting from an average of 60 minutes to about 15 minutes, with a time saving of more than 70%. In addition to being faster, overlapping match schedules and input errors can be avoided, making the charting process more accurate and reliable. The resulting charts are also more organized and ready for publication. Another advantage of this system is the online participant registration feature, which allows the committee to process data directly without having to retype it. The training provided to IPSI administrators showed that participants quickly understood the system and were able to run it independently. Overall, this activity successfully achieved its goal of helping IPSI administrators find better ways to manage tournaments. This system can still be developed to include additional features such as automatic printing of bracket results, real-time schedule updates, and more comprehensive tournament report integration. Keywords: Pencak silat, IPSI, tournament, digital, AI, PHP, real-time.
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar pada Sekolah Dasar Negeri 07 Sungai Soga Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Singgah, Illafi; Sunyata, Lina; Erdi, Erdi
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7161

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian belajar siswa sesuai dengan kebutuhan lokal dan perkembangan zaman. Tujuannya adalah untuk Proses Implementasi Kebijakan Kurikulum Belajar pada SD Negeri 07 Sungai Soga. Permasalahan utama adalah dalam Keterbatasan Kompleksitas Kebijakan Antara Pemerintah Terhadap Satuan Pendidik yang mana Di Sekolah Dasar Negeri 07 Sungai Soga, memberikan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Subjek penelitian ini terdiri dari : 1). Kepala Korwil VI Disdikbud Kabupaten Bengkayang, 2). Kepala SDN 07 Sungai Soga, 3). Dewan Guru, 4). Orang tua murid.           Teknik pemilihan subjek penelitian yang dijadikan sumber data digunakan dengan teknik bertujuan (purposive) yang diberikan kepada guru cenderung bersifat terputus-putus. Teknik Pengumpulan data yaitu dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di awali dengan (1) Penyusunan perangkat ajar meliputi analisis CP, TP, ATP, modul ajar dan bahan ajar. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang di awali dengan asesmen diagnostik dan kegiatan pembelajaran. Masih terdapat kurangnya pemahanan guru maupun orangtua siswa mengenai implementasi kurikulum merdeka belajar dan terdapat sarana dan prasarana yang tidak memadai dalam hal fasilitas untuk belajar. Masih terdapat pertunjuk maupun teknis yang tidak dipahami yang menjadikan kurangnya kreatifitas dan efesiensi guru, peserta didik, maupun orang tua didik dalam sistem yang ada.
ONE MANAGEMENT PATTERN IN CORE-PLASMA PARTNERSHIPS: A Solution For Reducing Social Conflicts and Improving the Welfare of Oil Palm Farmers Erdi, Erdi; Martoyo, Martoyo; Herlan, Herlan; Rupita, Rupita; Sukamto, Sukamto; Habib Padilah, Ahirul
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i2.62301

Abstract

The core-plasma partnership model in palm oil plantations in Indonesia has been implemented as a strategy to improve the welfare of plasma farmers and reduce the socio-economic gap between core companies and local communities. However, the implementation of this model is often marked by social conflicts due to the imbalance of negotiation power, low transparency in the financial system, and unfair profit distribution. The point of this study is to look into how well the One Management Pattern (PSM) helps reduce social conflicts in West Kalimantan core-plasma partnerships. This study uses a SWOT analysis and an actor analysis method to find the internal and external factors that affect how well PSM implementation goes. The research results show that PSM is able to improve the efficiency of plasma garden management through direct management by the core company, but still faces resistance from plasma farmers who feel they are losing control over their land. The main factors triggering farmers' dissatisfaction include high credit burdens, low transparency in the financial system, and the perceived lower quality of plasma estate revitalization compared to independent estates. To address this conflict, a strategy focusing on strengthening the role of farmer cooperatives as mediators, increasing transparency in the financial system, and regulatory support from local governments is needed. In addition, the involvement of customary institutions and community leaders in maintaining social stability is also a key factor in creating sustainable harmony. The core-plasma model used by PSM is meant to improve the well-being of farmers, make society more stable, and encourage long-term rural development in areas with palm oil plantations by taking an open and fair approach.