Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Media Pembelajaran Bilangan Bulat Berbantuan Macromedia Flash Pada Siswa MTs Miftahul Ulum Pelangwot Jauhara Dian Nurul Iffah; Rengga Adi Setyabekti; Dwinta Stani; Robiah Adawiyah; Faridatul Masruroh
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 2 No 2 (2022): UN PENMAS Vol 2 No 2
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v2i2.1885

Abstract

Pembelajaran matematika di MTs Miftahul Ulum Pelangwot dilakukan secara konvensional, kurang memaksimalkan penggunaan teknologi dan media pembelajaran sehingga hasil belajar siswa belum maksimal. Kemampuan siswa kelas VII MTs Miftahul Ulum Pelangwot dalam memahami konsep matematika materi operasi bilangan bulat dinilai cukup lamban, sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif agar siswa berminat untuk belajar dan lebih mudah dalam memahami materi bilangan bulat pada operasi penjumlahan bilangan bulat. Salah satu software yang dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran adalah Macromedia Flash. Macromedia Flash merupakan sebuah program animasi yang telah banyak digunakan oleh para animator untuk menghasilkan animasi. Macromedia Flash merupakan software yang berisi fasilitas untuk membuat desain dan media interaktif yang dilakukan secara profesional serta hal-hal yang berkaitan dengan sarana yang dibutuhkan untuk menyusun konten pada multimedia. Pembelajaran melalui media berbasis Macromedia Flash dapat menumbuhkan minat belajar dan pemahaman konsep. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diberikan solusi yaitu penerapan media pembelajaran bilangan bulat berbantuan Macromedia Flash pada Siswa Kelas VII MTs Miftahul Ulum Pelangwot
ANALISIS PRINSIP BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI FUNGSI ALJABAR DI SMA 3 DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG INTAN ANGGI RAHAYU; HIRFA NUR KHOLIIQOH; DESINTA RIZKI ARISUCI; JAUHARA DIAN NURUL IFFAH
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jnr.v13i2.2455

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prinsip belajar pada proses pembelajaran matematika kelas X-MIPA 1 di SMA 3 Darul Ulum Peterongan Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru matematika kelas X-MIPA 1 di SMA 3 Darul Ulum Peterongan Jombang dengan materi yaitu fungsi aljabar. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Adapun hasil dari penilian ini yaitu mengenai prinsip belajar. Pertama perhatian dan inovasi, dalam hal ini guru membimbing dan mengarahkan siswa dalam memahami materi fungsi aljabar, serta membimbing siswa yang mengalami kesulitan pada materi yang disampaikan. Kedua keaktifan, siswa dalam proses pembelajaran dengan kelompok siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Ketiga keterlibatan langsung, dalam proses pembelajaran guru membentuk kelompok dan memberikan soal kepada siswa, hal tersebut akan memunculkan keterlibatan langsung pada siswa. Keempat pengulangan, setelah menyelesaikan diskusi guru menyatakan materi fungsi aljabar dimana yang belum dimengerti dan guru akan memberi penguatan kepada siswa. Kelima tantangan, saat proses pembelajaran dengan menggunakan metode kelompok, dimana siswa diberi soal materi fungsi aljabar dituntut berpikir lebih keras untuk mencari jawaban secara berkelompok. Keenam balikan penguatan, dalam prosespembelajaran guru memberikan penguatan materi fungsi aljabar yang telah dipelajari pada akhir pelajaran. Ketujuh perbedaan individual, saat proses pembelajaran terlihat kemampuan dan gaya belajar siswa yang berbeda, ada siswa yang atktif dan ada juga siswa yang pasif. Kata Kunci : Prinsip Belajar, Pembelajaran, Fungsi Aljabar
ANALISIS PRINSIP BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X IPS II SMA NEGERI MOJOAGUNG Iswatun Ilmiah; Jauhara Dian Nurul Iffah
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jnr.v13i2.2460

Abstract

This study aims to determine the application of the basic principles of learning in mathematics learning at SMA N MOJOAGUNG. The subject of this research is the teacher of class XII IPS 2 in teaching permutation material. The object of this research is students from class XII IPS 2 SMA N MOJOAGUNG Jombang. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The instruments used to collect data are observation sheets, interview guidelines and documentation. The results of observations and interviews were analyzed based on aspects of basic principles in learning. The results of the study indicate that the application of the basic principles of learning in learning is in the good category. Keywords: Mathematics, Basic Principles of Learning.
PENERAPAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Aisyah Salsa Bila; Novia Aullani Rohmah; Khotimah Nur Indah Sari; Lailatul Arifah; Jauhara Dian Nurul Iffah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v7i1.252

Abstract

Teori belajar behavioristik merupakan teori belajar yang lebih mengutamakan pada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yang bertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif  deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengamatan kepada guru dimana guru sebagai subjek, untuk mendeskripsikan bagaimana subjek menerapkan teori behavioristik dalam pembelajaran matematika. Hasil observasi pada kelas X TKJ 1 di SMK PGRI 1 Jombang, ditemukan hasil belajar matematika materi Barisan dan Deret Aritmatika masih rendah hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya subjek hanya menerapkan beberapa langkah dalam penerapan pembelajaran teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini subjek menerapkan 12 langkah, diantaranya langkah ke 1 pada kegiatan pembelajaran penerapan teori behavioristic yaitu subjek menentukan tujuan pembelajaran. Langkah ke 2 adalah menganalisis lingkungan kelas termasuk kemampuan awal siswa. Langkah ke 3 adalah menentukan materi pembelajaran. Langkah ke 4 adalah subjek memecah materi menjadi sub-sub kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik dan sebagainya. Langkah ke 5 adalah guru menyajikan materi pelajaran. Langkah ke 6 adalah memberikan stimulus dapat berupa pertanyaan (tertulis, tugas, lisan dan sebagainya). Langkah ke 7 adalah mengamati dan mengkaji respon yang diberikan. Langkah ke-8 adalah memberikan penguatan (positif ataupun negatif). Langkah ke-9 adalah memberikan stimulus baru. Langkah ke-10 adalah memberikan penguatan lanjutan atau hukuman. Langkah ke-11 adalah pembentukan kebiasaan melalui pengulangan. Langkah ke-12 adalah evaluasi hasil belajar.
Students' Higher Order Thinking Process in Solving Math Problems by Gender Tutik Herawati; Wiwin Sri Hidayati; Jauhara Dian Nurul Iffah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.1963

Abstract

Keterampilan proses berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika diperlukan siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian mendeskripsikan proses berpikir tingkat tinggi siswa laki-laki dan perempuan level menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6) dalam menyelesaikan masalah. Subjek penelitian 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan. Instrumen utama peneliti sendiri, instrumen pendukung tes berpikir tingkat tinggi dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data mengunakan tes dan wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Teknik analisis data melalui reduksi, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian subjek laki-laki (C4), mengenali, menyebutkan hal penting, dan membuat rencana solusi. (C5), memeriksa kebenaran pekerjaan, membuktikan kesamaan luas lahan dan memberikan penilaian. (C6), membuat dua  gambar berbeda dari solusi jawaban yang pertama serta membuktikan kesamaan luas. Subjek perempuan (C4), mengenali hal penting dan tidak penting, membuat rencana solusi dengan menggambar lahan, membuktikan kesamaan luas dengan menghubungkan materi sumbu simetri dan rumus luas bangun trapesium. (C5), memeriksa kebenaran hasil pekerjaan  dengan menghitung luas lahan serta  memberikan penilaian, dan menghubungkan konsep materi sumbu simetri. (C6), membuat satu  gambar yang berbeda, tidak membuktikan kebenaran kesamaan luas, dan menghitung panjang pagar. Higher-order thinking process skills in solving mathematical problems are necessary in the learning process. The purpose of the study was to describe the high-order thinking process of male and female students at analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6) in problem solving. The participants were 1 male student and 1 female student. The main instrument was the researcher himself, and the supporting instruments were higher order thinking tests and interview guidelines to collect the data. To validate the data, this study utilized time triangulation. The data analysis was processed through data reduction, presentation, and conclusion. The findings of the study revealed that the male subject could (C4), identifyy the problem, mention important things, and plan the solutions, (C5) evaluate the work, prove the similarity of the land area and providee an assessment, (C6) make two different pictures of the first answer's solution and prove the broad similarity. The female subject could (C4), recognize important and unimportant things, make a solution plan by drawing the land, prove the similarity of areas by connecting the material axes of symmetry and the formula of a trapezoid area, (C5) evaluate the answer by calculating the land area and providing an assessment, and connecting the material concept of the axial symmetry, (C6) make a different picture, not prove the truth of the area similarity, and calculate the length of the fence.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 JOMBANG Novi Nur Ikhfani; Jauhara Dian Nurul Iffah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang melatar belakangi penelitian ini adalah siswa yang masih kurang antusias terhadap pembelajaran dan kurang bisa mengungkapkan pendapat di depan siswa lain, sehingga membuat hasil belajar kurang maksimal. Model pembelajaran SAVI dapat mengoptimalkan seluruh panca indera dalam pembelajaran secara langsung, tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, siswa berusaha untuk menerangkan dan mempraktekan pembelajaran, diskusi sesama teman, serta bertanya sesama teman dan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran SAVI. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Jombang tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa 32 siswa. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keaktifan siswa dan lembar hasil tes belajar siswa. Pada penelitian ini, keaktifan siswa dikatakan meningkat jika persentase keaktifan siswa lebih dari 75% dan hasil belajar matematika siswa dikatakan meningkat jika persentase skor hasil belajar siswa yang tuntas secara klasikal lebih dari 75%. Berdasarkan penelitian selama dua siklus diperoleh persentase keaktifan siswa pada siklus I sebesar 71,87% dengan kriteria cukup aktif meningkat menjadi 84,37% dengan kategori aktif pada siklus II dengan peningkatan sebesar 12,50%. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 62,50% menjadi 78,12% pada siklus II dengan peningkatan sebesar 15,62%. Berdasarkan hasil penelitian ini penerapan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Jombang dengan materi bangun ruang sisi datar.
ANALISIS PRINSIP BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII-D SMP NEGERI 1 PETERONGAN Sriwijati Sriwijati Sriwijati; fiky nanda aluna; jauhara dian nurul iffah; firda fatimatuz zahro
Integral : Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2023): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jnr.v14i1.2598

Abstract

Penelitian ini memberikan deskripsi hasil analisis prinsip belajar dalam pembelajaran matematika yang diterapkan oleh guru di kelas. Sehingga prinsip belajar dirasa sangat penting bagi proses pembelajaran, khsuusnya pada pengajar dan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif untuk menggambarkan prisnip belajar di sekolah SMP Negeri 1 Peterongan. Wawancara ini dilakukan dengan memberikan 10 pertanyaan umum hingga khusus mengenai prinsip-prinsip yang digunakan. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Selama observasi peneliti mengamati dan mencatat jalannya proses pembelajaran sesuai dengan indikasi lembar observasi. Wawancara dilakukan setelah proses pengamatan selesai. Pada penelitian ini guru memberikan perhatian dan motivasi kepada semua siswa di kelas, perhatian dan motivasi itu berupa menanyakan kabar, menanyakan apakah kemarin belajar atau tidak dan memberikan motivasi / dorongan agar mereka bersemangat dalam pembelajaran. Pada proses pembelajaran siswa dan siswi sangat aktif dan antusias menerima pelajaran. Guru pun memberi soal latihan untuk dikerjakan lalu ada murid yang maju mengerjakan, dan langsunh diberi penguatan oleh guru. Guru pun memberikan kesempatan bagi siswa-siswi yang belum faham untuk bertanya, lalu guru memberi pengulangan. Prinsip-prinsip pembelajaran diatas perlu diterapkan oleh semua guru agara dapat mencapai tujuan pembelajaran yang di inginkan. Kata Kunci : Analisis Prinsip, Belajar Pembelajaran, Pembelajaran Matematika
Analisis Berpikir Reversible Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Statistika Syarifatul Maf'ulah; Jauhara Dian Nurul Iffah; Mochamad Nur Hasan; Ilmi Auliya Rahma
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/buanamatematika.v13i1.7342

Abstract

Reversible thinking is a type of mental activity that has an important role in a person's success in solving problems. Problem solving is the heart of learning mathematics. Reversible thinking must be developed so that students have good problem solving skills. The purpose of this research is to describe the back-and-forth thinking of junior high school students in solving statistical problems. This type of research is descriptive qualitative with instrument tests. The research subjects were class VII students of SMPN 1 Gudo Jombang. Data collection by giving a test in one class VII SMPN 1 Gudo as many as 33 students. Next, one student who has the highest score is selected to be analyzed more deeply regarding his reversible thinking. The results of the study were that 78.9% of students were able to complete the first question, which was a question where the answer could be directly determined (data was known, the average was asked), but only 45.5% and 30.3% of students were able to complete the next two questions respectively. , which in solving it requires reversible thinking. The next two problems are problems that are the opposite of the first problem. Based on the test results, one student was selected with the highest test score, namely AAN. AAN is able to solve all problems correctly, both from the aspect of the settlement procedure and the final result. AAN has involved aspects of reversible thinking well in solving statistical problems. Among these aspects are forward, backward, and reverse aspects.
Penguatan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Berbantuan Media Lingkaran Pintar (Lingtar) dan Quizizz Iffah, Jauhara Dian Nurul; Ichwan, Mohammad; Hasan, Mochamad Nur; Hidayati, Wiwin Sri
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 3 No 2 (2023): UN PENMAS Vol 3 No 2
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v3i2.2241

Abstract

Kegiatan belajar mengajar matematika di MI Perguruan Mu’allimta seringkali masihdilakukan secara langsung, hal ini membuat kurangnya interaksi antara siswa dengan guru dan juga interaksi siswa dengan siswa lainnya. Hal ini mengakibatkan hasil belajar yang diperoleh siswa masih kurang memenuhi standart. Salah satau cara untuk mnumbuhkan interaksi ketika pembelajaran adalah emlalui media pembelajaran. Selain itu, Media pembelajaran diperlukan guru untuk menjadi alat bantu menyampaikan materi pelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk penguatan siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang berbantuan media lingkaran pintar dan di MI Perguruan Mu’allimat Cukir tahun pelajaran 2021-2022. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa menjadi lebih antusias ketika belajar menggunakan media pembelajaran. Selain itu hasil belajar juga terdapat perbedaan cukup signifikan yaitu capaian nilai keterampilan siswa pada pertemuan pertama sebesar 25,16% dilihat dari nilai pretest siswa. Pencapaian pengetahuan siswa juga menunjukkan perbedaan dibuktikan dari capaian komulatif pretest sebesar 25,16% dan post test sebesar 63,23% siswa mampu mengembangkan kemampuan mengerjakan soal-soal dengan cepat dan tepat melalui latihan soal-soal dari media LINGTAR dan Quizizz
The Effect of Utilizing Macromedia Flash as a Teaching Media for Delivering Integer on The Learning Outcomes of The Seventh Graders of Mts Miftahul Ulum Pelangwot Adawiyah, Robiah; Stani, Dwinta; Setyabekti, Rengga Adi; Iffah, Jauhara Dian Nurul; Masruroh, Faridatul
Al-Khawarizmi Vol 6, No 1 (2022): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v6i1.13164

Abstract

This study aimed to see the significant effect of utilizing Macromedia Flash as a teaching media for delivering integer on the learning output of the seventh graders of MTs Miftahu Ulum Pelangwot. It was an experimental research with a control design of one group pre-test post-test design. Hence, it used pre-test and post-test questions as the research instrument. Some tests including validity test, reliability test, and hypothesis test using Paired Sample T-test were all applied for data analysis. The research instrument was validated by an expert validator who confirmed that it was proper to use. The significant result of normality test was 0,2, which was more than 0,05, indicating that the data was normally distributed. The result of Paired Sample Test was tcount > ttable referring to 5,950>2,160. Therefore, it concluded that the significant effect of utilizing Macromedia Flash as a teaching media for delivering integer on the learning outcomes of the seventh graders of MTs Miftahul Ulum Pelangwot obviously existed.