Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Stabilitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terenkapsulasi Maltodekstrin dan Gelatin dan Potensi Prebiotiknya Sari, Devina Puspita; Aditiyarini, Dwi; Ariestanti, Catarina Aprilia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.7550

Abstract

Bunga telang merupakan salah satu bunga yang dapat dimakan dan digunakan sebagai pewarna alami makanan. Bunga ini juga berpotensi sebagai antioksidan dan prebiotik akibat kandungan antosianinnya. Namun ekstrak bunga telang mudah terdegradasi. Stabilitas zat warna bunga telang dapat dipertahankan dengan teknik enkapsulasi menggunakan maltodekstrin dan gelatin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasio maltodekstrin dan gelatin yang menghasilkan stabilitas enkapsulat bunga telang terbaik selama 15 hari penyimpanan dan potensi prebiotiknya. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Rasio maltodekstrin dan gelatin yang digunakan adalah 1:1, 3:1 dan 5:1, dengan kadar ekstrak bunga telang 1%. Stabilitas enkapsulat dianalisis dari kandungan antosianin dan antioksidan dengan waktu uji setiap 5 hari selama 15 hari. Kadar antosianin diukur dengan metode pH differential. Aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH. Potensi prebiotik diuji menggunakan Lactobacillus bulgaricus. Hasil menunjukkan bahwa enkapsulat ekstrak bunga telang dengan rasio maltodekstrin dan gelatin sebesar 3:1 memiliki stabilitas enkapsulat terbaik dengan kadar air 6,863%, kadar antosianin 0,217 mg/g, dan daya redam radikal bebas sebesar 54,858%. Enkapsulat ini juga terbukti berpotensi menjadi prebiotik yang ditandai dengan pertumbuhan L.bulgaricus sebesar 2,85 x 109 CFU/mL.
Ethanol Fermentation from Rubber Cassava Starch (Manihot glaziovii) using Immobilized α-Amylase and Fermipan Yeast Purnomo, Steven; Budiarso, Tri Yahya; Ariestanti, Catarina Aprilia
agriTECH Vol 46, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.99789

Abstract

Rubber cassava (Manihot glaziovii) is one of the least attractive type of tubers for human consumption due to the high content of hydrogen cyanide (HCN) compounds, despite being rich in starch, proteins, and lipids. The variety can be used as an alternative raw material for ethanol production. Therefore, this research aimed to investigate the effects of immobilized enzymes and cells created using the entrapment method during starch hydrolysis and 84 hours of sugar fermentation, respectively. Starch, sugar, and ethanol contents were measured using the iodine, DNS, and Nicloux methods. The results showed that free enzymes in Treatment 1 (T1) hydrolyzed 100% of starch with a content of 6.50% in 30 minutes. At pH 7.07, immobilized cells in Treatment 2 (T2) produced 5.23% ethanol by converting 4.62% sugar over 84 hours. Immobilized enzymes were less productive in converting starch into sugar. Meanwhile, immobilized cells were more effective in using sugar from starch degradation to produce ethanol. These results reported the potential of rubber cassava as a viable source for ethanol production, emphasizing the efficiency of immobilized cells in the fermentation process.