Santika, Sang Nyoman Gede Adhi
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Konsep Harmoni Bhuana Agung - Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali. Widiyantara, I Komang Wahyu; Santika, Sang Nyoman Gede Adhi; Bratanatyam, I Bagus Wijna
JURNAL DAMAR PEDALANGAN Vol 4 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/dmr.v4i2.4384

Abstract

Penyacah Parwa/Kanda adalah adegan prolog dalam pertunjukan wayang kulit Bali, di mana dalang secara verbal menyampaikan narasi yang melibatkan personifikasi alam semesta, kerendahan hati, dan ringkasan cerita yang akan disajikan. Adegan ini penting sebagai representasi keselarasan antara manusia (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung) dalam estetika yang dianut oleh seniman dalang. Dua tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan konsep harmoni Bhuana Agung dan Bhuana Alit dalam struktur pertunjukan wayang kulit serta mengeksplorasi signifikansinya terhadap pengalaman estetis dan pemahaman kultural audiens. Metode deskriptif kualitatif dipergunakan dalam penelitian ini, dengan didukung pengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang ditunjang teori estetika Hindu dan semiotika. Hasil penelitian yaitu pertama, Estetika Hindu melihat harmoni dalam seni pertunjukan sebagai hubungan kausal antara kesucian, kebenaran, dan keindahan. Penyacah Parwa/Kanda merepresentasikan ini dalam tiga narasi: pertama, penyebutan nama dewata (bhuana agung); kedua, dalang mengucap syukur dan memohon izin kepada Tuhan atas terciptanya kehidupan; ketiga, ringkasan cerita yang akan disajikan (bhuana alit), yang secara keseluruhan membangun kesadaran akan keselarasan antara bhuana agung dan bhuana alit. Kedua, keselarasan dalam Penyacah parwa / kanda signifikan dalam menciptakan pemahaman akan konsep harmoni dalam estetika antara kesucian dan kemaha kuasaan Tuhan yang yang secara indah digambarakan melalui penyebutan nama-nama dewata hingga para rsi secara visual-narasi, dilanjutkan dengan pengejawantahan kebenaran dari kisah-kisah manusia yang secara imajinatif sebagai bentuk refeksi bagi audiens agar mampu memandang dan memberlakukan semesta dengan lebih baik.
The Phenomenon of Baris Pendet Dance at Dalem Tanjung Sari Temple, Tanjung Bungkak Traditional Village, Denpasar City, Bali Sariada, I Ketut; Swarsana, I Putu; Sulistyani, Sulistyani; Yulianti, Ni Ketut Dewi; Santika, Sang Nyoman Gede Adhi
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v4i2.6086

Abstract

This research aims to obtain a holistic understanding of Baris Pendet Dance in Tanjung Sari Temple, Tanjung Bungkak Traditional Village, Denpasar City, Bali Province. This research was conducted by analyzing aspects of dance form, function, and philosophical meaning of Baris Pendet Dance. This research uses a qualitative research model with a descriptive approach. Data collection using observation techniques, interviews, literature studies and documentation studies. Several theories such as Aesthetic Theory, Structural Functionalism Theory, and Semiotics Theory are used to analyze data about the form, function and meaning of dance. The results showed that Baris Pendet dance in Pura Dalem Tanjung Sari is a group dance consisting of eight boys who have not yet entered puberty. The function of this Baris Pendet dance is the function of ritual, spectacle, and cultural preservation. Denotatively, this dance symbolizes respect for the value of spirituality in periodic rituals at Tanjung Sari Temple. While connotatively, this dance symbolizes the welcoming of humanity to the descent of the gods during the ceremony held at Tanjung Sari Temple.