Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Pemeliharaan Kelambu Celup Berinsektisida dalam Memberantas Vektor Malaria bagi Karang Taruna di Kabupaten Pacitan Setiawan Setiawan; Ngadino Ngadino; Pratiwi Hermiyanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 3 Desember 2023 (In Pro
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i3.14775

Abstract

Kasus malaria di Pulau Jawa sebagian besar dikarenakan pasien yang putus selama pengobatan dan bertugas ke luar pulau sehingga masih berpotensi kambuh dan menjadi kasus kembali setelah kembali ke daerah asalnya. Kasus malaria di Puskesmas Tegalombo pada tahun 2022, terdapat 2 (dua) kasus jenis vivax. Puskesmas telah melakukan program pengendalian untuk menekan keberadaan vektor malaria seperti larvaciding, penyemprotan/ Indoor Residual Spraying (IRS) dan pengendalian secara fisik. Namun upaya tersebut belum menunjukkan hasil maksimal, sehingga perlu dilakukan usaha pencegahan terpadu. Mengingat perilaku vektor malaria dalam menghisap darah pada malam hari maka upaya untuk memutus kontak dengan nyamuk adalah membiasakan masyarakat untuk tidur memakai kelambu. Metode praktek sangat baik dan cocok untuk meningkatkan keterampilan karang taruna dalam membuat dan memelihara kelambu celup berinsektisida untuk meminimalkan potensi terjadinya penyakit malaria. Pemeliharaan kelambu yang dimaksud adalah pencucian secara benar agar insektisida yang telah diaplikasikan tidak mudah menguap. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kelambu berinsektsida adalah insektisida Icon 25EC dengan komposisi 1:10 dalam air. Selama pelaksanaan praktek, 40 orang karang taruna yang hadir mengikuti dengan baik sehingga pemahaman pembuatan dan pemeliharaan kelambu dapat secara mandiri. Monitoring dilakukan 2 (dua) bulan setelah pelaksanaan pengabdian, didapatkan hasil bahwa karang taruna yang telah dilatih melakukan alih teknologi kepada masyarakat sekitar rumah karang taruna.
Pengaruh Penambahan Bioaktivator EM-4 Dan Mol Terhadap Laju Reduksi Sampah Organik Oleh Larva BSF Novia Cahya Ika Permatasari; Setiawan Setiawan; Darjati Darjati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/2qwwp089

Abstract

Latar Belakang: Larva BSF adalah larva yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mereduksi Sampah jenis Organik bervariatif serta bernilai ekonomi tinggi. Kelemahan dari reduksi sampah dengan metode ini adalah proses reduksi lebih lambat dan menimbulkan bau.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk“mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL terhadap laju reduksi Sampah Organik“oleh Larva BSF. Metode: eksperimental dengan menggunakan desain one shoot case study. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada persyaratan kualitas kompos secara fisik yaitu SNI-7030 tahun 2004 serta Analisis secara statistik menggunakan one way- analysis of variance (ANOVA). Hasil analisis jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh“P= 0,00 < 0,05. Laju reduksi paling tinggi sebesar 93 gr/hari pada sampel organik yang ditambah bioaktivator EM-4 dan MOL 30 ml. Laju reduksi terendah adalah control yaitu 56 gr/hari.. Kesimpulan:“Ada pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL terhadap laju reduksi sampah“oleh Larva BSF. Penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL Sebanyak 30 ml dapat mempercepat laju reduksi“terbaik.
Implementasi CIPP untuk Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Kota Surabaya Adella Putri Auliah Hapsari; Pratiwi Hermiyanti; Khambali .; Setiawan .; Nurifa Handayani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.3955

Abstract

Environmental Health Services (EHS) are one of the programs of the Pegirian Public Health Center that has not met the Public Health Center Performance Assessment (HCPA) targets from counseling activities, environmental health inspections, and environmental health interventions. Research is needed with the aim of evaluating the EHS's impact on reducing Environmental-Based Disease (EBD) at the Pegirian Public Health Center in Surabaya City. This research is descriptive using a qualitative approach. The evaluation used the Context, Input, Process, Product (CIPP) method, then analyzed using Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT). The results of the study evaluated the context of the EHS program was in the good category, while the input, process and product evaluations were in the sufficient category. Additionally, patient/client visits for EBD still fluctuating since 2017-2022. Recommendations for strategies that the Pegirian Public Health Center can undertake in the EHS program include coordinating with sub-health centers (Pustu) and local area cadre to socialize the benefits of the EHS program, so that the community is willing and able to utilize the program and experience a reduction in EBD.Keywords: environmental health service; environmental-based disease; SWOT
PENGARUH POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BATU BATA: Studi Kasus di Desa Kasreman Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri Tahun 2021 Sarah Nurizha Aqilla; Setiawan; Winarko
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2022): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v20i1.18

Abstract

The brick industry is an industry where almost all of the processes are done traditionally. Workers' body postures when working are often not ergonomic, so there is a risk of causing muskuloskeletal complaints. This study aims to determine the effect of work posture on musculoskeletal complaints in brick industry workers in Kasreman Village, Kandangan District, Kediri Regency. This type of research is analytic observational with a cross-sectional approach. This study includes a population study with the entire population as a sample of 57 people. Data were collected by observing work postures using the Ovako Working Analysis System (OWAS) method and interviews about musculoskeletal complaints felt by workers using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. The data were analyzed univariately and bivariately with Chi Square test and continued with Fisher's Exact. The results of this study indicate that most of the workers have a high category of work posture, aged > 35 years, and have high category of musculoskeletal complaints. Statistical test results show that there is an effect of work posture and age on musculoskeletal complaints in brick industry workers in Kasreman Village, Kandangan District, Kediri Regency in 2021. It is recommended for workers to pay attention to their work postures, adjust work and rest times, and stretch muscles. Industrial owners should pay more attention to workplace conditions, arrange work and rest times, and be able to provide sufficient and shady land to rest.
Analisis Pengelolaan Sanitasi Linen di Rumah Sakit TNI AU Soemitro Surabaya Shafa Aulia Hasnaningrum; Fitri Rokhmalia; Setiawan; Iva Rustanti; Demes Nurmayanti; Taufik Anwar
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 21 No. 2 (2023): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v21i2.80

Abstract

Pengelolaan linen menjadi salah satu peranan pendukung non medis yang disediakan oleh rumah sakit. Pengolahan limbah domestik seperti limbah linen yang di hasilkan dari rumah sakit perlu dikelola dengan baik untuk meminimalisir dampak terhadap Kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sanitasi linen di Rumah Sakit TNI AU Soemitro Surabaya Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan analisis Context, input, prosess, product (CIPP). Variabel penelitian meliputi sumber daya manusia, prosedur manajemen linen, infrastruktur pendukung, serta mutu produk. Metode pengumpulan informasi menggunakan observasi, wawancara, serta hasil uji laboratorium. Analisis data menggunakan penilaian analisis CIPP untuk memberikan alternatif pemecahan masalah bagi pimpinan Rumah Sakit TNI AU Soemitro yang bertitik pada pandangan bahwa keberhasilan pengelolaan linen dipengaruhi dari beberapa faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pengumpulan, penerimaan, pencucian, distribusi, dan pengangkutan linen menggunakan form Inspeksi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit berkategorikan cukup. Infrastruktur pendukung pengelolaan linen, sumber daya manusia dan mutu linen bersih tidak memenuhi syarat Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2019. Analisis CIPP pelaksanaan pengelolaan linen mendapatkan nilai cukup dari ketiga informan. Kesimpulan penelitian ini adalah sumber daya manusia, infrastruktur pendukung, proses pengelolaan linen, dan mutu linen bersih tidak memenuhi syarat peraturan menteri kesehatan no. 7 tahun 2019, sehingga analisis CIPP diperlukan strategi defensive dalam rumah sakit memberikan keputusan terlepas dari kerugian yang lebih besar yaitu bekerjasama dengan pihak ketiga.
Evaluation of the Effectiveness of Vector Control Programmes in Hospitals Using the CIPP Approach: A Case Study at Dr. Wahidin Sudiro Husodo General Hospital, Mojokerto City Anjar Pra Setyaningati; Ngadino; Sri Anggraeni; Setiawan; Elys Elisabet
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 6 No 1 (2025): Jurnal teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v6i1.373

Abstract

Environmental health is a critical factor in preventing vector-borne diseases in hospitals. The Dr. Wahidin Sudiro Husodo General Hospital in Mojokerto City has implemented a vector control programme in accordance with the Ministry of Health of the Republic of Indonesia Regulation No. 2 of 2023. However, monitoring results indicate that the larval index (LI) remains below the standard threshold of ≥95%, while rodent and cockroach densities exceed the established limits. This study aims to evaluate the effectiveness of the vector control programme using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). The research method used was qualitative descriptive with SWOT analysis. Data were collected through observations and interviews with sanitation officers in 32 hospital service units. The evaluation results showed that the context, input, and process aspects met the requirements, with each receiving high scores. However, in the product aspect, weaknesses were still found in mosquito and rat population control. Based on the SWOT analysis, the programme is in the aggressive strategy quadrant, which emphasises the utilisation of internal strengths and external opportunities to improve vector control effectiveness. Key recommendations include expanding programme coverage to areas outside the hospital, strengthening the involvement of internal health workers, and modernising the technology-based monitoring system. With the optimisation of these strategies, it is hoped that the vector control programme will be more effective in maintaining environmental health standards in hospitals.
Assessment of Toilet Cleaning Practices and Mold Presence in Public Toilets at Sunan Ampel Tourism Site, Surabaya: A Descriptive Study Rihadatul Aisy; Rusmiati; Putri Arida Ipmawati; Setiawan
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 4 (2024): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i4.382

Abstract

Kebersihan toilet dapat dijadikan sebagai indikator tingkat pengelolaan sanitasi suatu tempat. Kebersihan toilet dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar toilet, perilaku petugas kebersihan dan orang yang menggunakannya, serta proses pembersihan yang memungkinkan tumbuhnya jamur pada bak toilet yang dapat menimbulkan penyakit bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembersihan toilet dan keberadaan jamur pada bak toilet pada toilet umum di Kawasan Wisata Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Sunan Ampel Surabaya pada bulan Maret 2024. Objek dalam penelitian ini adalah 30 toilet. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, pengukuran, dan pemeriksaan keberadaan jamur. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data hasil pengamatan dan pemeriksaan laboratorium keberadaan jamur pada bak toilet umum dengan ketentuan PMK No. 17 Tahun 2020 dan Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia. Hasil penilaian proses pembersihan toilet menunjukkan bahwa 23 (77%) toilet masuk dalam kategori “Cukup” dan 7 (23%) toilet masuk dalam kategori “Baik”. Keberadaan jamur pada bak toilet ditemukan pada 19 (63%) toilet, sedangkan 11 (37%) toilet bebas jamur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa faktor suhu dan kelembaban, kualitas air bersih, frekuensi pengunjung, dan pembersihan bak toilet dapat memengaruhi pertumbuhan jamur pada bak toilet.