Novikasari, Linawati
Dosen Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Pada Usia 36 Bulan Pada An. K Di Kelurahan Sumberejo Kemiling Bandar Lampung Setiawati Setiawati; Reni Aprilia Binhar; Linawati Novikasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.2850

Abstract

ABSTRAK Keterlambatan perkembangan anak pada aspek tertentu saat ini masih menjadi slah satu masalah kesehatan bagi anak di Indonesia yang dapat mengurangi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Melakui pendekatan famly cantered-care orang tua anak dapat melakukan intervensi dini terhadap masalah keterlambatan perkembangan anak sebagai upaya pencegahan terhadap keterlambatan perkembangan anak lebih lanjut dengan pemberian stimulasi perkembangan terarah selama 2 minggu. Stimulasi adalah perangsangan dari luar lingkungan anak dimana dengan mengasah kemampuan anak secara terus-menerus kemampuan anak dimana dengan mengasah kemampuan anak secara terus-menerus kemampuan anak akan meningkat. Kata kunci : Anak Praskolah, Keterlambatan Perkembangan Anak, Stimulasi Perkembangan  ABSTRACT The delay in children's development on specific aspects is still one of the health problem for Indonesian children which can reduce the quality of the human resources in the future. Through a family-centered-care approach, parents will be able to do early intervention for the delay in children development problem prevention against further delay in children development with a directional development stimulation for 2 weeks. Stimulation was an external environment stimulation inability. Keyword: Preschool Children, Children’s Delay Development, Development Stimulate
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SMA NEGERI 13 BANDAR LAMPUNG Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M. Arifki Zainaro; Linawati Novikasari; Lidya Ariyanti; Prima Dian Furqoni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2588

Abstract

ABSTRAKUpaya masyarakat mengatasi penyakit menular, masih berorientasi pada penyembuhan penyakit, hal ini dirasa kurang efektif karena banyak mengeluarkan biaya. Upaya yang lebih efektif adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan dengan berperilaku hidup sehat. Namun, hal ini ternyata belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat. PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat. Terdapatlangkah – langkah berupa edukasi melalui pendekatan pemuka atau pimpinan masyarakat, pembinaan suasana dan juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar terutama pada tingkatan rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gayahidup agar lebih sehat. Tujuan setelah penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 13 Bandar Lampung tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan lembar balik. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa di SMP Negeri 13 Bandar Lampung terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, pemberian penyuluhan pada siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat sangat bermanfaat untuk siswa. Kata Kunci: PHBS, Siswa, Penyuluhan  ABSTRACTCommunity efforts to overcome infectious diseases, are still oriented towards healing diseases, this is considered less effective because it costs a lot. A more effective effort is to maintain and improve health by living a healthy life. However, this has not been fully realized by the public. PHBS is a social engineering that aims to make as many members of the community as possible agents of change in order to be able to improve the quality of daily behavior with the aim of clean and healthy living. There are steps in the form of education through community leaders or leaders approach, atmosphere development and also community empowerment with the aim of being able to recognize and know the health problems around especially at the household level as a start to improve patterns and lifestyle to be healthier. The aim after counseling is expected to increase the knowledge of SMA Negeri 13 Bandar Lampung students about clean and healthy living behavior. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and leaflets. There is an increase in students' knowledge at SMP Negeri 13 Bandar Lampung on clean and healthy living behavior. Thus, giving counseling to students about clean and healthy living behavior is very beneficial for students. Keywords: PHBS, Students, Counseling
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Anak Usia Dini Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Paud Kemuning Jaya Bandar Lampung Linawati Novikasari; Ruspa Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4965

Abstract

ABSTRAK PHBS merupakan satu pilar utama“ Indonesia Sehat” Sikap PHBS berarti sanggup memelihara, tingkatkan serta melindungi kesehatan dari penyakit serta area yang tidak kondusif buat hidup sehat. Virus Covid-  19 yang diakibatkan oleh Serve Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2(SARS- CoV- 2) sudah memunculkan kepanikan di segala dunia, tercantum Indonesia. Penyebaran Virus ini bisa dihindari dengan mempraktikkan pola hidup bersih serta sehat( PHBS), semacam cuci tangan yang benar, etika batuk, dan melindungi kesehatan serta energy tahan badan. Hasil Survei Demografi serta Kesehatan Indonesia menampilkan kalau 93% penduduk Indonesia telah terbiasa cuci tangan dengan sabun serta air mengalir. Sisanya warga Indonesia Cuma cuci tangan dengan air serta deterjen, bukan sabun. Tujuan sehabis penyuluhan kesehatan pendek, diharapkan kanak- kanak dapat tingkatkan pengetahuan serta keahlian dalam penangkalan Covid- 19 dengan gerakan PHBS dirumah ataupun disekolah. Adapula aktivitas yang dicoba berbentuk penyuluhan kesehatan mengenakan lembar balik serta leaflet. Setelah dilakukan penyuluhan ada kenaikan pengetahuan sebanyak 80%  tentang gerakan PHBS selaku penanganan Covid- 19 pada partisipan di Paud Kemuning jaya. Kata Kunci : PHBS,.Anak Usia dini,.Covid-19.                                                                                                ABSTRACT PHBS is one of the main pillars of “Healthy Indonesia” PHBS attitude means being able to maintain, improve and protect health from disease and areas that are not conducive to healthy living. The Covid-19 virus caused by the Serve Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) has caused panic all over the world, including Indonesia. The spread of this virus can be avoided by practicing a clean and healthy lifestyle (PHBS), such as proper handwashing, cough etiquette, and protecting the health and immune energy. The results of the Indonesian Demographic and Health Survey show that 93% of Indonesians are accustomed to washing their hands with soap and running water. The rest of the Indonesians only wash their hands with water and detergent, not soap. The goal after short health counseling is hoped that children can increase their knowledge and skills in preventing Covid-19 with the PHBS movement at home or at school. There are also activities that are tried in the form of health education using flipcharts and leaflets. After the counseling was carried out, there was an 80% increase in knowledge about the PHBS movement as the handling of Covid-19 among participants at Paud Kemuning Jaya. Keywords: PHBS, Early Childhood, Covid-19.
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Trio Subroto; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4140

Abstract

HISTORICAL RELATIONSHIP OF INFECTIOUS DISEASE WITH STUNTING EVENTS IN CHILDREN AGED 12-59 MONTHS  Background:Stunting events in the highest Central Lampung district are in Pubian Sub-District, Kecamanatan Anak Tuha, Seputih Agung Sub-District, and Seputih Raman Sub-District, In Seputih Raman sub-district there are 2 Working Areas of Puskesmas Seputih Raman with 4 villages stunting data obtained as many as 153 children, and Rama Indra Health Center with 5 villages with the number of stunting children as many as 183 childrenPurpose : Known to know the history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months Methods : Type of quantitative research, design of analytical survey research with cross sectional approach, population and sample is stuntinng child, sampling technique using purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi square test.Results : Incidence of infection in children aged 12-59 as many as 65 respondents (31.9%) and 139 respondents (68.1%). Stunting incidents, as many as 102 respondents (50%) 102 respondents (50%). P-Value = 0.000 to P-Value <α (0.000<0.05) Conclusion: It can be concluded there is a history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months in the Working Area of Rama Indra Kec. Seputih Raman Kab.Lampung Tengah Year 2019. Based on the results and discussions, researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved to address the problem of toddler stunting in Rama Indra Health Center Working Area.    Suggestion As input for mothers to provide exclusive breastfeeding and nutritious food as well as maintaining the cleanliness of drinking food and a place to live for many people to avoid stunting. Based on the results and discussion, the researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved again to overcome the problems of toddlers. stunting in the working area of Rama Indra Health Center. Keywords : Infection, Stunting, Child 12-59 Months  ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian stunting di kabupaten Lampung Tengah tertinggi berada di Kecamatan Pubian, Kecamanatan Anak Tuha, Kecamatan Seputih Agung, dan Kecamatan Seputih Raman, Pada Kecamatan Seputih Raman terdapat 2 Wilayah Kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Seputih Raman dengan 4 desa data stunting diperoleh sebanyak 153 anak, dan Puskesmas Rama Indra dengan 5 desa dengan jumlah anak stunting sebanyak 183 anakTujuan: Diketahui mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulanMetode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel adalah anak yang mengalami stuntinng, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat mengguankan uji chi square.Hasil : Kejadian  infeksi pada anak usia 12-59 sebanyak 65 responden (31.9%) tidak infeksi sebanyak 139 responden (68.1%). Kejadian stunting, sebanyak 102 responden (50%) tidak stunting sebanyak 102 responden (50%). P-Value = 0,000 sehingga P-Value <α (0,000<0,05)Simpulan : Ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan  Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra.Saran Menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan makanan yang bergizi serta menjaga kebersihan makanan miunuman dan temnpat tinggal bagi banak agar dapat terhindar dari stunting.Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra. Kata Kunci      : Infeksi, Stunting, Anak 12-59 Bulan
HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST OPERATIF PADA ANAK DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Linawati Novikasari; Hadi Sanjaya; Setiawati .
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v8i2.1036

Abstract

Tindakan Bedah Menempati Ururan Ke-11 Dari 50 Pertama Penanganan Pola Penyakit Di Rumah Sakit Se Indonesia. Prevalensi Gangguan Nutrisi Di Indonesia Pada Pasien Rawat Inap Pada Hari Pertama Adalah 16%. Pada Hari Perawatan Ke-7 Persentase Pasien Yang Mengalami Gizi Kurang Dan Buruk Naik Menjadi 20%. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Diketahui Hubungan Asupan Nutrisi  Dengan Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak Di Rsud. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Jenis Penelitian Kuantitatif, Rancangan Analitik Dengan Pendekatan Cross Sectional, Sampel Sebanyak 34 Orang Dengan Teknik Total Sampling. Pengambilan Data Menggunakan Kuesioner Dan Menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil Penelitian  Diketahui Bahwa Asupan Nutrisi  Pada Anak Post Operatif Dengan Kategori Kurang Baik Sebanyak 11 Responden (32,4%). Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak Dengan Kategori Kurang Baik Sebanyak 10 Responden (29,4%). Ada Hubungan. Asupan Nutrisi  Dengan Penyembuhan Luka Post Operatif Pada Anak. Hasil Uji Statistik P Value = 0,005 (  Or: 11,667. Disarankan Petugas Kesehatan Memberikan Makan Sedikit Tapi Sering, Makan Selagi Hangat Dan Kolaborasi Dengan Ahli Gizi Untuk Memberikan Makanan Yang Disukai Pasien.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kegemukan pada balita Putri Salsabila Azzahra; Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.5179

Abstract

Background: Obesity prevalence increases worldwide 42 million children are overweight, 31 million in developing countries. Directorate General of Health of the Republic of Indonesia that obesity in toddlers in Indonesia is 14%. In Lampung province reached 21.4%. The prevalence of obesity in toddlers in North Lampung reached 10.72%. Purpose: Knowing the factors related to obesity in toddlers Method: Quantitative analytics using cross-sectional study design. The population is all mothers who have toddlers in Kembang Tanjung Village, North Lampung Regency. The number of samples on as many as 64 responded with 32 cases and 32 controls. Results: Variables proven to be related to obesity are genetic factors p-value 0.001(<0.05), and physical activity factors P-value 0.005(<0.05). Unrelated variables are revenue factors p-value 1.000(>0.05).Conclusion: The majority of respondents are high school-educated, housewives, and the majority of the sex of toddlers are male. There is a relationship between genetic factors and physical activity factors with obesity in toddlers, and there is no relationship between economic factors and obesity in toddlers.Keywords: Obesity; Genetics; Physical Activity; Income; Toddlers.Pendahuluan: Prevalensi kegemukan meningkat diseluruh dunia sebanyak 42 juta anak mengalami kegemukan, 31 juta di negara berkembang. Direktorat Jendral Kesehatan Republik Indonesia bahwa kegemukan pada balita di Indonesia 14%, Provinsi Lampung mencapai 21.4% dan di Lampung Utara mencapai 10.72%.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegemukan pada balita.Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasinya  semua ibu yang memiliki balita di Desa Kembang Tanjung Kabupaten Lampung Utara. Jumlah sampel pada sebanyak 64 responden dengan 32 kasus dan 32 kontrol.Hasil: Variabel yang terbukti berhubungan dengan kegemukan adalah faktor genetik p-value 0.001(<0.05), dan faktor aktivitas fisik p-value 0.005(<0.05). Variabel yang tidak berhubungan adalah faktor pendapatan p-value 1.000 (>0.05).Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berpendidikan SMA, pekerjaan sebagai IRT dan mayoritas jenis kelamin balita adalah laki-laki. Ada hubungan antara faktor genetik dan faktor aktivitas fisik, dan tidak ada hubungan antara faktor ekonomi dengan kegemukan pada balita di Desa Kembang Tanjung Kabupaten Lampung Utara.
Asuhan keperawatan komprehensif dengan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam Linawati Novikasari; Riska Wandini; Rima Ary Pradisca
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.326 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i3.89

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di Indonesia.  Demam adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh diatas normal. Rentang suhu tubuh seseorang dikatakan hipotermi terjadi <36,5,normal 36,5-37,5, dan dikatakan hipertermi >37,5. Efek hangat dari bawang merah bekerja dengan cara penggunaan energy panas melalui metode konduksi dan evaporasi, yaitu perpindahan panas dari suatu objek lain dengan kontak langsung . Tujuan: Dilakukan asuhan keperawatan komplementer dengan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 Metode: metode asuhan keperawatan ini menggunkan pendengakan dengan perlakukan pemberian bawang merah dengan konsep asuhan keperawatan komprehensif pasa setase anak, serta mendeskripsikan dalam bentuk review kasus dengan menganalisi masalah yang terjadi pada demam menggunakan penerapan teknik kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 Hasil: masalah yang di dapatkan pada kedua pasien dengan keluhan demam memiliki keluhan yang sama yaitu demam, anak menggigil dan pada penegakan diagnosa di temukan masalah hipertermi berhubungan dengan proses infeksi, dan setelah di berikan terapi kompres bawang merah demam mulai turun dan masalah teratasi. simpulan: evaluasi yang di dapatkan pada klien dengan hambatan aktivitas menunjukan bahwa klien An. R mengalami penurunan suhu yang optimal, mukosa bibir lembab peningkatan nafsu makan. Sedangkan pada An. T masih mengalami demam, nafsu makan menurun, akral terab hangat, nampak lemas. Kedepannya apabila pasien mengalami demam berulang maka di anjurkan untuk memeriksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Asuhan keperawatan infeksi saluran pernapasan akut (ispa) pada anak dengan menggunakan jahe merah dan madu Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; M. Fani Sugiantoro
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.419 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i4.139

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA merupakan infeksi yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru. ISPA adalah penyakit yang paling sering berada dalam daftar 10 (sepuluh) penyakit terbanyak di puskesmas maupun di rumah sakit. Penyakit ini dimulai dengan panas, tenggorokan sakit atau nyeri pada saat menelan, pilek, batuk kering atau berdahak. Virus penyebab ISPA adalah golongan Mikrovirus, Adenovirus, Koronavirus, Pikomavirus, dan Herpesvirus. Tujuan: Penulis mampu menggambarkan asuhan keperawatan anak secara komprehensif meliputi aspek bio-psiko-sosio dan spiritual pada keluarga dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan pendekatan proses keperawaan keluarga. Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Hasil : Berdasarkan implementasi , semua tindakan telah dilakukan pada An.S dan An.V. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5x24 jam masalah bersihan jalan nafas tidak efektif teratasi dengan frekuensi napas 22x/m. Kesimpulan dan Saran : Maka dapat ditarik pengaruh pemberian rebusan jahe merah dan madu dapat mengurangi tingkat keparahan batuk. Saran Bagi pelayanan kesehatan untuk memberikan banyak terapi sederhana yang mudah dilakukan pasien dan tanpa efek samping sehingga keluarga dan pasien mampu menerapkannya diluar pantauan fasyankes. Bagi keluarga pasien untuk lebih memahami pendidikan kesehatan yang telah disampaikan oleh pihak-pihak medis dan berusaha tetap menerapkannya meskipun diluar pantauan tenaga medis.
Pendidikan Kesehatan tentang Efektifitas Pencegahan Diare pada Balita dengan Seduhan Daun Jambu Biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Hafiffah Handayani; Linawati Novikasari; M. Arifki Zainaro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9954

Abstract

ABSTRAK Data insiden diare pada Puskesmas Air Hitam tahun 2021 sebesar 1097 balita (Puskesmas Air Hitam, 2021) Penyakit Diare adalah penyakit endemis yg berpotensi mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) & masih sebagai penyumbang nomor kematian pada Indonesia terutama dalam balita. Pada tahun 2020 cakupan pelayanan penderita diare dalam seluruh umur sebanyak 44,4 persen dalam balita sebanyak 28,9 persen dari target yg ditetapkan. Dilakukan pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki balita dengan maslah dehidrasi pada diare melalui pemberian game edukasi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022. Sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 13 responden (65%). Sebagian besar pengetahuan responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan berupa edukasi efektivitas seduhan daun jambu biji dengan kategori baik 18 responden (90%). Selisih peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah sebesar 55%, yang artinya terdapat pendidikan kesehatan tentang efektifitas pencegahan diare pada balita dengan seduhan daun jambu biji. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Air Hitam Kabupaten Lampung Barat sebagai inovasi yang dapat dikembangkan sebagi pencegahan diare menggunakan bahan herbal yaitu seduhan daun jambu biji dengan memberikan berupa leafltet. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pencegahan Diare, Seduhan Daun Jambu Biji  ABSTRACT Data on diarrhea incidence at Air Hitam Public Health Center in 2021 is 1097 children under five (Air Hitam Health Center, 2021). Diarrhea is an endemic disease that has the potential to cause Extraordinary Events (KLB) and is still a contributor to the number of deaths in Indonesia, especially in children under five. In 2020 the coverage of services for diarrhea sufferers in all ages is 44.4 percent in toddlers as much as 28.9 percent of the target set. To conduct health education on the effectiveness of diarrhea prevention in toddlers by steeping guava leaves in the Work Area of the Air Hitam Health Center, West Lampung Regency in 2022. The approach to writing a final project report focuses on nursing care for the problem of lack of knowledge in mothers who have toddlers with dehydration problems in diarrhea through the provision of educational games in the Air Hitam Health Center Work Area, West Lampung Regency in 2022. Most of the respondents' knowledge before being given health education in the form of education on the effectiveness of guava leaf steeping with good category 13 respondents (65%). Most of the respondents' knowledge after being given health education in the form of education on the effectiveness of steeping guava leaves with a good category was 18 respondents (90%). The difference in the increase in knowledge before and after is 55%, which means that there is health education about the effectiveness of preventing diarrhea in toddlers by steeping guava leaves. It is hoped that the results of this study can be used as input for the Air Hitam Health Center in West Lampung Regency as an innovation that can be developed as a prevention of diarrhea using herbal ingredients, namely steeping guava leaves by providing leaflets. Keywords: Health Education, Diarrhea Prevention, Guava Leaf Stew
Peningkatan status gizi balita melalui pemberian daun Kelor(moringa oleifera l.) pada masa pandemi Covid19 Indah Sari; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.5180

Abstract

Background: Data shows that more than half of cases of malnutrition status in the world occurs in Southeast Asia, which is as much as 27.6% or 5.2 million. Based on data from Basic Health Research in 2018 stated the prevalence of malnutrition and malnutrition in toddlers, as many as 3.9% of toddlers with malnutrition and 13.8% undernourished. The prevalence of underweight and very thin toddlers in Lampung Province based in 2018 is 11.8%. According to the Strategic Plan of the West Lampung District Health Office 2017-2022 the percentage of achievement is 1.41%.Purpose: To find out the improvement of the nutritional status of toddlers through the consumption of moringa leaves (Moringa oleifera L.) during the covid19 pandemic.Method: This type of research is Quasi Experiment (pseudo-experimental design) with one group pretest and posttest design. The population in this study was all toddlers who experienced undernutrition status in Suka Jaya Village and the sample was a population that met the inclusion criteria of 20 people.Results: The analysis there is effect of moringa leaves(Moringa oleifera L.)on the increase in nutritional status of children aged 4-5 years before and after the intervention is carried out statistical tests, namely the T-Test One Sample Test. Statistical test results showed the value of p-value = 0.000 (p<0.05) after the intervention of the nutritional status of children increased by 0.9.Conclusion: From the results of the study concluded that it was obtained an increase in nutritional status with the provision of moringa leaves (Moringa oleifera L.).Keywords: Nutritional Status; Moringa Leaves; Toddlers; Covid19 PandemicPendahuluan: Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah kasus status gizi kurang di dunia terjadi di Asia Tenggara yaitu sebanyak 27,6% atau 5,2 juta. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada Balita, sebanyak 3,9% balita dengan gizi buruk dan 13,8% gizi kurang. Prevalensi balita kurus dan sangat kurus di Provinsi Lampung berdasarkan Riskesdas 2018 adalah 11,8% . Menurut Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat 2017-2022 presentase capaian adalah sebesar 1,41%.Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan status gizi balita melalui pemberian daun kelor (Moringa Oleifera L.) pada masa pandemi covid19.Metode :Jenis penelitian ini adalah Kuasi Eksperimen (rancangan eksperimen semu) dengan desain One Group Pretest and Posttest. Populasinya seluruh ibu dan balita yang mengalami status gizi kurang di Desa Suka Jaya dan sampelnya yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 20 partisipan.Hasil: Ada pengaruh pemberian daun kelor (Moringa Oleifera L.) terhadap kenaikan status gizi anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah intervensi dilakukan uji statistik yaitu Uji T-Test One Sample Test. Hasil uji statistik menunjukan nilai p value = 0.000 (p<0.05) setelah dilakukan intervensi status gizi anak mengalami kenaikan 0.9.Simpulan: Didapatkan peningkatan status gizi dengan pemberian daun kelor (Moringa Oleifera L.).