Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konsep Pembelajaran Mendalam dalam Desain Kurikulum Tematik SD: Studi Kasus Integrasi Literasi Digital di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/1yc9s137

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi antara literasi digital, pembelajaran mendalam (deep learning), dan penguatan karakter pada konteks pendidikan dasar dan menengah, didorong oleh kebutuhan untuk membangun kecerdasan dan etika digital siswa dalam menghadapi tantangan Abad ke-21. Berbagai studi menunjukkan pentingnya integrasi literasi digital dalam mata pelajaran seperti PKn untuk menanamkan nilai etika digital dan keamanan siber. Pada saat yang sama, pendekatan pembelajaran mendalam diakui memiliki potensi signifikan dalam kurikulum sekolah dasar, yang juga berperan penting dalam upaya pembentukan karakter siswa sebagai pembelajar mandiri. Lebih lanjut, penguatan pendidikan karakter secara terintegrasi melalui pembelajaran berbasis literasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, sejalan dengan kerangka pedagogi baru yang mengarah pada pembelajaran mendalam untuk mempersiapkan siswa di era digital.
Peningkatan Keterampilan Literasi Digital Siswa melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) SMPN 1 Lembang Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/tqq18y62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan literasi digital siswa di SMPN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, melalui implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen proyek digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek kompetensi literasi digital siswa, terutama dalam kemampuan kreasi konten digital, yang meningkat sebesar 60% setelah penerapan CTL. Kesimpulan: Pendekatan CTL terbukti efektif dalam menghubungkan konteks nyata dan penggunaan teknologi untuk mengembangkan literasi digital siswa SMPN 1 Lembang, menjadikannya strategi yang direkomendasikan untuk penguatan kompetensi abad ke-21.
Strategi Adaptasi Guru Senior dalam Mengintegrasikan Teknologi Digital ke dalam Proses Pembelajaran di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana; Kusnadi, Kusnadi
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/4rrd6h96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan oleh guru senior (usia ≥ 45 tahun atau masa kerja ≥ 20 tahun) di Kabupaten Bandung Barat dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Transisi pendidikan ke era digital menghadirkan tantangan signifikan, terutama bagi guru senior yang mungkin memiliki paparan awal yang minim terhadap teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 10 guru senior dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi guru senior diklasifikasikan ke dalam tiga strategi utama: Adaptasi Instrumental, Adaptasi Pedagogis, dan Adaptasi Kelembagaan. Adaptasi instrumental meliputi pelatihan mandiri penggunaan aplikasi dasar seperti Canva dan Quizizz, seringkali dipicu oleh kebutuhan mendesak pasca-pandemi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dan program pelatihan yang terstruktur serta berkelanjutan di tingkat daerah untuk meningkatkan literasi digital guru senior, sesuai dengan tuntutan inovasi pembelajaran di abad ke-21.
Efektivitas Desain Umpan Balik Instan dalam Alat Evaluasi Gamifikasi untuk Mendorong Refleksi Diri pada Siswa SMP di SMPN 1 Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/k4yajk04

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kecakapan komprehensif, mencakup cara berpikir, cara bekerja, alat untuk bekerja, dan cara hidup (kompetensi diri). Kompetensi diri ini sangat terkait dengan kemampuan refleksi diri, yang merupakan komponen penting dari deep learning (pembelajaran mendalam). Namun, evaluasi konvensional sering memberikan umpan balik yang tertunda, sehingga gagal memicu siklus koreksi dan introspeksi yang cepat yang dibutuhkan siswa digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyusun kerangka konseptual mengenai bagaimana desain Umpan Balik Instan (UBI) yang terintegrasi dalam Alat Evaluasi Berbasis Gamifikasi (EBG) dapat secara efektif mendorong proses Refleksi Diri (RD) pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Studi ini menggunakan pendekatan sintesis literatur kualitatif (Conceptual Review) untuk mengintegrasikan temuan empiris dari studi relevan mengenai gamifikasi, evaluasi formatif, motivasi, dan self-development di tingkat sekolah menengah. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi elemen desain EBG yang efektif (seperti Wordwall, Quizizz, dan Plickers) dan mekanisme spesifik UBI dalam memicu self-regulation. Gamifikasi evaluasi terbukti meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan siswa SMP, dengan beberapa studi melaporkan peningkatan partisipasi aktif yang substansial (bahkan melebihi 80%). UBI yang terintegrasi (melalui real-time scoring dan feedback loop cepat) mempercepat siklus koreksi diri dan memaksa siswa untuk segera menganalisis kinerja mereka. Akselerasi ini secara langsung menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness) dan pengaturan diri (self-regulation), yang merupakan inti dari Refleksi Diri. Desain EBG yang mengutamakan UBI (melalui sistem leveling dan umpan balik yang konstruktif) berfungsi sebagai strategi pedagogis yang powerful untuk mentransformasi evaluasi menjadi alat pembelajaran yang mendorong joyful learning dan deep learning yang berkelanjutan.
Integrasi OBS Studio dengan Platform Live Streaming (YouTube/Zoom) sebagai Solusi Real-Time Pembuatan dan Distribusi Konten Pembelajaran Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/s16anv38

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong transformasi drastis dalam sektor pendidikan, memaksa adopsi model pembelajaran daring (PJJ) dan hibrida. Tantangan utama yang dihadapi pendidik adalah menyediakan konten pembelajaran audio-visual yang menarik secara real-time, dapat diakses secara luas, dan memfasilitasi interaksi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi integrasi Open Broadcaster Software (OBS) Studio, sebuah perangkat lunak open-source yang gratis, dengan platform live streaming utama: YouTube (untuk distribusi asinkron/VoD) dan Zoom (untuk interaksi sinkron dua arah). Metode penelitian ini adalah sintesis kualitatif deskriptif berdasarkan temuan studi kasus dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi OBS-YouTube terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dengan gaya belajar audio-visual, didukung oleh fitur rekaman otomatis untuk pembelajaran mandiri. Meskipun demikian, interaksi yang bersifat satu arah (melalui live chat) memerlukan kompensasi dari platform video conference yang berinteraksi langsung seperti Zoom. Keberhasilan solusi ini sangat bergantung pada peningkatan literasi digital guru, terutama dalam teknik produksi, dan resolusi tantangan infrastruktur digital, seperti kendala jaringan dan biaya kuota data. Kesimpulannya, integrasi OBS Studio menawarkan solusi yang efisien, fleksibel, dan ekonomis untuk produksi dan distribusi konten pembelajaran real-time, asalkan didukung oleh pelatihan profesional yang memadai dan infrastruktur digital yang merata.
Kompetensi Guru dan Dukungan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Pojok Kependudukan pada Program Sekolah Siaga Kependudukan Jenjang SMP di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/cejyk317

Abstract

Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan inisiatif strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menanamkan pemahaman kependudukan, Keluarga Berencana (KB), dan Pembangunan Keluarga (PKK) kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi tiga variabel kunci dalam implementasi SSK di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebuah wilayah yang menghadapi tantangan signifikan terkait pernikahan dini dan stunting. Variabel tersebut meliputi Kompetensi Guru, Dukungan Kepala Sekolah, dan efektivitas Pengelolaan Pojok Kependudukan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, dengan fokus pada replikasi model sukses (seperti SMPN 2 Ngamprah, yang meraih Juara 2 Nasional Apresiasi SSK Tahun 2023). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa meskipun program menghadapi kendala sistemik umum (kurangnya anggaran dan koordinasi eksternal), Dukungan Kepala Sekolah yang efektif—terutama dalam peran Manajer (alokasi sumber daya internal) dan Supervisor (pengawasan integrasi kurikulum)—menjadi faktor mitigasi kritis. Dukungan ini secara langsung mendorong peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru, memfasilitasi inovasi (seperti penggunaan media interaktif Pojok Kependudukan) yang mengubah Pojok Kependudukan dari sekadar formalitas administratif menjadi pusat literasi dan pembelajaran aktif. Oleh karena itu, keberhasilan SSK di KBB sangat bergantung pada kapasitas Kepemimpinan Kepala Sekolah yang adaptif dan proaktif dalam pemberdayaan sumber daya manusia internal.
Pemanfaatan Media Digital dalam Sosialisasi dan Internalisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SMP Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/e4qq2a23

Abstract

Kemerosotan nilai-nilai karakter di kalangan pelajar, terutama pada era digitalisasi, menuntut pendekatan strategis baru dalam pendidikan. Salah satu inisiatif pemerintah adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang bertujuan membentuk generasi unggul, sehat, dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi 7 KAIH di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan merumuskan model pemanfaatan media digital yang efektif untuk sosialisasi dan internalisasi kebiasaan tersebut, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Studi kualitatif deskriptif ini mensintesis data sekunder mengenai dualitas media digital—sebagai sumber gangguan disiplin waktu (Bangun Pagi dan Tidur Cepat) dan interaksi sosial (Bermasyarakat) —dengan kerangka teori Literasi Digital Kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan internalisasi KAIH seringkali berakar pada kurangnya Literasi Kritis, yang menyebabkan siswa tidak mampu menyaring pengaruh negatif gawai. Oleh karena itu, diusulkan model internalisasi berbasis digital yang fokus mengubah peran teknologi dari konsumsi pasif menjadi alat aksi moral (Moral Action). Keberhasilan model ini bergantung pada penguatan sinergi aktif antara sekolah dan orang tua melalui platform komunikasi digital yang transparan dan intim.
Model Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Menyukseskan Gelar Karya (Panen Hasil Belajar) P5 Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 1 No. 2 (2023): Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/f0cqga06

Abstract

Pendidikan nasional dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, yang implementasinya didasarkan pada empat pilar pendidikan UNESCO, salah satunya adalah Learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). Dalam konteks Kurikulum Merdeka, ini diwujudkan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menuntut kolaborasi aktif antara sekolah dan orang tua sebagai mitra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kolaborasi yang paling efektif antara orang tua dan sekolah dalam menunjang tahapan puncak P5, yaitu Gelar Karya (Panen Hasil Belajar), dan mengidentifikasi faktor kritis yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif (penelitian deskriptif kualitatif) dengan pendekatan studi kasus (case study), yang berfokus untuk mendapatkan gambaran mendalam tentang implementasi kolaborasi dalam konteks nyata. Data diperoleh melalui sintesis model kolaborasi yang terdiri dari Parenting Education, Komunikasi, dan Keterlibatan Orang Tua, kemudian dianalisis berdasarkan faktor pendukung dan penghambat yang teridentifikasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Kolaborasi Tiga Pilar (P3) sangat krusial untuk keberhasilan Gelar Karya P5, yang meliputi: (1) Sosialisasi dan Penyamarataan Persepsi (Parenting Education), (2) Komunikasi Berkelanjutan (formal dan non-formal), dan (3) Keterlibatan Langsung (dukungan logistik dan pendampingan). Kunci keberhasilan Gelar Karya adalah sinkronisasi pembiasaan karakter (enam dimensi P5) antara sekolah dan rumah. Faktor penghambat utama yang harus dikelola adalah konflik waktu orang tua, pandangan orang tua yang menganggap guru sebagai ‘ahli tunggal’ (expert bias), dan rendahnya rasa percaya diri orang tua dalam terlibat langsung dalam pembelajaran anak. Kolaborasi yang terstruktur dan terfleksibel ini memastikan Gelar Karya berfungsi sebagai panen autentik dari karakter siswa.
Analisis Tantangan dan Hambatan Guru dalam Implementasi P5 pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 1 No. 2 (2023): Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/0hvmyw90

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah komponen kokurikuler utama dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan mengembangkan karakter holistik siswa berdasarkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan hambatan krusial yang dihadapi guru Sekolah Dasar (SD) dalam merencanakan dan melaksanakan P5. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menyintesis temuan dari studi kasus dan kajian literatur terkait implementasi P5. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga klaster hambatan utama: (1) Kesenjangan Kompetensi Guru, ditandai dengan kurangnya pemahaman konseptual P5, kebingungan dalam merancang modul proyek yang berbeda dari modul ajar intrakurikuler, dan minimnya pelatihan tatap muka yang memadai ; (2) Hambatan Logistik dan Waktu, meliputi keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) yang menghambat kegiatan praktik eksploratif, serta alokasi waktu yang sempit yang memaksa sekolah menerapkan sistem blocking (pemadatan waktu) yang berpotensi mengurangi efektivitas penanaman karakter ; dan (3) Faktor Penyesuaian Pedagogis, di mana guru kesulitan melepaskan diri dari pola pengajaran teacher-centered Kurikulum 2013, menyebabkan resistensi terhadap metodologi pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang berpusat pada siswa. Keberhasilan P5 memerlukan dukungan sistemik berupa pelatihan mendalam dan strategi kolaborasi untuk mengatasi defisit sumber daya dan pemahaman.
Efektivitas Komunitas Belajar (Kombel) Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SMP Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 1 No. 2 (2023): Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/2vbb1w02

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Komunitas Belajar (Kombel) dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia, sebagai respons terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka dan rendahnya kualitas kompetensi guru yang terstandardisasi. Menggunakan metode sintesis literatur deskriptif kualitatif dan analisis temuan kuantitatif, penelitian ini mengintegrasikan data dari studi kasus implementasi Kombel di berbagai jenjang pendidikan, dengan fokus pada relevansi konteks SMP. Hasil sintesis empiris menunjukkan bahwa partisipasi dalam Kombel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pedagogik guru. Mekanisme peningkatan ini terwujud melalui tiga pilar utama: kolaborasi reflektif untuk pengembangan kurikulum dan pemahaman karakteristik peserta didik, berbagi praktik baik dengan prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), serta penguatan keterampilan digital guru. Meskipun demikian, efektivitas Kombel terhambat oleh tantangan implementasi yang krusial, terutama misalignment fokus diskusi, di mana mayoritas topik (65%) tidak berkaitan langsung dengan pedagogi inti, melainkan terdistraksi oleh isu administratif dan kesejahteraan. Selain itu, dukungan kepala sekolah yang belum bersifat riil serta keterbatasan fasilitas menjadi kendala. Ditemukan bahwa Kombel berfungsi sebagai mekanisme kompensasi yang vital untuk menutup kesenjangan yang tidak teratasi oleh pelatihan formal. Dengan demikian, optimalisasi Kombel memerlukan intervensi kebijakan yang memastikan relevansi topik dan dukungan institusional yang konsisten untuk memaksimalkan dampak positifnya pada peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SMP, yang secara statistik terhubung erat dengan kinerja guru secara keseluruhan.