Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBANDINGAN GAYA GESER DASAR SEISMIK DI PULAU JAWA MENGGUNAKAN METODE RESPON SPEKTRUM besty afriandini; Cremona Ayu Novita Sari; Arif Kurniawan Suksmono
Racic : Rab Construction Research Vol. 7 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v7i2.3003

Abstract

In 2019 the National Standards Agency of Indonesia officially set the earthquake-resistant building planning standard, SNI 1726-2019, revising the previous standard, SNI 1726-2012. Changes in several parameters of earthquake resistance will affect changes in the spectrum response as an earthquake load. This study aims to compare the value of the seismic base shear using the response spectrum method with the application of SNI 1726-2012 and SNI 1726-2019 in 6 cities on the Java Island, namely Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, and Surabaya. Structural modeling using SAP 2000 software and the analysis method used is the response spectrum method. The x-direction seismic base shear based on SNI 1726-2019 at 6 locations is 2666,184 ; 2537,047 ; 3225,123 ; 2829,838 ; 3202,125 and 2333,256 kN. The y-direction seismic base shear on SNI 1726-2019 produces 2783,057 ; 2648,228 ; 3366,417 ; 2953,858 ; 3342.421 and 2435.54 kN. The seismic base shear in the x-direction and the y-direction in 6 cities reviewed based on SNI 1726-2019 shows a bigger than SNI 1726-2012. The largest seismic base shear based on SNI 1726-2012 and SNI 1726-2019 in the X-direction and Y-direction are in the city of Bandung, concur to the results of the Response Spectrum calculations of the two regulations, which show the largest value is in the city of Bandung.
Analisis Kondisi dan Pemetaan Kerusakan Jalan Berbasis Sistem Informasi Geografis Ruas Jalan Ijo - Jatijajar Kebumen Nelly Suhayutianlin; Sulfah Anjarwati; Cremona Ayu Novita Sari
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.26882

Abstract

Jalan Ijo – Jatijajar Kebumen termasuk dalam daerah yang rawan bencana banjir, dikarenakan daerah tersebut berada di dataran rendah sehingga rentan terjadi banjir apabila intensitas curah hujan tinggi. Selain itu jalan tersebut juga dilewati kendaraan baik kendaraan ringan maupun kendaraan berat. Hal tersebut yang menyebabkan kerusakan di beberapa ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan kerusakan jalan pada ruas jalan Ijo – Jatijajar Kebumen dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta menilai kondisi kerusakan jalan dengan metode Surface Distress Index (SDI). Metode penelitian ini menggunakan metode  Surface Distress Index (SDI) dan metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisa, penelitian ini dilakukan sepanjang 9,25 km yang memiliki kerusakan sedang maupun rusak ringan. Hasil penelitian ini terdapat jalan dengan kondisi baik dengan persentase sebesar 91%, kondisi sedang dengan persentase sebesar 8%, kondisi rusak ringan dengan persentase sebesar 1%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata nilai SDI pada ruas Jalan Ijo – Jatijajar Kebumen sebesar 13,49 dengan kondisi “Baik”. Dari hasil pemetaan menggunakan Arcgis 10.8 didapat jenis informasi dalam data koordinat kerusakan yang mana terdapat 135 titik kerusakan lubang dengan persentase sebesar 61%, 73 titik kerusakan retak dengan persentase sebesar 32%, dan 15 titik kerusakan kedalaman bekas roda dengan persentase 7%.
PENYULUHAN MASTER PLAN PENGEMBANGAN SMA MUHAMMADIYAH SOKARAJA irfauji firman hidayat; Cremona Ayu Novita Sari; Arif Kurniawan Suksmono; Teguh Marhendi; Haryanto; Nurhayati
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Muhammadiyah Sokaraja berdiri diatas lahan seluas 1.176 m2 dan luas seluruh bangunan 488 m2. Beberapa bangunan telah mengalami kerusakan termasuk plafon yang runtuh dapat membahayakan siswa dan mengganggu pembelajaran sehingga perlu dilakukan rekonstruksi dengan metode yang dimulai dari survei kondisi sekolah yang dilanjutkan dengan mendesain master plan sekolah sesuai dengan kebutuhan ruang maupun kelas serta penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk merekonstruksi bangunan atau merenovasi sekolah, dengan memastikan perbaikan sekolah dapat mendukung kebutuhan ruang dan kegiatan belajar secara efektif dan aman. Metode yang dilakukan meliputi tahap persiapan yang terdiri dari pembentukan tim kerja, survey dan pengumpulan data kemudian tahap perencanaan Master Plan yang terdiri dari penyusunan desain dan dokumen teknis, penyusunan Gambar Master Plan serta Penyusunan Anggaran Biaya. Hasil kegiatan mendapatkan respon yang sangat baik dan bermanfaat bagi mitra terkait dengan terbentuknya dokumen master plan yang memuat arah pengembangan sekolah lengkap dengan desain teknis dan perencanaan tata ruang yang lebih teratur dengan desain 2D maupun 3D serta tersusunnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang detail sehingga memudahkan proses pengajuan pendanaan dan pelaksanaan pembangunan. Dokumen masterplan ini dapat dijadikan acuan dalam penataan ruang demi terciptanya peningkatan kenyamanan dan keamanan dilingkungan sekolah serta mendukung efektivitas dalam kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi komintmen dari pihak sekolah terhadap pentingnya perencanaan terpadu untuk pengambangan fasilitas pendidikan. Kata Kunci: Master Plan, Gambar 2D dan 3D, Rencana Anggaran Biaya
Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Sebagai Kompos Organik: Training On The Utilization Of Household Waste As Organic Compost Dewi Laras Sulastri Ningsih; Cremona Ayu Novita Sari; Sofyan Dwi Laksana
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju produksi sampah terus meningkat, tidak saja sejajar dengan laju pertumbuhan penduduk tetapi juga sejalan dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Berdasarkan grafik data komposisi sampah berdasarkan sumber sampah, sumber sampah terbesar yaitu sampah rumah tangga, dan jenis sampah yang terbanyak adalah sisa makanan. Sisa makanan merupakan sampah rumah tangga jenis sampah organik. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan melalui pembuatan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Pengomposan melalui bahan organik pada komposter menghasilkan kompos dalam bentuk padat maupun cair. Kecamatan Bantarbolang berada di Kabupaten Pemalang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Kecamatan Bantarbolang terdiri dari 17 desa, 78 RW dan 357 RT, dengan populasi 44.444 jiwa. Meskipun kondisi masyarakat di Desa Banjarsari sudah tergolong maju akan tetapi kesadaran masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah rumah tangga sebagai kompos organik masih belum banyak dilakukan. Dengan demikian ibu-ibu PKK desa Banjarsari sangat tepat dijadikan sebagai objek untuk menerapkan pelatihan pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai kompos organik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstasi/praktek langsung, dan evaluasi. Materi yang disajikan yaitu pengertian dan jenis-jenis sampah rumah tangga, sampah organik, dan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos organik melalui komposter. Dengan adanya kegiatan ini peserta yang terdiri dari Ibu-ibu PKK desa Banjarsari ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk membuat kompos organik dengan memanfaatkan sampah Rumah Tangga, sehingga diharapkan dapat dijadikanterobosan mengatasi masalah sampah rumah tangga sekaligus mendapatkanpupuk organik yang sangat bermutu. Kata Kunci : Sampah , Kompos Organik, Rumah Tangga
Evaluasi Kinerja Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Persimpangan Bersinyal Menggunakan Metode PKJI 2023 (Studi Kasus Simpang Jln. Purbalingga–Klampok) Farhan Rizki Kurniawan; Sulfah Anjarwati; Cremona Ayu Novita Sari
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.29376

Abstract

Persimpangan bersinyal Jalan Purbalingga–Klampok mengalami penumpukan sepeda motor pada fase lampu merah yang berdampak pada panjang antrian dan penurunan kinerja simpang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang serta tingkat keterisian dan dimensi Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data diperoleh melalui survei geometrik simpang, pencacahan volume lalu lintas, dan pengamatan keterisian RHK yang dilakukan selama tiga hari yaitu hari Selasa pukul 06.00-18.00 serta Senin dan Jumat pada jam-jam sibuk pukul 06.00-08.00, pukul 12.00-14.00 dan pukul 16.00-18.00. Hasil analisis menunjukkan tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F, yang ditandai dengan arus lalu lintas yang sangat padat, kapasitas yang terlampaui, dan antrean panjang di beberapa jalur masuk. Tingkat keterisian RHK pada pendekat Selatan sebesar 127%, Barat 120%, dan Timur 135%, sedangkan pendekat Utara sebesar 52%. Berdasarkan hasil evaluasi, direkomendasikan penyesuaian dimensi RHK pada pendekat Selatan menjadi 8×4 m (21 sepeda motor), Barat 8×5 m (27 sepeda motor), dan Timur 10×5 m (33 sepeda motor), sementara pendekat Utara tidak memerlukan perubahan. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan lalu lintas