Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agristan

KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SAYURAN HIDROPONIK DI SWALAYAN KOTA BANDAR LAMPUNG Astuti, Eva; Handayani, Sri; Angrraini, Nuni; Kusmaria, Kusmaria; Berliana, Dayang
Jurnal Agristan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i2.12266

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia mencapai 275.773,8 ribu jiwa tahun 2022. Jumlah penduduk yang meningkat diikuti oleh laju pertumbuhan penduduk yang dapat menyebabkan kebutuhan pangan meningkat. Provinsi lampung memiliki 5 kota atau kabupaten yang mengalami laju pertumbuhan penduduk yang meningkat salah satunya Kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki laju pertumbuhan penduduk yang meningkat di Tahun 2021 sebesar 2,16 persen. Pola hidup sehat yang disadari oleh masyarakat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran hidroponik yang minim pestisida maupun bahan kimia. Sayuran hidroponik adalah jenis sayuran yang banyak dipasarkan di Swalayan. Kota Bandar Lampung merupakan ibu kota dari Provinsi Lampung yang memiliki banyak swalayan. Perbandingan penjualan sayuran di swalayan Kota Bandar Lampung sebanyak 30% sayuran hidroponik dan 70% sayuran non hidroponik, sehingga pemilihan swalayan dijadikan tempat pengambilan sampel. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik konsumen sayuran di swalayan Kota Bandar Lampung dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian sayuran hidroponik di Swalayan Kota Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan metode Accidental Sampling dan menggunakan analisis data metode kualitatif dan metode kuantitatif metode analisis data regresi logistik biner. Hasil dari penelitian yaitu karakteristik konsumen sayuran hidroponik mayoritas berjenis kelamin perempuan dengan rentan usia 26-45 tahun, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil dan jumlah anggota keluarga 1 hingga 5 orang. Hasil analisis data regresi logistik biner ketepatan model menggunakan signifikansi Nagelkerke R square sebesar 64,7% dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sayuran hidroponik di swalayan Kota Bandar Lampung meliputi faktor tingkat pendidikan, harga, pendapatan, frekuensi pembelian, pengetahuan sayuran hidroponik dan kesegaran sayuran.
Elastisitas Transmisi Harga Cabai Merah Di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan Sihombing, Nessi Rosalinda; Kusmaria, Kusmaria; Irawati, Luluk; Zaini, Muhammad
Jurnal Agristan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i2.16144

Abstract

Cabai merah adalah produk hortikultura yang berpeluang karena permintaannya terus meningkat di Indonesia, ditunjukkan dengan konsumsi per kapita yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri. Kecamatan Ketapang di Lampung Selatan merupakan wilayah sentra utama produksi cabai merah, namun petani menghadapi tantangan utama berupa fluktuasi harga yang tinggi, akibatnya petani memiliki posisi tawar yang rendah sehingga harga lebih banyak ditentukan oleh pedagang. Tujuan penelitian ini untuki menganalisisi strukturi pasar dengan pendekatan pangsai pasari (market share) dan rasio konsentrasi pasar CR4 (Concentration Ratio for Biggest Four) serta mengetahui nilai elastisitasi transmisii hargai cabai merah di tingkat petani (produsen) dan tingkat pengecer di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian menggunakan data sekunder selama bulan Januari 2023 - Maret 2025. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis data regresi linier sederhana. Struktur pasar dalam pemasaran cabai merah di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan cenderung mengarah pada oligopsoni dengan kekuatan monopsoni yang rendah. Nilai elastisitas transmisi harga cabai merah di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan sebesar 0,85. Jika ET kurang dari 1, maka kenaikan harga cabai merah sebesar 1% di tingkat pengecer hanya menyebabkan kenaikan harga sekitar 0,85% di tingkat petani. Harga cabai merah di tingkat pengecer turut menentukan harga yang diterima petani. Panjangnya saluran pemasaran memengaruhi elastisitas transmisi harga, sehingga petani di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatani hanya menjadi pihak penerima harga yang ditetapkan oleh tengkulak.