Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Senam Ergonomik terhadap Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) Purwandari, Nila Putri; Putri, Devi Setya; Ridholloh, Budi Nur; Irsyad, Muhammad Yusuf; Maulidika, Nailil Hidayati; Sari, Putri Arum; Ismayati, Wahyu
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.5

Abstract

Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan terpadu. Di Ruang Lily RSUD Sunan Kalijaga Demak banyak pasien yang mengalami hipertensi. Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat yang berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan yang tinggi kadar lemaknya. Tujuan program pengabdian ini setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, pasien dengan hipertensi di Ruang Lily dapat menjelaskan kembali tentang penyakit hipertensi dan senam ergonomik penurun tekanan darah dengan benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah, diskusi interaktif dan demontrasi. Hasil didapatkan pasien dan keluarga pasien mampu menjelaskan terkait materi tentang hipertensi dan senam ergonomis dan juga dapat mempraktikkan langkah-langkah  senam ergonomik penurun tekanan darah. Simpulan kegiatan penyuluhan kepada pasien hipertensi dan keluarganya di Ruang Lily RSUD Sunan Kalijaga bertujuan untuk memberikan edukasi hipertensi dan senam ergonomis kepada pasien dan keluarganya. Hasil penyuluhan mendapatkan bahwa pasien dan keluarga mampu menjelaskan materi tentang hipertensi dan senam ergonomik dan juga mampu mempraktikkan senam ergonomik penurun tekanan darah.
PENERAPAN BRISK WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Cahyanti, Luluk; Khoirunnisa, Fara; Yuliana, Alvi Ratna; Nur, Hirza Ainin; Putri, Devi Setya; Fitriana, Vera
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2991

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan usia. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktivitas fisik atau olahraga. Dilain pihak kegemukan disebabkan oleh konsumsi makanan berlebih dan aktivitas fisik atau olahraga kurang. Brisk Walking Exercise merupakan salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berjalan lebih cepat dari kecepatan normal selama 20-30 menit. Tujuan: Untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa penerapan Brisk Walking Exercise dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Pre-Experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sample sebanyak 15 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Juni 2025 menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi Brisk Walking Exercise. Hasil: Setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise selama 4 hari berturut-turut, sebelum diberikan tindakan terapi Brisk Walking Exercise tekanan darah responden Kategori Normal Tinggi berjumlah 1 responden ( 6,67%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Sedang berjumlah 5 responden ( 33,33%), kemudian sesudah dilakukan intervensi normal berjumlah 1 responden (6,67%), Kategori normal tinggi berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 5 responden (33,33%). Terapi Brisk Walking Exercise ini memberikan pengaruh positif khususnya dimasyarakat Desa Wergu Wetan terhadap penurunan tekanan darah. Hal ini menunjukkan ada penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise. Kesimpulan: Terapi Brisk Walking Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah. Terapi ini dapat dijadikan pendekatan keperawatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah, Terapi Brisk Walking Exercis
OPTIMALISASI PERAN REMAJA PUTRI DALAM MEMUTUS RANTAI STUNTING SEJAK DINI DI DESA SOCO KECAMATAN KABUPATEN KUDUS Listyarini, Anita Dyah; Putri, Devi Setya; Romadhoni, Afifah Aulia; Hapsari, Dayinta Tyas; Putri, Elsa Puji Yohana; Tyas, Hany Afrianing; Aryanti, Ika; Ningsih, Linda Wahyu Setya
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.599

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya terjadi pada balita, tetapi juga dapat dialami oleh remaja putri sebagai akibat dari kekurangan gizi jangka panjang. Remaja putri merupakan kelompok rentan karena berada pada fase pertumbuhan cepat serta persiapan menuju masa reproduksi, sehingga kondisi gizi yang tidak optimal dapat berdampak pada kesehatan diri dan generasi selanjutnya. Kurangnya pengetahuan tentang stunting, anemia, pola makan seimbang, serta perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri mengenai stunting, meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta upaya pencegahan dan penatalaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang dilaksanakan selama 45 menit kepada remaja putri di lingkungan masyarakat. Media yang digunakan meliputi leaflet dan presentasi visual untuk mempermudah pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep stunting, faktor risiko, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang, konsumsi zat gizi mikro, pencegahan anemia, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta juga mampu menjelaskan kembali materi yang disampaikan dan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Pembahasan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan stunting sejak dini. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan kesehatan berperan penting dalam upaya pencegahan stunting pada remaja putri sebagai langkah strategis untuk memutus siklus stunting antargenerasi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.
PENYULUHAN BAHAYA HIPERTENSI BAGI LANSIA Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.584

Abstract

Peningkatan usia penduduk menimbulkan tantangan besar di bidang kesehatan, terutama karena kelompok lansia (? 60 tahun) cenderung mengalami berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. Salah satu kondisi yang sangat umum dijumpai pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pada populasi muda karena didasari oleh perubahan struktural dan fungsional pembuluh darah, serta komorbiditas yang lebih banyak. Faktor?faktor seperti usia yang terus bertambah, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan penyakit penyerta (komorbiditas) ikut memperkuat risiko hipertensi pada lansia. Selain itu, penanganannya pun lebih kompleks karena lansia sering memiliki penurunan fungsi ginjal, gangguan vaskular dan frailty yang memerlukan pendekatan individual dalam pengobatan. Dengan demikian, upaya skrining, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan terapi yang sesuai sangat penting dilakukan untuk kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah pada kelompok lansia sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang hipertensi. Hasil pre- test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (sekitar 68%) belum memahami secara mendalam mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahan hipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, peserta diberikan post test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30% dibandingkan sebelum kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijaya et al.,2025) yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan secara langsung mampu meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada kelompok lansia. Selain itu, kegiatan ini berpotensi menjadi model program berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dan tenaga kesehatan des