Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Primacy of Microclimate and Thermal Comfort in a Walkability Study in the Tropics: A Review Arif, Victorina; Yola, Lin
Journal of Strategic and Global Studies Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the urgent environmental issues that are encountered by densely populated cities today is climate change and Urban Heat Island (UHI) which are increasing significantly. In the development of outdoor spaces or urban public spaces, there are environmental issues that affect the comfort of human activities. Meteorological, physiological, and psychological parameters affect the thermal comfort of humans doing their activities outdoors. Walking as one of the outdoor activities, in terms of urban design, there is not much mention of climate factors in identifying the success of outdoor space design. Walkability, the comfort level of walking is one of the parameters that many researchers discuss in the context of activity studies related to outdoor activities. This study aims to further review the development of literature relating to the urban microclimate, thermal comfort to walkability, especially in high-density tropical cities.
KEARIFAN LOKAL KOMUNITAS DI MASYARAKAT KAMPUNG KOTA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: KAMPUNG PONGGALAN YOGYAKARTA) Lin Yola, Nur Arning Tengara Kasih,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kota sebagai bentuk permukiman yang diproduksi secara sosial dan swadaya merupakan sesuatu yang khas pada kota-kota di Indonesia. Kampung kota memiliki kelebihan budaya tolong menolong dan gotong royong masih melekat dan terjadi. Pada masa pandemi COVID-19, inisiatif dan keswadayaan yang melekat pada kampung kota mendorong masyarakat untuk produktif menghadapi Covid-19 berbasis kekuatan komunitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji kearifan lokal komunitas di masyarakat Kampung Ponggalan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dengan key informan, dan internet. Komunitas yang terbentuk di Kampung Ponggalan merupakan kelompok sosial sebagai tempat hidup bersama dari orang-orang yang saling membantu tanpa pamrih. Dengan rasa kebersamaan yang kuat antar anggota kampung dan kearifan lokal yang dimiliki, masyarakat Kampung Ponggalan mampu bergotong-royong menghadapi COVID-19. Inisiatif dan keswadayaan yang dilakukan dalam menghadapi COVID-19 diantara lain dari segi kesehatan dengan penyemprotan disenfektan mandiri serta melakukan program keranisasi. Dari segi ekonomi sosial dengan budidaya buah, sayur, dan ikan. Dari segi pendidikan menyediakan perpustakaan yang mengoleksi buku paud hingga SMA. Dari segi informasi kebencanaan, Kampung Ponggalan memiliki Posko Tangguh Nusantara, serta memiliki panel dengan data yang lengkap.
ANOMALY OF LOW SPREAD OF COVID-19 IN SLUM SETTLEMENTS OF DEPOK VILLAGE Imam Budi Hartono; Lin Yola; Chotib Chotib
Sosiohumaniora Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i1.37841

Abstract

Two residents of Depok City, West Java, were confirmed as the first Covid-19 patients in Indonesia on March 2, 2020. This global pandemic has wreaked havoc on many facets of human life, especially slum environment in Depok City. Slum settlements are associated with dense populations, small streets, and disorganized housing structures, and all of which contribute to the high spread of Covid-19. In Depok Village, which is classified as a slum settlement, the number of Covid-19 case is lower than in Mekarsari Village, which is neither slum nor tend to be luxury. This study uses qualitative methods and research sources are from field observations and comparisons with previous studies which are contradictory. The theory used as a guide for this writing is Ekistics, Doxiadis. According to the findings of this study, the low number of COVID-19 cases in slum settlements can be reduced, one of the factors is the impact of improved environmental infrastructure. The Covid-19 Alert Village performance, the social community and public health also play critical roles in assisting people in their efforts to avoid the spread of Covid-19. The active participation of all members of society is the most important factor in preventing Covid-19 spread and transmission. The findings of this case study are not intended to generalize the phenomena that occur in the community, but this is an effort to evaluate and introspect on programs and policies that will be, are being, and have been performed by the local government in collaboration with the community.
PERAN TRANSPORTASI ONLINE DALAM MENUNJANG AKTIVITAS MASYARAKAT DAN MENJAGA EKSISTENSI PASCA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BEKASI Budi Purwoko; Chotib; Lin Yola
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v2i2.73

Abstract

This research aims to examine the existence of online transportation in the community due to technological developments and the Covid-19 pandemic storm. Spatial policy with transportation policy is very closely related. City land provides space as a place of activity, while transportation acts as a network (network) connecting between spaces. The re-arrangement of transportation towards the use of space is a focus that must be done immediately after the Covid-19 pandemic. This research uses qualitative methods. The results of this study are steps taken by related parties to create online transportation services and bekasi city spaces that are comfortable for the activities of their citizens and the construction of sustainable urban spaces after the Covid-19 pandemic. There is a synergy of policies both by the Government, Society and Operators as transportation service providers so that the role of online transportation in supporting community activities can be fulfilled.
Tata Kelola Kolaboratif dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir DKI Jakarta Aditya Maulana Mugiraharjo; Lin Yola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.377 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4744

Abstract

Perubahan iklim dan pemanasan global mempengaruhi beberapa wilayah pesisir di dunia. Makalah ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan kawasan pesisir di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia dengan pendekatan tata kelola kolaboratif. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif, yang sangat berguna untuk memberikan penjelasan yang komprehensif tentang penelitian ini. Pada akhirnya, penulis menyarankan 4 skenario tindakan tata kelola kolaboratif yang harus dilakukan oleh multi aktor dalam pengelolaan kawasan pesisir DKI Jakarta.
RENCANA PERJALANAN MASYARAKAT DKI JAKARTA KE LUAR KOTA SELAMA PERIODE LIBUR NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022 Budi Aji Purwoko; Chotib Chotib; Lin Yola
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v11i3.60021

Abstract

The government implements the PPKM Level 3 policy for all parts of Indonesia during the Christmas 2021 and New Year 2022 holidays. The policy was carried out to tighten the movement of people and prevent a surge in Covid-19 cases after the Nataru holiday. This study aims to analyze the correlation between Urban Community Travel Patterns, the potential to contract Covid-19, PPKM Level 3 Policy, Leave Prohibition, and Income Reduction during the Covid-19 pandemic. The analysis uses a statisticalquantitative approach to find out and analyze how big the relationship between variables is. This result is also in accordance with skinner’s t eori who mentioned that the relationship of stimulus and response that occurs can give rise to a change in behavior. The Community Activity Restriction Regulation Policy (PPKM) proved to have a negative and significant effect on travel patterns with the results of a correlation test of 0.023. The results showed the results of 0.844 determination tests of 71.3%, while the remaining 13.1% were other factors that were not studied. The results showed that the social restriction policy (PPKM) has not only affected the transmission of Covid-19 but has also changed the behavior of some urban people to re-plan travel patterns during Christmas and New Year 2021/2022 holidays. This is also directly proportional to the Indonesian Government's policy in controlling the growth rate of Covid-19, where they become more cautious in traveling during the Christmas and New Year holidays 2021/2022 which are considered riskier due to mobility and direct interaction with many people. Keywords: Covid-19, Social Restricriskiervel Restrictions, Leave Ban, Decrease in IncomeAbstrakPemerintah menerapkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memperketat pergerakan orang dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Nataru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi Pola Perjalanan Masyarakat Perkotaan, potensi tertular Covid-19, Kebijakan PPKM Level 3, Larangan Cuti dan Penurunan Pendapatan selama masa pandemi Covid-19. Analisis menggunakan pendekatan statistik-kuantitatif untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar hubungan antar variable. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kebijakan Pengaturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pola perjalanan dengan hasil uji korelasi sebesar 0.023. Hasil uji korelasi secara keseluruhan menunjukan hasil 0.844 uji determinasi sebesar 71.3%, sedangkan sisanya 13.1% merupakan faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh kebijakan pemerintah dalam membatasi pergerakan masyarakat selama periode libur Nataru dapat mempengaruhi masyarakat kota dalam merencanakan perjalanan ke luar kota. Hasil ini juga sesuai dengan teori Skinner yang menyebutkan bahwa hubungan stimulus dan respon yang terjadi dapat menimbulkan adanya perubahan perilaku. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan pembatasan sosial (PPKM) tidak hanya telah berpengaruh terhadap penularan Covid-19, melainkan juga telah merubah perilaku sebagian masyarakat perkotaan untuk merencanakan kembali pola perjalanan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022. Hal ini juga berbanding lurus dengan Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19, di mana mereka menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022 yang dipandang lebih berisiko karena adanya mobilitas dan interaksi langsung dengan banyak orang.Kata Kunci: Covid-19, Pembatasan Sosial, Pembatasan Perjalanan, Larangan Cuti, Penurunan Pendapatan
Strategi Integrasi Layanan Transportasi di Stasiun Kereta Api Bekasi Pasca Pandemic Covid-19 Budi Aji Purwoko; Chotib Chotib; Lin Yola
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 20, No 1 (2022): Juni
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v20i1.2142

Abstract

Perpindahan antar moda transportasi menjadi salah satu kendala penggunaan transportasi umum. Layanan transportasi saat ini dihadapkan pada risiko kesehatan dalam menggunakan kembali layanan angkutan umum. Angkutan umum harus bisa meningkatkan layanan, kenyamanan, dan kemudahan agar tetap dapat bersaing dengan kendaraan pribadi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harapan masyarakat pada pelayanan integrasi transportasi pasca pandemi menurut pengguna KRL di Stasiun Bekasi. Artikel ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis terdiri dari statistika deskriptif, tingkat kesesuaian, kualitas pelayanan (servqual), serta importance performance analysis. Hasil penelitian menunjukan adanya ketidakpuasan pengguna jasa transportasi pada kualitas pelayanan integrasi transportasi. Strategi layanan transportasi pasca pandemi dapat ditata ulang secara bertahap dengan merujuk pada indikator variabel penelitian ini. Rekomendasi yang diusulkan yaitu perlu adanya peraturan dan kebijakan pengendalian peningkatan jumlah kendaraan pribadi, pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi yang selaras dan terintegrasi, promosi dan sosialiasi terkait dengan kemudahan penggunaan moda transportasi umum.
PEMILIHAN MODA LANJUTAN PENGGUNA KERETA REL LISTRIK (KRL) DI STASIUN JUANDA, JAKARTA, INDONESIA Rio Apriyanto; Lin Yola
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v2i4.178

Abstract

This study aims to identify factors that influence KRL Users to choose the advanced mode of transportation used to reach their final destination. The method used in this study is quantitative and multinomial logistic regression. Calculations with multinomial logistic regression, in general, show slightly different results. In addition, trans-Jakarta public transportation modes tend to be more attractive to KRL users at Juanda Station for advanced modes of transportation. Some recommendations for determining continued travel with criteria for time, convenience, and cost, including 1) Pedestrians need to improve their comfort variables, so it is necessary to build better pedestrian paths. 2) Online motorcycle taxis need to build shelters/places to get on and off passengers in the Juanda station area to make it easier for users to use the online motorcycle taxi mode. 3) Transjakarta buses need to sterilize the Transjakarta route, considering the dense traffic on the road to the station, so there are no delays and queues on trans Jakarta buses. 4) Further studies need to be carried out on the other railway stations and need to be studied in more detail by paying attention to the variable level of service yang others.
Analisis Framing Pemberitaan Wacana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Media Elektronik Agus Suprayitno; M Erza Aminanto; Lin Yola
FOCUS Vol 3 No 2 (2022): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v3i2.969

Abstract

Pemberitaan media massa terkait wacana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) memiliki tonality pemberitaan positif dan negatif terhadap pemerintah. Berbagai media turut memberitakan wacana kenaikan BBM ini dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Penelitian ini diharapkan dapat membuat suatu gambaran bagaimana kecenderungan sampel media pemberitaan terhadap suatu kebijakan pemerintahan. Fokus pada penelitian ini ialah menganalisis framing pemberitaan yang dituliskan media terhadap isu wacana kenaikan BBM dengan menggunakan model framing Robert N. Entman dan menggunakan pendekatan kualitatif untuk dapat menemukan tendensi tonality dari 2 media daring yaitu Kompas.com dan Tempo.co. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa media daring Kompas.com memiliki tone positif terhadap isu kenaikan harga BBM. Kecenderungan tersebut dapat terlihat dari isi pemberitaan yang dirilis oleh Kompas.com lebih banyak menyampaikan hal-hal terkait kebijakan-kebijakan dari sisi pemerintah. Sementara itu, pada Tempo.co ditemukan hasil framing dengan tone negatif. Tempo.co menampilkan muatan-muatan berita yang menjelaskan dampak negatif yang mungkin dialami oleh berbagai sektor apabila kenaikan BBM benar terjadi. Berdasarkan analisis dari kedua media tersebut, Penulis merekomendasikan agar media massa senantiasa memberitakan fakta secara berimbang, kritis, namun tetap memiliki tanggung jawab untuk senantiasa mengedukasi masyarakat agar objektif terhadap isu kebijakan yang sedang mengemuka.
Evaluasi Penerapan E-Policing dalam Program Electronic Traffic Law Enforcement (Etle) di Ruas Jalan Margonda Raya Kota Depok Nanang Wahyu Wibowo; M Erza Aminanto; Lin Yola
FOCUS Vol 3 No 2 (2022): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v3i2.970

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di kawasan metropolitan salah satunya ialah pelanggaran aturan berlalu lintas di jalan raya. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi KKN dalam hal penegakan hukum lalu lintas, Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan sistem pemolisian modern berbasis elektronik yaitu E-Policing. Untuk menerapkan sistem E-Policing yang sesuai dengan fungsinya Kepolisian Indonesia membuat program dalam hal mewujudkan ketertiban penindakan pelanggaran lalu lintas dijalan raya yaitu melakukan penilangan berbasis elektronik atau yang biasa dikenal dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Tujuan utama penelitian ialah untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement (Etle) (ETLE) dari penerapan E-Policing. Penelitian ini membandingkan data pelanggaran sebelum adanya pelaksanaan program ETLE, awal program ETLE, dan setelah setahun program ETLE berjalan. Hasil pelaksanaan program ETLE dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya program ETLE di ruas jalan Margonda Raya Kota Depok jumlah pelanggaran lalu lintas yang berhasil terekam mengalami kenaikan dibandingkan sebelum adanya pelaksanaan program ETLE. Sedangkan perbandingan jumlah pelanggaran lalu lintas di awal program ETLE dan setelah pelaksanaan program ini selama satu tahun menunjukkan hasil positif yaitu penurunan jumlah pelanggaran dikarenakan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas semakin baik. Pelaksanaan program ETLE dipengaruhi beberapa faktor antara lain penegak hukum, sarana dan prasarana, serta faktor masyarakat.