Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

POTENSI PENINGKATAN PULAU PANAS PERKOTAAN PADA KAWASAN KUMUH KAMPUNG POJOK JAKARTA Ika Rosantiningsih; Lin Yola
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.10722

Abstract

Kota Jakarta merupakan kota dengan populasi penduduk yang padat dan juga padat bangunan, sebagian besar berupa bangunan hunian, sedangkan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru belum memadai. Proporsi hamparan bangunan hunian tapak lebih dominan dibandingkan hunian vertikal. Tipe kawasan hunian tapak dapat berupa kawasan tertata maupun tidak tertata, banyak diantaranya berupa bangunan hunian tapak padat penduduk, kumuh, dan bahkan liar. Banyaknya kawasan hunian kumuh dan liar menjadi salah satu faktor peningkatan Pulau panas perkotaan di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kawasan kumuh dan liar sebagai salah satu faktor peningkatan Pulau panas perkotaan di DKI Jakarta pada studi kasus Kampung Pojok Muara Baru yang berada diatas perairan teluk Jakarta. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dengan pengamatan lapangan serta kajian data sekunder dari peta citra satelit, dianalisis menggunakan teori Pulau panas perkotaan. Penelitian ini menekankan bahwa dampak konfigurasi bangunan dan jenis tutupan lahan pada kawasan hunian tidak tertata dan kumuh menjadi salah satu faktor peningkatan Pulau panas perkotaan karena minimnya vegetasi, aliran angin terhambat, panas matahari terserap dan terperangkap, serta terhambatnya fungsi badan air serta tercemar oleh limbah domestik rumah tangga. Solusi atas permasalahan tersebut adalah kebijakan relokasi lahan, pengembalian fungsi badan air serta penataan kawasan pesisir.
ANALISIS DAMPAK EKONOMI TRANSJOGJA KORIDOR 1A TERHADAP PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT YOGYAKARTA SEBAGAI SMART CITY Gregorius Yoga Himawan Prabowo; Lin Yola
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.10403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi Transjogja Koridor 1A terhadap peningkatan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat Yogyakarta sebagai Smart City. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review, dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel-artikel terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Transjogja Koridor 1A memberikan dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas masyarakat Yogyakarta. Dengan adanya layanan transportasi yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik, masyarakat dapat dengan mudah dan efisien mengakses berbagai destinasi di kota Yogyakarta. Selain itu, Transjogja Koridor 1A juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Yogyakarta, terutama di sepanjang rute koridor tersebut. Dalam konteks Smart City, Transjogja Koridor 1A dapat dijadikan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kota Yogyakarta. Namun, peningkatan aksesibilitas dan perekonomian yang dihasilkan oleh Transjogja Koridor 1A juga perlu diimbangi dengan upaya-upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat yang terdampak.
STRATEGIES FOR OPTIMIZING THE "EKSUS SMART" APPLICATION FOR THE COMMUNITY TO INCREASE TRANSPARENCY IN THE PERFORMANCE OF INVESTIGATORS IN HANDLING CRIMINAL ACTS Siburian, Hiroyuki Aditya; Handayani, Riska Sri; Yola, Lin
POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/polri.v3i1.934

Abstract

The Indonesian National Police (POLRI) confront a myriad of challenges in criminal investigations, contending with dynamic crime scenes and the need for prompt decision-making. Police Chief Listyo Sigit Prabowo leads the charge in operational transformation through the 6th program, the POLRI Transformation Road Map, focusing on elevating law enforcement performance. At the core of this initiative is the "EKSUS SMART" application, developed to streamline investigations. While holding promise for enhancing POLRI investigators' performance, practical obstacles necessitating optimization have emerged. This study aims to evaluate the utilization of "EKSUS SMART" in criminal investigations by POLRI investigators, proposing strategies to boost public participation in reporting crimes. Optimization goals encompass efficiency, effectiveness, and transparency in crime handling, coupled with fostering public trust in law enforcement. Employing qualitative research and drawing on theories like Diffusion of Innovation (DOI) and the Technology Acceptance Model (TAM), the study underscores the intricate nature of criminal case management, requiring high levels of expertise and professionalism. While "EKSUS SMART" contributes positively to efficiency and transparency, resolving technical, legal, and social challenges is crucial for its optimal application in upholding public safety. Specific optimization strategies, including heightened public awareness, user-friendly design, and instilling trust in reporting processes, are deemed essential. Improvements in investigator services, training, and communication skills are identified, along with the need for enhanced coordination and collaboration among investigators, government, and the public, achievable through improved information infrastructure and increased public interest in transparency and investigations.
KAJIAN HAK WARGA KAMPUNG POJOK JAKARTA AKAN AKSES TRANSPORTASI Rosantiningsih, Ika; Yola, Lin
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 4, No 1 (2023): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v4i1.2192

Abstract

Kawasan Muara Baru merupakan sebuah kawasan di pesisir utara Jakarta yang dihuni padat penduduk dan cenderung kumuh, mereka terdiri atas warga Kampung Pojok, warga Kampung Rumah Pompa serta warga Rusunawa Waduk Pluit. Permasalahan yang terjadi adalah belum terpenuhinya akses yang layak untuk menuju jalan raya terdekat, tidak adanya jalur pedestrian, hingga minim akses transportasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak warga Muara Baru dalam memperoleh aksesibilitas menjangkau wilayah lain di DKI Jakarta, akses transportasi ke pusat kota dan kelayakannya. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berupa studi kasus, pengamatan langsung, observasi dan analisis menggunakan google maps dan peta jakartasatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses transportasi publik warga pesisir Muara Baru ke pusat kota memerlukan penggantian moda dengan jarak tempuh hingga 2 jam serta jarak tempuh sekitar 14 KM. Transportasi yang disediakan pemerintah belum memadai karena masih minimnya jangkauan rute serta armada bus Transjakarta, dan belum terlayani oleh jaklingko sebagai penghubung ke tempat publik lainnya, minimnya aksesibilitas yang dimiliki saat ini yang membuat warga belum memperoleh hak aksesibilitasnya  sebagai warga kota. Pemerintah perlu mengkaji kembali kebutuhan akses publik serta kegiatan yang diakomodir didalamnya agar kawasan tersebut dapat lebih terjangkau.
Analisis Kesesuaian Pembangunan Kawasan Danau Bogor Raya dengan Aturan Teknis SNI 03-1733-2004 dan Teori Good City Form Kevin Adi Perdana; Lin Yola
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7678

Abstract

Urbanisasi cepat di Indonesia memerlukan perencanaan berkelanjutan, namun kesenjangan antara standar regulasi (SNI 03-1733-2004) dan teori perencanaan (Good City Form Lynch) masih ada. Danau Bogor Raya, kawasan strategis dekat pusat pemerintahan Bogor masa depan, menjadi contoh tantangan ini. Penelitian ini menilai kesesuaian kawasan terhadap SNI 03-1733-2004 dan teori Lynch, mengidentifikasi kekurangan fasilitas (kesehatan, pendidikan) dan desain urban (vitalitas, aksesibilitas). Pendekatan deskriptif-kuantitatif menganalisis data master plan terhadap standar SNI dan lima dimensi Lynch. Meski perumahan dan fasilitas dasar memenuhi SNI, kekurangan fasilitas kritis (pemadam kebakaran, rumah sakit, jalur pejalan kaki) dan kelemahan aksesibilitas mengancam keberlanjutan. Integrasi LRT yang belum pasti memperparah masalah mobilitas. Studi merekomendasikan peningkatan infrastruktur, penerapan TOD, dan perencanaan partisipatif untuk memenuhi SNI dan kriteria Lynch, sebagai model pengembangan urban berkelanjutan di Indonesia.
The Effect of Behaviour Intention on Academic Performance of Vocational Students in Blended Learning: A Case Study in Information Technology Courses Sancoko, Sancoko; Hawadi, Lydia Freyani; Yola, Lin; Kesa, Deni Danial
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i2.pp1088-1097

Abstract

There are three type of learning models, one of which is blended learning. Blended learning is learning that combines face-to-face instruction with e-learning. Program Vokasi Universitas Indonesia encourages lecturers to implement this model to enhance the quality of vocational students. Universitas Indonesia support for blended learning is shown through the Learning Management System: emas2.ui.ac.id. Behavioural intention in the context of blended learning is crucial, as reflect students readiness as learners to use technology. Studying academic performance is vital in the higher education, as it serves as the primary indicator of the success of the learning process and the achievement of educational goals. Objective: The study was conducted to asses the academic performance of vocational students in the blended learning model. Methods: This study uses the concept of behaviour intention derived from the Technology Acceptance Model (TAM). This study uses a quantitative approach for the analysis, an online survey was conducted to obtain data from 65 respondents, who have taken information technology courses. The collected data is then processed using SPSS  using three stages: validity and reliability test, simple regression and moderation test. For the moderation test, subgroups based on gender and school origin were used. Findings: The result showed a significant effect behaviour intention on academic performance among vocational students. The moderation test revealed different results for the indicators: gender (male vs female) and school origin (public vs privat school). Significant result were found for the female and public school as moderation categories. Keywords: behavior intention, academic performance, blended learning, vocational.
THE 15-MINUTE CITY AND SOCIAL BEHAVIOR CHANGES IN THE TOD AREA: BLOK M-SISINGAMANGARAJA TOD CASE STUDY Julfikar, Dede; Yola, Lin
International Review of Humanities Studies Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The changing process of the city can be due to economic development that results in urbanization then enlarges the city. This situation affects the growth and evolution of other activities in urban areas such as the emergence of new residential areas, industrial zones, and trade and service (commercial) areas. The government of DKI Jakarta is targetting to develop many public transportation infrastructure due to its target of 2040 70% of Jakarta residents live near by transit points. So that the distance of residential residents to urban facilities can be reached within 15 minutes of walking, cycling or using public transportation. This study method is based on literature searches and stakeholder interviews by looking at comparisons of other city developments and DKI Jakarta Government policies related to Transit-Oriented Development areas which are part of the realization of 15-Minute City. The Jakarta 15-Minute City development concept is the government's effort to create an inclusive environment that is a place for all parts of its citizens and an effort to maintain sustainable development in SDG-11.
Transit Oriented Development (TOD) sebagai Solusi Transportasi Berkelanjutan Studi Kasus: CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bagus Prawiratama, Dimas; Yola, Lin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. Transit-oriented development (TOD) merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan integrasi antara transportasi umum dengan kegiatan pembangunan. TOD memiliki potensi untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan TOD terhadap transportasi berkelanjutan di kawasan Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menganalisis literatur-literatur terkait TOD dan transportasi berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TOD di kawasan CSW telah memberikan dampak positif terhadap transportasi berkelanjutan. Dampak positif tersebut antara lain: peningkatan penggunaan transportasi umum, penurunan penggunaan kendaraan pribadi, dan peningkatan aksesibilitas masyarakat.
Analisis Kesesuaian Pembangunan Kawasan Danau Bogor Raya dengan Aturan Teknis SNI 03-1733-2004 dan Teori Good City Form Perdana, Kevin Adi; Yola, Lin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7678

Abstract

Urbanisasi cepat di Indonesia memerlukan perencanaan berkelanjutan, namun kesenjangan antara standar regulasi (SNI 03-1733-2004) dan teori perencanaan (Good City Form Lynch) masih ada. Danau Bogor Raya, kawasan strategis dekat pusat pemerintahan Bogor masa depan, menjadi contoh tantangan ini. Penelitian ini menilai kesesuaian kawasan terhadap SNI 03-1733-2004 dan teori Lynch, mengidentifikasi kekurangan fasilitas (kesehatan, pendidikan) dan desain urban (vitalitas, aksesibilitas). Pendekatan deskriptif-kuantitatif menganalisis data master plan terhadap standar SNI dan lima dimensi Lynch. Meski perumahan dan fasilitas dasar memenuhi SNI, kekurangan fasilitas kritis (pemadam kebakaran, rumah sakit, jalur pejalan kaki) dan kelemahan aksesibilitas mengancam keberlanjutan. Integrasi LRT yang belum pasti memperparah masalah mobilitas. Studi merekomendasikan peningkatan infrastruktur, penerapan TOD, dan perencanaan partisipatif untuk memenuhi SNI dan kriteria Lynch, sebagai model pengembangan urban berkelanjutan di Indonesia.
ANALISIS DAMPAK EKONOMI TRANSJOGJA KORIDOR 1A TERHADAP PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT YOGYAKARTA SEBAGAI SMART CITY Prabowo, Gregorius Yoga Himawan; Yola, Lin
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.10403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi Transjogja Koridor 1A terhadap peningkatan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat Yogyakarta sebagai Smart City. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review, dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel-artikel terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Transjogja Koridor 1A memberikan dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas masyarakat Yogyakarta. Dengan adanya layanan transportasi yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik, masyarakat dapat dengan mudah dan efisien mengakses berbagai destinasi di kota Yogyakarta. Selain itu, Transjogja Koridor 1A juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Yogyakarta, terutama di sepanjang rute koridor tersebut. Dalam konteks Smart City, Transjogja Koridor 1A dapat dijadikan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kota Yogyakarta. Namun, peningkatan aksesibilitas dan perekonomian yang dihasilkan oleh Transjogja Koridor 1A juga perlu diimbangi dengan upaya-upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat yang terdampak.