Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kesejahteraan Petani Bawang Merah di Medan Marelan Kota Medan Yusra Muharami Lestari; Nurliana Harahap; Ameilia Zuliyanti Siregar
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.775

Abstract

Di Indonesia yang menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar masyarakatnya adalah industri pertanian. Banyaknya masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dengan berprofesi sebagai petani. Hortikultura adalah salah satu subsektor pertanian utama misalnya bawang merah. Komoditas yang permintaannya terus meningkat adalah bawang merah. Tentu saja, diharapkan dengan permintaan yang terus meningkat dapat membuat kesejahteraan petani bawang merah menjadi lebih tinggi. Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah kesejahteraan. Kurangnya akses ke teknologi dan permodalan, harga bawang yang tidak stabil, kurangnya akses ke pasar dan pelatihan yang terbatas menjadi kendala bagi para petani bawang. Petani masih hidup dalam kemiskinan dengan standar hidup keluarga mereka masih sangat rendah serta sering kali tidak mendapatkan dukungan yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka meskipun petani memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesejahteraan petani bawang merah di Medan Marelan, Kota Medan, dengan berdasarkan ukuran-ukuran yang disediakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan dalam rangka mengumpulkan data untuk penelitian dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 90 petani yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dilanjutkan melakukan wawancara serta observasi lapangan. Temuan analisis menunjukkan bahwa tidak ada petani bawang merah di Medan Marelan, Kota Medan, yang termasuk dalam kategori kesejahteraan rendah. Sementara itu, terdapat 81 petani bawang merah (90%) dengan tingkat kesejahteraan kategori sedang dan 9 petani bawang merah (10%) yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Indikator kesejahteraan paling tinggi terdapat pada petani bawang merah Medan Marelan yaitu kependudukan ditunjukkan dengan nilai persentase sebesar 14.19%.
Minat Petani Dalam Menggunakan Fungisida Nabati Sebagai Pencegah Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Wih Pesam Harahap, Nurliana; Siregar, Ameilia Zuliyanti; Mude, Miranda Ari
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.11462

Abstract

The purpose of this study was to look at the level of interest and the factors that influence it in the use of vegetable fungicides as anthracnose disease prevention in curly red chili plants. This study was carried out from February 2023 to July 2023. Data collection methods included observation, questionnaires that had been tested for validity and reliability and interviews. Methods of data analysis using a Likert scale and multiple linear regression. The results of the study showed that the level of interest of farmers in the use of vegetable fungicides as a prevention of anthracnose disease in curly red chili plants was very high with an interest of 84.71%. The results of multiple linear regression on the factors that influence farmer interest are obtained by the following equation Y = 3.739 - 0.212X1 + 0.057X2 - 0.164X3 + 0.311X4 + 0.235X5 + 0.381X6. Simultaneously the variables of age, farming experience, land area, role of extension workers, community environment, and facilities and infrastructure have a joint effect on farmers' interests. Partially the variables of age, land area, role of extension workers, community environment, and facilities and infrastructure have a significant effect, while the variable farming experience has no significant effect.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG (Zea mays L) MENJADI BRIKET DI KECAMATAN SEI BINGAI KABUPATEN LANGKAT Rizaldi, Restu Bima; Harahap, Nurliana; Sasvita, Wikka
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 4 (2025): October: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i4.6682

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of interest and influencing factors in utilizing corncob waste into briquettes. This study was conducted from March to May 2025. The data collection method was a combination method consisting of observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis method used a Likert scale and multiple linear regression. The results of the study showed that the level of farmer interest in utilizing corncob waste into briquettes was relatively high with an interest of 70.2%. Simultaneously, the variables of education, technology, experience, capital, income, and marketing influenced farmer interest. Partially, the variables of technology, capital, income, and marketing significantly influenced farmer interest, while the variables of education and experience did not significantly influence farmer interest.
Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus mulleri) Termodifikasi terhadap Daya Serap Air, Kadar Protein dan Organoleptik Mi Kering Setiavani, Gusti; Moulia, Mona Nur; Astuti, Linda Tri Wira; Harahap, Nurliana
JURNAL PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v32i3.669

Abstract

Tepung Porang Termodifikasi (TPM) memiliki potensi yang besar dikembangkan sebagai salah satu penganti terigu. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh substitusi tepung porang (Amorphophallus muelleri) termodifikasi terhadap protein, daya serap air, dan organoleptik mi kering. Menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan substitusi tepung terigu:TPM berturut turut; 90 persen:10 persen, 80 persen:20 persen, 70 persen:30 persen, 60 persen:40 persen, 50 persen:50 persen. Parameter pengamatan meliputi kadar protein, daya serap air, dan tingkat kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung terigu:TPM berpengaruh nyata terhadap kandungan protein dan daya serap air mi kering. Kadar protein dan daya serap air tertinggi didapat dari sampel dengan substitusi tepung terigu:TPM 80 persen:20 persen dengan kadar protein dan daya serap air berturut turut yaitu 14,14 ± 0,10 persen, dan 145,33 ± 2,08 persen. Substitusi tepung terigu: TPM tidak berpengaruh nyata terhadap kesukaan panelis dari parameter warna, rasa, aroma, penampakan, tekstur dan penerimaan keseluruhan. Penambahan TPM menyebabkan perubahan warna mi menjadi kecokelatan dan rasa yang menyimpang yang tidak disukai panelis. TPM yang memiliki bau fermentasi yang khas memengaruhi aroma yang disukai panelis. Perlakuan substitusi tepung terigu:TPM 70 persen:30 persen memberikan nilai indeks efektivitas tertinggi. Substitusi TPM hingga 30 persen, mi kering masih disukai oleh panelis.
PERILAKU PETANI DALAM BUDIDAYA PISANG LILIT (Musa paradisiaca) DI KECAMATAN SECANGGANG, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA Harahap, Nurliana; Siregar, Ameilia Zuliyanti; Suherwin, Muhammad
Jurnal Agrisep Vol 24, No 2 (2023): Volume 24 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v24i2.33218

Abstract

Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan faktor-faktor yanf mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya pisang lilit di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat pada bulan April sampai dengan Juni 2023. Metode kuantitatif dengan pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, dokumentasi dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, motode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah responden dalam pengkajian ini sabanyak 63 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat Perilaku Petani dalam budidaya pisang lilit di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara sebesar 80,10%, pada katagori sangat tinggi, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut.Y=-28,775 + 1,069X1 + 0,632X2 + 0,201X3 + 1.606X4 - 0,041X5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang berpengaruh sangat nyata terhadap perilaku petani adalah karakteristik petani, stabilitas harga, dan motivasi. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah pelaksanaan penyuluhan dan kepemilikan lahan.
PERAN PENYULUH DALAM PENERAPAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DI KECAMATAN HILIRAN GUMANTI KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT Siregar, Ameilia Zuliyanti; Harahap, Nurliana; Mahmudah, Mahmudah; Oktavianus, Libra
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i2.66

Abstract

Petani di Kecamatan Hiliran Gumanti masih sering menggunakan pestisida dan bahan anorganik lainnya. Pengetahuan petani dalam pertanian ramah lingkungan masih terbilang rendah karena belum mampu mengoptimalkan potensi yang ada, memanfaatkan jerami padi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penyuluh dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran penyuluh dalam penerapan pertanian ramah lingkungan pada bulan Maret-Juli 2021 di Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif dilakukan dari instrumen kuesioner dibagikan kepada 624 petani, 33 poktan dan 6 kelurahan. Kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji validitas terhadap kuesioner dinyatakan 30 item pernyataan kuesioner valid, 5 tidak valid tersebar pada beberapa variabel. Sedangkan data uji reliabilitas menunjukkan semua variabel tersebut dapat dikatakan reliabel dan dapat teruji kekonsistenannya. Hal ini karena nilai Cronbachs Alpha dari keseluruhan rdata >rtabel. Perlu dilakukannya pendampingan terhadap petani agar inovasi budidaya padi sawah secara organik dapat diterapkan dengan baik, di samping peran penyuluh diharapkan rutin mengadakan pertemuan dan diskusi dengan petani sehingga tingkat pengetahuan petani bertambah.
Provision of Chicken Manure and Urea Fertilizer on the Chemical Characteristics of Ultisol Soil in Bilah Barat District Fitra Syawa Harahap; Arman, Iman; Harahap, Nurliana; Ahmad Syawaluddin, Fauzi; Fitra Yana, Rendi
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 2 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.977 KB) | DOI: 10.51601/ijse.v2i3.34

Abstract

Ultisol soils are agricultural lands in Indonesia, which are widely distributed, but have a problem, namely the element of N in the soil is relatively low, so it is necessary to do proper cultivation techniques, one of which is through the provision of balanced fertilizers, namely the application of organic fertilizers that aim to improve soil fertility and reduce soil fertility. use of NPK fertilizers. This study aims to determine the effect of giving various kinds of organic fertilizers, namely sometimes chicken and urea fertilizer on the chemical properties of Ultisol from Pangkatan. This research was carried out at the Agrotechnology Practice Field, Faculty of Science and Technology, Labuhanbatu Rantau Prapat University, with an altitude of 25 meters above sea level. The study began in February 2021 to June 2021. This study used a factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 treatment factors. namely: Urea fertilizer factor with four levels and Chicken manure factor with three levels. Soil analysis parameters which include , pH H2O by electrometric method, determination of N-total soil by Kjehldal method, C-organic soil using Wakley and Black method. The results showed that the application of chicken manure was able to increase soil N-toatal in the Ultisol Rank soil, at a dose of U1K3 (Urea: 0.25g and Chicken Manure: 75g) while the interaction of urea and chicken manure application increased the N-total soil of Ultisol Rank with dose of U1K3 (Urea: 0.25g and Chicken Manure: 75g).
RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM OPTIMALISASI LAHAN DALAM MENINGKATKAN INDEKS PERTANAMAN (IP) PADI DI KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Perangin-Angin, Raffi Aditya; Harahap, Nurliana; Febrimeli, Dwi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1461

Abstract

Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.