Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Media Sosial dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman tentang Imunitas, Kesehatan Jiwa dan Raga Menghadapi New Normal pada Masyarakat Kabupaten Semarang Istianatus Sunnah; Lyna Lestari Indrayati; Liyanovitasari Liyanovitasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.541

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah tatanan kehidupan bermasyarakat sehingga membuat masyarakat menjadi cemas dan takut. Kehidupan harus tetap berlangsung sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri dalam menyongsong tatanan kehidupan baru (New Normal). Dalam rangka new normal, masyarakat harus mempersiapkan diri, dan harus memahami upaya upaya menyongsong kehidupan baru. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, untuk menilai tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam menyongsong tatanan kehidupan melalui upaya-upaya peningkatan imunitas, kesehatan jiwa dan raga yang dikemas dalam buku saku Amanatin. Untuk menilai peningkatan pemahaman tersebut, masyarakat mengisi pretes dan postes tentang cara aman mencegah terpapar virus COVID-19 melalui peningkatan imunitas dan peningkatan keimanan yang diunggah melalui media sosial Youtube. Penentuan kategori tingkat pengetahuan dan pemahaman berdasarkan persentase skor jawaban benar. Kategori baik apabila skor >76-100, cukup baik apabila skor yang diperoleh 56-75, kurang baik apabila skor 40-5 dan tidak baik bila skor <40. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, terdapat peningkatan pemahaman masyarakat setelah diberikan informasi melalui Youtube. Peningkatan pemahaman tersebut yang awalnya dalam kategori cukup baik (76,27) meningkat menjadi kategori baik (90,22). Persentase masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman dengan kategori baik yang awalnya hanya 8 orang (13,79%) meningkat jadi 100 % (58 orang). Hal ini menunjukkan bahwa media sosial sangat efektif dalam membantu penyampaian informasi kepada masyarakat.
Aktivitas Antihiperurisemia dan Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Sirup Ekstrak Labu Kuning ( Cucurbita maxima ) Istianatus Sunnah; Agitya Resti Erwiyani; Mega Silvi Aprilliani; Maryanti Maryanti; Galih Adi Pramana
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.969 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.973

Abstract

Konsumsi makanan tinggi purin akan menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Akibat kadar  asam urat yang tinggi ( hiperurisemia) dan yang tidak terkontrol, akan menyebabkan gangguan pada organ tubuh sehingga timbul penyakit jantung, ginjal maupun Diabetes Mellitus. Allopurinol saat ini masih digunakan sebagai terapi asam urat / gout tetapi memiliki efek samping ruam, gangguan pencernaan, gangguan ginjal dan hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji ekstrak labu kuning yang mengandung flavonoid dan terpenoid dapat digunakan sebagai terapi antihiperurisemia akibat adanya induksi pakan tinggi purin yaitu jus hati dan melinjo (1:1) selama 30 hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB diberikan selama 7 hari dan dibuat sediaan sirup untuk memudahkan penggunaan.  Formulasi sirup diuji sifat fisik dan karakteristik berdasar SNI. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa ELBK 600 mg/KgBB  memiliki aktivitas antihiperurisemia sebanding dengan Allopurinol (p value = 0,436 > 0,05), dan peningkatan konsentrasi ELBK memberikan aktivitas yang berbeda  terhadap penurunan kadar asam urat (p value= 0,00). Sediaan formulasi sirup belum memenuhi syarat mutu SNI karena pH masih asam, kadar gula dibawah 65%.Consumption of high purine feeds will cause an increase in uric acid levels in the blood. Due to high uric acid levels (hyperuricemia) and uncontrolled, it will cause disturbances in the body's organs, causing heart disease, kidney disease and Diabetes Mellitus. Allopurinol is used as a therapy for gout but has side effects of rashes, indigestion, kidney and liver disorders. The purpose of this study was to study pumpkin extract containing flavonoids and terpenoids which can be used as antihyperuricemia therapy due to the induction of high-purine feed, are chicken liver juice and melinjo (1: 1) for 30 days in Wistar rats. The concentration of the extract used was 200 mg / KgBW, 400 mg / KgBW and 600 mg / KgBW given for 7 days and a syrup formulation was made for ease of use. The syrup formulation with the ratio of PGA (7.5% and 10%) was tested for physical properties and characteristics based on the SNI quality requirements in the form of organoleptic, pH, specific gravity and viscosity. The results showed that ELBK 600 mg / KgBW had antihyperuricemic activity comparable to Allopurinol (p value = 0.436> 0.05), and increased ELBK concentrations gave different activities to decrease uric acid levels (p value = 0.00). Organoleptically in the form of shape, taste and smell, pumpkin syrup did not differ between groups due to the addition of PGA concentrations. Syrup have  pH 3.8 ± 0.011, BJ 1.260 ± 0.001. The viscosity of the syrup changed with the addition of the PGA concentration with a viscosity of F1 of 2.222 ± 0.001 cps and a viscosity of F 2 of 4.447 ± 0.001 cps. Pumpkin extract has activity in reducing uric acid levels and the syrup formulation does not meet the SNI quality requirements because the pH is still acidic, the sugar content is below 65%.
PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA PENYAKIT DEGENERATIF MELALUI KARMINO Dian Oktianti; Istianatus Sunnah; Ragil Setia Dianingati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.357 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.521

Abstract

Dewasa ini prosentase usia produktif yang menderita penyakit kronis cukup tinggi. Beberapa penyakit sering dijumpai antara lain Diabetes Mellitus, hipertensi dan hiperkolesterolemia. Hal ini terjadinya perubahan gaya hidup yang tidak baik. Akibat kurangnya pemahaman terhadap penatalaksanaan ketiga penyakit tersebut, sering menimbulkan keparahan seperti stroke yang dialami oleh usia produktif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Lerep bertujuan untuk mengevaluasi sejauhmana pemahaman masyarakat terhadap penyakit degeneratif terutama Diabetes mellitus, hipertensi dan hiperkolesterolemia dan aplikasi KARMINO (Kartu Minum Obat). Metode yang digunakan adalah menggunakan pretes dan postes sesuai dengan materi yang diberikan kemudian dievaluasi prosentase peserta yang memahami materi tersebut dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penyampaian materi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap materi diabetes mellitus sebesar 33,6 %, materi hipertensi sebesar 60,4 % dan hiperkolesterolemia 42,8% sedangkan lebih dari 80 % peserta memahami tentang ketiga materi tersebut dan aplikasi KARMINO. Kata Kunci : penyakit degenaratif, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, Karmino 
PEMBINAAN KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL UNTUK REMAJA STOP BULLYING, BIJAKLAH DALAM BERSOSIAL MEDIA Istianatus Sunnah; Niken Dyah Ariesti; Richa Yuswantina
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.677 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.523

Abstract

Dewasa ini banyak kenakalan remaja yang terjadi, berupa geng motor, penggunaan narkoba, maupun pembullian yang dipicu akibat unggahan di media sosial. Akibatnya, antar grup maupun anggota grup saling ejek, saling mem-bully, yang menyebabkan emosi dari para remaja tersebut memuncak. Akibat luapan emosi tersebut, maka saling membuat rencana dan berupaya untuk mengunggulkan jati diri mereka. Remaja merupakan usia transisi dari anak-anak menuju ke dewasa,dengan batasan usia dari 10-20 tahun. Pada masa peralihan ini, umumnya memiliki ciri mengalami kegelisahan dalam hidupnya,munculnya pertentangan dengan orang tua, keinginan untuk mencoba hal baru, berkhayal dan berfantasi tentang prestasi dan kariernya. Kegiatan ini dilakukan melalui pembinaan kesehatan mental sebagai sasaran adalah siswa SMA di Kabupaten Semarang. Pembinaan dilakukan dengan memberikan materi dan evaluasi berupa pretes dan postes kepada sejumlah 33 siswa. Hasil evaluasi berupa nilai pemahaman yang akan mejadi dasar untuk menentukan kategori pemahaman siswa yang terdiri dari cukup, baik dan sangat baik. Prosentase siswa yang memiliki kategori pemahaman tersebut dihitung untuk menentukan tingkat keberhasilan penyampaian materi. Hasil evaluasi yang diperoleh menunjukkan bahwa, terdapat peningkatan pemahaman kepada siswa setelah diberikan edukasi tentang kesehatan mental, Undang-Undang ITE dan konten positif media sosial. Pemahaman siswa tentang semua materi kategori sangat baik karena nilai rata-rata yang diperoleh di atas 90. Prosentase siswa yang memiliki pemahaman sangat baik meningkat menjadi 64% dan baik menjadi 36%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya edukasi kepada siswa, membantu meningkatkan pemahaman terhadap cyber bullying, UU ITE dan unggahan konten positif di sosial media.
Upaya Peningkatan Penjualan Variasi Produk Olahan Labu Kuning (Cucurbita maxima) Melalui Pelatihan Inovasi Teknologi Produksi Istianatus Sunnah; Riva Mustika Anugrah; Agitya Resti Erwiyani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.845 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1946

Abstract

Getasan Village, Getasan District, Semarang Regency, is one of the tourist villages that are often visited by tourists. This area is a village with cool air conditions, the most yellow pumpkin producer in Semarang Regency. One of the household industry businesses that is currently being marketed is processed yellow pumpkin in the form of snacks such as geplak, syrup, antari, pia, sticks, emping, egg roll, kripik, gelek, wingko. This snack is produced by a group of housewives who are members of UPPKS Mugi Rahayu. Yellow pumpkin produced by agriculture in Getasan Village, Semarang Regency has advantages, based on the results of research that has been carried out, it has a fairly high antioxidant content, namely flavonoids (248 mg / gEQ) and carotenoids. This metabolite compound produces a high antioxidant effect with an IC50 value using the ABTS method of 92.137 ppm and Metal Ion-Chelating Assay of 94.151 ppm. The aims of this PKM activity is to increase the knowledge and understanding of UMKM members towards production technology innovations which will further be able to increase the sales turnover of processed yellow pumpkin products. The method used in this activity, in addition to being given knowledge, understanding of yellow pumpkin innovations, also carried out pretests, postes and training on the production of yellow pumpkin cosmetics, including soap and yellow pumpkin shampoo. Evaluation of the understanding of the material was carried out by comparing between the prestes and postes of the participants. PKM activities went smoothly and the participants' enthusiasm was very high. This can be seen during the presentation of the material and product manufacturing training, participants were very enthusiastic about asking questions and had high curiosity. Participants wanted to try to make innovative shampoos and soaps from yellow pumpkin with attractive packaging so as to increase sales of processed yellow pumpkin.  ABSTRAKDesa Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, merupakan salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Desa ini salah satu desa dengan kondisi udara yang sejuk, penghasil labu kuning paling banyak di Kabupaten Semarang. Salah satu usaha industri rumah tangga yang saat ini sedang diproduksi yaitu olahan labu kuning berupa makanan ringan seperti geplak, sirup, antari, pia, stik, emping, egg roll, kripik, gelek, wingko. Makanan ringan ini diproduksi oleh sekelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam anggota UPPKS Mugi Rahayu. Labu kuning hasil produksi pertanian Desa Getasan Kabupaten Semarang, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu flavonoid (248 mg/gEQ) dan karotenoid. Senyawa metabolit ini menghasilkan efek antioksidan tinggi dengan nilai IC50 menggunakan metode ABTS sebesar 92,137 ppm dan Metal Ion-Chelating Assay 94,151 ppm .Tujuan kegiatan PKM ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota UMKM terhadap inovasi teknologi produksi yang selanjutnya akan dapat meningkatkan omset penjualan produk olahan labu kuning. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini,selain diberikan pengetahuan, pemahaman tentang inovasi labu kuning, juga dilakukan pretes, postes dan pelatihan tentang produksi kosmetika labu kuning antara lain sabun dan shampoo labu kuning. Evaluasi pemahaman materi dilakukan dengan membandingkan antara prestes dan postes peserta. Kegiatan PKM berjalan dengan lancar dan antusiame peserta sangat tinggi. Hal ini dapat terlihat saat pemaparan materi dan pelatihan pembuatan produk, peserta sangat antusias bertanya dan memiliki keingintahuan yang tinggi. Peserta ingin mencoba membuat inovasi shampoo dan sabun dari labu kuning dengan pengemasan yang menarik sehingga meningkatkan penjualan olahan labu kuning. 
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Antibiotik dan Pencegahan Resistensi di SMK Farmasi Putra Bangsa Salatiga Agitya Resti Erwiyani; Sikni Retno Karminingtyas; Istianatus Sunnah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i2.1326

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik pada manusia dan hewan mengakibatkan angka kejadian resistensi semakin meningkat secara signifikan. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan untuk mendukung pengendalian resistensi antibiotik. Tingginya tingkat pengetahuan yang rendah pada masyarakat maka diperlukan adanya edukasi tentang penggunaan antibiotik dan bahaya resistensi antibiotik salah satunya siswa SMK sehingga nantinya dapat memberikan gambaran sejauh mana tingkat pengetahuan pada remaja. Sasaran kegiatan pengabdian adalah siswa SMK Farmasi Putra Bangsa sebanyak 41 siswa. Metode yang dilakukan memberikan edukasi tentang antibiotik dan pencegahan resistensinya serta mengukur tingkat pengetahuan siswa menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa SMK Farmasi Putra Bangsa tentang antibiotik dan pencegahan resistensinya termasuk kategori baik (87,8%).
Optimasi Formula Dan Stabilitas Senyawa Metabolit Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita maxima) Dalam Sediaan Gel Masker Peel –Off Sunnah, Istianatus Sunnah; Mulasih, Wening Sri; Erwiyani, Agitya Resti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.816 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i2.91

Abstract

ABSTRAK Biji buah labu kuning mengandung senyawa flavonoid dan karotenoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat diformulasikan sebagai sediaan dalam bentuk masker gel peel-off. Masker gel peel-off adalah masker yang dapat digunakan langsung pada kulit wajah dengan cara mengoleskannya secara merata dan dapat dibersihkan dengan cara mengelupas lapisan film sehingga penggunaannya lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas kandungan senyawa metabolit biji labu kuning dalam sediaan gel masker peel-off dan mendapatkan formula optimal gel masker peel-off ekstrak biji buah labu kuning yang memiliki sifat fisik sesuai standar yang dipersyaratkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang menggunakan proses ekstraksi dengan pelarut n-Heksan dalam menyari senyawa karotenoid dan flavonoid. Optimasi formula menggunakan perbandingan konsentrasi PVA dan HPMC dengan respon daya sebar, daya lekat, viskostas dan waktu kering dan selanjutnya dianalisa menggunakan software Design Expert D-Optimal. Hasil yang diperoleh bahwa kadar karotenoid dan flavonoid ekstrak biji labu kuning mengalami penurunan sebesar 38,81% dan 63,81% setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan gel masker peel-off karena pada saat formulasi, menggunakan pemanasan di atas 60⁰C yang menyebabkan senyawa metabolit terdegradasi. Hasil optimasi didapatkan komposisi PVA dan HMPC 7,606 dan 2,394 akan menghasilkan respon daya sebar 6,517 cm, daya lekat 4,66 detik, waktu kering 39,91 menit dan viskositas 3500 cps.Kandungan senyawa karotenoid dan flavonoid mengalami ketidakstabilan bila diformulasikan dalam bentuk gel masker peel-off. PVA, HPMC dan propilenglikol  berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan gel masker peel-off  terutama pada daya sebar, daya lekat dan viskositas tetapi memberikan waktu kering yang kurang baik.Kata kunci : Biji buah labu kuning, optimasi, masker gel peel-off, karotenoid, flavonoid Pumpkin seeds contain flavonoids and carotenoids which have antioxidant activity. Pumpkin seeds are formulated  in the peel-off gel masks. Peel-off gel mask can be used directly on the face by applying it evenly and can be cleaned by peeling off the film layer, so that its use is more practical. This study aims to analyze concentration of the content of pumpkin seeds metabolites in peel-off mask gel and obtain an optimal formula in peel-off mask gel of pumpkin  seed extract which has physical properties according to the required standards.This study is an experimental research that using n-hexane solvent in extracting carotenoid and flavonoid compounds. The comparison of PVA and HPMC concentrations was used in optimization formula  with spreadibility response, stickiness, viscosity and dry time and then analyzed using the Design D-Optimal Design software. Result of this study are carotenoids and flavonoids level in pumpkins seed extract decresed by 38,81% and 63,8% after formulated in peel-off mask gel. This problems occur because in the formulation peel-off mask gel using heating above 60⁰C causes the metabolites to be degraded. Optimization results obtained the composition of PVA and HMPC 7,606 and 2,394 will produce a spreadibility response of 6.517 cm,stickness of 4.66 seconds, dry time of 39.91 minutes and viscosity of 3500 cps.The metabolits content of carotenoids and flavonoids instability when formulated in the peel-off mask gel. PVA, HPMC and propylene glycol have an effect on the physical stability of the gel preparation of peel-off masks, especially on dispersion, stickiness and viscosity but provide poor dry time.Keywords: Pumpkin seed,optimization,peel-off mask gel,carotenoid, flavonoidÂ