Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Layanan Perpustakaan Digital Di Sekolah: Pengertian, Tantangan, Dan Solusi Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Farhan, Moch; Firmansyah, Moh; Ramadhani, Moh; Navlia, Rusdiana
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada era globalisasi telah mempercepat penyebaran informasi melalui berbagai jenis media, termasuk internet, sehingga perpustakaan tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi utama. Di sisi lain, tingginya angka minat baca yang rendah di Indonesia menjadi tantangan serius dalam usaha meningkatkan literasi masyarakat. Literasi digital menjadi sangat penting untuk mengatasi dampak negatif seperti informasi yang tidak akurat, kebocoran data pribadi, penipuan daring, perundungan siber, dan ujaran kebencian di dunia digital. Perpustakaan digital merupakan evolusi dari perpustakaan tradisional yang menyimpan koleksi dalam format digital dan dapat diakses secara daring melalui komputer atau perangkat lain. Layanan perpustakaan digital di sekolah menawarkan beberapa kelebihan, antara lain akses yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, kemudahan dalam mencari informasi, efisiensi ruang, serta biaya pengelolaan yang cenderung lebih rendah. Namun, implementasi perpustakaan digital menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, anggaran, serta rendahnya tingkat literasi digital di kalangan guru dan siswa. Penerapannya mencangkup  sistem manajemen perpustakaan, pengelolaan koleksi yang sesuai, pelatihan untuk petugas, serta program literasi digital yang berbasis QR Code di perpustakaan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa program literasi digital berbasis QR Code mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa terhadap literasi digital, sehingga layanan perpustakaan digital dapat berperan strategis dalam meningkatkan literasi digital siswa serta memperkuat kedudukan perpustakaan sebagai pusat informasi di era digital.
Membangun Budaya Literasi Melalui Optimalisasi Perpustakaan Navlia, Rusdiana; Khoir, Hamdan; Najah, Hilyatun; Farodis, Khoiril
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya literasi merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era informasi. Namun, tingkat literasi masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat baca dan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perpustakaan dalam membangun budaya literasi melalui optimalisasi fungsi dan layanannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terbaru terkait literasi dan pengelolaan perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan pengembangan literasi masyarakat. Optimalisasi perpustakaan dapat dilakukan melalui pengembangan koleksi yang relevan, peningkatan layanan, integrasi teknologi digital, program literasi berbasis komunitas, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan pengelolaan yang tepat, perpustakaan mampu menjadi motor penggerak budaya literasi yang berkelanjutan.
Eksplorasi Peran Perpustakaan Sebagai Ruang Ketiga Dalam Konstruksi Identitas Akademik Mahasiswa Generasi Z Ikrimahaja, Ikrimahaja; Nailauye, Nailauye; Iklimatiludhiyah, Iklimatiludhiyah; Navlia, Rusdiana
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran perpustakaan perguruan tinggi dalam membentuk identitas akademik mahasiswa Generasi Z. Generasi ini memiliki karakteristik sebagai digital native yang menuntut fleksibilitas, konektivitas, dan pengalaman belajar yang interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam memaknai perpustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang ketiga (third place) yang mendukung interaksi sosial, kolaborasi, dan pengembangan diri. Elemen seperti desain interior modern, fasilitas teknologi, serta keberadaan library café meningkatkan keterikatan emosional (place attachment) mahasiswa terhadap perpustakaan. Keterikatan ini memperkuat identitas akademik mahasiswa melalui internalisasi nilai-nilai intelektual dalam konsep diri mereka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan konsep modern reading hub sebagai strategi pengelolaan perpustakaan yang adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z.
Smart Library & Inklusivitas: Masa Depan Desain Gedung Madrasah Di Indonesia Navlia, Rusdiana; Hidayatullah, Moh Nurul; Ali, Moh; NoerHidayah, Moh Alvin
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi desain gedung perpustakaan madrasah di Indonesia melalui penggabungan konsep perpustakaan cerdas dan prinsip aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Kajian ini menyoroti bahwa pembangunan ruang literasi masa depan bukan lagi sekadar urusan estetika arsitektur, melainkan upaya menciptakan ekosistem yang mengharmonisasikan teknologi digital dengan ruang fisik untuk memuliakan martabat setiap siswa. Melalui pendekatan desain yang adaptif, perpustakaan dirancang untuk mampu menyesuaikan diri dengan berbagai spektrum kemampuan, mulai dari penyediaan furnitur modular yang fleksibel, zona sensorik yang menenangkan bagi siswa autisme, hingga penggunaan sistem navigasi berbasis Internet of Things yang memberikan kemandirian bagi siswa tunanetra. Selain itu, integrasi fasilitas pintar seperti pemindai teks otomatis dan asisten pustakawan berbasis kecerdasan buatan terbukti mampu meruntuhkan hambatan kognitif dan fisik yang selama ini membatasi akses terhadap ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, inovasi desain gedung yang pro-difabel ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang menumbuhkan budaya empati dan kesetaraan. artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan literasi tanpa hambatan di lingkungan madrasah sangat bergantung pada sinergi antara teknologi yang manusiawi dan arsitektur yang peduli, yang secara kolektif memastikan bahwa jendela dunia terbuka lebar bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.
Struktur Kelembagaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah Navlia, Rusdiana; Oktafia, Nabila; Ita, Ita; Irfan, Irfan
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sekolah/madrasah memiliki peran strategis sebagai pusat informasi, literasi, dan pendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kelembagaan perpustakaan sekolah/madrasah serta perannya dalam meningkatkan kualitas layanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus multi-situs, yang memungkinkan pengkajian secara mendalam terhadap hierarki organisasi, pembagian tugas, serta tantangan pengelolaan pada berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang jelas dan sistematis mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perpustakaan, mengoptimalkan pemanfaatan koleksi, serta meningkatkan kepuasan pemustaka. Struktur ini mencakup peran kepala sekolah sebagai penanggung jawab, kepala perpustakaan sebagai koordinator operasional, serta unit layanan teknis, layanan pemustaka, dan teknologi informasi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pada jenjang yang lebih tinggi, integrasi teknologi informasi menjadi aspek penting dalam mendukung layanan digital dan pembelajaran berbasis ICT. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa struktur kelembagaan yang kuat berkontribusi dalam mendukung program literasi dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Sebaliknya, keterbatasan struktur yang tidak jelas dapat menyebabkan tumpang tindih tugas, beban kerja berlebih, dan rendahnya kualitas layanan. Dengan demikian, struktur kelembagaan perpustakaan sekolah/madrasah merupakan elemen penting dalam manajemen pendidikan yang berfungsi sebagai fondasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Inovasi Perpustakaan Sekolah di Era Merdeka Belajar: Dampak pada Literasi Siswa Navlia, Rusdiana; Ar Rozi, Mahawib; Fardan, Meisal; Jamilah, Milhatin
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi perpustakaan sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pada kemandirian, kreativitas, dan peningkatan kompetensi literasi siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai bentuk inovasi perpustakaan sekolah serta dampaknya terhadap peningkatan literasi siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi perpustakaan, seperti digitalisasi koleksi, pengembangan perpustakaan berbasis teknologi, penyediaan ruang literasi yang interaktif, serta program literasi kreatif, mampu meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi siswa secara signifikan. Selain itu, peran pustakawan dan guru dalam mengintegrasikan perpustakaan dengan kegiatan pembelajaran juga menjadi faktor pendukung utama. Dengan demikian, inovasi perpustakaan sekolah di era Merdeka Belajar memiliki dampak positif terhadap penguatan budaya literasi siswa serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih fleksibel dan bermakna.