Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gender Dalam Pengetahuan Orang Tua Terhadap Stunting: Studi Di Kelurahan Teluk Air Kabupaten Karimun Nadeak, Irma Dolsye Maria; Syafitri, Rahma; Wahyuni, Sri
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 4 No 1 (2025): Juli, 2025
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i2.7502

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan anak dan masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengetahuan orang tua tentang stunting (Studi tentang Relasi Gender dalam Keluarga) di Kelurahan Teluk Air, Kabupaten Karimun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua mengenai stunting bervariasi. Orang tua yang memiliki pemahaman cukup tentang gizi dan pertumbuhan anak cenderung lebih aktif dalam melakukan pencegahan stunting. Sementara itu, pada keluarga yang masih memusatkan tanggung jawab pengasuhan hanya pada ibu, penanganan stunting cenderung kurang optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih terbatas, padahal partisipasi kedua orang tua sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Relasi gender yang seimbang, di mana ayah dan ibu berbagi tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengambilan keputusan, terbukti lebih efektif dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya peran bersama dalam keluarga menjadi kunci untuk menurunkan angka stunting. Sejalan dengan teori konsep Gender, penelitian ini berupaya mengkaji pengetahuan orang tua mengenai stunting dengan menggunakan perspektif Relasi Gender.
Resosialisasi Keluarga Pada Anak Berhadapan dengan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam Lisdianingrum, Fitria Nur; Syafitri, Rahma
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7624

Abstract

Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang telah menyelesaikan pasca rehabilisasi sering kali menemui kesulitan dalam proses kembali ke dalam masyarakat. Hal ini juga dikarenakan adanya stigma buruk dan juga penolakan dari lingkungan sekitar yang dapat mendorong anak tersebut kembali ke perilaku yang lama dan tidak diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu di sinilah pentingnya peran keluarga dalam membantu Anak Berhadapan Hukum untuk melewati tahapan tersebut. Maka dari itu diperlukannya adanya peran keluarga dalam resosialisasi pasca rehabilisasi oleh pihak keluarga untuk mengembalikan anak tersebut ke dalam masyarakat dan juga agar anak tersebut tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum di Kecamatan Batu Aji Kota Batam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dan juga menggunakan informan sebanyak 3 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori peran oleh tallcot parson. Hasil penelitian ini ialah peran keluarga pada resosialisasi Anak Berhadapan Hukum sangat penting, peran keluarga tersebut dapat dilihat dari pendekatan pihak keluarga, peningkatan kontrol keluarga, komitmen pihak keluarga pada Anak Berhadapan Hukum, kerjasama dalam resosialisasi pihak keluarga dengan pihak lain, penerapan norma dan nilai, dari peran keluarga tersebut dapat membuat Anak Berhadapan Hukum mendapatkan penerimaan kembali ke dalam masyarakat.
Eksistensi Pedagang Barang Bekas Import di Tembilahan Kabupaten Indragiri Provinsi Riau Jumriati; Syafitri, Rahma
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i1.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pedagang barang bekas impor menjaga eksistensinya di Tembilahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari enam orang pedagang barang bekas dan dua orang pembeli. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan pedagang barang bekas impor dalam menjaga eksistensinya dapat dikaitkan berdasarkan empat tipe tindakan sosial. Pertama, tindakan rasionalitas instrumental yaitu dengan mempertahankan pelanggan tetap; jaringan sosial pedagang barang bekas; dan memberikan promosi dengan menumpukkan barang; kedua, tindakan rasional nilai yaitu dengan mempertahankan kualitas; ketiga, tindakan afektif yaitu memberikan bonus; dan keempat, tindakan tradisional yaitu menjual barang bekas secara turun-temurun
Gerakan Buruh Di Indonesia Dalam Analisis Teori Perjuangan Kelas Karl Mark Syafitri, Rahma
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i2.1719

Abstract

Peringatan hari buruh internasional merupakan moment yang selalu dimanfaatkan oleh gerakan buruh untuk melakukan perjuangan untuk kepentingan kesejahteraan buruh diseluruh kalangan. Di Indonesia sendiri setiap adanyaperingatana hari buruh dilakukan aksi demontrasi damai yang dilakukan oleh semua buruh untuk menyuarakan tuntutan tentang perbaikan kehidupan mereka. Upaya ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Karl Mark bahwasanya perjuangan kelas harus dilakukan oleh buruh sebagai bagian dari kelas ploretat. Perjuangan kelas diperuntukkan agar ada bargaining position sehingga kesenjangan antara kelas atas dengan kelas bawah semakin hilang dan mencapai harapan yaitu tiada perbedaan kelas.
Perempuan Pengangkut Air Dalam Tradisi Masyarakat Desa Dendun Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan Chandra, Muhammad Robby; Wahyuni, Sri; Syafitri, Rahma; Elvianora, Vivi; Abdurrohman
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 5 No 2 (2021): Oktober, 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v5i2.4165

Abstract

Desa Dendun merupakan bagian dari Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Desa Dendun memiliki permasalahan mengenai ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dari sinilah dimulailah tradisi membawa air yang dilakukan oleh para wanita desa Dendun. Penelitian ini dilakukan peneliti untuk melihat bagaimana tradisi perempuan pembawa air di desa Dendun tetap lestari hingga saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep konstruksi sosial dan tradisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah masyarakat Desa Dendun, baik ayah maupun anak laki-laki, serta ibu dan anak perempuan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Analisis data digunakan dengan model metodologi penelitian kualitatif Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tradisi mengangkut air yang dilakukan oleh perempuan di Desa Dendun hingga saat ini tidak lepas dari peran masyarakat khususnya keluarga dan lingkungan sosialnya. Anak perempuan dan laki-laki telah diajarkan untuk mengangkut air sejak usia dini, tetapi ketika mereka tumbuh dewasa kegiatan transportasi air hanya menjadi bagian dari kehidupan perempuan di desa Dendun. Selain itu, ada nilai-nilai yang dibangun di masyarakat bahwa membawa air bermanfaat bagi ibu hamil, mengangkut air sebagai kebutuhan, mengangkut air sebagai bentuk kasih sayang
Pelatihan Produksi Konten untuk Memasarkan Destinasi Wisata Desa Resun Kabupaten Lingga Melalui Media Sosial Syafitri, Rahma; Taufiqqurrachman, Taufiqqurrachman
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i3.96

Abstract

Media sosial merupakan alat pemasaran destinasi wisata telah terbukti secara empiris dapat diandalkan untuk membentuk citra destinasi. Citra destinasi ini dibentuk melalui konten-koten digital yang diproduksi dan diposting oleh para pengguna media sosial. Pada saat yang bersamaan, studi yang sudah ada juga menunjukan bahwa bagi penggunaan media sosial untuk kepentingan pemasaran, (khususnya pengguna di kalangan komunitas desa) dihadapkan pada kendala keterbatasan pengetahuan serta pemhaman terhadap media sosial itu sendiri disamping lemahnya penguasaan keterampilan dalam memproduksi konten digital sebagai materi promosi/ pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan sebuah pelatihan yang ditujukan memberikan keterampilan kepada komunitas lokal dalam memproduksi konten digital untuk pemasaran destinasi wisata. Kegiatan dilakukan di desa Resu Pesisir dan pesertanya merupakan warga setempat yang memiiki ketertarikan untk berpartisipasi dalam pengembangan (khususnya) pemasaran destiansia wisata di desa mereka. Beberapa tahap dikembangkan dalam pelaksanaan kegiatan ini, yaitu: pemetaan potensi wisata (wisata alam dan wisata artifisial), ceramah dan diskusi. Seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara antusias. Ini ditunjukan oleh keterlibatan mereka dalam mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir.
FENOMENA OVERSHARING DI INSTAGRAM PADA GENERASI MUDA DI KOTA TANJUNG PINANG Sigalingging, Novrianti Frederika; Elsera, Marisa; Syafitri, Rahma
Jurnal Empirika Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/je.v8i2.141

Abstract

The use of social media for the majority of the younger generation is in the stage of adjusting to society's life. When using a smartphone and connected to the internet, social media users can freely interact without being hindered by time and place. This causes oversharing in the younger generation, oversharing, namely individual behavior that is excessive in sharing something on their social media accounts, with this oversharing the young generation in Tanjungpinang City has a pattern in uploading photos or videos on Instagram accounts. Researchers used a type of qualitative research method, with the technique of determining the informant, namely purposive sampling technique. Researchers took as many as 6 informants. With data collection techniques using observation, interviews, and documentation as well as data analysis techniques in this study using concepts related to symbols, existence and taste. The results of this study show that there are young people in Tanjungpinang City who upload photos or videos through symbols and display activities that show the existence and tastes of the account owner.
Sanitation and modernity on a Remote Island: A study of community behavior toward hygienic latrine use in Pengikik Island Lestari, Ayu; Syafitri, Rahma; Niko, Nikodemus
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.697

Abstract

This study explores the transformation of community behavior regarding the use of hygienic latrines in Pengikik Village, a remote island community with historically poor sanitation practices. Inadequate latrine management contributes significantly to environmental degradation. Promoting the widespread use of healthy latrines, which are facilities designed for safe and sanitary human waste disposal, is a key strategy for improving public health. Using a phenomenological framework design, the research draws on data from six purposively selected informants through semi-structured interviews. The analysis employs Peter L. Berger and Thomas Luckmann’s theory of social construction to examine behavioral changes. The findings indicate that 19 out of 53 households have constructed private healthy latrines, and eight communal units have been built with septic systems. Behavioral change occurred through three interrelated processes: targeted socialization and education by health workers, gradual internalization of hygienic practices, and normalization of latrine use in daily life. These processes have reshaped community perceptions, fostering a collective understanding of the importance of sanitary facilities in the community. As a result, the community has shifted away from open defecation and toward the consistent use of healthy latrines.
Relasi Sosial Asosiatif Penghobi Futsal di Kota Tanjungpinang Ardiyanto, Andri; Syafitri, Rahma; Igiasi, Teguh Setiandika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal adalah salah satu olahraga yang sangat disukai oleh masyarakat di Kota Tanjungpinang, ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang hobi bermain futsal baik itu laki-laki atau perempauan, tua atau muda, yang masih sekolah, kuliah maupun yang sudah bekerja. Bisa dilihat setiap hari pasti ada yang bermain futsal di Kota tanjungpinang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai relasi sosial asosiatif pehobi futsal yang ada di Kota Tanjungpinang, relasi sosial asosiatif ialah hubungan sosial yang bersifat positif yang mengarah ke solidaritas antara individu dengan kelompok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari Gillin dan Gillin tentang relasi sosial yang berbicara bentuk-bentuk relasi sosial dan penelitian ini berfokus kepada bentuk relasi sosial asosiatif. Hasil penelitian yaitu terbentuknya relasi sosial asosiatif seperti adanya Kerjasama antar pehobi futsal seperti ajakan sparing, ajakan menonton futsal dan lain, selain Kerjasama ada juga akomodasi yaitu adanya adaptasi antar pemain yang baru kenal, adaptasi antara pemain dan pelatih dan adaptasi penonton futsal ketika menonton futsal.
The Suku Laut View of the Settlement Program in Lingga Regency Elsera, Marisa; Wisadirana, Darsono; Kuswandoro, Wawan Edi; Chawa, Anif Fatma; Anggaunitakiranantika, Anggaunitakiranantika; Syafitri, Rahma
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.10.2.79-94.2024

Abstract

Abstract: This research analyses the views of the Suku Laut on development policies that have resettled them from a nomadic life at sea to a sedentary life on land. The top-down development approach often does not actively involve the Suku Laut, leading to various responses. The research method used was descriptive qualitative, with in-depth interviews and observations of 10 informants of the Sea Tribe in the Riau Islands. Peter L. Berger's social construction theory analyzed how social change occurs through externalization, objectivation, and internalization. Based on the research results, two main views of the Suku Laut towards development policies resulted from social construction. Both views reflect the complex dynamics of identity, access, and interaction with the new social environment. Firstly, some felt that development was not inclusive because it threatened their cultural identity, access to resources, and lack of involvement in decision-making. Secondly, some Suku Laut consider the policy sufficient to fulfill their basic needs, such as education, health, and protection from extreme weather. These different views are influenced by their living patterns, whether they are still nomadic, settled on the coast, or land. This article shows that the change from nomadic to settled life results from social construction created through the interaction of the Suku Laut with external society