Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi P5 Di SD Al-Fatah 1 Ambon: Indonesia Samsudin, Siti H.; Salamor, Lisye; Gaite, Titus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33373

Abstract

This study aims to describe the role of teachers in the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SD Al-Fatah 1 Ambon as an integral part of the Merdeka Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers serve as facilitators, motivators, and mentors in shaping students' character in line with Pancasila values such as creativity, critical thinking, collaboration, and independence. Although teachers have made significant efforts through project-based learning, creative use of simple materials, and group work, challenges still arise in the form of limited facilities, time constraints, and lack of environmental support. Therefore, innovation in learning and collaboration among schools, families, and communities are essential to ensure a more optimal implementation of the P5 program.
Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Dobo dalam Pembelajaran PKn pada Masa Pandemik Covid–19 Singkey, Winda Christa; Salamor, Lisye; Gaite, Titus
Kamboti Journal of Education Research and Development Vol 1 No 2 (2021): KAMBOTI Journal of Education Research and Development
Publisher : Universitas Pattimura, Program Studi Diluar Kampus Utama (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kambotiv1i2p83-89

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa masih banyak siswa kelas IV SD Negei 7 Dobo Kabupaten Kepulauan Aru yang belum memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal ini terlihat pada pembelajaran PKn dimana tidak semua siswa mau memperhatikan guru ketika sedang menyampaikan materi pelajaran dan masih banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh, maka Kekurangan yang paling utama dalam proses pembelajaran adalah rendahnya kreativitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran PKn. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa di kelas IV SD Negei 7 Dobo. Berdasarkan lembar observasi kreativitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan, terbukti dari petemuan siklus I terdapat 3 orang siswa yang memiliki motivasi belajar yang sangat rendah, maka hal ini menunjukan bahwa kemandirian serta kreativitas belajar siswa masih pelu ditingkatkan. Kemudian pada pertemuan II terdapat 13 orang siswa yang telah memiliki motivasi belajar yang signifikan, maka hal ini menunjuan bahwa peningkatan kreativitas belajar siswa sudah meningkat dan optimal.
IMPLEMENTASI APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI I MALUKU TENGAH Ely, Lingga Nur Syahbany; Abas, Aisa; Gaite, Titus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19812

Abstract

This study aims to examine the level of students' learning motivation in response to the use of the Quizizz application in the Pancasila Education subject for grade VIII students at MTs Negeri 1 Maluku Tengah. The research utilizes a pre-experimental approach with a One-Group Pretest-Posttest Design. The independent variable is the Quizizz application, while the dependent variable is the learning motivation in Pancasila Education. The population includes 8 classes, with a total of 235 students. Sampling was conducted through Random Sampling, resulting in a sample of one class (VIII.a) consisting of 30 students. Research data were obtained by administering pre-tests and post-tests. The findings reveal a significant increase in students' learning motivation following the use of the application, evidenced by an increase in the motivation score percentage from 66,48% (Agree/Good/Favorable) in the pre-test to 89,18% (Strongly Agree/Very Good/Highly Favorable) in the post-test. Hypothesis testing indicated a significance level of < 0.05, with 0.000 < 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (H0) and the acceptance of the alternative hypothesis (H1). Based on these results, it can be concluded that the application of Quizizz positively influences students' motivation to learn Pancasila Education in grade VIII at MTs Negeri 1 Maluku Tengah.
Proses Inkulturasi Bahasa Buano Utara sebagai Alat untuk Mewujudkan Learning to Live Together Samal, Rijan; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 2 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.2.10-17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses inkulturasi bahasa Buano Utara sebagai sarana mewujudkan learning to live together di Negeri Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sampel penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah Buano Utara (sou puane) masih kuat digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, baik dalam keluarga, sekolah, masyarakat, maupun upacara adat dan keagamaan. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas, sarana pewarisan nilai, media solidaritas sosial, serta pendukung kebudayaan lokal. Proses pewarisan bahasa daerah berlangsung secara turun-temurun melalui kebiasaan berkomunikasi sehari-hari yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga ke masyarakat luas. Temuan ini menegaskan bahwa sou puane memiliki peran strategis dalam membangun kohesi sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan (learning to live together) di tengah arus globalisasi yang cenderung memengaruhi pola bahasa generasi muda. Dengan demikian, pelestarian bahasa Buano Utara merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal.
Persepsi Guru PKn tentang Dampak Game Online terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Ambon Hunila, Maycel Rivaldo; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.1.1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan pendapat guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tentang bagaimana permainan digital memengaruhi nilai siswa di SMA Negeri 1 Ambon. Generasi muda saat ini tumbuh dengan teknologi yang berubah dengan cepat, memberikan mereka sifat-sifat unik karena mereka begitu terhubung dengannya. Banyak barang teknologi, seperti perangkat seluler dan permainan digital, telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa. Penggunaan perangkat teknologi, seperti ponsel pintar, telah menjadikan permainan digital sebagai cara yang sangat populer bagi generasi muda saat ini untuk menghabiskan waktu luang mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan informasi dari sekolah dan menganalisisnya secara cermat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan. Selain itu, teknik yang digunakan untuk menganalisis data kualitatif meliputi peringkasan data, penyajian data, dan verifikasi data untuk memastikan keakuratan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan digital memiliki dampak baik dan buruk terhadap kinerja sekolah siswa. Aspek positifnya meliputi peningkatan keterampilan berpikir, mendorong kerja sama tim, dan meningkatkan pemikiran strategis. Namun, gim digital juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menyulitkan fokus belajar, mengurangi interaksi sosial tatap muka, dan mendorong penundaan tugas sekolah. Oleh karena itu, studi ini menyimpulkan bahwa siswa harus berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan kemajuan teknologi, terutama gim digital. Tindakan terencana juga diperlukan untuk mengatasi kecanduan gim digital, yang berarti membangun kesadaran diri, mengendalikan durasi bermain, dan menemukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
Pengembangan Nilai-Nilai Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Generasi Z di SMA Negeri 27 Maluku Tengah Mahu, Sukma; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 2 (2024): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.2.38-45

Abstract

Cinta tanah air mencakup mengenal dan menghargai wilayah nasional, menjaga kewaspadaan, serta kesiapan untuk membela Indonesia dari segala ancaman. Hal ini mencerminkan sikap dan perilaku yang menunjukkan kebanggaan, kesetiaan, kepedulian, serta rasa hormat terhadap bahasa, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuh informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi guru sebagai pendidik karakter dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air pada siswa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran siswa dalam mematuhi peraturan sekolah, rendahnya pemahaman terhadap materi pelajaran, dan minimnya keterlibatan orang tua dalam menanamkan rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama di rumah. Terbentuknya nilai-nilai kewarganegaraan dan cinta tanah air pada generasi Z di SMA Negeri 27 Maluku Tengah didukung oleh pembinaan intensif dari guru Pendidikan Kewarganegaraan, partisipasi aktif dalam upacara bendera, serta kepatuhan terhadap peraturan sekolah yang menumbuhkan disiplin, rasa hormat, dan perilaku positif.
Literasi Digital sebagai Upaya Peningkatan Civic Skill Mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Pattimura Doko, Maria Rosaryo; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 14 No 1 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.14.1.25-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemahaman literasi digital mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dan (2) menganalisis upaya peningkatan keterampilan kewarganegaraan melalui penguatan literasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif untuk memberikan gambaran yang jelas dan terfokus mengenai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi digital mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) cukup baik. Mahasiswa menyadari bahwa aktivitas sosial daring telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dalam mencari dan berbagi informasi melalui berbagai platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan WhatsApp. Aktivitas tersebut mencerminkan perkembangan teknologi komunikasi yang memungkinkan interaksi lintas jarak dan waktu. Upaya peningkatan keterampilan kewarganegaraan melalui literasi digital antara lain memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi yang akurat, membaca artikel yang bermanfaat, dan mengakses konten edukasi sebagai sarana pembelajaran. Lebih lanjut, kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa dalam menanggapi isu sosial di media digital dapat ditingkatkan melalui diskusi kelompok dan individu, sehingga memastikan bahwa literasi digital berperan krusial dalam mengembangkan keterampilan kewarganegaraan yang cerdas dan bertanggung jawab.